
"Olivia...." ucap Herlan kaget melihat kehadiran wanita itu.
Olivia pun memeluk Herlan tanpa rasa malu meskipun baginya itu hal biasa. Beda dengan Deswey meskipun baginya budaya mereka itu biasa, Deswey tidak pernah begitu dengan laki-laki manapun kecuali yang akan jadi suaminya. Namun, beda halnya dengan Deswey perlu waktu dia mengenali Herlan sebagai suaminya.
"Selamat ya Herlan atas pernikahannya," ucap Olivia masih dalam pelukan.
"Ehm iyaa terima kasih," ucap Herlan.
"Herlan saya putus dengan mu karena saat itu keluarga sedang kacau dan terpaksa alasanku karena seorang lelaki dan sebenarnya juga aku harus melakukan pengobatan karena penyakitku," ucap Olivia menjelaskan
"Apa maksudmu tentang penyakit dan lepaskan pelukanmu dari tubuh ku?" ucap Herlan melepaskan dengan kuat tangan Olivia dari pundaknya.
"Sepertinya aku harus datang menolong suamiku di sana," ucap Deswey.
Deswey pun berjalan menuju keduanya, dan Deswey sengaja menyenggol kaki kirinyaa agar terjatuh dan benar saja, saat dia terjatuh Herlan dengan sigap memegang tangan istrinya.
"Uftz thanks you sayang," ucap Deswey sambil mencium pipi suaminya.
"Yaa ampun acting sih acting, dia inisiatif begini buat aku tambah cinta dengannya," gumam Herlan dalam hati.
"Ohw Kak Olivia, ini toh masa lalu Mas Herlan yang sering dia bicarakan hingga telinga ku panas mendengarnya," ucap Deswey.
"Iyaa itu saya, suami kamu tidak akan pernah bisa melupakan aku cinta pertamanya," ucap Olivia.
"Ohw masa', dulu dia memang lelaki mu namun sekarang dia adalah suami ku sudah sepantasnya dong aku harus menjauhkan hama-hama perusak rumah tangga orang lain uftz lupaa. Kan Kak Olivia itu bukan pelakor tapi mantan,"ucap Deswey melawan dengan anggun.
"Aaargh, elo lihat saja suami kamu akan jadi milik ku," ucap Olivia kesal dengan sikap istri Herlan, bukannya cemburu atau bertengkar dia malah membela suaminya.
"Maaf yaa para kolega, tadi hanya iklan lewat saja, terima kasih atas kehadiran kalian," ucap Deswey dengan senyuman indahnya.
Herlan pun berusaha mendekati istrinya. Namun, Deswey menghindar lebih tepatnya dia tengah kelaparan. Deswey pun pergi ke dapur karena pesta di adakan tempat Herlan, jadi baginya biasa saja. Pelayan langsung bingung saat melihat nona Deswey sudah di dapur.
"Nona Deswey, kenapa tidak bilang dengan saya jika nona ingin makan?" ucap pelayan tersebut.
"Argh nunggu orang lama, lagian saya punya tangan dan kaki kenapa perlu kalian pelayan untuk melayaniku, bibik duduk disini saja temani aku makan kalau suami ku marah nanti aku marah balik," ucap Deswey berbicara tanpa memperhatikan siapa di depannya.
Herlan memberi kode agar pelayannya tersebut menurutinya dia ingin melihat istrinya mau bicara apa tentang nya?
"Iyaa nona saya duduk dan makan juga," ucap pelayan tua berumur 55 tahun tersebut yang sudah lama menjadi pelayan di rumah Herlan.
"Baguslah kalau bibik ikut makan, jadi meja ini tidak kesepian, argh nikmat benar makanannya, kalau Herlan tahu pasti dia marah aku makan kayak gaya laki-laki, suami aku itu perfect banget," ucap Deswey menegakkan kepalanya sehingga Herlan harus duduk di bawah meja makan mendengar keluh kesah Deswey yang sekarang sudah menjadi istri sahnya.
"Kenapa nona berkata begitu? tuan Herlan tidak seperti itu selama nona mengatakan apa yang di mau pasti akan di kabulkan oleh Tuan Herlan," ucap pelayan tua tersebut.
"Argh minta tolong dengan dia, tak perlu bik, saya bisa melakukannya, meskipun saat kaki ku kemarin tidak bisa jalan dialah membantuku berjalan meskipun sekarang masih pakai tongkat," ucap Deswey meneruskan makannya.
"Nona Deswey tidak mencintai tuan Herlan," ucap pelayan bertanya.
"Ehm nggak tahu bik, saya menikah juga karena permintaan mama nya dan aku lari dari perjodohan, eh nggak tahu nya papa menyetujui pernikahan ini, sebenarnya aku memiliki trauma dekat dengan lelaki bik, makanya bentuk tubuhku sedikit berotot," ucap Deswey.
"Ohw begitu yaa non," ucap pelayan tersebut.
"Yaa ampun istriku ini berbicara dengan ku tidak sebanyak ini dengan orang lain begitu lancar, apakah aku sekaku itu dimatanya?" ucap Herlan geram dengan sikap istrinya.
"Selesai juga makannya kenyang," ucap Deswey sambil mengambil piring dan membersihkannya.
"Nona biar saya saja,." ucap pelayan bik ninik.
"Argh piringnya dikit, santai saja bik," ucap pelayan tersebut.
Herlan pun berdiri dengan tegap, berpura-pura tidak mendengar ucapan itu.
"Istriku, kemarilah mama dan papa mu mau pamit pulang," ucap Herlan berbicara lembut.
"Yaa ampun Deswey seberapa tidak menariknya aku di mata mu sih," ucap Herlan kesal.
"Tuan kalau boleh bibik kasih saran, nona Deswey itu suka dengan lelaki yang dewasa dan berpikiran luas jadi tuan tetaplah jadi diri tuan, nanti lama kelamaan nona Deswey akan jatuh hati dengan tuan," ucap pelayan tersebut.
"Oke bik terima kasih sarannya," ucap Herlan meninggalkan dapur tersebut.
Nyonya Geby dan Tuan Herley meninggalkan kediaman Nyonya Heva sehingga Deswey minta izin dengan Nyonya Heva untuk beristirahat lebih awal.
"Argh akhirnya bisa istirahat juga di kamar ini," ucap Deswey di kamar tamu.
"Deswey dimana kamu berada?" ucap Nyonya Heva.
Deswey pun keluar dan menonjolkan muka...
"Saya disini mama Heva," ucap Deswey.
"Kenapa kamu tidur disini, kamar kamu disana dengan Herlan?" ucap nyonya Heva menunjuk ke kamar Herlan.
"Baik mama tapi aku, " belum selesai Deswey bicara sudah di dorong oleh Mama Heva ke kamar Herlan.
Deswey pun terpaksa memasuki kamar tersebut dan betapa terkejut dirinya...
"Aaarghh...." teriak Deswey kencang.
Nyonya Heva pun mendatangi kamar Deswey.
"Kenapa sayang teriaknya keras sekali?" ucap Nyonya Heva.
"Itu ma, Herlan telanjang dada, "ucap Deswey cengengesan.
Nyonya Heva tertawa melihat kepolosan Deswey.
"Yaa sudah mama kembali ke kamar yaa, kamu juga istirahatlah karena sudah larut malam," ucap nyonya Heva.
Herlan yang melihat tingkah istrinya, hanya tersenyum dalam hati.
"Istriku seorang mafia, istriku manusia unik," gumam Herlan sambil tersenyum.
"Hey, kamu kenapa senyum-senyum gitu," ucap Deswey mendengus kesal.
"Nggak ada kok Istriku, aku lucu saja melihat tingkah mu malu melihat dada ku telanjang," ucap Herlan menggoda istrinya.
"Iiih nyebelin," ucap Deswey.
"Sudah... sudah.. ini pakaian tidurmu, meskipun kita tidur di atas satu ranjang aku tidak berminat dengan tubuhmu," ucap cengengesan.
"Iiih nyebelin," ucap Deswey memukul dada suaminya yang masih telanjang, tanpa sengaja keduanya terhimpit berdua di atas ranjang.
Herlan dan Deswey sama-sama berdegup kencang jantungnya. Ketika mereka sadar keduanya pun bangun dan merapikan pakaian mereka.
"Sorry istriku, aku tidak sengaja," ucap Herlan.
"Istri, iih jadi kamu mau nyebut aku dengan panggilan istri gitu," ucap Deswey dengan mulut monyongnyo.
"Hihi, yaa ampun Deswey semua tingkah mu itu lucu tahu nggak," ucap Herlan.
Keduanya pun tertawa bersamaan karena dengan tingkah Deswey. Deswey hanya bergumam kesal karena Herlan menjahilinya.
🍁💐💐💐🍁