Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 74


Gerald sungguh khawatir dengan kondisi Olivia, hingga dia menyuruh satpam yang berjaga saat itu tidak memberi tahu bahwa Olivia pingsan, satpam tersebut pun hanya bisa mematuhi saja.


Olivia pun di periksa oleh dokter, setelah dilakukan pemeriksaan kemungkinan besok Olivia sudah boleh pulang ke rumah, keduanya pun nginap di rumah sakit tersebut. Gerald pun memberi pesan pada papa mereka bahwa mereka menginap di suatu tempat.


Hingga tengah malam, Olivia terbangun, dan dia menatap wajah Gerald yang begitu ganteng yang di tatap nya dari dekat.


"Ya Tuhan, ganteng nya ciptaan Tuhan ini, laki-laki yang selalu mendukung ku, laki-laki yang selalu menjaga keamanan ku, bahkan tak ingin aku tergores sedikitpun," ucap Olivia memegang wajah Gerald.


Gerald pun terbangun dengan sentuhan Olivia, Olivia jadi salah tingkah ketika wajah tersebut menatapnya dengan bahagia.


"Syukurlah adikku, kamu akhirnya sudah sembuh dan kembali sehat, sepertinya harus panggil dokter," ucap Gerald menghidupkan tombol tersebut.


Dokter pun datang tepat waktu, setelah itu mereka pun dinyatakan sehat seperti sedia kala. Hanya saja malam ini hanya pemulihan saja. Gerald pun mengantar dokter sampai ke pintu rumah sakit tersebut dan langsung menemui Olivia.


"Kak Gerald, Olivia boleh nggak minta tolong sama kakak," ucap Olivia dengan wajah yang lemah.


"Silahkan apa sayang?" ucap Gerald.


"Kakak tidur di sampingku ya, karena kasurnya besar nie, jadi muat buat kita berdua," ucap Olivia menunjuk ke arah kasur tersebut.


"Argh, nggak mau lah, masa' aku harus tidur di sana, kamu kan nggak bisa mantap kalau tidurnya, makanya aku pesankan VIP agar kamu nyaman tidurnya," ucap Gerald beralasan.


"Yaa sudah kalau begitu, besok kakak jangan panggil dengan sebutan adik sayang atau apapun, sebut saja Olivia, jangan ada kata mesra sedikitpun dengan aku," ucap Olivia dengan nada kesal.


"Ayo lah Olivia, kita rehat saja ya malam ini, kita berdua sama-sama lelah malam ini, jadi kakak mohon kamu mengerti," ucap Gerald meminta pengertian pada adiknya.


Olivia pun langsung diam dan tidur lebih cepat, Gerald pun sama ikut tertidur juga. Hingga pagi pun menjelang.


Olivia segera berberes lebih dulu pergi dari rumah sakit, dan meninggalkan sebuah catatan. Olivia pun mencari taxi, dan menuju apartemennya. Olivia kesal dengan sikap kakaknya hingga dia berniat untuk malam ini untuk beristirahat di apartemen nya.


Sesampainya di apartemen Olivia menelpon papa nya.


📞"Hallo pa, aku sedang tidak sehat, sekarang berada di apartemen ku, jadi hari ini saja Olivia istirahat ya pa, kalau ada meeting melalui zoom saja agar aku bisa ikut walau tidak menampilkan wajah," ucap Olivia dengan nada lelah.


📞"Okey sayang, cepat sehat kalau perlu apapun bilang sama papa ya," ucap papa Olivia.


Orang pun terputus.


Olivia pun langsung rebahan dengan tenang nya, nomor apartemennya sudah diganti sehingga tidak ada yang akan masuk ke apartemennya.


Di rumah sakit.


Gerald terkejut Olivia sudah tidak berada di tempat tidurnya, dan dia menemukan secarik kertas menyatakan bahwa dia sudah pergi duluan, sehingga Gerald hanya segera pulang ke apartemennya dan menuju ke kantornya.


Gerald pun menuju kantor tersebut, akan tetapi tidak di temukan ya sama sekali keberadaan Olivia, ponsel Olivia saja tidak aktif.


Hingga meeting pun di mulai tanpa Olivia, akan tetapi Gerald heran ada yang live di zoom tersebut hingga dia menanyakan langsung ke papa nya.


"Pa, itu yang live siapa?" ucap Gerald penasaran.


"Itu Olivia, katanya dia tidak sehat, makanya ikut meeting online, sekarang Olivia berada di apartemen," ucap papa Olivia.


"Oh begitu ya pa," ucap Gerald mengerti.


Hingga Gerald penasaran dengan sikap acuh Olivia, dan mengirim sebuah pesan kepada Olivia.


✉️"Kenapa kamu mengacaukan perasaan Kak Gerald? tolong balas pesan ini, karena aku tahu kamu melihat pesan ini," ucap Gerald.


✉️"Saya sedang lelah Kak Gerald, jadi jangan mengganggu saya, dan jangan mencoba untuk datang ke sini," ucap Olivia mengancam.


✉️"Kenapa aku tidak boleh merawat adikku sendiri?" ucap Gerald.


✉️"Maaf posisi kita bukan saudara kandung, hanya wanita dan pria, maka lebih baik profesional kita bekerja," ucap Olivia.


✉️"Jadi mau kamu itu apa dari aku Olivia?" ucap Gerald.


✉️"Argh, sudahlah intinya kita profesional jika sudah berada di kantor, aku mau matikan ponsel ya kak, aku mau istirahat, aku harap kakak memahaminya, terima kasih," ucap Olivia menjawab dan langsung mematikan ponselnya dan di cas.


Olivia kembali istirahat dengan tenang, sedangkan Gerald kesal dengan sikap Olivia. Setelah selesai dari perusahaan Gerald pun menemui Olivia ke apartemennya.


"Olivia, tolong buka pintunya, kita bicara," teriak Gerald.


Dering ponsel Gerald pun berbunyi.


📞"Ya Hallo Kak, ada apa sih? please jangan berisik kak, nyebelin tahu nggak kalau kakak teriak terus, aku malu jika di dengar oleh orang lain," ucap Olivia dalam panggilan tersebut.


📞"Iya okey sayang, tapi buka dulu kita bicara, kenapa kamu tidak ingin bertemu dengan ku?" ucap Gerald.


📞"Besok kita lanjut bicara di kantor ya Kak Gerald karena aku butuh istirahat sekarang," ucap Olivia langsung menutup panggilan tersebut.


Gerald pun kembali ke apartemennya yang dekat dengan perusahaan. Gerald merasa bersalah dengan sikapnya yang sebelumnya.


Pagi pun tiba.


Olivia datang lebih pagi dan menyelesaikan beberapa tugas untuk tugas mereka dinas bersama Gerald. Hal itu sebenarnya membuat Olivia kesal, akan tetapi karena untuk perusahaan maka Olivia hanya menerima saja.


Hingga keduanya berada di ruangan yang sama. Olivia benar-benar profesional dengan pekerjaannya bahkan dia tanpa melihat wajah Gerald. Gerald benar-benar kesal dengan sikap acuh Olivia.


Hingga Gerald pun berani bicara dengan Olivia.


"Olivia, bisakah kita bicara sejenak," ucap Gerald bicara lembut.


"Maaf kak Gerald tidak ada waktu buat kita bicara pribadi, karena waktu kita sudah dekat menuju perjalanan dinas luar, jadi aku harap tetap profesional dalam kondisi apapun, bisakah," ucap Olivia bicara tegas.


"Aku tidak biasa Olivia kamu bersikap demikian, kembali seperti dulu," ucap Gerald bicara jujur.


"Fokus Kak Gerald, please fokus saja sekarang, masalah pribadi nanti kita selesaikan, okey," ucap Olivia menenangkan Gerald.


Gerald pun kembali tenang, meskipun dia masih saja mencuri pandang tentang sikap dan cara bicara Olivia. Setelah sore menjelang mereka pun kembali ke rumah. Ketika Gerald ingin bicara, Olivia berbicara dengan seorang lelaki. Akan tetapi Gerald tidak mengenal lelaki tersebut.


💜💜💜💜


penasaran, ayoo tunggu saja episode selanjutnya 😀🤭


like dan comment, bunga dan vote dukungan kalian sangat penting, terima kasih.