Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 13


"Yaa ampun nie cewek berisik banget sih," ucap Herlan sambil mengucek matanya yang baru bangun dari tidur.


Deswey pun menangis sambil menutup badannya yang sudah berganti pakaian "Herlan, tega banget sih kamu melihat tubuhku sebelum jadi istrimu," ucap Deswey sambil memukul Herlan.


"Yang menggantikan pakaianmu bik Ninik, coba ingat semalam itu kamu ngapain" ucap Herlan mulai kesal.


hiks....hikss... tangisan Deswey pun tidak berkesudahan, Herlan ingin meninggalkan Deswey saat menangis seperti itu namun tidak diperkenankan oleh Deswey.


"Hey, Herlan kamu harus tanggung jawab," ucap Deswey teriak.


Herlan pun mendekati ke Deswey, Deswey pun Mundur ke pojokan tempat tidurnya,


"Aku harus tanggung jawab bagaimana agar kamu puas dan satu lagi bukan aku yang melakukannya, bik Ninik yang membantu kamu mengganti pakaian jika tidak percaya lihatlah ponselmu itu atau nanti tanya bik Ninik yang akan menjelaskannya jikalau kamu tidak percaya, aku mau kerja," ucap Herlan melepaskan tangan Deswey yang memegangnya dengan erat.


Herlan pun pergi meninggalkan Deswey yang tengah kebingungan. Nyonya Heva yang melihatnya hanya menggelengkan kepala saja atas tingkah keduanya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, Herlan pun berpamitan dengan mama nya. Namun, saat dia sudah masuk ke dalam mobil, Herlan terkejut ada Deswey di dalam mobilnya.


"Kamu ngapain disini mana pakaian kamu yang biasa kamu pakai," ucap Herlan mengomel.


Deswey hanya merunduk tanpa memandang dan menangkupkan tangannya ke dada meminta maaf kepada Herlan atas kesalahannya,


"Herlan maafi aku, terima kasih sudah menjaga ku dan maafin aku yaa tapi kamu jangan marah lagi ya, semuanya salah aku, mau kan maafkan aku."


"Sepertinya aku harus beri pelajaran sama cewek gengsian ini, kebetulan hari ini ingin bertemu klien suruh dia saja jadi sekretaris," ucap Herlan tersenyum sinis.


"Baik sekarang kita ke kantor, karena kamu sudah berpenampilan cantik maka temani aku untuk rapat dan menemui klien," ucap herlan sambil menancapkan gasnya.


brukkk...bruukkk...


Dari arah belakang mobil mereka sudah di tabrak oleh seseorang, sehingga membuat Herlan turun tangan namun di cegat oleh Deswey "tunggu kamu jangan turun, saya curiga mereka adalah musuhmu atau musuhku, kita ganti posisi sekarang biarkan saya yang mengemudinya.


Mobil pun melaju dengan cepat, secepat kilat dia mengetahui kode mobil tersebut dia pun segera menghubungi Geng Mafia "Black White" yang dipimpin olehnya "siapkan mobil di perempatan jalan captain sisi 5, ucap Deswey."


Setelah bicara dengan anak buahnya, Deswey kembali beralih berbicara dengan Herlan "hari ini sepertinya kita tidak akan bertemu dalam beberapa hari ke depannya, ingat ikuti saja perintahku yaa Herlan, nanti akan saya jelaskan jika semua beres."


Herlan pun menjawab dengan kebingungan "apa yang terjadi? mengapa kita nanti tidak bertemu lagi? katakan saja Deswey, aku tidak bisa jauh dari kamu."


Ketika Herlan mendekati wajahnya ke Deswey, Deswey pun mencium pipi Herlan,


" Sorry Herlan, ciuman pertanda kita akan lama bisa bertemu, kamu langsung ke perusahaan saja, tidak akan ada yang membututi kamu, karena mereka memiliki urusan dengan ku."


Deswey pun berpindah ke mobil satunya, Herlan yang melihat langsung aksi pemindahan Deswey ke mobil tersebut terkejut melihat Deswey dengan pakaian minim menuju mobil satunya. Herlan hanya terbelalak dengan tingkah Deswey, namun entah kenapa dia malah sangat tertarik dengan sikap heroik Deswey yang berbeda dengan wanita yang ditemuinya.


"Wanita yang sangat menarik" gumam Herlan dalam hati.


Herlan pun meninggalkan tempat itu dengan tancap gas, tempat itu meskipun pikirannya ke Deswey..


Hutan Belantara


Deswey pun mengalihkan pandangan tersebut ke arah hutan. Hingga mereka tiba di hutan yang tiada manusia yang berani ke sana.


Deswey pun bertarung dengan mereka dua lawan satu.


Hiyaaaak... tendangan pun mendarat ke pipi ke dua pemuda tersebut tanpa ampun hingga babak belar.


Dua pemuda tersebut pun melarikan diri, namun sebuah pistol habis menembus tubuhnya.


Doooor.... suara pistol menembus dinding kayu yang tebal tersebut tepat di belakang Deswey.


Saat Deswey melihat pistol tersebut kena sedikit mengenai lengannya dan Deswey jatuh pingsan. Anak buahnya pun mengendong dengan cepat Deswey menuju ke RS. Dia pun segera menelpon tunangan Deswey Tuan Herlan.


Dering ponsel Herlan pun berbunyi.


"Yaa Hallo, maaf Tuan Herlan, tunangan Anda sekarang masuk Rumah Sakit, saya anak buahnya. Nanti saya sharelock lokasi nya," ucap anak buah Deswey.


Gelas yang berada di tangan Herlan pun terhempas begitu saja.


"Rapat silahkan di lanjut yaa."


"Very kamu pantau rapatnya ya, saya harus ke rumah sakit Sahaya karena tunangan saya masuk Rumah sakit."


Herlan pun berlari dengan cepat menuju parkiran. Pikirannya benar-benar hanya tentang Deswey. Kenangan bersama dengannya pun kembali terngiang.


Herlan pun menghubungi mama Heva, dan segera mungkin Mama Heva menuju Rumah Sakit Sahaya.


Di Rumah Sakit Sahaya.


Herlan pun langsung menemui dokter yang merawat Deswey dan bertanya kepada anak buah Deswey,


"Apakah kamu sudah menghubungi orangtua Deswey?" ucap Herlan.


"Sudah tuan, nyonya Geby dan Tuan herley tengah dijalan menuju ke sini."


Secara bersamaan Nyonya Geby dan Tuan Herley serta nyonya Heva datang bersama dan mereka segera merapat menuju kamar pasien, namun di cegat sementara satu orang saja.


Herlan menatap dengan kesedihan yang tiada Tara. Dia tidak menangis buat seseorang setelah papa nya meninggal tiada kesedihan apapun, namun entah kenapa sejak kehadiran Deswey hidup nya berbeda sehingga Deswey memiliki arti tersendiri bagi Herlan.


"Deswey aku janji aku menjagamu, dan aku akan belajar kembali bela diri dan memegang panahan dan pistol semua demi bisa melindungi, sesungguhnya siapa dirimu? apakah benar yang dikatakan sahabatku kalau kamu adalah Bos Mafia," ucap Herlan dalam lirih.


"Bangunlah kesayangan ku, hidup ku benar-benar hampa tanpa mu, meskipun semua tingkah mu tidak ku sukai karena keunikan mu yang berbeda dengan wanita lain yang membuat ku lebih dulu mencintaimu namun aku malu mengungkap nya tunggu waktu yang tepat."


Sudah lama Herlan menunggu Deswey, dia pun keluar agar orangtua Deswey dan Mama nya dapat menjenguk Deswey.


Nyonya Heva dan Nyonya Geby masuk ke dalam sedangkan Tuan Herley berbicara dengan Herlan.


"Herlan saya ingin berbicara denganmu," ucap Tuan Herley.


"Baik..." ucap Herlan mengusap air matanya yang belum bersih dari air matanya.


"Herlan, saya menitipkan anak saya jadikan dia seutuhnya wanita, meskipun dia adalah satu-satunya anakku wanita namun saudara nya satunya malah ingin menjadi sepertinya kami mencegahnya Desyi Herley anak kedua saya yang sedang menempuh study nya, Deswey sangat berbeda dengan adiknya, maka dari itu kami menitipkan dia seutuhnya dan segera laksanakan pernikahan kalian, saya sangat berharap itu jika kamu tidak bertindak segera maka Deswey akan saya nikahkan dengan laki-laki yang tidak disukainya," ucap Tuan Herley.


"Baik Tuan Herley, kami akan mendiskusikan kembali pernikahan setelah Deswey sembuh total," ucap Herlan meyakinkan papa nya Deswey.


"Herlan, panggilah saya papa karena kamu sudah keluarga bagi kami," ucap Tuan Herley.


Keduanya pun berpelukan...


🍁💐💐💐🍁