
Lampu hijau pun menyala, Herlan terus berpikir. Apakah benar yang dilihatnya barusan? Bukankah saat ini seharusnya tidak berada disini? pikiran tersebut telah menghantui Herlan.
Bagaimana tidak yang dilihat tadi adalah mantan pacar nya yang meninggalkan nya karena sesuatu hal yang tidak di duga karena memilih laki-laki lain yang tidak cuek seperti Herlan.
Herlan pun mengingat kebersamaan dengan Olivia kala itu. Dia begitu tulus dengan wanita tersebut, Olivia berparaskan cantik dengan tinggi badan 165 cm kulit mulus dengan rambut terurai yang pastinya Olivia satu-satunya wanita primadona di kampusnya kala itu.
Kala itu semua laki-laki mengejar dia bahkan mendekati dia secara intens. Namun, Olivia tidak mengencani laki-laki tersebut sehingga tanpa sengaja dia bertemu pertama kali mahasiswa pindahan semester 5 kala itu yang membuatnya terpesona bukan karena parasnya saja namun kecerdasan yang dimiliki laki-laki tersebut dialah Herlan.
Olivia pun menyatakan cinta nya ke Herlan, awalnya Herlan tidak memiliki niat sama sekali untuk menjalin hubungan dengan Olivia karena fokusnya hanya study namun Olivia terus saja mengganggu nya dengan perhatian sehingga dengan terpaksa Herlan menerima pernyataan cinta tersebut.
Perjalanan mereka berlangsung cukup lama selama 3 tahun, semester terakhir malah dilakukan dengan bersama-sama kebahagiaan, liburan bareng bahkan keluarga pun sudah saling mengenal satu sama lain. Tapi setelah wisuda dan Olivia ingin ke Belgia meninggalkan kota ini sehingga Herlan tidak bisa menerima keputusan tersebut maka Olivia pun beralasan dia putus dengan Herlan karena sudah bosan dengannya dan telah menemukan laki-laki lain lebih dari Herlan..
Setelah ditelusuri semua itu salah adanya. Olivia pergi ke Belgia karena dia tidak bisa tinggal di kota tersebut karena orang tuanya bercerai dan dia harus mengikuti ayahnya yang dia pilih karena wanita yang dipilih oleh Olivia adalah wanita yang dikenalnya sehingga dia tidak perlu beradaptasi dengan mama barunya. Sehingga butuh proses penyembuhan nya tersebut sebab yang menyembuhkan luka pasca perceraian orangtuanya adalah mama barunya Olivia.
Karena hal itu lah Herlan sempat mencari tahu keberadaan Olivia namun tidak dapat ditemuinya sama sekali. Setelah itu Herlan pun tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, dia begitu benci dengan wanita yang tidak memberikan kesempatan untuk berbicara alasan yang logis padanya.
"Boss, kita sudah sampai di kantor," ucap Very sebagai sekretaris nya.
Herlan masih di posisi berpikir tentang masa lalunya. Sehingga Very mengatakan sesuatu hal ditelinga Herlan "Bos, Deswey sudah sehat kata Nyonya Heva."
Herlan pun terbangun dari masa lalunya dan berkata "mana Deswey, tunangan ku sudah sehat benarkah."
Very pun berbicara dengan datar " Boss, kita sudah sampai kantor, Nona Deswey sekarang di Rumah Sakit bersama nyonya Heva jadi belum sembuh total."
"Ohw begitu baiklah, aku merapikan pakaian sebentar setelah itu baru keluar," ucap Herlan.
Setelah selesai merapikan pakaiannya, Herlan pun menuju kantor. Setelah sampai dikantornya tumpukan document yang harus dibaca dan ditanda tangani.
"Yaa ampun banyak sekali, ini semua di tanda tangan Very" ucap Herlan seperti kelelahan.
"Iya bos, meskipun tidak mendesak, setidaknya sudah di atas meja Boss. Bos ponsel mu berbunyi" ucap Very berpamitan keluar ruangan bos nya.
Video call
"Hay mom," ucap Herlan.
"Yaa sayang, kamu sudah sampai kantor kah tadi saat dijalan kita mendengar berita ada sebuah kecelakaan jadi calon istri kamu ini meminta mama menelpon kamu, lah malah kamu baru aktif sekarang, hampir saja Deswey menemui kamu," ucap Mama Heva panjang lebar.
Herlan hanya tersenyum mendengar pernyataan mama nya dan berkata "Deswey lagi dimana ma kok tidak ada disamping mama."
Kamera video pun mama tampilkan ke Deswey, dengan wajah yang penuh dengan wajah deswey, Deswey menutupi mukanya sambil makan, mama Heva pun berkata "Deswey malu sayang, yaa udah mama tutup dulu ya mau makan juga lapar nie."
Herlan pun menjawab "Baik ma, jaga diri kalian ya."
Herlan tersipu malu dengan perhatian Deswey dan berkata "ih cewek dekil itu bisa-bisanya perhatian sama aku, lagian semuanya baik-baik saja, sepertinya dunia ku sudah teralihkan dari Olivia ke Deswey, argh jadi kembali semangat melihat wajah cewek dekil tersebut kalau dia sembuh bisa bercandaan dengan dia lagi," kata Herlan sambil tersenyum dan melanjutkan membaca dokumen yang di atas meja nya.
Di Kantor berbeda.
Wanita cantik dengan body yang seksi tinggi badan yang proporsional memasuki sebuah ruangan dan berkata "selesaikan semua ini, saya sudah membagi tugas sesuai dengan bidangnya, saya tunggu 3 jam kemudian setelah itu kita adakan rapat."
Setelah selesai sekretaris tersebut menemui karyawan lainnya, salah satu dari mereka berkata "Waah gila, kayak kerja robot nie lebih parah dari papa nya," gerutu salah satu karyawan perusahaan tersebut.
Yaa Dia Olivia yang memegang perusahan ekspor dan impor, dikarenakan kesehatan papa nya Willian sejak berpisah dengan mamanya jadi yang menjaga papanya hanyalah Olivia sedangkan mama nya menikah dengan pria lain, Olivia sebagai anak semata wayang harus memimpin perusahaan tersebut. sehingga ketegasan dalam dirinya harus ada.
Olivia pun menahan nafas dan melihat pemandangan dari kantornya dan berkata "Kangen dengan seseorang, apakah dia mau menemuiku jika kami ditakdirkan bertemu, aku pergi kala it karena beberapa alasan, alasan memilih karena laki-laki lain hanya alibi saja agar dia bisa melepaskan ku karena itu tidak ada pilihan lain, dunia ku kacau saat itu maka jalan keluarnya hanya dengan putus," kembali Olivia mengingat kisahnya bersama Herlan.
Deswey pun masih menikmati makannya dengan lahap begitupun dengan mama, setelah keduanya selesai, mama Heva pun berkata "Deswey kamu perhatian banget dengan Herlan apakah sudah jatuh cinta dengan anak mama."
Deswey pun menyeruput minuman yang di depannya dan tersedak ketika mama Heva berkata begitu sehingga Mama Heva menggosok punggungnya agar legaan. Deswey pun menjawab sambil tersenyum dan berkata " hehehe, itu hanya kewajiban sebagai seorang kekasih kok ma, lagian nggak mungkin Deswey memiliki cinta untuk Herlan, karena Herlan saja tidak memilikinya untuk Deswey."
Mama Heva hanya terdiam mendengar pernyataan itu dan berkata " cinta akan berjalan seiring berjalannya waktu, mama yakin ada saatnya kalian akan menyatu."
Deswey menjawab dengan senyuman, keduanya pun melanjutkan dengan berbincang satu sama lain. Tiba saatnya mama Heva kepo dengan Deswey.
"Deswey, kalau Tante boleh tahu silsilah keluarga mu dan Tante pernah melihat kami menggigau dengan menyebut mama kamu," ucap Mama Heva penasaran sambil memakan buah yang ada di atas meja tersebut.
Deswey pun menceritakan seperempat dari cerita nya karena dia tidak mau terekspos, jelas saja semua media di block oleh papa nya karena tidak ingin Deswey dalam bahaya. Mama Heva hanya mengangguk mendengar kisah Deswey.
Dari posisi luar Rumah Sakit...
"Tuan Herley, nona Deswey sudah sadar fotonya sudah kami kirim ke Tuan," ucap mata-mata tersebut.
"Oke, kamu harus selalu jaga Nona Deswey, saya dan istri saya sudah cukup melihat nya baik-baik saja," ucap Tuan Herley.
Herley adalah papa kandungnya Deswey, Deswey hanya dua saudara, satunya lagi saudara perempuan nya yang terpaut beberapa tahun darinya.
Tuan Herley pun memperlihatkan foto Deswey terbaru ke istrinya, istrinya pun menangis melihat foto Deswey dan berkata "Pa, kapan kita menemui Deswey," ucap Mama sambil menciumi foto Deswey.
"Sabar yaa sayang, perlu timing yang tepat untuk menemuinya" ucap Tuan Herley sambil memeluk istrinya."
Tuan Herley pun berpikir dalam waktu yang lama setelah mendengar istrinya ingin menemui Deswey secepatnya.
πππππ
Like and comment yaβΊοΈ