
Sesampai di rumah....
Herlan menemui Deswey dengan berlari, mama Heva bingung melihat anaknya seperti itu dan berkata lirih " seumur-umur Herlan tidak pernah berlari kencang seperti itu hanya waktu dia masih kecil lincah seperti itu, oh ketempat tunangannya," ucap Mama Heva.
Herlan pun mengetok pintu dan duduk di hadapan Deswey dan berkata "apa yang bisa saya bantu Deswey untuk mu pertama kali kamu meminta pertolongan dengan ku?" ucap Herlan berbicara terengah-engah.
Deswey pun memberikan air putih yang langsung di ambil Herlan dan diminumnya "malam ini pukul 8 temani aku di pelelangan sebagai pasangan seperti yang kita jalani karena dengan demikian yang memantau saya akan tahu jika saya memiliki tunangan dan juga agar orang tua merasa lega kalau selama ini saya hidup bahagia terutama mama," ucap Deswey menjelaskan.
Herlan mengernyitkan alisnya dan berkata "kenapa kamu merasa di awasi dan juga kenapa kamu ada di pelelangan bukankah kamu hanya pengamen jalanan?" ucap Herlan penasaran.
"Sebenarnya aku mengamen hanya menyalurkan hobi nyanyi ku saja, kalau pun ada yang memberiku lumayan untuk hari-hari, terkait pelelangan saya memiliki komunitas tentang itu sehingga bisa masuk ke dalamnya, dan orang tua seperti yang saya katakan di awal saya melarikan diri karena menghindari pertunangan dengan seseorang yang tidak saya sukai, aaargh sudahlah lupakan intinya sekarang Herlan istirahatlah dulu masih memiliki waktu beberapa jam lagi kan dan terima kasih sudah membantu saya," ucap Deswey dengan senyuman manisnya.
Herlan menggangguk saja atas ucapan Deswey "baiklah saya akan pergi kalau begitu sampai ketemu nanti, saya harus tampil menawan karena pertama kali menjadi pendamping kamu di acara pelelangan" ucap Herlan berlalu pergi meninggalkan Deswey.
Deswey hanya tersenyum dengan tingkah Herlan "sejak kapan Thu cowok memiliki senyuman menawan begitu, aish ngapain pikiri dia, pokok nya malam ini harus bisa melewati nya dan semoga orang tua ku memberikan kebebasan pada ku," ucap Deswey dengan penuh percaya diri.
Malam pun tiba.
Keduanya sudah tampil sempurna, Herlan dengan tampilan jas hitam dengan setelan celana hitam sangat menawan. Begitupun dengan Deswey tampil sangat cantik dengan gaun biru panjang dengan high heels. Mereka berdua pun berpamitan dengan mama Heva. Satu sama lain belum bicara saat memasuki mobil, namun Herlan berbicara duluan.
"Deswey yang harus kamu lakukan disana, selain berperan sebagai tunangan saya, jadilah sosok seperti wanita anggun pada umumnya," ucap Herlan.
Deswey pun tertawa dan tersenyum saat Herlan menyatakan " hal itu sangatlah gampang saya bisa melakukannya bahkan diluar ekspektasi mu lihat saja aksi ku, dan kamu akan terpesona dengan mu Deswey,"
" Selain sebagai tunanganmu aku juga akan memberikan hal yang baik sebagai calon mantu papa mu, saya yakin bisa melakukan nya dengan sangat sempurna," ucap Herlan dengan penuh percaya diri.
"Iyaa kita harus jadi pasangan sempurna di mata orangtua karena mata-mata papaku banyak disana mereka pasti akan memberi laporan terkait tunanganku jadi sesuai dengan karakter mu yang arogan dan bijaksana," ucap Deswey menjelaskannya.
Herlan pun menghela nafas panjang dan bergumam dalam hatinya "kok hati ku jadi berdegup kencang begini ya, apakah hati ku mulai terbuka dengan Deswey? padahal aku benar-benar tidak suka dengan penampilan dan semuanya berbeda dengan kriteria yang aku inginkan, tapi mengapa justru wanita ini yang bisa menghancurkan bongkahan es di dalam hati ku?, argh jika dilihat olehnya pasti dia berpikir aku memikirkannya."
Deswey pun berpikir dalam diamnya "semoga saja papa dan mama tidak datang ke pelelangan itu walaupun kangen banget dengan mama, dia pasti sedih terus padahal aku selalu mengirim surat buatnya, tapi rindu bertemu itu paling melegakan."
Saat keduanya melamun dalam diamnya masing-masing, sopir Herlan pun memberi tahu bahwa mereka sudah sampai di pelelangan. Keduanya pun harus bersiap-siap, Herlan turun lebih dulu di susul Deswey dengan di gandeng Herlan. Herlan yang melakukan itu pun di sambut hangat oleh Deswey. Keduanya gugup bukan main karena itu pertama kali mereka bersentuhan. Keduanya menampakkan senyuman dan seolah-olah berbicara padahal saling berbisik saja.
"Sayang, kamu lihat arah jam 9 gaun biru panjang dengan rambut panjang indah menghiasi wajah cantiknya, itu lah anak kita di samping nya bisa jadi pacar atau tunangan bohongannya, kita kesana sebentar lagi," ucap papa Deswey kepada mama nya.
Mama Deswey terus memandangi anaknya dari kejauhan dari wajahnya terlihat sungguh merindukan anaknya bahkan ada buliran air mata yang hampir mengenai wajah cantiknya. Namun, suaminya segera menyeka air mata tersebut sehingga wajah cantik istrinya tidak dibasahi oleh air mata tersebut.
Deswey pun berbisik pada Herlan untuk pergi ke kamar mandi "Herlan saya mau ke kamar mandi sebentar yaa," ucap Deswey berbisik ke telinga Herlan.
"Mau ditemani nggak," ucap Herlan mengkhawatirkan nya.
Deswey pun tersenyum dan berkata "apa yang kamu khawatir kan sih, aku baik-baik saja kok," ucap Deswey.
Herlan pun mengangguk dan mempersilahkan nya ke kamar mandi. Dari ujung tempat duduk tersebut berdirilah mama Geby ibu dari Deswey. Mama Geby pun membuntuti anaknya dari belakang. Deswey sudah mengetahui bahwa mama nya mengikutinya sehingga dia sengaja mencari tempat aman untuk memeluk mama nya dengan erat.
Saat Deswey berdiri memandang dia mengetahui mama Geby dibelakangnya, dan sekitar dengan sigap mengambil tangan mamanya dan memeluknya dengan erat "mama maafin Deswey yaa, tidak menemani mama seperti biasanya, aku tidak suka ayah menjodohkan, laki-laki yang kalian lihat tadi itu adalah pertunangan ku, aku yang memintanya untuk tidak mengatakan tentang pertunangan kami sehingga tidak di ekspos. Apakah mama bisa memahami situasi sekarang?" ucap Deswey.
Tanpa banyak bicara mama Geby memeluk erat anak yang sudah sangat lama tidak dipeluknya biasanya tiap pulang pasti ada anaknya yang dia pulang manja dengan sikapnya, mama Geby pun berkata padanya "tunjukkan calon tunanganmu kepada papa dan mama, mama akan meyakinkan papa mu bahwa kamu memiliki pilihan sendiri sehingga papa mu tidak akan mendorong mu lagi," ucap Mama Geby mengusap rambut anaknya.
Deswey diperlakukan seperti itu benar-benar sangat bahagia dan berkata "hehe tenang saja mama ku tersayang, rambut yang selalu mama urus ini, aku rawat terus kok karena aku sayang mama," ucap Deswey tersenyum manja dengan mama nya.
Setelah usai berbicara keduanya pun kembali ke pasangan masing-masing. Herlan penasaran kenapa Deswey bisa lama di kamar mandi "Deswey kenapa lama di kamar mandi apakah ada yang mengganggu mu," ucap Herlan penasaran.
Deswey malah tersenyum dengan pertanyaan Herlan "tidak ada yang mengganggu, kalau pun ada yang mengganggu itu kamu (tersenyum sambil menutup mulut) tadi bertemu mama jadi kangen-kangenan deh," ucap Deswey senyum dengan sumringah.
Pelelangan tersebut berada di puncaknya...
Tiba-tiba ada yang menawarkan pohon langka kecil dengan harga $ 50 juta. Saat dilihat Herlan sosok yang dikenalnya......
Siapakah gerangan ??
Like and comment ya☺️