Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 60


Tuan Herley membopong istrinya ke dalam kamar setelah sarapan pagi mereka.


"Istriku kamu siapkah olahraga pagi," ucap tuan Herley mencium pipi istrinya.


"Iya pa siap, tapi pelan-pelan ya pa," ucap istrinya.


Tuan Herley dan dan Nyonya Geby pun olahraga pagi agar tubuh menjadi bugar kembali.


......SKIP...........


...SKIP.,......


...Sensor๐Ÿคญ๐Ÿ˜€.......


*****


Herlan sudah bangun lebih pagi dari istrinya. Sesaat setelahnya bangunlah Deswey.


Deswey mengucek matanya, mengamati sekitarnya dan menuju ke kamar mandi, setelah beberes dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Desy untuk fitting.


Deswey pun menuju ruang makan, saat dilihatnya suami memakai celemek.


Deswey pun tersenyum dengan kostum yang di pakai suaminya.


"Morning suamiku, kamu masak yaa, pakai celemek segala, emang nggak ke kantor hari ini," ucap Deswey tersenyum melihat suaminya masak.


"Ih Deswey bukan di puji, malah di ledekin," jawab Herlan manyun.


"Aduh suamiku ngambek, baiklah maaf yaa suamiku," ucap Deswey memegang pipi suaminya.


Herlan malu-malu bukan main, dia malah salah tingkah dengan sikap Deswey. Deswey hanya tersenyum dengan sikap suaminya yang tak biasa. Saat keduanya hening, malah dering ponsel Deswey berbunyi ;


๐Ÿ“ž"Kak Deswey fitting hari ini di tunda yaa, karena aku sama Very masih ingin menikmati waktu berdua, nanti Desy kabari lagi ya kak," ucap Desy.


๐Ÿ“ž"Baik Desy, terima kasih info nya," ucap Deswey.


Panggilan pun terputus.


"Istriku ayok kita makan, aku udah siapkan, tadi mama ku pergi ke perusahaan, aku di suruh di rumah saja, karena fisik ku sedang tidak sehat," ucap Herlan duduk setelah lama memasak.


Deswey pun mendekati suaminya dan memegang kening suaminya, benar saja Herlan dalam keadaan sakit. Herlan pun memegang tangan istrinya dan di ciumnya.


"Sudah sayang, kita makan pagi dulu, nanti saja mengkhawatirkan kesehatan ku," ucap Herlan memegang tangan istrinya untuk duduk.


Deswey pun menurut saja, dia pun mencicipi makanan suaminya. Deswey merasakan hal lain ketika memakan masakan suaminya, ini yang pertama dan ini sama seperti makanan di restoran.


"Herlan, kamu pesan makanan ini dimana?" ucap Deswey bertanya.


"Hahaha, ternyata istriku tidak percaya jika aku memasak," ucap Herlan meneruskan makannya.


"Apa? jadi kamu semua yang memasak, terus bagaimana bisa saat kamu sakit malah memasak? kenapa tidak membangunkan aku Herlan? aku kan malu dengan mama Heva," ucap Deswey menjawab.


"Justru mama yang tidak membolehkan aku membangun kan kamu, yaa aku nurut saja, daripada nanti mama ngomel," ucap Herlan.


"Oh baiklah, kalau begitu kita teruskan makan nya , nanti kita lanjut bicaranya," ucap Deswey langsung mengunyah makanan tersebut.


Tanpa terasa masakan yang di buat oleh Herlan habis tanpa tersisa. Herlan yang melihat istrinya makan dengan lahap sangat senang melihatnya.


"Herlan, hari ini aku yang mencuci piring ya," ucap Deswey.


"Tidak perlu sayang, biar aku suami mu saja," ucap Herlan.


"Yaa sudah kita berdua gimana?" ucap Deswey menjawab.


"Baiklah aku akan menurut apa yang kamu katakan?" ucap Herlan membereskan meja dan piring kotor.


Keduanya pun membersihkan bersama-sama, setelah cuci piring selesai, saat berbalik ke belakang Deswey hampir terjatuh dan langsung di tarik Herlan.


Mata keduanya pun bertemu, detik berlalu, menit pun berlalu, keduanya tanpa kedip saling memandang.


Karena kondisi Herlan kurang sehat dia pun kembali ke kamar, meninggalkan Deswey yang tengah melamun, saat Herlan sudah sampai dikamar mereka, Deswey pun menyusul.


Herlan tak banyak bicara, dia pun menuju kasurnya dan di teriaki oleh Deswey.


"Herlaaan!!!" ucap Deswey teriak.


Herlan pun menoleh yang sebelumnya dia ingin rebahan.


"Kenapa istriku? kamu mau izin keluar rumah, aku sudah izinkan kok, tapi aku di kamar yaa hari ini," ucap Herlan menunjukkan kelesuan karena kondisi fisiknya.


Deswey pun mendekat.


"Herlan, kamu tidak mau aku bertanggung jawab mengurusmu," ucap Deswey bertanya.


"Deswey kamu kan wanita yang suka kebebasan tidak bisa menetap di suatu tempat, jadi aku hanya mengabulkan keinginanmu saja," ucap Herlan langsung rebahan dan menarik selimut.


"Jadi, kamu tidak mengizinkan aku untuk mendapatkan pahala karena merawat suami yang sakit," ucap Deswey bertanya di hadapan suaminya.


Herlan hanya tersenyum dengan sikap Deswey. Bagaimana tidak baru kali ini Deswey banyak bicara di kala dirinya tidak berdaya berdebat dengan Deswey.


"Jadi mau mu apa istriku?" ucap Herlan bertanya sambil memandang istrinya dari tempat tidur.


"Yaa aku mau merawat mu lah," ucap Deswey mulai tenang.


"Baiklah boleh, tapi untuk pagi ini tidur boleh kan," ucap Herlan bertanya.


"Iya boleh," ucap Deswey.


Herlan pun memegang tangan istrinya dan berkata :


"Terima kasih Deswey hari ini kamu mau menjadi istriku seutuhnya," ucap Herlan langsung terlelap dalam tidurnya.


Deswey bingung seribu bahasa. Otaknya berkecamuk dengan perkataan suaminya.


"Argh apa sih maksud dia hari ini aku menjadi istriku seutuhnya? apakah selama ini aku tidak melayani nya dengan baik? ehm wajar sih aku saja belum memberikan kewajiban ku kepada suamiku, tapi Herlan tidak pernah memaksa hal itu, dia memang suami penyabar, walau gengsinya sangat sabar, tapi hal yang ku suka, dia tidak banyak bicara, malah membebaskan ku, suamiku apakah kita akan selalu bersama tapi tanpa status kontrak," ucap Deswey berbicara pada dirinya sendiri.


Deswey pun merawat suaminya dengan sangat telaten, di tatap wajah suaminya yang demam nya mulai berkurang, padahal Herlan hanya butuh istirahat saja, tanpa sengaja Deswey lupa bahwa dia tertidur di atas kasur berdua sama suaminya, dan dalam keadaan pakaian suaminya belum di tutupnya.


Sehingga selang beberapa jam, bangunlah lebih awal Herlan, dia melihat pakaiannya yang terbuka dan ada baskom dengan handuk kecil di kepalannya.


"Hihi, istriku ini mengkhawatirkan atau bagaimana bisa-bisanya pakaiannya belum ditutupnya?" gumam Herlan.


Herlan pun memandang istrinya dari dekat karena Deswey tengah memeluk suaminya dalam keadaan pakaian suaminya belum ditutup.


Deswey pun bangun dan dilihat wajah suaminya, saat dia mau teriak, Herlan mencium bibir manis istrinya.


Cup...


Deswey menelan ludah atas sikap suaminya, dan dia mulai malu-malu atas ciuman dadakan dari tidurnya.


"Istriku, aku mau bertanya, kenapa pakaian ku posisinya seperti ini? dan bukannya kamu bilang tidak mau memegang tubuh ku, terus ini apa?" ucap Herlan berbicara sambil tersenyum.


"Ehm itu suamiku, aku kan tadi lagi meredakan panas mu, terus aku lupa menutup pakaianmu, dan aku tertidur eeh aku lupa tertidur di atas kasur bersama kamu," ucap Deswey tersenyum malu, saat Deswey ingin bangun di tarik oleh Herlan.


Deswey malu bukan main, bahkan wajah nya merah padam.


"Istriku, aku sudah baikan kok berkat perawatan mu, boleh yaa kita tiduran sebentar sambil berpelukan," ucap Herlan sambil matanya masih mengantuk.


"Baiklah," ucap Deswey.


Deswey mengangguk saja atas permintaan suaminya.


"Kenapa juga nie jantung? jantung kondisikan dong, malu di denger suamiku," gumam Deswey.


Keduanya terlelap kembali.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ