Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 90


Kabar pun secepat kilat mengabarkan bahwa Olivia dan Gerald dinyatakan meninggal dunia akibat dari sebuah kecelakaan tunggal. Keluarga Olivia berdua bukan karena mereka sedih, tapi bahagia harta warisan papanya Olivia berkurang.


Disebabkan Olivia dan Gerald di canangkan salah satu pewaris utama dalam pembagian harta dari papanya Olivia.


Setelah keduanya dimakamkan walau hanya tulang yang direkayasa, Olivia sedih tidak bisa bersama dengan papanya. Gerald pun hanya memeluk erat Olivia agar tangisannya tidak sampai di pemakaman.


Setelah semuanya kembali, Olivia dan Gerald hanya melihat keluarga mereka pergi, hanya saja masih ada papa dan mama nya di makam tersebut. Hingga mama nya mulai berkata pada suaminya.


"Lihat sekarang suamiku, yang membela mu tidak ada lagi, sekarang lakukan pembagian hartamu, kami ingin kamu membaginya dan aku ingin bagian ku besar, atau jika tidak aku akan membunuhmu," ucap istrinya.


"Mama kenapa bersikap begitu dengan papa? kita menikah sudah lama bahkan kita sudah saling mencintai," ucap suaminya pura-pura bertanya, padahal dia sudah mengetahui bahwa istrinya selingkuh dengan lelaki seumuran dengan Olivia.


"Haha, cinta sudah lama pudar papa, sejak kamu lebih memberi perhatian pada Olivia anak kandung kita yang baru bertemu itu, kamu lebih memperhatikan nya daripada aku," ucap Istrinya bicara dengan tegasnya.


"Kenapa kamu harus cemburu dengan anak kita mama?" ucap papa Olivia.


"Cinta ku tidak ingin dibagi oleh siapapun papa, jadi papa lebih baik kita cerai dan papa berikan harta warisan atas nama ku," ancam istrinya.


Papa Olivia pun terdiam dan menjalankan skenario lanjutan. Papa Olivia pun berpura-pura sakit dan jatuh pingsan. Karena pamit istrinya pun memanggil Dokter pribadi mereka yang sudah tahu tabiat keluarga ini terhadap papa Olivia.


Dokter pun datang tepat waktu, dengan wajah seperti berduka dokter pun mengatakan bahwa suaminya meninggal dunia. Istrinya pun berusaha memeriksa, dengan melakukan trik lain agar terlihat seperti sudah meninggal.


Semua keluarga pun percaya akan hal itu. Pemakaman pun di siapkan, akan tetapi tidak ada satupun dari keluarga tersebut ingin memandikan termasuk istrinya. Sehingga ada beberapa kolega nya yang maju (rencana ini pun sudah di buat oleh papa Olivia).


Setelah selesai ritual tersebut, pemakaman dilaksanakan dengan khidmat. Setelah selesai mama Olivia pun menangis sejadi-jadinya (berpura-pura agar ada simpati dari orang sekitar).


Saat bersamaan Olivia dan Gerald menyamar sebagai orang lain dan hanya melihat dari kejauahan saja. Begitupun dengan papa Olivia yang berada di sekitar makam dengan menyamar orang lain.


Hingga sifat asli mama Olivia pun terkuak langsung.


"Papa, kenapa meninggal begitu saja? apakah kamu tidak ingin melihat laki-laki pengganti mu yang begitu menggairahkan? dia sahabat dekat mu loe pa," ucap mama Olivia.


Saat bersamaan selingkuhan mama Olivia pun datang, ternyata Robert sahabat nya papa Olivia yang dulu pernah saling berebut untuk memiliki mama Olivia.


"Papa, masih ingat nggak kesalahan papa sebenarnya, papa melakukan hal itu sebelum pernikahan kita hingga lahirlah anak kita Olivia, karena hal itu aku tidak menyukai anak kita, karena kamu memaksa ku, aku benci dengan anak kita karena kamu melakukan nya dengan terpaksa, kamu mengambil keperawanan ku demi memiliki ku, sejak itu hubungan ku putus dengan kekasih ku Robert hingga dia harus menikah, dan itu membuatku makin membenci mu papa," ucap mama Olivia melegakan semuanya.


Mama Olivia dan Robert pun meninggalkan pemakaman tersebut. Setelah lumayan jauh Olivia langsung berhamburan menuju pemakaman tersebut ditemani Gerald. Papa Olivia yang melihat hal itu hanya menyaksikan dari kejauhan dan bergumam dalam hati.


"Olivia, belum saatnya papa mengungkapkan fakta yang sebenarnya, kamu harus bahagia dengan Gerald," ucap Papa Olivia dalam hati.


Setelah itu pun papa Olivia menyuruh sopirnya kembali kepada kediamannya yang sesungguhnya. Harta warisan sudah di baginya, dan dia pun sudah membagi ke istrinya.


Sedangkan saudara kandung dari papa Olivia mendapatkan beberapa uang yang sudah diberikan cek dengan nominal dibuatnya. Meskipun berat hati mereka tetap menerima hal tersebut.


Rumah yang awalnya ramai itu kembali sepi, karena keluarga papa Olivia di usir. Papa Olivia sudah tahu dengan segala kebusukan terjadi pada rumah tersebut, akan tetapi sengaja dia tidak menghiraukan menunggu waktu yang tepat.


Waktu sungguh sudah cepat berlalu, hingga kelahiran Deswey sudah mendekati. Herlan sibuk mengurus keperluan istrinya. Begitupun dengan Desy dan Very yang ikut sibuk melihat persiapan keduanya, karena kehamilan Desy hanya beda 3 bulan dari kakaknya.


Deswey pun segera dilarikan ke rumah sakit, karena sudah waktu bulannya. Meskipun belum ada kontraksi namun di sarankan dokter untuk stay di rumah sakit.


Benar saja, setelah 10 menit berada di ruang persalinan Deswey mulai merasakan kontraksinya. Waktu pun cepat berlalu dengan cepat, Herlan yang mendampingi istrinya terus saja menangis meneteskan air mata menyaksikan istrinya memperjuangkan buah hati mereka.


"Oweeekkkk" suara bayi itu pun keluar dengan suara tangisnya yang sangat kuat.


"Selamat ya nyonya Deswey dan tuan Herlan, anak kalian berdua berjenis kelamin laki-laki," ucap dokter.


Saat dokter selesai mengatakan tiba-tiba Deswey kembali seperti ingin melahirkan karena perutnya masih saja berisi seperti hamil, dan keluarlah satu bayi lagi tanpa bantuan dokter bayi tersebut keluar dengan erangan Deswey.


"Oweeekkkk" kembali suara teriak bayi kedua lebih keras dari yang pertama.


Dokter pun memberikan selamat dan bayi kedua berjenis kelamin perempuan. Herlan pun langsung memeluk istrinya yang berkeringat dengan derasnya. Herlan pun mengusapnya secara perlahan dan mencium kening istrinya.


Deswey hanya tersenyum, saat bersamaan Deswey pingsan. Herlan panik dan dokter pun segera memasangkan infus pada Deswey. Herlan melihat hal itu langsung meneteskan air mata kembali.


"Tenang tuan Herlan, istri anda hanya kelelahan saja, nanti beberapa menit dia akan bangun kembali," ucap dokter menenangkan Herlan.


Setelah semuanya selesai bayi-bayi tersebut pun di letakkan berdampingan dengan Deswey yang ingin merasakan pelukan dari Ibunya secara langsung.


Benar saja, saat dokter meletakkan di samping Deswey. Deswey bangun atas teriakan kedua anaknya. Herlan pun bahagia melihat kedua anaknya yang begitu kuat membangunkan Deswey.


Dokter pun keluar dan mengatakan pada keluarga untuk tidak berisik ketika berada di dalam, karena Deswey masih dalam keadaan lemah.


Mereka pun masuk dengan wajah bahagia, apalagi Desy yang antusias melihat si kembar. Semua keluarga sudah hadir di sana nyonya Heva, Desy, Very dan orang tua Deswey.


Semua nya bahagia atas kelahiran si kembar, akan tetapi musuh tuan Herley tidak berdiam diri mereka tetap memantau keturunan dari keluarga tersebut yang sudah terlahir kembali.


Penasaran guys🤭


🍁🍁🍁🍁🍁


like, comment, gift dan vote yook