
Sesampainya di rumah Desy dibangun kan oleh Very. Desy pun bangun setelah itu untuk beberapa saat. Mereka pun sampai di rumah kediaman Tuan Herlan saat itu.
Herlan dan Deswey pun tengah di ruang televisi menonton bersama, kedatangan Desy dan Very membuyarkan kebingungan mereka berdua.
Desy pun langsung memeluk Kak Deswey dengan manja. Deswey pun memeluk adiknya kembali.
"Argh, kakak aku sangat lelah peluk aku," ucap Desy.
"Tuan Herlan, ini pesanan yang anda pesan tadi," ucap Very memberikan pesanan mereka.
"Oke kalau begitu kamar kamu sebelah kanan terus Desy sebelah kiri, Desy biar istriku dan saya yang mengantarkannya," ucap Herlan.
"Baik Tuan Herlan, terima kasih," ucap Very segera meninggalkan tempat tersebut dan langsung masuk ke kamar.
Very pun balik kembali, dan bertanya.
"Tapi Tuan Herlan saya belum meletakkan koper saya dengan Nona Desy," ucap Very menunjuk ke arah koper mereka berdua.
"Baiklah, bantu kami meletakkan kopernya di kamar," ucap Herlan.
Herlan dan Deswey pun membopong Desy sampai ke kamar sedangkan Very meletakkan kopernya Desy.
Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing.
Pagi hari pun menjelang.
Deswey sudah menyajikan makanan di atas meja makan mereka dan membangunkan satu persatu.
Tok....tok....
"Adikku tersayang bangun yoook, ingat nggak hari ini kita jalan-jalan sekarang kamu bangun terus mandi dan berpakaian lah, kakak sudah menyiapkan makanan buat kita malam ini," ucap Deswey mencium pipi adiknya
"Siap kakak ku tersayang, bau makanan nya sungguh menggugah selera," ucap Desy langsung bangun ke kamar mandi.
Tok....tok...
"Very, bangunlah sudah pagi, segera bersiap yaa sarapan sudah di siapkan," ucap Deswey.
"Baik Nona Deswey," ucap Very.
Deswey pun langsung ke kamarnya di dapati Herlan yang dibangunkan di awal dari tadi belum bergerak sama sekali.
"Saayang bangun, sudah pagi," ucap Herlan bangun dengan full kesadaran langsung mencium kening istrinya.
Deswey yang merasakan hal itu hanya tercengang dengan sikap Herlan.
[Lagi mimpi apaan?, bangun dari tidur langsung cium kening, ada-ada saja deh] gumam Deswey dalam hati.
Deswey pun sudah berada di meja makan sambil memegang ponselnya. Saat asyik berselancar, mama Geby melakukan video call saat semuanya sudah sampai meja makan.
Panggilan Video...
"Hallo sayang ku semua, gimana kabar libur kalian semua?,adik kamu amankan tidak mengganggu sama sekali kan," ucap Mama Geby.
" Hehe, nggak lah ma aku malah bahagia ada Desy dan Very disini, jadi kan makin rame kami liburan," ucap Deswey polos.
"Hai mama Geby, maaf telah nyapa, kita semua bahagia dan semua aman ma," ucap Herlan.
Video pun di arahkan ke Desy.
"Loe, kok muka anak mama yang cantik si bungsu manyun gitu sayang," ucap Mama Geby...
" Ya, habis mama bilang aku pengganggu kakak, padahal kakak benar-benar menginginkan ku," ucap Desy manyun.
"Oke deh, mama minta maaf, mama kan cuma bercanda sayang," ucap Mama Geby merayu.
"Iih mama, kalau merayu gitu Desy jadi nya maafin mama deh," ucap Desy kembali tersenyum.
"Yaa sudah nikmati kebersamaan kalian yaa, mama tutup dulu see you sayang," ucap mama Geby.
Panggilan pun di akhiri, mereka pun makan dengan semangat karena perjalanan hari ini sungguh akan panjang dan menyenangkan.
"Kak biar kami dengan Very saja, kakak siap-siap saja dulu kan tadi menyiapkan sarapan buat kita lumayan lelah," ucap Desy mengajak Very.
"Baik kalau gitu, istriku kamu bersiaplah, aku memanasi mobil dulu yaa," ucap Herlan.
Semuanya pun menyalahkan aktivitas mereka dari yang mencuci piring, berdandan hingga yang memanasi mesin masing-masing memiliki waktu bersamaan terselesaikan dengan mudah.
Setelah semuanya beres mereka pun bergegas memasuki mobil.
"Very, kamu saja yang mengemudi yaa dan Desy yang menemani mu di depan tempat yang kita tuju sudah saya kirim di ponselmu," ucap Herlan.
"Siap Tuan Herlan," ucap Very.
Mobil pun berjalan dengan meninggal kediaman Herlan saat itu. Deswey pun memberikan perhatian lebih pada suaminya.
"Kamu semalam meeting sampai pukul berapa?, kok capek banget sih," ucap Deswey khawatir.
"Iyaa semalam aku selesai sih jam 22.00, tapi selanjutnya harus baca beberapa berkas gitu, semalam emang sengaja nyelesaikan agar bisa jalan-jalan dengan kalian, aku tidur sebentar ya sayang," ucap Herlan langsung tertidur.
Deswey pun melambaikan rambut suaminya. Very dan Desy yang berada di depan terdiam saja melihat kemesraan suami istri itu.
"Very..."ucap Desy.
"Apa Desy, kalau niat kamu mau godain aku nanti saja ya aku kan lagi menyetir," ucap Very memandang Desy.
"Waah, sekarang sudah berani melihat lawan bicara yaa," ucap Desy tersenyum kecil.
"Kan kamu yang mengajari ku, dan itu hal yang baik setelah aku membaca beberapa artikel," ucap Very menjawab dengan polosnya.
"Bhaaaa..... Kamu itu nggak jauh yaa dari membaca, dasar kutu buku banget kayaknya," ucap Desy ketawa.
"Kamu cantik Nona Desy kalau tertawa," ucap Very sepontan.
Desy salah tingkah dikatakan begitu, hingga Deswey yang mendengar nya ikut tersenyum. Tanpa sengaja Very melihat Nona Deswey tersenyum.
"Maaaf Nyonya Herlan, atas sikap saya terhadap adik anda," ucap Very.
"Apaa Nyonya Herlan?, kok kamu bilang gitu, ehm untuk adikku sih nggak apa-apa kok kalian cocok malah," ucap Deswey.
"Argh kakak bisa saja," ucap Desy salah tingkah.
"Hehe bukankah sekarang Nona Deswey istrinya Tuan Herlan, jadi ke depannya saya harus memanggil begitu, dengan begitu malah orang tahu istrinya Tuan Herlan siapa?" ucap Very memperjelas.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya kita mau sampai ni," ucap Deswey.
"Yups benar Nyonya Deswey," ucap Very.
Very pun memarkirkan mobilnya. Setelah memarkirkan Very bertanya.
"Nyonya apakah kami harus mereservasi dulu," ucap Very.
"Tidak perlu, Herlan sudah memesan tempatnya, Desy tolong ambil kartu yang mereservasinya nanti Kakak ke sana menyusul," ucap Deswey.
Keduanya pun meninggalkan Deswey dan Herlan.
"Herlan, sudah sampai hayoo bangun," ucap Deswey memegang pipi suaminya. Herlan pun bangun dengan mengucek matanya, lalu dia keluar dan minta di temani ke kamar mandi. Deswey pun mengikuti suaminya. Setelah dirasa selesai mereka pun menuju tempat yang dituju.
"Wah Kak Herlan memang romantis yaa, semua demi istrinya," ucap Desy menyinggung Very.
"Setiap laki-laki itu berbeda dalam memberikan kejutan kepada wanita yang dia sayangi," ucap Very menjelaskan.
"Lalu, wanita yang saat ini kamu sayang siapa?" ucap Desy penasaran.
"Kamu Desy, namun aku harus berjuang berada di level yang sama denganmu, dengan begitu aku merasa cocok dengan mu saat itu," ucap Very.
Desy pun terkesan dengan ucapan Very yang membuat dirinya yakin dengan Very. Hingga pembicaraan mereka terputus karena kedatangan Deswey dan Herlan.
🍁💐💐💐🍁