
Deswey bangun dari kesadarannya, ketika Herlan mengetahui hal itu dia pun langsung menghubungi dokter dan orang tua Deswey serta nyonya Heva yang berada disana sangat bahagia atas kabar tersebut.
"Bagaimana dokter?" ucap Herlan.
"semua kondisi stabil, tolong jaga nona Deswey untuk tidak banyak beraktivitas karena beberapa tulangnya perlu pemulihan dan rutinitas olahraga," ucap dokter pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Tuan Herley, Nyonya Geby dan Nyonya Heva langsung masuk melihat kondisi Deswey.
"Bagaimana keadaan mu sekarang?" ucap semuanya serempak.
"Argh, aku sehat kok papa, mama, mama mertua serta suami ku jangan terlalu mengkhawatirkan ku berlebihan deh, lihat Thu muka kalian kucel semua, pulang dulu mandi agar wangi ruangan ini," ucap Deswey tersenyum kecil kepada keluarganya.
Nyonya Geby pun memukul Deswey.
"Aww sakit mama, nanti aja kita berantem nya kalau aku sudah pulih nanti kita main tinju-tinjuan," ucap Deswey bercanda dengan mamanya.
Ruangan tersebut jadi tertawa dengan tingkah anak dan mama tersebut bercanda. Hingga nyonya Heva serta orang tua Deswey pamit untuk pulang dan Herlan mengantar mereka sampai di pintu kamar pasien.
Herlan pun kembali ke ruangan istrinya.
"Kamu juga pulang lah sana, kan belum mandi juga," ucap Deswey sambil memakan buah yang diberikan oleh suaminya.
"Semua perabotan mandi, pakaian,serta pekerjaan kantor sudah saya letakkan di sini semua, dokter juga masih menyuruh kamu istirahat 3 hari di sini, kamu lihat sebelah kanan mu ada kasur dan meja kerja untuk melanjutkan kerja ku," ucap Herlan menunjukkan pada istrinya.
Deswey pun tertawa dengan sifat totalitas suaminya.
"Waah kamu masih kerja dengan kondisi istrimu sakit," ucap Deswey cemberut.
"Hahaha, hey Istriku aku tetap menjaga mu disini pekerjaan itu ku bawa di sini agar mempermudah ku melihat situasi dan kondisi mu, apakah kamu mau perhatian lebih dari suamimu tercinta," ucap Herlan mendekat ke wajah istrinya.
[oh my good, bagaimana bisa aku tergoda dengan pesona nya? bisa kacau ini aku kalah taruhan kalau aku duluan yang menyukainya] gumam Deswey dalam hati.
Deswey memalingkan wajahnya "iih kamu belum gosok gigi, sana gosok gigi terus jangan lupa pakai wewangian."
Herlan malah jahilin istrinya dan mendekatkan kembali wajahnya ke istrinya, dia pun memegang muka istrinya agar melihat dirinya, karena Herlan tidak memegang dengan kuat, ciuman pun mendarat ke bi*** Deswey tanpa sengaja.
cuuuuup, mata Deswey langsung membesar, mukanya memerah malu dengan ciuman dadakan tersebut, dan langsung memalingkan muka nya dengan diam membisu. Herlan pun terkejut dengan ciuman tanpa sengaja tersebut
"Ehm istriku, aku keluar sebentar yaa ada urusan" ucap Herlan mengalihkan pembyrannya.
"Iyaa hati-hati sayang, jangan lupa pesan aku tadi ya !! " ucap Deswey masih memalingkan wajahnya karena malu.
"Oke sayang," ucap Herlan dengan wajah malu.
[aargh., muka mu seperti kepiting rebus yang siap dimakan, untung saja Herlan keluar setidaknya rasa malu ku tidak terlihat, tapi aku tidak memungkiri bahwa ciuman dadakan itu membuat ku menginginkan nya lagi, apa ini yang nama cinta?, aaargh nggak mungkin ., aku harus sadar masa' aku kalah taruhan dari Herlan] gumam Deswey dalam hati
Herlan pun berhasil keluar dari ruangan tersebut dengan lega.
[argh, akhirnya kecanggungan ini berakhir, iih nyebelin, pasti Deswey berpikir aku lelaki seperti apa? meskipun aku sudah lama pacaran dengan Olivia tapi semua hal yang pertama dilakukan hanya pada Deswey, jangan-jangan aku sudah terbawa oleh pesonanya, aaargh sadar mana mungkin aku cinta duluan, tapi ciuman itu membuat ku menginginkan nya lagi] gumam Herlan dalam hati.
Herlan masih salah tingkah dengan semua kejadian pagi ini yang membuatnya jadi bingung nanti bagaimana bersikap setelah kejadian itu? Herlan pun berpikir panjang agar bisa mencairkan suasana ketika dia berada di ruangan tersebut dengan istrinya. Rasa kecanggungan itu membuat Herlan bingung akan bertindak seperti apa?.
Very sibuk dengan aktivitas mengurus beberapa urusan di perusahaan meskipun dia fokus dengan pekerjaan. Namun, ponselnya juga sibuk di hubungi oleh seseorang sehingga Very bingung mengangkat atau tidak. Hingga memiliki selah waktu dia pun mengangkat telpon tersebut.
"Yaa Halo, ada apa Nona Desy? bukankah ada pengawal disana." ucap Very.
Panggilan tersebut langsung di matikan, entah kenapa dengan Nona Desy hari itu. Very bingung harus bertindak seperti apa?.
Desy yang berada di kediamannya, hanya di dalam kamar rebahan sambil membaca buku, dia terus saja mengganggu Very. Hingga dering ponsel Desy berbunyi dari Kak Deswey. Desy pun memposisikan diri dan terlihat bahagia.
Panggilan Video....
"Haay Kakak ku tercinta. Bagaimana kabarnya?" ucap Desy tersenyum bahagia.
"Hay adikku Desy yang cantik, kakak baik nie sudah lebih baik hanya butuh istirahat saja, ohya kakak bersama Kakak Ipar nggak," ucap Desy malu mau curhat dengan kakaknya.
Deswey pun celingukan kali saja ada suaminya " nggak ada sayang, kamu mau bicara apa, nanti kakak dengar?."
Desy pun menampakkan wajah sedihnya dan berkata " kakak, aku di tolak oleh Very, dia tidak menginginkan aku, aku bisa gila kalau gini, untung saja papa tidak menyuruh kemana-mana kalau tidak aku udah clubbing," ucap Desy dengan wajah merengek.
"Memangnya very berkata apa hingga membuatmu menangis begini?" ucap Deswey penasaran.
Herlan pun masuk dengan perlahan karena istrinya sedang mendengarkan curhat adiknya. Deswey pun memberi kode ke suaminya agar diam dahulu cukup dengerkan saja. Herlan pun paham dengan kode tersebut.
"Very bilang, jika waktunya tiba dia akan mendampingi aku dan juga menunggu dia bisa setara dengan aku , karena mendampingingi aku setidaknya dia memiliki nilai lebih, tapi papa terus mendesak kemarin itu hingga very lebih memilih tidak menjadi pengawal aku malah jadi sekretaris, aku sedih kak," ucap Desy merengek.
Deswey pun tersenyum dengan rengekan adiknya, karena Desy sangat jarang menangis kecuali hal-hal yang memang membuatnya sedih.
"Iih kakak kok malah tersenyum gitu, kakak ngekek aku yaa" ucap Desy mendengus kesal.
"Hihi, bukan adikku tersayang. Kakak malah salut dengan Very bisa membuatmu menangis seperti ini, masa' masalah sepele begini adikku yang paling cantik bersedih" ucap Deswey membujuk.
"Yups benar banget kak (mengusap wajahnya karena air mata), terima kasih nasehatnya, ohya kak janji jangan cerita dengan siapapun termasuk mama, papa dan kak Herlan?, aku akan semangat lagi, karena kak Deswey sudah kasih aku vitamin kekuatan" ucap Desy bersemangat.
"Nah gitu dong, itu baru namanya Desy, adik tercantik kak Deswey," ucap Deswey memberikan semangat ke adiknya.
"Terima kasih yaa kak, kalau begitu Desy izin off dulu, lain kali kita video call lagi ya," ucap Desy sambil melambaikan tangannya.
Panggilan video pun berakhir.
Herlan pun mendekati istrinya dan duduk di kursi yang sudah disediakan "sayang emangnya Very dengan Desy saling suka, tapi karena keadaan makanya Very belum bisa menerima desy."
"Yups benar banget, very merasa tidak selevel dengan Desy sehingga dia merasa menjadi selevel dulu atau ada hak yang bisa dibanggakan sehingga bisa berdampingan dengan Desy, padahal papa dan mama ku tidak pernah berpikir demikian," ucap Deswey berpikir.
"Ginie aja sayang, kalau kamu sudah sembuh kita adakan makan bersama, agar kita bisa melihat bagaimana perasaan mereka? sepertinya keduanya saling menghindar satu sama lain sehingga perasaan mereka belum kelar juga," ucap Herlan sambil memberikan buah kepada istrinya.
"Oke rencana nya bagus Herlan. semoga kita berhasil yaa," ucap Deswey tersenyum kecil.
🍁💐💐💐🍁