Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 20


Deswey masih menatap Herlan dengan senyuman dari ruangan tamu, namun dia tidak sadar kalau Elang sudah menyelesaikan beres-beres nya di dapur. Dan keduanya saling bertatapan tapi hanya Herlan saja, karena Deswey masih memandang Herlan di tempat dapur. Hingga lamunan ya buyar gara-gara ponselnya berdering.


"Iih siapa juga yang mengganggu lamunan indah gue,"ucap Deswey kesal.


"Kamu melamunkan apa istriku," ucap Herlan tersenyum kecil.


Deswey pun terperanjat dan hampir saja terjatuh dari sofa tempat mereka duduk, namun di pegang oleh Herlan hingga Deswey tidak terjatuh.


"Uuh hati-hati lah kenapa sih istriku? hayoo tadi melamuni apa?" ucap Herlan penasaran.


Deswey pun menghindar dan memberi kode mengangkat telpon.


"Nona Deswey, apakah nona baik-baik saja disana," ucap DG dengan gelisah.


"Apa maksud kamu DG dengan menanyakan kondisiku?" ucap Deswey mengernyitkam dahinya.


"Saya harap nona berhati-hati, karena Mr. Y masih mencari nona karena menghancurkan bisnis gelapnya," ucap DG.


"Baik aku paham yang akan dilakukan, terima kasih DG atas peringatan dan kenapa papa ku tidak memberi tahu keberadaan Mr. Ya jika hal ini mengganggu kenyamananku," ucap Deswey bertanya.


"Seperti nya tuan sengaja agar nona tahu dari kami, karena tuan tidak mau mengganggu kebersamaan nona dengan suami nona, kalau begitu saya matikan ponsel ya nona," ucap DG.


"Oke baiklah" ucap Deswey.


Herlan yang melihat tingkah istrinya yang berubah jadi serius tampak bingung dan bertanya ;


"Herlan, lebih baik kita pulang lebih awal saja, tapi bagaimana dengan jalan-jalan kita di sini," ucap Deswey.


"Yaaa ampun aku lupa berbicara dengan siapa?pasti dia tidak paham dengan situasi ini bagaimana aku menjelaskan ini kepadanya," gumam Deswey dalam hati.


Herlan pun menempuk pundak Deswey.


"Hei Istriku kenapa kamu bingung? coba katakan kita dalam situasi seperti apa sekarang?" ucap Herlan mengejutkan istrinya.


"Iiii...tu.. suamiku...." saat Deswey ingin bicara dering ponsel Herlan pun berbunyi.


"Yaa Hallo... Tuan Herlan apakah anda baik-baik saja dengan nona Deswey?" ucap pengawalnya.


"Iyaa kita baik, ada apa? apakah terjadi sesuatu dengan mama?" ucap Herlan.


"Tidak ada tuan, tapi kata Nyonya Heva kita harus berjaga-jaga bisa jadi Mr. Y ingin membalas dendam kepada anda karena tidak menyetujui proyek kala itu," ucap pengawalnya.


"Bagaimana bisa? itu kan sudah setahun yang lalu?" ucap Herlan.


"Ada informasi rahasia yang ingin saya beri tahu Tuan," ucap pengawalnya.


"Katakan saja!" ucap Herlan penasaran.


"Tuan Herlan dan Nona Deswey memiliki musuh yang sama," ucap pengawalnya.


"Bagaimana bisa Deswey ada hubungan nya Mr. Y?" ucap Herlan bingung.


"Maaf Mungkin Tuan lupa, bahwa Nona Deswey dulu nya seorang mafia yang memimpin beberapa kerajaan gengster diperkotaan Eropa yang tidak diketahui siapapun kelompoknya, karena Nona Deswey membocorkan barang-barang illegal penyeludupan itu lah menghancurkan perusahaan selain tuan yang tidak menerima tawarannya kala itu," ucap pengawalnya panjang lebar menceritakan.


"Wait , jadi aku dan Deswey akan di intai oleh Mr.Y," ucap Herlan.


"Benar tuan, saya matikan ponsel Tuan karena ingin menjaga nyonya disini," ucap pengawalnya.


"Baik, tolong jaga mama ku," ucap Herlan.


Herlan pun menatap istrinya dari lantai atas dan berbicara sendiri :


Herlan pun pura-pura tidak tahu dengan kondisi yang akan mereka alami saat itu. Karena dia hanya menikmati masa bersama dengan istrinya.


"Istriku apa yang harus kita lakukan hari ini, jangan terlalu banyak berpikir, nikmati hari kita oke," ucap Herlan dengan santainya.


"Taapi... aku khawatir dengan kesalamatan kita," ucap Deswey khawatir.


"Aku ini suami kamu, dan saya tahu papa mu sudah mengirim beberapa pengawal untuk menjaga kita, bukankah kamu bilang ingin menikmati ketika disini bukan malah berpikir hal yang lain," ucap Herlan.


" Oke baiklah kalau begitu, mari kita lakukan yang pertama ke pantai," ucap Deswey menunjuk ke arah pantai.


"Baik sayang kita akan pergi, wait ..., ini apa istriku?" ucap Herlan bingung dengan tas yang dibawa istrinya.


"Ini barang-barang yang dibutuhkan," ucap Deswey sambil tersenyum kecil.


Keduanya pun meninggalkan rumah tersebut dan sudah memasang cctv guna keamanan tempat tersebut.


Deswey pun berlari kesana kemari, bahkan dia meminta Herlan untuk memfoto dirinya dengan ponsel Deswey. Deswey bahagia menikmati seharian dipantai, begitupun Herlan menikmati kebersamaan mereka di pantai meskipun Herlan terus kontak dengan para pengawal papa nya Deswey. Tanpa sepengetahuan Deswey, Herlan sudah banyak belajar dari bela diri, belatih memanah, memegang pistol,bahkan belajar hal lainnya. Karena selain untuk dirinya untuk orang yang disayanginya. Herlan tidak mau hal yang sama terjadi dengan papanya di kala papanya melindungi dirinya dan tertembak di depan matanya. Hal itu membuat trauma besar bagi Herlan.


***


Dering ponsel Desy Herlan pun berbunyi.


"Hai Desy, saya Very sekretaris nya Tuan Herlan ada yang mau saya tanyakan bisa kah kita bertemu," ucap Very.


"Wah bagus dong, temui saja aku di gedung C ruang perpustakaan," ucap Desy tengah asyik membaca.


Very pun datang dalam hitungan menit, Desy yang melihat hal itu terkejut dengan hal itu ;


"Maaf nona Desy menggangu waktu anda," ucap very.


"Uuh normal banget sih, biasa saja ada perlu apa nie? " ucap Desy penasaran dan matanya bertemu dengan Very


"Oh my good, nona Desy sungguh mempesona kalau bukan adik Nona Deswey sudah aku jadikan pacar," gumam very dalam hati.


"Tolong ceritakan tentang keluarga kalian pada saya, karena saya bingung tadi Tuan Herlan meminta saya menjaga nona Desy," ucap very dengan polosnya.


"Wah ini pasti perintah dari papa ya, kakak ipar ku memang the best," ucap Desy.


"Jadi bagaimana?" ucap Very penasaran.


"Tunggu, saya akan meminta izin dengan pemilik gedung ini untuk kita berbicara di ruangan tertutup," ucap Desy menelpon pemilik gedung dan mengambil kunci.


Keduanya pun berbicara di bagian sudut perpustakaan tempat persembunyian Desy selama ini. Very berdecak kagum dengan suasana seperti rumah sendiri.


"Silahkan duduk, saya akan mengambil minum dan makanan kita untuk berbicara," ucap Desy membawakan air minum dan makanan.


Desy pun duduk dan menceritakan semua tentang keluarganya. Bahkan Desy menjadi pribadi berbeda setelah dia menceritakan semuanya pada Very, karena Very kepercayaan Kakak iparnya. Maka dia pun di beri izin oleh ayahnya untuk menceritakan semuanya. Hingga Desy menyelesaikan pembicaraan, Very pun mengajukan beberapa pertanyaan terkait dirinya.


"Apakah kebebasan di renggut sejak kamu, tahu tentang keluarga mu yang sengaja saat itu di tutup oleh keluargamu," ucap Very penasaran.


"Tidak sama sekali, justru Kak Deswey mengatakan jadilah wanita yang berbeda dengannya, maka saya menjadi wanita yang berbeda dengannya, Kak Deswey wanita yang tangguh dengan tatapan tajamnya bila dia memegang senjata maka orang yang berada di dekatnya senjata tersebut bisa menebus tepat, sedangkan aku menjalankan perusahaan yang mana aku bagian dibalik layar yang ikut pemainan saham dan memimpin beberapa perusahaan cabang, maka dari itu ketika di kampus penampilan aku berubah menjadi wanita culun sebab saya tidak ingin dengan lelaki hidung belang yang melihat dengan fisik saja," ucap Desy panjang lebar.


"Baik Nona Desy, terus apa yang harus saya lakukan," ucap very mengajukan diri.


"Untuk sekarang tidak perlu apa-apa, cukup temani aku baca saja, karena kita sudah selesai mari kita keluar,"ucap Desy membereskan piring dan gelas yang kotor.


Keduanya pun keluar dari ruangan rahasia Desy tersebut. Very terkagum-kagum dengan sosok wanita di depannya. Namun, dia sadar diri bahwa tidak pantas untuk Nona Desy. Karena dirinya hanyalah manusia tanpa orangtua yang dirawat oleh Nyonya Heva.


🍁💐💐💐🍁