
#Biasakan setelah selesai membaca like dan comment ya terima kasih atas perhatiannya 😀
Next
Setelah mereka selesai makan bersama, nyonya Heva mengajak Arsya menuju rumah sakit. Arsya mengangguk mengiyakan setidaknya dia harus tahu kebenaran nya, apakah benar tuan Arkana adalah papa nya.
Tuan Arkana yang mengemudi pada saat itu di sebabkan nyonya Heva meminta hal itu agar menambah kedekatan keduanya. Nyonya Heva merasa keduanya memiliki kemiripan oleh karena hal yang membuat semuanya pasti adalah tes DNA.
Tidak lama dari itu mereka sampai di sebuah rumah sakit. Nyonya Heva pun mengandeng Arsya. Arsya sangat bahagia di perlukan oleh orang lain seperti anaknya sehingga Arsya bergumam langsung.
"Nyonya Heva memang wanita baik ya, jadi penasaran anak dan menantu nyonya," ucap Arsya.
"Baiklah setelah kita tes kamu tinggal di rumah Tante saja ya, cukup panggil saya Tante saja, dan nanti Tante ajak ketemu anak dan menantu Tante bagaimana?" ucap nyonya Heva.
"Jangan Tante, saya sudah bayar duluan kos ku selama 6 bulan dekat kampus, tadi belum ketemu saja, ini di beri alamat oleh Ibu kos nya, nanti bisa nggak Tante antar aku ke alamat ini saja," ucap Arsya.
"Baiklah, kamu di sana kosan petak kamu begitu ya, apakah di kamar itu kamu sendiri," tanya nyonya Heva.
"Hehe, iya Tante benar sekali aku ngambil yang murah, itu tabungan waktu aku sekolah SMA dulu, lumayan di tambahi Ibu panti tambahan uang makan juga," ucap Arsya tersenyum.
"Terus dapur nya bagaimana?" tanya nyonya Heva.
"Setahu aku sih, dapur nya bersama Tante," ucap Arsya.
"Apakah ada jadwal nya masak jam berapa?" ucap nyonya Heva.
"Ada, saya sudah di jadwalkan bagian pagi hari jam 6, " ucap Arsya.
"Maka dari itu perabotan yang kamu bawa lumayan," tanya nyonya Heva.
"Hehe iya, terutama rantang buat menutupi gitu biar aman semuanya," ucap Arsya.
"Sudah sampai sayang," ucap Tuan Arkana.
"Nah sudah sampai, Arsya sama suami Tante di periksa dulu ya, kamu siap kan Arsya," ucap nyonya Heva.
"Siap Tante, aku senang banget, makasih ya Tante," ucap Arsya girang dan langsung masuk ke ruangan di susul suaminya.
Nyonya Heva menunggu di luar, setengah jam pun berlalu. Arsya keluar lebih awal, dan nyonya Heva bertanya pada Arsya.
"Arsya, nanti di kabari ya sama Tante dan Oom kapan hasilnya keluar, setelah om keluar kita beli makanan di mini market yang kami butuhkan ya, anggap saja rasa terima kasih Tante karena kamu menolong Tante," ucap nyonya Heva.
"Aku mau Tante, tapi tadi kan sudah di traktir makan oleh Tante, bukan kah itu sudah cukup ya," ucap Arsya.
"Nah, suami Tante sudah keluar kamu menurut saja ya sayang," ucap nyonya Heva sambil mengusap rambut Arsya.
"Hayo Arsya, Om sama istri Om akan mengajak kamu ke mini market atau kita ke mall beli makanan yang kamu mau," ucap tuan Arkana.
"Jangan Om, kita ke mini market saja deh, takutnya kesorean nantinya sampai kos," ucap Arsya
"Baiklah kalau begitu, kita ke mini market saja ya," ucap tuan Arkana menggandeng istrinya.
Nyonya Heva hanya tersenyum melihat keduanya, dia tidak pernah melihat senyum tulus suaminya selain pada dirinya dan Arsya seperti ada ikatan batin pada keduanya.
Sampailah di sebuah mini market nyonya Heva menemani Arsya keluar. Sedangkan tuan Arkana menunggu di luar.
"Hayo sayang Tante temani ke dalam," ucap nyonya Heva.
"Oke Tante siap, makasih ya Tante," ucap Arsya.
Keduanya pun masuk ke mini market tersebut dan Arsya memilih yang di perlukan nya saja. Sedangkan nyonya Heva mencari cemilan dan roti serta minuman untuk Arsya.
Setelah selesai Arsya dan nyonya Heva menuju kasir. Arsya tidak menanyakan apapun tentang yang di beli oleh nyonya Heva.
Selesai dari kasir keduanya pun menuju mobil. Dan meletakkan barang di bagian bagasi. Nyonya Heva pun bertanya pada Arsya.
"Aduh, aku baru ingat tentang nanak nasi," ucap Arsya.
"Ya sudah papa, kita ke toko elektronik, beli yang diperlukan sama Arsya," ucap nyonya Heva.
"Siap sayang," ucap tuan Arkana.
Arsya hanya tersenyum melihat sikap romantis keduanya, dia berharap bahwa tuan Arkana benar papa nya. Setidaknya dia tahu bahwa papa nya adalah tuan Arkana.
Nyonya Heva pun mengajak turun Arsya. Arsya hanya menyebutkan keperluan yang di butuhkan tapi tidak urgent. Malah di belikan semua oleh nyonya Heva seperti nanak nasi, kipas angin, setrika, kulkas kecil, dan lemari portable untuk Arsya.
Arsya mau menolak akan tetapi tuan Arkana malah memberi nasehat pada Arsya.
"Arsya jangan menolak bantuan istriku, kalau dia menangis susah bujuk nya, jadi cukup ucapan terima kasih saja, anaknya Herlan saja tidak berani menolak jika mama nya sudah memberi sesuatu," ucap tuan Arkana.
"Baik om, tapi semuanya terlalu berlebihan om," ucap Arsya.
"Biarkan saja yang penting bisa kamu gunakan, karena ini lah kamu nggak mau tinggal di rumah sehingga istriku membelikan keperluan mu," ucap tuan Arkana.
"Siap Om," ucap Arsya mengangguk.
"Oke kalau begitu semuanya selesai, nanti perabotan kamu di antar sesuai alamat, dan Tante memiliki nomor ponselnya jika mereka telat datang setelah kita datang," ucap nyonya Heva.
"Terima kasih Tante atas bantuannya dan semuanya," ucap Arsya tersenyum.
"Ya sama-sama sayang, sekarang kita menuju kosan kamu ya," ucap nyonya Heva.
"Siap," ucap Arsya.
"Siap istriku tercinta," ucap tuan Arkana.
Mereka pun sambil canda tawa, karena Arsya pintar membuat guyonan sehingga suasana jadi sangat cair. Bahkan, nyonya Heva tertawa serta tuan Arkana yang sedang mengemudi.
Tidak lama dari itu mereka sudah sampai di kosan nya Arsya. Semua orang pun terkejut Arsya seperti anak konglomerat yang tinggal di lingkungan kumuh.
"Hayo sayang Om bantu ya," ucap tuan Arkana.
"Baik om makasih," ucap Arsya.
"Kalian duluan saja, Tante kunci mobil dan menunggu barang Arsya," ucap nyonya Heva.
"Baik istri ku," ucap tuan Arkana.
Arsya pun masuk ke kosan nya lebih dulu, karena dia sudah di kasih tahu nomor berapa dan ada kunci di atas pintu setelah di buka terlihat bersih karena sudah di bersihkan.
Arsya pun memasukkan barang nya sedangkan tuan Arkana hanya melihat dari luar, lumayan besar untuk ukuran nya dan cukup yang di beli tadi.
Barang yang dibeli tadi pun sudah tiba, dan nyonya Heva meminta membantu membawakan barang tersebut ke nomor kosan Xx.
Arsya pun membantu menunjukkan arahnya. Karena dia sudah menata di letakkan dimana. Nyonya Heva dan tuan Arkana hanya melihat saja dan tersenyum melihat sikap Arsya yang bisa menata tempat.
Setelah selesai membantu membereskan semuanya, tuan Arkana dan nyonya Heva pun berpamitan pulang. Arsya pun mengucapakan terima kasih, nyonya Heva memeluk dan mencium Arsya.
"Arsya, lain kali kita bertemu kembali ya, Tante sama om harus pulang dulu, nomor ponsel sudah kita saling tukar kan," ucap nyonya Heva.
"Baik nyonya Heva, maakasih," ucap Arsya.
Nyonya Heva dan tuan Arkana pun pergi mengendarai mobilnya. Sedangkan Arsya menyelesaikan keperluannya.
🍁
Bersambung 😀
like dan comment ya😍