
Mereka pun menikmati panorama di depan mereka hal yang sangat menyenangkan dengan menghirup udara segar di perairan seperti ini. Sejuk, tenang dan damai.
Very sesekali memandang Desy. Desy pura-pura tidak tahu jika Very mengamatinya. Herlan memohon pamit karena ponselnya berdering.
Deswey dan Desy pun berbicara dengan menyenangkan bahkan seolah-olah Very di sana tiada berarti. Very pun memohon izin pergi sejenak karena kedua Kakak beradik itu seperti melepas kangen satu sama lain.
Very pun bahagia dengan perjalanannya selama disini. Dia pun mengetahui niat Tuan Herlan untuknya disuruh datang dengan Desy karena mereka berdua sengaja di dekatkan. Meskipun Very menyukai Desy namun dia malu mengungkapkan nya selain dia bukan siapa-siapa dan juga belum memiliki sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada keluarganya Desy.
Harga diri seorang laki-laki terletak pada seseorang yang menghargai dirinya. Harga diri bagi Very itu hal yang sangat utama, jika seseorang merusak harga dirinya, maka dia menganggap orang tersebut sudah menghina dirinya. Sehingga bagi Very pengakuan yang dimilikinya itulah yang akan menjadi penghargaan bagi dirinya ketika berhadapan dengan keluarga Desy.
Mereka pun makan bersama-sama, setelah itu dilanjutkan perjalanan ke tempat yang lain juga.
"Kyira, teman aku yaa sayang bertemu klien, Very tolong ajak jalan-jalan Desy kemananpun yaa, tunggu sebentar aku transfer untuk perjalanan kali hari ini ajak juga Desy makan-makan," ucap Herlan berbicara panjang sambil memasukkan ponselnya ke saku.
"Emang kita mau kemana Herlan, kayak mendadak gitu?" ucap Deswey bertanya dan dia bangun dari tempat duduknya.
"Baik Tuan, saya akan menjaga Desy kami di sini dulu yaa, karena Desy masih menikmati hari-hari yang indah dengan melihat laut," ucap Very mengelak.
"Baiklah Very, kabari saja kalian dimana saja, hayoo istriku," ucap Herlan menggandeng tangan istrinya.
Deswey terkejut dengan sikap Herlan yang tiba-tiba begini. Sehingga dia hanya diam saja.
"Deswey, perjalanan kita kali ini lumayan lama dan aku bertemu dengan klienku sayang, makanya aku langsung mengajak atau kamu tidak mau ikut karena kecapean," ucap Herlan melepaskan tangan istrinya.
"Yaa ikut dong, tapi kenapa tergesa gitu sih Herlan, beneran harus cepat yaa, terus kamu sudah membeli suatu atau dia membawa istrinya," ucap Deswey bertanya.
"Waah bener banget sayang, kamu berkata benar, kalau gitu nanti temani aku yaa beli sesuatu mereka dari Perancis sayang," ucap Herlan membuka mobil mereka.
Herlan dan Deswey pun meninggalkan tempat itu. Herlan tanpa banyak bicara setelahnya, karena banyak hal yang dipikirkannya hingga Deswey memberinya sebuah nasehat.
"Herlan, aku mau bertanya kenapa kamu dari tadi seperti sedang berpikir keras?" ucap Deswey bingung.
"Heheh iyaa Deswey aku sedang berpikir gugup menghadapi klien dari Perancis katanya dia dengan istrinya entah sejak kapan dia tertarik berbisnis dengan ku," ucap Herlan sambil mengemudi.
"Ohw baiklah, kalau begitu coba tarik nafas dalam-dalam hembuskan keluarkan semua isi hatimu dengan perlahan menghembuskan nafas kembali," ucap Deswey ikut menarik nafas juga.
Herlan mengikuti apa yang disuruh istrinya, hingga berkali-kali dia mengambil nafas agar keluar dengan reda.
" Argh akhirnya lega sayang, ohya kamu bisa istirahat nanti di belakang," ucap Herlan sambil mengemudi.
"Oke sayang, nanti giliran kamu yaa biar aku nanti mengemudi," ucap Deswey langsung tertidur.
[Deswey istriku, maaf yaa aku sangat gengsi menyatakan perasaan ku padamu, sekarang aku sudah ketergantungan denganmu bahkan dunia sudah bersama mu, biasanya jika aku gugup begini pasti minum obat atau makan sesuatu hal, tapi dengan mu cukup dengan ketenangan dari mu maka hati ku ikut senang, Deswey aku berharap kamu jangan pernah meninggalkan aku] gumam Herlan sambil melihat istrinya dari kaca mobil.
Di tempat berbeda...
"Very setelah ini kita mau kemana?" ucap Desy sambil mengalihkan pandangannya ke laut yang berada di depannya.
"Apakah ada yang ingin kamu tuju Nona Desy?" ucap Very bertanya.
"Ehm belum sih tapi aku sangat menikmati kebersamaan di sini, kita berada di sini untuk beberapa menit dulu yaa Very," ucap Desy menikmati panorama yang ada di depannya.
Desy pun melebarkan tangannya dan menghirup udara seger dari laut di depan mata dengan mata yang tertutup, Very yang melihat itu dia pun memfoto saat Desy melakukan hal itu.
[Kamu cantik Desy, aku ingin memiliki mu tapi aku malu dengan diriku sendiri, jadi cukup melihat mu bahagia maka aku pun bahagia] gumam Very.
Beberapa menit kemudian.
"Very aku sudah selesai mari kita pergi dan menuju ke destinasi yang lainnya," ucap Desy bersemangat.
Very pun hanya tersenyum melihat tingkah Desy. Desy pun bertanya dengan arti senyuman Very.
Sambil berjalan keduanya berbicara.
"Very, sebenarnya kamu tersenyum begitu karena apa sih?" ucap Desy penasaran.
"Ehm, karena nona cantik dan lucu saja, karena tidak biasa nya Nona Desy seperti melepaskan penat saja, kalau orang biasa kutu buku biasanya akan melepas dahaga bahagia dengan cara bersenang-senang," ucap Very mengalihkan pandangan nya karena malu.
"Bhahahah, bener banget Very aku jarang jalan-jalan kayak beginie, kalau pun berjalan akan ada bodyguard papa yang memantau dari kajauhan aku sangat risih karena hal itu, bahkan aku pernah bersembunyi dari bodygourd papa, dan akhirnya kenal omel," ucap Desy berbicara.
"Oiya juga sih, terus sekarang kenapa kamu malah diizinkan dengan saya yang baru kenal dengan Nona Desy," ucap Very kembali bertanya.
"Karena papa sudah tahu kemampuan bela dirimu dan juga kalau tidak ada laki-laki di sampingku saat jalan-jalan begini nggak bakal aku diizinkan itu pun harus izin dulu dengan papa, makanya aku sengaja berpenampilan norak dan cupu dikampus agar tidak ada yang mendekatiku dan mengajakku berjalan," ucap Desy tersenyum kecil jika mengingat hal itu.
"Ohw wajar saja, saat aku bertemu di kampus dan di luar sangat berbeda malah terkesan dua orang yang berbeda," ucap Very membuka pintu mobil.
Very dan Desy pun sudah di dalam mobil.
"Iya Very, makanya saat ini aku sangat menikmati ketika berada jauh dari kampus, karena akan menjadi diriku sesungguhnya ketika berada diluar," ucap Desy sambil menambahkan tubuhnya bersandar.
"Ohw oke lah, yang penting kamu bahagia saja intinya," ucap Very tersenyum kecil.
Very dan Desy pun berbincang satu sama lain, canda tawa ada di setiap pembicaraan mereka. Terkadang satu sama lain saling memandang dan tertawa kembali. kebersamaan keduanya seolah-olah tidak pernah bilang. Bahkan, guratan-guratan cinta pada keduanya mulai ada.
🍁💐💐💐🍁