
Desy sibuk membantu buat laporan KPU untuk di laporkan di pihak kampus dan mengumumkan pemenang nya.
"Desy, ayoo kita tidur di asrama gue, ambilah tas dan pakaian ganti mu di loker," ucap Sinta pada Desy.
Desy pun menuju loker tersebut mengambil tas dan kantong pakaian yang sudah di bawakan oleh Kak Deswey.
Sesampainya di asrama Desy pun mencuci muka dan langsung rebahan.
"Argh, akhirnya bisa rebahan, ehm tapi ngantuk banget, besok saja deh lihat ponselnya, selama sudah melihat Kak Deswey hatiku sudah puas," ucap Desy langsung terlelap dalam tidurnya.
Very yang berada di rumahnya dibuat gusar atas Desy tidak ada kabar sama sekali, bahkan hari ini dia tidak membuka chatt atau pun telpon ku sama sekali. Biasanya dia sangat peduli dan memberi tahu tentang kegiatan nya.
Very pun mulai khawatir jika Desy tidak akan meneruskan pernikahan mereka. Very pun sulit tidur memikirkan hal itu, karena Very sudah jatuh cinta dengan Desy. Very pun tertidur dalam kegalauannya.
...*****...
Desy dan Sinta pun bersiap ke kampus untuk kuliah pagi, karena pukul 10.00 mereka ada ada rapat dewan kampus terkait pemenangan Presma dan KPU.
Saat Desy berjalan dan bersantai, Desy pun melihat ponselnya yang dipenuhi telpon dan pesan dari Very.
Desy pun menjawab seadanya saja, karena dia sedang fokus dengan urusannya di kampus, setelah itu Desy kembali tidak menyuarakan ponselnya lagi
Setelah selesai perkuliahan Desy serta teman lainnya kembali mengikuti agenda rapat tersebut, berlangsung cukup lama.
"Argh lelah juga ya," ucap Desy pada Sinta.
"Iyaa nie, elo pulang kah Sinta, nggak ke asrama dulu," ucap Sinta menawarkan.
"Hahah, nggak lah aku rindu dengan kamarku," ucap Desy tertawa.
"Hahah, dasar anak mama, hati-hati yaa kalau begitu," ucap Sinta melambaikan tangan.
Saat Desy menunggu taxi, Very datang menghampiri.
"Desy, ayo aku antar pulang," ucap Very mendekati.
"Tidak perlu, taxi ku sudah datang, tidak sopan jika di cancel, daah Very kamu kembali lah ke kantor, aku duluan yaa," ucap Desy melambaikan tangan.
Very kesal bukan main dengan sikap acuh Desy, dia memahami kekesalan Desy terhadapnya. Akan tetapi Desy tidak memandang wajahnya sama sekali, kesannya lebih membuang muka.
Very pun menghubungi Herlan, bahwa dirinya tidak enak badan. Herlan pun mengizinkan karena dia tidak mau dimarahi oleh adik iparnya.
Very pun pergi dengan melaju kan mobil nya dengan cepat.
Sampai lah Desy di rumahnya.
"Sayang, kamu sudah menghubungi Very, dia terus mencari dan menanyakan kabarmu," ucap nyonya Geby.
"Ohya ma, batalkan saja pertunangan atau pernikahanku dengan Very, dan saat ini Desy tengah lelah, mau istirahat di kamar, jangan sampai ada yang masuk kamar ku yaa ma meskipun itu Kak Deswey," ucap Desy pada mama nya.
Nyonya Geby terkejut dengan sikap Desy. Dia tidak pernah melihat Desy yang seperti itu, kenapa dengan Desy? mengapa sikapnya berubah? tanda tanya itu terus bergelayut di pikiran nyonya Geby.
*****
Desy pun bersiap ke kampus, sarapan dan berangkat menuju ke kampus.
"Sayang, ada Very di depan lagi bicara dengan papa," ucap nyonya Geby.
"Ma, suruh Very pulang saja, aku sedang tidak mau berbicara dengannya, lagi juga pertunangan atau pernikahan di batalkan saja, dia menikah dengan orang lain saja," ucap Desy menyantap selai roti yang ditangannya.
"Ma, tolong jangan paksa aku, saat ini fokus ku hanya kampus tidak ada pikiran yang lain," ucap Desy.
"Sayang, mama tahu jadwal hari ini, kamu tidak ada kelas, terus kamu mau kemana?" ucap nyonya Geby.
"Aku mau menikmati hidup ma, tapi mama tenang saja kok, masih di tempat yang aman, Desy pergi ya ma, maaksih sarapannya," ucap Desy.
Desy pun melalui jalan samping mengendap-ngendap menuju bagasi mereka, Desy pun mengendarai motornya.
"Ya ampun itu anak pergi saja tanpa bilang dulu," ucap Tuan Herley.
"Yaa sudah tuan Herley, saya akan mengejar Desy, terima kasih," ucap Very berpamitan.
Very pun mengendarai mobilnya dengan perlahan. Desy yang mengetahui Very mengikuti nya, melaju kan kendaraan nya mengarah ke gang.
"Maaf Very, saat ini aku tidak ingin bertemu denganmu, lebih baik pernikahan kita tidak terjadi, kamu pantas mendapatkan wanita lebih baik dari ku," gumam Desy dalam hati.
Desy pun berhenti di tempat tongkrongannya, dia tidak melihat lagi Very mengejarnya.
"Aaargh enak banget berada di sini, ketenangan," gumam Desy.
Very pun menghampiri nya.
"Desy, maafin aku, please jangan menjauh dari ku," ucap Very memohon pada Desy.
"Iih apaan sih? jangan begitu deh, aku malu di lihat orang," ucap Desy geram.
"Maafin aku," ucap Very memohon.
Desy sudah menghilang begitu saja, dengan bersembunyi di toilet.
"Argh, ngapain juga sih gangguin aku, aku mau sendiri," gumam Desy dalam hati.
Pesan masuk di ponsel Desy.
"Baik jika kamu tidak mau bertemu denganku, terima kasih atas kebersamaannya, kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan tenang, aku pergi saat kamu sudah melihat pesan ini," ucap Very dalam pesan tersebut.
Very sudah mengajukan cuti selama seminggu, pasca Desy tidak bisa dihubungi karena sikap Very. Very tidak fokus sama sekali, sehingga membuat Herlan menjadi bingung, Herlan pun memberikan cuti kepada Very untuk beristirahat sejenak dari rutinitasnya di perusahaan.
Desy pun keluar dari toilet, benar dugaan nya mobil yang di kendarai oleh Very sudah menghilang tidak ada sama sekali.
Very mengenderai mobilnya dengan pelan, dia menuju ke pemakaman mama nya, meskipun masih jauh Very berpikir ziarah adalah pilihan tepat saat ini.
Desy mencari sosok Very dimana-mana, dia menghubungi ponsel Very, tidak aktif sama sekali. Desy pun merasa bersalah dengan sikapnya.
"Argh, aku jadi wanita kok egois banget dengan calon suami, Very juga sih kenapa dia tidak menghubungiku selama dia sakit?" gumam Desy bingung.
Desy pun menghubungi Kak Deswey untuk bertemu. Deswey pun mengiyakan dan menemui adiknya.
Beberapa menit kemudian kakak beradik tersebut bertemu dan berbicara.
"Maksud kakak, Very selama 3 hari masih terbaring sakit," ucap Desy terkejut.
"Iya, karena kak Deswey sama Herlan menemui di hari ke 2, alasan dia tidak menghubungi mu karena dia tahu kamu ketua KPU di kampusmu, saat dia dilarikan di rumah sakit itu, dia pun tahu kalau kamu menunda rapat karena nya, sebab hal itu lah dia tidak menghubungi mu, Desy kakak sarankan turunkan ego mu, Very belum terbiasa dengan perhatian seorang wanita, bahkan dia mencatat semua hal tentang mu dari kakak," ucap Deswey panjang lebar menjelaskan.
Desy pun memeluk Deswey dengan sangat erat dan menangis dengan sejadi-jadinya.😭
🍁🍁🍁🍁🍁