Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 100


Biasakan Like dan comment ya jika sudah membaca 🤭 terima kasih🤭


***


Olivia masih menikmati berenang nya, hingga pembicaraan Gery dan papa Olivia selesai.


"Gery, kamu temani istrimu di kolam sana, kalian pasti masih mau bersama," ucap papa Olivia.


"Iya pa terima kasih, aku ke kolam dulu menemui istriku," ucap Gery tersenyum.


"Segera buat cucu untuk papa ya," ucap papa Olivia pergi meninggalkan Gery yang hanya menjawab dengan senyuman.


Gery pun menuju kolam yang kala itu istrinya sudah memakai handuk dan duduk di dekat kolam sambil memakan cemilan yang tersedia, dia pun mendekati istrinya dan berkata.


"Sayang, malam ini jadi ya," ucap Gery bertanya pada istrinya.


"Jadi apaan sih? aku bad mood , gara-gara kamu membicarakan tentang mama, males semua aktivitas ku," ucap Olivia cemberut.


"Lah kok jadi aku sayang kena imbasnya, kan papa minta saran, sebagai anaknya aku mendengarkan dan kasih solusi dong, masa' aku diam," ucap Gery membela diri.


"Ih menyebalkan, cowok itu memang nggak peka ya, termasuk kamu nggak peka, males aku," ucap Olivia pergi meninggalkan suaminya.


Gery hanya menatap istrinya dari kejauhan, dan hanya bergumam


"Sungguh wanita selalu benar dimana pun, dan lelaki harus mengalah pada istrinya, ehm sepertinya sudah hukum alam deh dimana-mana?" gumam Gery menuju tempat istrinya menuju kamar.


Saat Gery sudah di depan kamar, pintu sudah di kunci, saat ini mereka berada di rumah papa nya Olivia. Gery terus membujuk istrinya, hingga terdengar orang jatuh dan Gery langsung berlari.


Olivia yang mendengar hal itu juga pun langsung membuka pintu dan mencari sumber jatuh tersebut.


Gery yang sudah datang duluan langsung mengangkat papa Olivia ke ranjang dan langsung menelpon dokter pribadi. Olivia yang melihat papa nya terkapar langsung memeluk dan menangis.


"Papa kenapa sayang? kenapa papa belum bangun juga?" ucap Olivia bertanya.


"Kayaknya papa dan mama kamu memang berjodoh, keduanya sama-sama sakit, kamu tunggu di sini ya sayang, aku nunggu dokter dulu," ucap Gery pergi keluar kamar.


Olivia yang melihat hal itu menangis saja tanpa suara dia pun berkata dengan posisi papa nya pingsan.


"Papa apakah kepikiran masalah mama sakit? atau hal apa maafin Olivia yang egois?" ucap Olivia yang mulai menangis.


Olivia terus saja menyalahkan dirinya, hingga dokter pun datang, dan Gery memegang istrinya.


Dokter pun memeriksa setelah selesai dokter mu mengatakan sesuatu.


"Seperti nya tuan banyak pikiran dan juga dia tidak meminum obat yang seperti biasanya," ucap dokter menjelaskan.


"Baik dokter, terima kasih sudah periksa papa ku," ucap Gery sambil mengantarkan dokter sampai ke teras rumah.


Sedangkan Olivia masih menangis dengan memeluk papa nya, dia merasa bersalah atas sikap egois nya terhadap papa nya.


"Papa bangun, Olivia janji ke depannya tidak berkata kasar sama papa, tapi papa ahrus janji bangun sekarang," Isak tangis Olivia memecahkan suara kamar tersebut.


Gery pun mendekap istrinya dan memeluknya dengan erat serta menghapus air mata di wajah istrinya.


"Sayang, aku yakin papa akan sembuh dan sadar kembali, kamu hanya perlu fokus mengubah sifat kamu lebih baik," ucap Gery sambil membelai rambut istrinya.


Gery pun kembali memeluk erat istrinya, Olivia berhenti menangis ya karena suaminya memberikan semangat buat dirinya. Hal ini makin menambah sayang Olivia pada suaminya.


Di tempat berbeda.


"KeparAT, aku tidak bisa membunuh tuan Herley, malah anak buah ku banyak terbunuh karena ulahnya, dan bisnis ku hancur lebur, kamu tunggu saja Herley akan ku pastikan kali ini keluarga mu jadi target ku berikut nya," ucap bos black white sambil membersihkan tubuhnya dari tembakan.


"Aku tak akan tinggal diam seperti ini saja, tunggu aku akan balas dendam pada kalian Herley," teriak bos black white tersebut.


Di tempat lainnya.


"Sayang, aku mau kuliah, kamu kerja terus yang jaga si kembar siapa?" ucap Desy bertanya.


"Kan ada papa sayang," ucap tuan Herley.


"Ehm seperti nya harus ada baby sister deh ma, sekaligus papa dan mama kan bisa memantau kalau begitu," ucap Desy pada papa nya


"Ya sudah tenang saja, kan sudah ada yang bisa jadi baby sister yaitu Bik Ida," ucap tuan Herley.


"Tapi kan Bik Ida tugasnya membersihkan rumah dan bersih-bersih kebun papa," ucap Desy.


"Itu urusan papa sayang, karena kalian sudah memilih tinggal di sini, berarti tanggung jawab ini adalah papa, kamu pergi saja kuliah sana," ucap tuan Herley.


"Baiklah, tolong jaga si kembar ya bik Ida," ucap Desy melambaikan tangan pada anaknya.


Tuan Herley hanya menatap anaknya dari kejauhan dan tersenyum dengan tingkahnya. Desy di antar oleh sopir sebab suaminya sudah berangkat lebih dulu sehingga Desy di antar oleh sopirnya.


Desy pun tiba di kampusnya, dia melakukan aktivitas seperti biasanya. Banyak hal yang dilakukan nya bahkan Desy masih bisa tetap fokus pada pembelajaran perkuliahan nya. Hingga para teman-teman nya iri pada Desy.


Perkuliahan pun usai, teman-temannya mengajak Desy untuk makan bersama Desy mengiyakan saja karena sudah lama tidak berkumpul dengan teman-temannya.


Banyak hal yang di bicarakan seputaran menikah muda, karena cerita Desy teman-temannya yang mendengar rasanya ingin juga segera menikah.


Akan tetapi tidak banyak lelaki seperti Very, bahkan mereka pikir keluarga Desy termasuk orang tua yang tidak pemilih dalam memilih menantu. Hingga Desy merasakan sakit di pay*daranya.


"Teman-teman, aku izin pulang dulu ya pay* dara ku berdenyut, sepertinya si kembar kelaparan, lain kali aku yang traktir ya," ucap Desy melambaikan tangan dan pas banget sopirnya papa sudah menjemputnya.


"Salut banget ya dengan keluarganya Desy, mereka tidak memilih mantu, lah orang tua gue banyak banget kriteria, setiap punya pacar pasti tidak di setujui oleh mereka, buat kesal," ucap Nia teman Desy yang tomboy.


"Nah apa lagi gue? cuma bolong satu kriteria nggak bisa jadi calon mantu, mau kawin lari tapi takut dosa, restu orang tua penting kalau menikah," ucap Lia mendengus kesal.


Mereka pun melanjutkan makannya dengan bercakap-cakap. Sedangkan Desy sudah tiba di rumah dan langsung mencari si kembar.


"Oh anak ku sayang, maaf ya mama datang telat," ucap Desy mencium anak-anaknya setelah mencuci tangan.


"Baik Ida, aku sudah kembali, terima kasih ya Bik Ida," ucap Desy.


"Sama-sama nona, saya permisi melanjutkan tugas kembali," ucap Baik Ida pamit keluar kamar.


Desy pun menyusui anak-anaknya, dan benar dugaan Desy si kembar sedang kelaparan.


🍁🍁🍁


like dan comment ya😘