Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 57


Desy tidak hentinya menangisi semua kesalahannya. Deswey hanya bisa menghibur adiknya kala itu sebelum dia harus berangkat menjadi perwakilan negaranya.


"Kak Deswey, kakak jadi ke Paris lusa tinggalkan aku," ucap Desy dalam tangisnya😭


"Iya itu sudah lama di agendakan adikku sayang, sudah jangan nangis, nanti mata kamu bengkak loe," ucap Deswey menghibur adiknya.


"Biarin bengkak, aku sudah jahat dengan Very, aku tidak dengerin penjelasannya," ucap nangis masih dalam tangisannya😭


"Ya sudah kita pergi saja yaa dilihat orang di cafe ini,kamu malu kan jadinya," ucap Deswey mengandeng adiknya menuju ke mobil.


Sesampainya di dalam mobil Herlan menghubungi.


📞"Deswey, kamu dimana sekarang? Desy baik-baik saja kan," ucap Herlan khawatir dengan adik iparnya.


📞"Tidak baik, aku menghibur adikku dulu ya, kamu fokus lah dengan perusahaan pasti sibuk nggak ada Very kan," ucap Deswey sambil menghidupkan mesin mobil.


📞"Iya suara tangisan Desy gede banget, kasian mereka," ucap Herlan.


📞"Cari tahu lagi keberadaan Very di mana ya Herlan, aku tutup dulu, kamu jaga kesehatan ya suamiku," ucap Deswey langsung mematikan.


"Argh Deswey bilang lagi suamiku," ucap Herlan mematikan panggilan tersebut.


Herlan bahagia dengan ucapan istrinya pagi itu. Bahkan karyawan yang menemui untuk pengajuan proposal hanya memiliki kesalahan sedikit. Herlan pun memesan cemilan untuk seluruh karyawan di perusahaan.


Para karyawan terkejut dengan sikap Herlan, hingga sampai ke telinga nyonya Heva.


"Pasti Herlan sedang bahagia dengan istrinya, Herlan, mama berharap kamu dengan Deswey bisa bertahan pernikahan kalian," ucap nyonya Heva dalam hati.


Hingga para karyawan bergosip di tempat mereka masing-masing.


"Eeh mau tau dong, kok mood bos kita bagus banget lagi, mana dia membelikan cemilan buat kita, lumayan lah buat makan-makan," ucap karyawan nya.


"Sudah-sudah kita kembali fokus saja dengan pekerjaan kita, mumpung bos hatinya lagi bagus, kali saja kita di kasih bonus," ucap karyawan lainnya dengan gelak tawanya.


Di tempat lain.


Deswey mengajak jalan-jalan Desy, tiada hentinya tangisan dari air mata adiknya. Hingga ponselnya bergetar karena sebuah pesan.


"Iih siapa sih ngirim pesan? aku males buka nya, pasti dari teman kampus," ucap Desy bicara sendiri.


"Baca saja Desy, nah kita sudah sampai nie, hayoo kita bersantai di sini," ucap Deswey memarkirkan mobil mereka.


Desy pun tidak memperdulikan pesan tersebut, dan menikmati waktu berdua dengan kakaknya.


"Desy, buka dulu pesannya, kali saja penting," ucap Deswey sambil meminum jus yang berada di depannya.


"Lagian nggak ada kabar juga kak dari Very, ponselnya nggak aktif," ucap Desy sambil merengek.


Deswey pun mencoba menelpon adiknya, agar dia melihat ponselnya, Deswey beralasan begitu, karena Herlan sudah menghubungi Very untuk menemui Desy.


"Nah, itu suara telpon kali, dari mama," ucap Deswey.


"Bukan itu nada dering kak Deswey, ih napa sih kakak nelpon aku, kita kan sedang berdua," ucap Desy mendengus kesal.


"Buka pesanmu deh, kalau nggak kakak bunyiin lagi nie," ucap Deswey mengancam.


"Iya, Desy buka kak, sabar dong," ucap Desy sambil melihat ponselnya


Saat di buka nya ada pesan dari Very.


✉️"Kamu dimana Desy? coba lihat aku di belakang kamu," ucap Very dalam pesan tersebut.


Desy pun memandang ke belakang setelah baca pesan tersebut. Desy terkejut Very sudah di hadapannya. Tanpa melihat sekitar, Desy pun menemui Very, Desy langsung memeluk Very.


"Yaa ampun Desy, kalau loncat bilang, kalau kamu jatuh kayak mana, terus malu dilihat orang kita pelukan ginie," ucap Very berbisik pada Desy.


"Iih biarin, aku nggak bolehin kamu pergi jauh dari ku lagi," ucap Desy cemberut.


"Baiklah tuan putri, sekarang kita duduk ya, lihat itu Kak Deswey tersenyum lihat tingkah kita, turun ya sayang," ucap Very melembut.


Very pun melepaskan Desy secara perlahan.


"Kak Deswey, maaf yaa tingkah kita tadi," ucap Desy sambil tersenyum dengan kakaknya.


"Iya tidak apa-apa, Very ke sini naik mobil sendiri," ucap Deswey bertanya.


" Iya kak, kenapa memangnya?" ucap Very bertanya.


"Tolong jagain Desy ya, antar sebelum malam, kalau gitu kakak bawa mobilnya ya dek, awas jangan nangis lagi, calon suami sudah pulang," ucap Deswey pergi meninggalkan keduanya.


Deswey pun menuju parkiran mobil, saat dilihatnya ada Herlan di sana.


"Kok bisa kamu kesini, terus mana mobil kamu," ucap Deswey bertanya.


"Ehm tadi aku dikampus oleh Very di kantor, jadi nggak bawa mobil, bolehkah ikut dengan istri ku," ucap Herlan tersenyum.


"Boleh, tapi sudah makan belum," ucap Deswey masuk ke dalam mobil.


"Sudah kok istriku," ucap Herlan.


"Baik kalau begitu kita pulang saja ya," ucap Deswey.


"Taapi, kita sudah di sini sayang banget kalau pulang," ucap Herlan.


"Oke aku ada tempat untuk kita nikmati bersama," ucap Deswey.


Saat Deswey yang mengemudi, Herlan pun memulai pembicaraan.


"Deswey, apakah di hatimu sudah ada cinta buatku?" ucap Herlan bertanya.


"Argh, hampir saja," ucap Deswey rem mendadak.


Deswey tidak menjawab Herlan malah menjawab hal lain ;


"Herlan lusa aku ke Paris, jadi kita nikmati hari ini yaa, pertanyaan kamu tadi, maaf aku tidak bisa menjawab, kalau pun mau menjawab, saya cuma bilang perasaan ku pada mu masih seperti di awal, masih hambar," ucap Deswey.


"Hambar gimana? yaa kalau hambar pakai gula dong," ucap Herlan menjawab.


"Hahahaha, kamu lucu deh, hambar disini maksudku, belum ada hal yang menarik hati saya dari sikapmu," ucap Deswey menjawab.


"Ehm begitu ya, terus bagaimana buat kamu cinta dengan ku?" ucap Herlan bertanya.


"Hihi, nggak ada kerjaan lain selain bercanda yaa Herlan," ucap Deswey.


Herlan pun hanya tersenyum malu, dia malu harus berbicara apa lagi dengan istrinya. Karena setiap dengan berkata, ada saja jawaban dari mulut istrinya.


"Nah, kita sudah sampai, hayoo Herlan turun," ucap Deswey ngajak suaminya turun dari mobil.



(ilustrasi)


Herlan mengikuti langkah istrinya, namun di tarik tangan Herlan oleh Deswey. Herlan terkesima dengan sikap Deswey, hingga di hatinya bergumam.


"Biasanya, aku yang memegang duluan tangan seorang wanita akan tetapi sekarang malah Deswey istriku yang memegang ku," ucap Herlan dalam hati.


"Tempatnya indah kan Herlan, hey kamu kenapa melamun? apakah tidak suka berada disini?" ucap Deswey bertanya.


"Oh tidak Deswey, aku malah bahagia di sini berdua denganmu," ucap Herlan tersenyum.


"Hihi kamu lucu deh, jadi ke depannya santai lah sejenak, jangan sibuk dengan perusahaan, kalau kamu mau mengajak ku jalan-jalan, aku pasti mau, asal pekerjaan ku tidak ada, okey suamiku," ucap Deswey sambil tersenyum dan memesan menu.


"Ampun dah, bisa-bisa aku jatuh cinta duluan dengan Deswey, apakah aku harus jujur dengannya kalau aku sungguh mencintai nya, dan ingin mengakhiri kontrak pernikahan itu," ucap Herlan dalam hati.


Deswey pun memesan makanan yang biasa di pesan suaminya, Deswey memperlakukan Herlan layaknya seorang suami. Akan tetapi, Deswey belum siap melakukan hubungan suami istri layaknya sebuah pernikahan adanya.


🌼🌼🌼🌼🌼