Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 59


Sepanjang perjalanan tidak hentinya muka Herlan memerah, bahkan dia memutar lagu romantis. Deswey sangat nyaman ketika dia tertidur dengan begitu nyenyak. Herlan melihat istrinya dan lagi-lagi dia tersenyum dengan sikap Deswey yang menciumnya tadi.


"Aduh Deswey ku sayang, istriku, cintaku, bidadari ku, mengapa aku selalu jatuh cinta setiap sikapmu? apakah karena ketulusan mu itu sehingga aku merasa kamu melakukan semua itu tidak terpaksa," gumam Herlan dalam hati.


Herlan sangat bahagia hari itu, seolah-olah dunia berpihak padanya. Setiap perjalanan dia merasa dipermudah dan sangat panjang perjalanan ke rumah mereka, padahal biasanya Herlan memerlukan waktu setengah jam sampai rumah, akan tetapi berbeda dengan sore ini, dia memilih perlahan karena istrinya tercinta sedang tertidur pulas.


Sesampainya di rumah.


Deswey belum bangun dari tidurnya, sehingga Herlan yang menggendong istrinya. Nyonya Heva yang melihat hal itu sangat bahagia dengan keduanya. Walaupun nyonya Heva sadar pernikahan mereka mungkin tidak akan bertahan karena tidak memiliki cinta.


Herlan pun meletakkan istrinya ke atas kasur, saat meletakkan istrinya, hampir saja hidung Herlan dan Deswey bertemu kalau tidak nanti terjadi kecelakaan yang diinginkan oleh Herlan.


Herlan tersenyum malu ketika dia menatap wajah manis nan cantik wajah Deswey dari jarak dekat tanpa dimarah oleh Deswey. Karena jika Deswey dalam mode malu, sangat menggemaskan.


Herlan pun menarik dirinya namun tangannya di tarik oleh istrinya, sehingga Herlan jatuh ke pelukan istrinya. Jantung Herlan sudah berdetak lebih kencang (seperti genderang mau perang hihi kayak lagi yaaak😀).


Dag..


Digh...


Dugh...


Herlan pun menemani istrinya tidur, Deswey langsung memeluk suaminya dengan erat. Herlan tidak bisa bergerak sama sekali.


"Yaa ampun, apakah ini istri ku? saat ini kami belum mandi, malah tidur," ucap Herlan.


Setelah selesai Herlan ngomel dengan dirinya dia pun tertidur pulas.


Di tempat berbeda waktu yang sama.


"Desy maafin aku yaa, kamu nggak marah lagi kan sama aku," ucap Very bertanya.


"Kamu kan sudah jadi tunangan aku, meskipun kita tidak pakai pesta, tapi pernikahan kita harus mewah," ucap Desy berkata.


"Emangnya kamu siap untuk menikah," ucap Very bertanya.


"Iya siap lahir dan batin, aku akan belajar bertahap, asal Very bersabar, kalau pun mau memberi tahu dengan cara yang baik ya," ucap Desy menjelaskan.


"Baiklah, jadi sekarang kita kemana?" ucap Very bertanya.


"Ehm, kita jalan-jalan terus antar aku ke mall, terus pesan bioskop, kan pernikahan kita sebentar lagi, pasti kebersamaan kita di kurangin," ucap Desy manja.


"Baiklah, aku akan menemani Desy ku tersayang," ucap Very mencubit hidung Desy


"Iih sakit tahu," ucap Desy memonyongkan bibirnya.


Very pun menghidupkan mesin mobilnya, Desy pun sibuk dengan ponselnya, dia bahkan melihat video dan membaca novel kesukaannya.


Very yang melihat Desy di sampingnya merasa sangat bahagia, entah karena mereka sudah baikkan atau karena Very sangat mencintai Desy.


Desy pun memandang Very, Very mengalihkan pandangannya ke depan. Desy hanya mengernyitkan keningnya. Namun, dia kembali ke ponselnya kembali.


Very pun kembali fokus mengemudi, Desy pun tertidur pulas dengan sendirinya. Hingga Very bergumam dengan dirinya sendiri.


"Maaf kan aku Desy, sudah mengacuhkan mu, tidak ada niat sedikitpun, semoga pernikahan kita lancar tanpa ada hambatan," ucap Very dalam hati.


Beberapa menit setelahnya, mereka tiba juga di rumahnya.


"Desy, bangun sayang, sudah tiba di rumah mu," ucap Very menggerakkan tubuh Desy. Tapi Desy tidak bangun juga dari tidurnya. Saat Very hendak mengangkat nya tuan Herley datang.


"Biar saya saja Very yang membopong anak saya, terima kasih yaa kamu sudah menjaga anak saya," ucap tuan Herley.


"Baik tuan Herley, saya permisi pamit pulang kalau begitu," ucap Very pergi langsung menghidupkan mesin mobilnya.


...*****...


Deswey bangun tengah malam, dilihatnya Deswey memeluk suaminya. Ditatapnya wajah Herlan dari dekat dan rambut suami di pegang nya, pegangan Herlan dalam pelukannya tidak pernah lepas.


"Herlan sesungguhnya aku sudah jatuh cinta denganmu, akan tetapi aku malu mengungkapkan nya, jadi aku berharap kamu yang lebih duluan mengatakan pernyataan cinta itu, karena aku malu jika mengungkapkan nya," gumam Deswey dalam hati.


Cup... (ciuman mendarat di pipi kanan Herlan)


Herlan pun hampir terbangun karena ciuman tersebut, Deswey pun kembali tidur takut Herlan mengetahui nya.


Dugaan tak pernah meleset, setelah Deswey yang pura-pura tidur malah Herlan yang terbangun.


"Kok aku merasa di cium istriku yaa, ehm apakah itu mimpi?" ucap Herlan.


Herlan pun melakukan hal yang sama, memegang pipi istrinya dan mengajaknya bicara walaupun dia tahu istrinya tidur (nyatanya pura-pura tidur).


"Istriku Deswey, aku mencintaimu, sangat mencintai mu, akan tetapi aku belum bisa mengatakan nya karena belum ada moment yang tepat untuk mengatakannya, Deswey janji yaa kamu tidak akan meninggalkan ku, karena wanita yang mampu membuat ku terpesona hanyalah dirimu seorang, jadi ku harap kamu selalu di sini menemani, walau sebenarnya aku menginginkan hal ku sebagai suamimu, tapi jika tidak ada cinta di antara kita aku takut kamu tidak mau menjalin cinta dengan aku dan anak kita," ucap Herlan panjang lebar.


Herlan mengatakan hal itu dengan lugas, Deswey yang mendengar hal itu meringis menangis. Herlan bingung ketika melihat istrinya menangis.


"Istriku apakah kamu menangis?" ucap Herlan bertanya.


Herlan pun memeluk istrinya yang erat dan berkata ;


"Sayang kalau kamu mimpi, dan itu mimpi buruk sebut saja nama ku, orang yang di dalam mimpi mu itu pasti takut dengan ku," ucap Herlan menghibur Deswey yang tengah tidur.


Herlan pun kembali tertidur, begitu pun Deswey. Namun, sebelum tidur Deswey bergumam dalam hati.


"Wahai suamiku, justru aku yang takut kehilanganmu, aku takut kamu di rebut wanita lain, aku bukanlah wanita cantik dan manja yang selalu kamu inginkan, bahkan aku belum memberikan kewajiban ku sebagai seorang istri yang mana pernikahan kita sudah berjalan 3 bulan, maafi aku suamiku," ucap Deswey setelah itu dia pun terlelap dalam tidurnya.


Mentari pun menampakkan sinarnya.


"Morning papa dan mama ku tersayang," ucap Desy dengan penuh semangat.


"Ehm tumben sayang, kamu bangun pagi dan menyiapkan sarapan," ucap papa.


"Hahahaha, Desy lagi belajar pa, nantikan Desy tinggal di rumah nya Very beberapa Minggu lagi kan kita menikah," jawab Desy sambil mengunyah makanannya.


Nyonya Geby pun meneteskan air mata mendengar pernyataan Desy anaknya.


"Istriku kenapa kamu menangis?" ucap tuan Herley memberikan tisu pada istrinya.


"Iya ma, lagian kan pasti Desy akan pulang kok sekali-sekali," ucap Desy menghibur mama nya.


"Bukan itu sayang, mama merasa kalian sekarang sudah besar dan bahagia, mama senang melihat anak mama menikah, pasti rumah ini sepi," ucap nyonya Geby berhenti dari tangisannya.


"Oh mama kesepian, papa hibur mama deh, papa dan mama buat lagi anak, kali ini Adek kami pasti laki-laki," ucap Desy tersenyum.


"Ih Desy jangan mengatakan hal itu argh, kamu mikirin apa sih?" ucap mama nya malu-malu.


"Benar istri ku kita olahraga pagi hari ini setelah makan kita olahraga yaa," ucap tuan Herley.


"Apa pa?" ucap Nyonya Geby terkejut dan tersenyum.


Setelah selesai makan Desy pun berpamitan ke kampus meninggalkan orangtuanya yang bermesraan di meja makan.


🌼🌼🌼🌼🌼


(Awas jangan baper yaa, episode selanjutnya banyak baper nya)🤭🤣bagi yang jomblo sabar ya ini ujian.