
Desy dan Very pun sibuk menjelang seminggu lagi pertunangan sekaligus pernikahan bagi keduanya, Desy sendiri yang meminta melangsungkan dalam satu acara sehingga bagi orang tua Desy hal itu merupakan acara besar.
Deswey dan Herlan pun selesai dari honeymoon nya, hingga terjadi sebuah percakapan lucu ketika Deswey meminta Herlan untuk pulang ke rumah nya dulu.
Mereka pun sampai di Mension kediaman tuan Herley.
Deswey pun memeluk mama nya yang sedari tadi menyambut kedatangan keduanya, Herlan berbicara dengan papa nya, sedangkan nyonya Geby sibuk dengan urusan nya.
Deswey pun menuju kamar adiknya.
Di buka pintu kamar adiknya secara perlahan.
"ceklek..." pintu terbuka.
Deswey pun mencium pipi adiknya dan membisikan sesuatu ke telinga nya.
"Morning adikku tercinta," ucap Deswey di telinga adiknya.
"Argh, siapa sih yang ganggu aku tidur?" ucap Desy membuang tangan kak Deswey.
Desy belum mengetahui kalau yang datang kali ini adalah Deswey. Deswey pun tidur di samping adiknya dengan tenang.
Di tempat yang sama, Herlan dan tuan Herley berbicara serius.
"Herlan, tolong jaga Deswey dengan baik, ke depannya, masih ada yang mengejar istri mu, ingat rekaman yang dia kirim itu, itu salah satu sebuah rahasia, jadi jaga dengan baik, pastinya pengaman terhadap istrimu harus diperketat, dan juga jangan lupa kamu juga jaga diri, papa hanya ingin kalian hidup nyaman, tanpa apapun yang terjadi dalam hidup kalian," ucap tuan Herley berbicara dengan nada serius.
"Baik pa, akan Herlan laksanakan tugasnya," ucap Herlan.
"Kamu mandilah di ruang tamu, di sana ada pakaian laki-laki, coba ke kamar Desy, di sana pasti istrimu, aku mau lihat istriku yang di dapur dulu," ucap tuan Herley.
Herlan pun menuju kamar Desy.
"Ceklek...." bunyi pintu terbuka.
"Aargh, pintu apa lagi yang di buka?" teriak Desy sambil membelalakkan mata nya.
Desy pun memeluk Deswey, akan tetapi kemesraan kedua adik tersebut terganggu karena Herlan meminta tolong istrinya.
"Nanti ya Desy, kakak nemui suami kakak dulu," ucap Deswey menuju suaminya.
"Sayang, aku mau mandi ke kamar tamu, kamu mau ikut nggak," bisik Herlan ke telinga istrinya.
"Hihi nanti di rumah saja sayang, kamu mandi lah di sana, ada pakaian khusus laki-laki, aku nggak bisa tinggalin Desy, kamu lihat saja mukanya udah cemberut begitu," bisik Deswey pada suaminya.
Herlan pun mencium kening istrinya, Deswey hanya tersenyum saja ketika mendapatkan ciuman hangat dari suaminya. Desy yang melihat malah sibuk mencari ponsel.
Desy melempar bantal pada Keduanya, membuat keduanya hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya.
"Sayang, kapan kita nikah?" ucap Desy pada Very dalam panggilan telpon.
"Sabar kan tinggal seminggu lagi, aku hari ini terakhir lemburnya, kan Herlan sudah kembali dengan Kak Deswey," ucap Very menjawab.
"Oke sayang, besok kita makan berduaan ya," ucap Desy mendengus kesal.
"Nanti dulu, kok kamu kayak kesal begitu, coba ceritakan," ucap Very penasaran dengan sikap Desy yang tiba-tiba mengadu seperti anak kecil.
"Ini nie sayang, Kak Deswey sama bos kami, bermesraan di depan aku, kalau ada kamu di dekat ku kan, aku mau minta cium di kening juga," ucap Desy manja.
"Hahaha, yaa ampun sayang, aku kira kenapa? yaa sudah nanti kalau aku pulang, kita ketemu nanti aku cium di kening di depan orang, itu yang kamu mau," ucap Very sambil tertawa dengan sikap imut Desy.
"Iyaa, agar orang tahu, kalau aku memiliki pacar juga malah akan jadi suami aku," ucap Desy langsung mematikan panggilan ponselnya.
Deswey pun mengelus rambut adiknya dengan perlahan dan memeluknya.
Dalam hati Deswey.
[Ya ampun, aku lupa mengoleskan nya dengan olesan bedak, malu banget deh, ini gara-gara ulah Herlan sebelum sampai ke sini]
"Kak, kenapa diam saja?" ucap Desy membuyarkan lamunan kakak nya.
"Hehe, nggak apa-apa kok dek, ehm ini di gigit nyamuk dek, makanya memerah begini," ucap Deswey pada adiknya.
"Ehm masa' sih kakak sampai merah banyak gitu, kakak kan bukan darah manies, bagaimana bisa banyak bintik merah begitu?" ucap Desy curiga.
"Kak jawab dong, aku udah gede loe, bukan lagi anak kecil, bentar lagi aku menikah loe kak, kasih tahu saja kak," ucap Desy teriak.
Deswey hanya menyeringai dan ingin banget dia memarahi suaminya, akibat ulahnya tersebut membuat Deswey malu terhadap sikap sang suami.
Saat keduanya berbicara, terhenti lah oleh teriakan mama mereka.
"Hayo semuanya makan siang, hari ini spesial buat kalian," teriak nyonya Geby.
"Nah mama memanggil kita dek, harus bergegas kayak nya kita, hayoo segera," ucap Deswey pada adiknya.
"Argh, cuci muka saja deh, kebetulan lapar banget," ucap Desy menuju kamar mandi.
Deswey pun hendak keluar dari kamar adiknya, akan tetapi dicegat oleh adiknya.
"Kakak mau kemana? sekarang ambil pakaian ku dan mandi kamar ku saja, baru kakak turun makan okey," ucap Desy dengan tatapan curiga.
"Okey, kakak cari pakaian dulu di lemari kamu," ucap Deswey menuju lemari.
Desy pun menuju kamar mandi untuk mandi dan cuci muka sejenak, karena perutnya sudah sangat lapar.
"Argh kalau bukan karena Herlan begini nggak bakal malu aku, ehm adikku juga duuh susah banget, aku kan mau melayani suami ku dulu, mana dia belum paham juga hal seperti ini, argh harus bersabar deh," ucap Deswey dalam hati.
Dering ponsel Deswey pun berbunyi.
📞"Sayang kamu dimana? aku udah selesai semua, keluar lah makan kitanya," ucap Herlan di kamar sebelah.
📞"Kami duluan saja turun, aku nggak bisa keluar kamar adikku, bisa-bisa dia ngamuk kalau tahu aku keluar sendiri," ucap Deswey dalam lirih.
📞"Okey deh sayang, aku duluan ya, aku tadi mau nelpon kamu nanya tentang pakaian ku, tapi ingat adikmu manja banget dengan kamu hehe, aku tutup ya panggilannya," jawab Herlan.
Herlan pun menuju ruang makan, sedangkan Desy baru saja selesai setelah itu baru Deswey masuk kamar mandi, Desy pun mengenakan pakaian yang sudah di pilihnya. Karena dia hanya mau memantau di rumah saja tentang pernikahan mereka, sebab Very sibuk banget.
Setelah selesai Desy pun bertanya pada kakaknya.
"Kak, Desy duluan ya ke ruang makan, karena Desy sungguh lapar kak," teriak Desy diluar kamar mandi
" Boleh kok sayang, kakak masih lama nie," teriak Deswey.
"Oke kak, sampai ketemu di meja makan," ucap Desy keluar dari kamarnya.
Deswey pun selesai dan berganti pakaian menuju ruang makan.
🍁
🍁
Penasaran ya !!!
Tungguin saja episode selanjutnya.
Like dan comment ya, terima kasih.