
#Biasakan setelah membaca like dan comment ya terima kasih π€
Next.
Herlan terus menunggu dengan sabar kesadaran dari istrinya, bahkan semalaman Herlan tidak makan dan tidak mandi hingga mama nya sendiri yang datang menemui anaknya.
"Sayang, kita pulang dulu ya mandi, setelah itu kamu makan dan kita ke sini lagi, coba lihat anakmu, mereka semua anteng tidak bersuara hanya tersenyum walau ada wajah sedih di mata mereka," ucap nyonya Heva.
"Baik ma, aku akan pulang," ucap Herlan dengan pandangan kosong.
"Tuan Herley dan nyonya Geby, saya antar Herlan dulu ya, kabarkan jika Deswey sudah sadar," ucap Nyonya Heva.
"Baik nyonya Heva, tolong jaga kan Herlan agar dia bisa sehat pikirannya, walau ini berat bagi nya," ucap tuan Herley memeluk Herlan.
Herlan pun pergi bersama dengan mama nya. Yang lain menjaga Deswey di rumah sakit. Sedangkan Very bersama dengan istrinya di rumah.
Di kediaman mension tuan Herley.
"Sayang, kamu tidak ada yang terluka kan," tanya Desy pada suaminya.
"Tidak sayang, akan tetapi kasian lihat Herlan dia pasti terpukul Kak Deswey terbaring di rumah sakit," ucap Very.
"Iya sayang, aku mau nya menemui kak Deswey tapi papa sama tidak membolehkan, padahal aku sangat memperdulikan nya sayang," ucap Desy mengenang kakak nya.
"Kita menunggu kabar saja sayang, semoga saja papa dan mama memberi kabar bahwa Kakak sudah sadar," ucap Very.
"Aamiin, kalau begitu hayo sayang makan, mumpung anak-anak sedang istirahat," ucap Desy mengajak suaminya makan bersama.
Keduanya pun makan bersama menikmati kebersamaan mereka. Meskipun pikiran Desy ke Kak Deswey tapi suaminya juga butuh perhatian dari nya.
Di sisi lain.
Herlan pun membersihkan tubuh nya dan mengenang kebersamaan dengan istrinya m Hingga guyuran air itu membasahi seluruh tubuhnya tanpa di hiraukan oleh Herlan.
Hingga Herlan Teringat sebuah pesan dari istrinya kala itu.
"Sayang, jika suatu saat terjadi sesuatu di antara kita, kita harus kuat ya, jangan merana dan bersedih kita harus selalu kuat, ingat ada Jihan dan Joe yang haus kasih sayang kita, kamu mau berjanji kan sayang," ucap Deswey kala itu.
"Iya sayang aku berjanji," ucap Herlan kala itu.
Herlan pun tersadar tanpa sadar dia pun menyelesaikan mandi nya, meskipun keluar dari kamar mandi Herlan bersin karena dia cukup lama di guyur oleh air.
Saat Herlan telah selesai dia pun segera menemui mama nya dan pamit untuk ke rumah sakit. Namun, mama nya menghentikan langkah Herlan karena kondisi Herlan seperti sedang demam.
"Herlan, kenapa wajah mu tampak pucat begitu?" ucap nyonya Heva bertanya
"Aku baik-baik saja kok ma, aku mau menemui istri ku, kali ini aku akan memberi nya semangat, tadi aku sudah menemui si kembar dan mereka masih terlelap dalam tidurnya, boleh kan ma?" ucap Herlan bertanya.
"Baiklah, papa kamu menemani kamu ya, mama tidak mau kamu yang menyetir mobil sendirian,," ucap nyonya Heva.
"Siap ma," ucap Herlan menunggu di depan.
Nyonya Heva pun memanggil suaminya dan meminta antarkan Herlan. Tuan Arkana pun mengantarkan Herlan ke rumah sakit.
Di dalam perjalanan.
"Papa, boleh nggak aku bertanya?" ucap Herlan bertanya.
"Boleh kamu mau bertanya apa?" ucap tuan Arkana.
"Papa kok sangat penurut dengan mama, apakah papa sangat mencintai mama?" ucap Herlan kembali bertanya.
"Iya papa sangat mencintai mama kamu, papa yakin bisa melewati kehidupan ini bersama dengan mama kamu Herlan," ucap Tuan Arkana.
"Kok kamu berkata begitu Herlan," ucap Taun Arkana penasaran.
"Sebenarnya, Herlan anak pertama dari suami pertama mama, suami kedua papa selingkuh dan membawa anaknya, aku pun tidak tahu dimana keberadaan adik ku itu, karena tidak ada kabar, mama pun mengajukan gugatan cerai tanpa papa tiri di samping ku," ucap Herlan menceritakan.
"Terus papa Herlan kemana?" ucap tuan Arkana bertanya.
"Papa Herlan sudah lama meninggal dunia karena sakit yang sangat parah, sekitar 2 tahun mama baru bisa membuka dirinya, eeh ternyata papa yang baru hanya menginginkan harta mama sebelum harta itu menjadi milik papa tiri aku," ucap Herlan menceritakan.
"Mama mu sudah menceritakan semuanya pada papa, makanya papa menerima semua masa lalu mama kamu, lagian juga papa dan mama memiliki masa lalu masing-masing," ucap Tuan Arkana.
"Wah, papa luar biasa ya, bisa menerima kondisi mama ku, papa Arkana memang kakek pilihan si kembar," ucap Herlan tersenyum.
"Papa juga senang mendapatkan keluarga lengkap, bahwa tidak menyangka bahwa tuan Herley bagian keluarga ini, padahal dulu dengan tuan Herley saingan bisnis, sekarang jadi keluarga, memang takdir tidak biasa," ucap Tuan Arkana dan pas mereka sampai di rumah sakit.
Herlan pun turun dari mobil dan di temani oleh tuan Arkana.
"Mama dam Papa," teriak Herlan dari kejauahan.
"Syukurlah kamu sudah baikan, tapi kenapa wajah mu pucat Herlan," ucap nyonya Geby.
"Aku sehat kok ma," ucap Herlan yang tiba-tiba pingsan.
Tuan Herley dan tuan Arkana pun membawa Herlan ke ruangan kosong untuk di periksa oleh dokter. Sedangkan nyonya Geby di panggil dokter bahwasanya Deswey sudah sadar.
Nyonya Geby pun menemui Deswey di ruangan nya.
"Mama," ucap Deswey dengan suara masih lemah.
"Iya sayang, syukurlah kamu sudah sadar semalaman sayang," ucap mama Geby mencium kening anaknya.
"Yang lain pada kemana ma?" ucap Deswey bertanya.
"Ehm, suami kamu barusan pingsan seperti nya Herlan demam sayang," ucap mama Geby.
"Apa? hayo ma jenguk suami ku," ucap Deswey ingin menemui suaminya.
"Sayang, kata dokter tadi kamu tidak boleh banyak bergerak sayang, jadi kamu mantap di sini ya, mama telpon papa dulu,," ucap mama Geby.
Deswey pun mengangguk saja, karena keinginan nya hanya ingin bertemu suami dan anak-anaknya.
Tuan Herley pun memberi tahu bahwa Herlan butuh istirahat karena badan nya dalam kondisi lemah. Deswey yang mendengar hal itu pun sedih.
Tuan Herley yang mendengar Deswey sembuh pun meminta video call pada istrinya. Mereka pun melakukan video call. Selain menampilkan tuan Arkana dan juga Herlan yang terbaring sakit di ranjang pasien.
"Deswey jangan menangis sayang, suami kamu hanya butuh istirahat saja kok, nanti papa minta kalian berdua satu ruangan ya," ucap tuan Herley.
"Beneran ya pa, sekarang urusin," ucap Deswey meminta kepada papa nya.
"Baiklah papa akan ke ruangan admin, tuan Arkana tolong jaga kan Herlan ya," ucap tuan Herley pada tuan Arkana dan Deswey.
Deswey pun ikut mengangguk begitu juga dengan tuan Arkana.
πππ
Bersambung π₯Ί
Penasaran
Like dan comment dongππ€