
Awalnya keluarga Herley orang yang sederhana, namun karena kebaikan Bos Mafia tersebut mereka menduduki tempat tertinggi. Meskipun Nyonya Geby dari keluarga konglomerat yang membolehkan beliau menikah yang bukan dari kalangannya, dia pun mencari jodohnya namun penolakan datang dari keluarganya dan dia lebih memilih suaminya yang sederhana itu.
"Gimana dengan cerita tentang keluarga ku?, meskipun buka seluruhnya yang ku ceritakan tapi mampu membuatmu terpesona," ucap Deswey tersenyum kecil.
"Jadi istriku, kamu belum pernah pacaran sama sekali yaa," ucap Herlan menyelidik.
"Hahaah... Herlan... Herlan... Waktu kuliah pun tidak ada yang berani pacaran dengan saya alasan mereka sih simple, katanya aku nggak butuh laki-laki karena semua hal bisa aku lakukan, yang aku denger sih laki-laki dominan menyukai wanita yang bertubuh sexy dan lemah lembut, beda dengan aku jauh berbeda," ucap Deswey tertawa.
"Jaadi, laki-laki yang pertama yang bersama dengan mu yang sekarang adalah aku," ucap Herlan menyelidik.
"Ehm, kedualah masa' elo yang pertama," ucap Deswey dengan ketua.
"Jadi, yang pertama siapa dong?" ucap Herlan penasaran.
"Papa Herley lah yang pertama," ucap Deswey.
"Ya ampun Deswey, humor mu ada-ada saja," ucap Herlan.
"Apakah kita akan berangkat atau mendengarkan cerita ku di rumah?" ucap Deswey menunjuk ke arah jalan.
"Oke sayang, maaf yaa habisnya aku terpesona dengan cerita mu," ucap Herlan.
Keduanya pun menyusuri perkotaan Swiss menuju tempat yang akan di tuju oleh mereka, dan malamnya mereka akan dinner malam mempertemukan Desy dan Very.
"Waah, pemandangan nya sungguh indah Herlan, kita mau kemana nie?" ucap Deswey.
"Liha saja sebentar lagi kita sampai kok, sabar yaa istriku," ucap Herlan.
"Wah nggak sabar lagi Herlan, tempat nya cantik yaa indah banget," ucap Deswey.
"Iya, kita parkir mobil dulu yaa" ucap Herlan.
Mereka pun memarkirkan mobil, setelah nya mereka berjalan menuju Gunung Pilatus, Swiss.
"Wah, coba dong ceritakan Gunung Pilatus ketinggiannya berapa dan kita berada di bagian apa?" ucap Deswey kepo.
"Oke, aku ceritakan yaa istriku," ucap Herlan.
"Gunung Pilatus di Swiss menawarkan pemandangan yang tidak kalahnya dengan Pegunungan Alpen dengan 73 puncak Alpen. Gunung dengan ketinggian 2.128 mdpl ini memiliki puncak tertinggi bernama Tomlishorn. Untuk mencapainya kita dapat menggunakan cogwhell railway (sejenis kereta gantung) yang cukup curam"
"Ohw tingginya juga yaa sayang," ucap Deswey.
"Waah istriku sudah bisa menggunakan kata sayang, coba dong sekali lagi aku mau denger," ucap Herlan menggoda istrinya.
"Iih apaan sih, hayoo kita cari tempat duduk capek tahu berdiri saja," ucap Deswey.
Keduanya pun mencari tempat duduk yang nyaman, selain untuk berswa foto melihat pemandangan dari tempat tersebut. Dering ponsel Herlan pun berbunyi ;
"Istriku kamu jangan kemana-mana yaa, tunggu di sini saja. Saya angkat telpon dulu," ucap Herlan.
"Yups gimana Very? , ada apa?" ucap Herlan.
"Bos, kita bisa meeting sebentar ini penting," ucap Very.
"Oke tunggu sebentar 10 menit yaa, aku matikan ponsel dulu nelpon istriku," ucap Herlan.
"Baik bos.." ucap Very.
Dering ponsel Deswey pun berbunyi.
drrrrtttt....drttt...
"Siapa yang nelpon ya, kok Herlan," gumam Deswey sambil angkat telpon.
"Istriku, aku berada di mobil yaa kami meeting sebentar, kamu pesan saja makanan yang ada di sana nanti jika selesai aku kesana," ucap Herlan.
"Ohw baiklah kalau begitu," ucap Deswey.
Herlan pun menuju parkiran dan bersiap memulai meeting. Sedangkan Deswey menikmati makanan yang sudah disajikan oleh pelayan karena Deswey bosan sendirian dia pun menelpon Desy. Desy tengah berada di rumah rebahan.
Dering ponsel Desy pun berbunyi...
Penggilan Video Call...
"Haay adekku tercantik di dunia,"ucap Deswey memuji adiknya.
"Hihi... argh, kak Deswey ada-ada saja bilang aku cantik meskipun aku memang cantik sih .... hahaha," ucap Desy terkekeh.
"Eey jangan sedih sayang, nanti ada kerutan di muka mu loe," ucap Deswey menggoda adiknya.
Desy langsung mencari kaca melihat kerutan di wajahnya.
"Iih, kka godain aku yaaa, suka banget kalau lihat adeknya kesal, awaaas aja kalau pulang aku cubitan ðĪŠ," ucap Desy menjulurkan lidahnya.
"Hahaha, adikku tersayang memang gampang banget di goda yaa," ucap Deswey tersenyum kecil.
"Kakak dimana sih?, terus dimana kakak ipar kok kakak sendirian," ucap Desy penasaran.
"Kakak berdua kok sama Herlan, tapi barusan dia di telpon Very ada meeting mendadak katanya, ohya kka berada di Gunung Pilatus di Puncak Pegunungan Alpen," ucap Deswey menjelaskan ke adiknya.
"Aargh pengen, kapan aku di ajak kesana?" ucap Desy meronta.
"Heheh, iyaa sabar nanti kita berempat yaa jalan-jalannya," ucap Deswey tersenyum kecil.
"Apaa?, berempat emang mau ngajak siapa lagi kak?, jangan bilang kalau mau ngajak Very, iih ogah ketemu thu orang," ucap Desy mengerlingkan matanya sebal.
"Lah kenapa?, emangnya kamu sudah dekat dengan Very, kan Kakak belum kenalkan," ucap Deswey dengan ekspresi tidah tahu (padahal tahu heheh).
"Ehm, yaa udah oke nggak apa-apa?" ucap Desy cemberut.
[ah masa' sih kak Deswey nggak tahu, apa Very tidak bercerita apapun yaa?, ehm ternyata Very bisa menjaga muka ku juga di hadapan kakak ipar dan Kak Deswey] gumam Desy.
"Hey, kamu kenapa melamun Desy? mikirkan Very yaa," ucap Deswey menggoda adeknya.
"Idiiih ogah aku mikirin orang itu, kenal juga nggak," ucap Desy tidak mau lagi dengar nama Very.
"Hahah... Baiklah, adikku cantik nggak usah manyun gitu dong, kalau mau jalan-jalan nanti malam bersiaplah yaa nanti Very jemput kamu ke sini kita makan malam bersama," ucap Deswey.
"Taapi Kak! " ucap Desy terkejut.
"Kakak udah izin dengan papa dan mama, jadi semuanya akan aman saja," ucap Deswey.
"Desy kakak tutup dulu ya, see you adikku cantik" ucap Deswey melambaikan tangannya.
"oke kak thanks " ucap Desy.
Panggilan Video pun terputus.
Deswey menikmati pemandangan gunung Pilatus sendirian sambil menunggu kedatangan suaminya.
"Argh, akhirnya rapat selesai, ohya Very ada sesuatu yang ingin saya sampaikan," ucap Herlan.
"Apa itu bos?" ucap Very sambil membereskan beberapan dokumen.
"Malam ini kamu datang ke Hotel Zee saya sudah sharelock bersama Nona Desy adik ipar ku pukul 20.00 di tempat itu sudah sampai yaa dan katakan kalian bawa pakaian ganti, takutnya pembahasan kita akan panjang," ucap Herlan.
"Ehm, baiklah bos akan dilaksanakan, tapi apakah Nyoba Deswey telah memberi tahu adiknya," ucap Very.
"Sudah tapi, kamu konfirmasi lagi agar Nona Desy tidak menunggu kamu, okey," ucap Herlan.
Panggilan pun terputus.
Very bingung bagaimana berkomunikasi dengan Nona Desy, dia pun mencoba menelpon.
Drrrrtttt... drrtttt...
"Ya Hallo," ucap Desy.
"Maaf Nona, malam ini bersiaplah jam 18.30 saya nanti ke rumah menjemput nona dan bawa beberapa pakaian ganti dan gaun, jika nanti kita menginap," ucap Very gugup.
"Okey, wait.. Emang siapa bilang kita menginap?" ucap Desy penasaran.
"Perintah dari Tuan Herlan," ucap Very menjawab singkat.
"Ohw kakak ipar yang bilang, aku pikir kamu mau berdua sama aku saat nanti ada waktu buat kita" ucap Desy bicara pelan.
"Apaa Nona?, tadi nona bilang apa?" ucap Very gugup.
"Heheh, nggak ada kok, baiklah terima kasih infonya, saya tunggu di rumah yaa Very," ucap Desy.
Panggilan pun terputus.
ððððð