Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 38


Very pun berusaha menenangkan Desy. Namun, dia bingung harus melakukan apa? Karena selama ini dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun.


Pekerjaan nomor satu baginya, sedangkan hal lain nomor sekian. Bahkan dari pacaran saja dia tidak pernah. Ketika ingin di nikahkan saja dia terkejut bagaimana bersikap dengan seorang wanita? Sedangkan Desy wanita yang cerdas dalam pemikiran.


Bahkan, di ajak diskusi masalah perusahaan menyambung dengan dirinya. Karena perkuliahan manajemen memang jurusan Desy.


Very pun berusaha mendekati Desy dengan menggosokan tangannya ke punggung Desy. Desy malah mendekatkan kursinya.


Sejenak keduanya pun terdiam satu sama lain.


"Desy, apakah kamu mau mendengar kisah mu juga?" Ucap Very.


"Iya aku mau mendengarkannya, karena waktu itu hanya sedikit kamu mengatakan tentang dirimu," ucap Desy.


Very pun menceritakan pengalaman hidupnya.


Very awalnya seorang anak konglomerat sebuah perusahaan tekstil di Perancis kala itu. Dia bahagia dengan kekayaan yang dimiliki oleh kedua orangtuanya, bahkan dia tidak pernah berpikir akan hidup melarat.


Perlahan perusahaan papa nya Very bangkrut, papa nya meninggal dan mama nya di jadikan pembayaran hutang karena papa tidak memiliki apa-apa sehingga mama terpaksa menikah kembali dengan seorang pria kaya.


Kematian Very pun dipalsukan saat itu Very berusia 17 tahun selesai menyelesaikan sekolahnya. Dan semua ijazahnya sudah di selipkan pada akun gmail. Agar Very tetap bisa bertahan hidup di negara lain.


Very pun menjalani hidup sendirian, dia tidak tahu mau menjadi apa? Yang dia tahu hanya bisa mencari makan untuk hari itu. Sehingga Very terus saja menjadi seorang pengemis. Namun, berbeda halnya dengan pengemis lainnya Very memiliki keahlian bela diri. Karena keahliannya itulah mempertemukan dirinya dengan Herlan.


Very hanya menjadi seorang pengemis selama 2 bulan lamanya, hal itu sangat menyiksa bagi Very. Namun, dia sudah berjanji dengan mama nya untuk tetap hidup bagaimana pun caranya.


Herlan bertemu dengan dirinya dalam keadaan benar-benar sekarat. Sehingga banyak hal yang dilakukan oleh Herlan. Yang awalnya hanya pengawal Herlan, lama kelamaan Very pun berpindah posisi, karena Very mampu bernegosiasi dan mampu mengatur jadwalnya dia pun di letakkan menjadi sekretaris dengan pembelajaran yang ketat pastinya.


Bertahun lamanya, hingga Nyonya Heva sangat nyaman dengan keberadaan Very. Sehingga Very sudah di anggap anak angkat bagi Nyonya Heva. Namun, Very tetap menganggap dirinya hanya sebagai pelayan.


Meskipun demikian, tak pernah sekalipun Nyonya Heva memperlakukan nya sebagai seoarang pelayan malah lebih ke kasih sayang orang tua ke anaknya.


Karena hal itu lah yang membuat Very sangat mencintai Herlan dan Nyonya Heva.


"Begitulah ceritaku Desy, tidak ada yang istimewa, makanya pekerjaan ku hanya di dedikasikan buat Tuan Herlan dan Nyonya Heva, tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan," ucap Very menjelaskan.


" Apakah kamu pernah menyukai seseorang?" Ucap Desy bertanya.


"Pernah, tapi saya menepis perasaan itu dan benar saja, perasaan itu hilang begitu saja," ucap Very.


"Kalau begitu apakah kamu pernah pacaran sebelumnya atau mantan mu ada berapa?" Ucap Desy menyelidik.


"Hahahah," ucap Very tertawa.


"Kok kamu tertawa sih Very," ucap Desy heran.


"Kamu lucu saja, kan tadi saya sudah bilang, bagiku nggak ada waktu buat hal lain, hidupku hanya mengabdi pada Tuan Herlan dan Nyonya Heva," ucap Very.


"Ooh begitu yaa, nanti dulu, serius nggak pernah pacaran," ucap Desy tidak percaya.


"Ya ampun aku serius Desy," ucap Very.


"Waah, dibilang percaya tapi nggak mungkin, mana mungkin sih orang seganteng dan secerdas kamu tidak mempunyai siapapun?" Ucap Desy mendelik.


"Aku serius lah, masa' mau berbohong kepada kamu yang akan menjadi calon istriku," ucap Very tersenyum kecil.


"Baik-baik, aku percaya dengan kamu Very, terus lanjutkan ceritanya," ucap Desy menatap Very.


"Argh masa' sih, aku Mandang dirimu begitu saja membuat wajah mu memerah," ucap Desy melihat di sekeliling wajah Very yang benar-benar memerah seperti kepiting rebus (hahaah)," ucap Desy dalam gelak tawanya.


"Duuh Nona Desy, jangan menggoda aku gitu dong, aku beneran malu tahu," ucap Very menutup wajahnya.


"Yang harusnya malu itu seorang wanita kali, kok bisa yaa ada modelan laki-laki malu ganteng kayak kamu," ucap Desy menutup bagian mulutnya karena tidak tahan mau tertawa terbahak-bahak.


"Yaa adalah Nona Desy, lelaki di depan kamu menjadi contohnya," ucap Very tertunduk malu.


"Aku serius loe, kamu benaran nggak pernah pacaran atau ada rasa trauma yang mendalam seperti yang pernah ku alami," ucap Desy memandang Very kembali.


"Ehm, nggak ada Nona Desy, saya tidak memiliki waktu untuk pacaran dan juga saya tidak punya waktu berkenalan dengan wanita manapun, karena prioritas saya hanya pada perusahaan Nyonya Heva," ucap Very berbicara jujur.


"Ehm, kamu memang orang yang setia yaa," ucap Desy mengangguk.


"Aku setia karena Tuan Herlan dan Nyonya Heva memperlakukan saya dengan baik, maka saya pun memperlakukan hal yang sama dengan mereka," ucap Very.


"Kalau dijadikan suami kamu memang pantas mendapatkan wanita yang baik Very, seperti hal nya saya," ucap Desy memperlihatkan pesonanya.


Desy dan Very pun tertawa bersamaan atas sikap keduanya. Mereka sudah banyak bercerita tentang masa lalu masing-masing sehingga membuat keduanya semakin mengenal satu sama lain.


"Ohya Very, hal apa yang tidak kamu sukai?" Ucap Desy.


" Tidak suka di bohongi dan tidak suka di selingkuhi," ucap Very.


"Ohw kalau gitu kita sama dong, hal itu pun tidak aku sukai, berarti kita memiliki ketidaksukaan yang sama," ucap Desy.


Keduanya pun kembali tersenyum satu sama lain.


Very dan Desy pun kembali ke ruangan rawat inap tempat Tuan Herley di rawat.


"Wah, sepertinya kalian berdua sudah berbicara banyak ya," ucap Nyonya Geby.


"Yups Nyonya, kami berbicara banyak," jawab Very.


"Apa saja yang kalian bicarakan?"Ucap Deswey menggoda adiknya.


"Hahaha, Kak Deswey kepo," ucap Desy menjulurkan lidahnya.


"Iya kita penasaran l yang kalian bicarakan jadi keputusan kalian apa?" Ucap Herlan.


Nyonya Geby dan Tuan Herlan hanya tersenyum satu sama lain dan saling pandang satu sama lain.


"Kita siap menikah papa dan mama, tapi beri waktu persiapan selama satu bulan saja setidaknya," ucap Desy.


"Iya Tuan Herley dan Nyonya Geby kami sudah sepakat tentang hal itu," ucap Very.


" Baik kita beri waktu kalian selama satu bulan untuk menyiapkan pernikahan kalian," ucap Nyonya Geby.


" Iya papa mengizinkan asal kalian sungguh-sungguh menjalankan pernikahan ini, jadi papa berharap kalian serius menjalaninya," ucap Tuan Herley.


Kebahagiaan pun menyelimuti keluarga itu. Terpancar dari wajah-wajah mereka.


🍁💐💐💐🍁