
Tuan Herley pun sembuh total, mereka pun kembali ke tempatnya. Nyonya Geby dan Tuan Herley harus kembali ke Perancis untuk mengawasi perusahaan mereka.
Begitupun dengan Herlan, Deswey, Very dan Desy harus membereskan liburan mereka hingga Esok harinya mereka harus kembali ke tempat kerjanya.
Mereka pun kembali ke tempat masing-masing.
Deswey bersama Herlan menikmati kebersamaan berdua.
Begitupun Desy dan Very bersama meskipun yang banyak bicara Desy.
***
Herlan dan Deswey berjalan-jalan menyusuri Kota Swiss.
"Deswey, mumpung kita berada di kota ini kamu mau kemana?" Ucap Herlan bertanya.
"Aku ingin menyusuri perjalanan kembali ke rumah Swiss dengan bermotor," ucap Deswey tersenyum kecil.
"Baik kalau begitu kita nyewa motor yaa Deswey, jika kamu menginginkannya," ucap Herlan tersenyum.
"Waah benaran yaa Herlan, bagaimana kalau kita menghubungi Very dan Desy juga agar seru kita komfoy bersama," ucap Deswey bahagia sambil mengambil ponselnya dan menelpon mereka.
Panggilan telpon.
"Hello Desy, kalian sedang dimana?" Ucap Deswey menelpon adiknya.
"Lagi dijalan mengikuti kalian dari belakang Kak Deswey, ehm ada apa yaa kak? Apakah memiliki rencana mau kemana?" Ucap Desy tersenyum kecil.
"Kita mau menyewa motor nie, mau kompoy bersama, mau kah kalian ikut juga, biar rame dan seru perjalanan kita," ucap Deswey.
"Waah seru nie, tapi aku tanya dulu dengan Very, dia bisa nggak mengemudi motor," ucap Desy.
"Very, kamu bisa mengendarai motor kah," ucap Desy bertanya.
"Bisa lah Desy, kenapa emangnya?" Ucap Very menjawab.
"Oke bagus kalau begitu, ikuti saja mobilnya Kak Herlan yaa," ucap Desy.
Desy pun kembali menelpon Deswey yang ternyata sudah dimatikan.
Panggilan telpon.
"Kak Deswey, jadi yaa kita konpoy bersama, Very bisa mengendarai motor, dan apakah Kak Herlan bisa mengendarainya juga?" Ucap Desy bertanya balik.
"Heheh, kakak lupa nanya nanti saja pokoknya kita bertemu di tempat sewaaan motor ya," ucap Deswey.
"Oke Kak Deswey, kami berada di belakang kalian, kami pasti mengikuti kalian dimana saja," ucap Desy bergembira.
Tampak dari wajah Desy bahagia merasakan pengalaman bersama dengan orang yang dicintainya. Very yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil.
"Kamu tahu nggak Very, kenapa aku begitu bahagia berjalan-jalan kali ini?" Ucap Desy bertanya.
"Yaa nggak tahu, emang kenapa kamu sebahagia gitu kompoy berkendara motor? Apakah ini pengalaman pertamamu?" Ucap Very bertanya kembali.
"Aku bahagia karena berjalan mengendarai motor dengan orang yang aku cintai, dan aku bisa menampilkan wajahku yang asli," ucap Desy bahagia.
"Emang siapa yang kamu cintai Desy," ucap Very menggoda calon istrinya.
"Yaa kamu lah, lalu siapa lagi coba?" Ucap Desy malu-malu.
"Hehee, yakinkah kalau aku pantas bersanding denganmu wanita cerdas dan cantik," ucap Very tersenyum kecil.
Desy pun mendekati wajahnya dan memandang Very dengan seksama. Melihat Desy memandang nya dengan sedemikian, wajah Very langsung memerah seperti kepiting rebus. Desy sangat suka saat melihat pipi Very merona merah. Baginya hal itu sangatlah unik, karena biasanya dia yang digoda. Walaupun Desy ketika dikampus bertampilan culun masih ada yang menyukai Desy karena dia cerdas dan suka bergaul.
"Sudah Desy jangan memandang ku begitu, aku malu jadinya, ingatlah loe sekarang aku lagi menyetir," ucap Very malu-malu.
"Hihi, aku suka saja melihatmu malu-malu, karena bagiku itu hal yang unik dan lucu, tapi karena kamu lagi menyetir nanti saja aku lanjut menggodaku, sekarang aku ingin membaca novel saja sepertinya masih lama perjalanannya," ucap Desy tersenyum kecil.
"Waah, aku senang banget kamu mengatakan bahwa dirimu adalah calon suami ku, hal yang sangat luar biasa bagiku," ucap Desy tersenyum malu.
Very dan Desy keduanya sama-sama tersenyum malu. Bahkan, keduanya terlihat saling mandang satu sama lain.
Sampailah mereka di tempat yang di tuju.
Berjejer motor yang akan mereka pilih.
Herlan dan Deswey pun sudah memilih memakai motor yang mana.
Ketika sampai ditempat tersebut Desy dan Very pun memilih motor yang sama.
Ke dua pasangan tersebut pun melaju menyusuri perjalanan mereka.
(ilustrasi)
Bahagia tak terkira di rasakan oleh kedua pasangan tersebut, hanya yang membedakan Herlan dibonceng oleh istrinya. Gelak tawa karena hal itu tak terelakkan, meskipun Herlan beralasan memiliki trauma dengan motor karena pernah mengalami kecelakaan.
"Kak Herlan, masa' Kak Deswey yang menyupirnya, malu dong sebagai lelaki," ucap Desy menjulurkan lidahnya.
"Yeeey, biar saja lagian kalau nanti kami ada apa-apa, jadi lebih baik yang mengendarainya Deswey saja, lah kalian emang Very jago mengendari motor begitu," ucap Herlan bergaya.
"Yeeey, calon suamiku pasti bisa lah, nanti setelah kita touring, giliran Kak Herlan belajar kembali yaa mengendarai nya, karena jika aku dengan Very pasti nanti giliran, kan kasian dengan Kak Deswey, atau Kak Herlan mau aku bonceng kita tukaran tempat," ucap Desy kembali menjulurkan lidah.
"Idiiih nggak mau lah, yaa sudah kalau gitu, kita tukar saja, biar Deswey dengan Desy sedangkan aku dengan Very," ucap Herlan berdecak pinggang.
"Nggak mau, aku mau dibonceng oleh calon suami, tidak boleh diganti yang lain," ucap Desy memegang lengan Very.
"Kalian berdua sudah berdebat nya ,kita bisa pergi sekarang nggak," ucap Deswey bersiap mengenderai motor tersebut.
Deswey pun sudah duduk di atas motor begitu pun dengan Herlan yang di bonceng oleh istrinya.
Terjadilah percakapan yang lucu.
"Istriku, jika nantinya aku tidak sengaja memegang pinggangku maka maafkan aku yaa, karena kan perjanjian kontrak kita harus izin ketika menyentuh tubuh pasangan," ucap Herlan berbicara lirih dengan Deswey.
"Jika keadaan darurat tidak apa-apa, aku mengizinkanmu, aku takutnya kamu mencium aspal, kegantenganmu jadi hilang," ucap Deswey tersenyum kecil.
"Apaa? Kamu bilang aku ganteng, serius istriku beneran kamu bilang begitu," ucap Herlan bahagia.
"Kita lanjut yaa, pegang saja pinggangku jika nanti aku tidak sengaja mengendarai nya dengan cepat," ucap Deswey.
Deswey dan Herlan pun sudah melaju duluan.
Desy yang terlihat manja dengan Very, bingung harus berbuat apa?
"Hayoo naik ke atas motor," ucap Very mengisyaratkan dengan tangannya.
"Aku izin memegang pinggang mu nantinya, karena kan Very pernah bilang tidak mau bersentuhan sebelum halal," ucap Desy menaiki motor tersebut.
"Dalam hal ini diperkenankan Nona Desy, kalau kamu tidak berpegang erat aku takut kamu terjatuh, bisa-bisa Tuan Herley dan Nyonya Geby akan memecahkan jadi calon mantu," ucap Very berbicara dengan lirih.
"Kamu bilang apa tadi? Calon mantu Nyonya Gaby dan Tuan Herley," ucap Desy yang malu-malu dengan senyuman indahnya.
"Apakah kita bisa berangkat sekarang nona Desy? Ucap Very bersiap melajukan kendaraannya.
"Siap," ucap Desy.
Mereka pun melaju mengejar Deswey dan Herlan yang tidak jauh dari mereka. Perjalanan itu membuat pasangan tersebut semakin dekat satu sama lain.
🍁💐💐💐🍁