
Nyonya Geby dan Tuan Herley menggelangkan saja kepala mereka. Sementara pembicaraan itu terputus karena Tuan Herley mendapatkan panggilan telpon.
"Sayang ini telpon dari anak buahmu," ucap Nyonya Geby memberikan ponsel suaminya.
"Terima kasih sayang," ucap Tuan Herley menerima ponsel tersebut.
"Yaa Hallo, bagaimana?" ucap Tuan Herley.
"Begini Tuan....(berbicara panjang lebar)" ucap anak buahnya.
"Baiklah kalau begitu laksanakan rencana B, jika berhasil atau gagal hubungi saya selanjutnya," ucap Tuan Herley.
"Baik Tuan, laksanakan," ucap anak buahnya.
Pembicaraan pun berlanjut.
Very hanya terdiam saat Desy memegang lengannya sangat erat dan berbisik ke telinga nya Very. Karena Very tinggi dia pun menundukkan badannya agar Desy berbicara.
"Kalau papa bilang bertanya kamu mencintaiku atau tidak jawab saja kamu mencintaiku kalau tidak aku akan membencimu seumur hidupku," ucap Desy dengan lirih.
Very pun kembali berdiri dengan benar. Very tidak terbiasa berbohong apa lagi kepada Tuan Herley yang dihormatinya.
"Bagaimana Very tanggapanmu atas pertanyaan putriku?," Ucap Tuan Herley sambil mengambil posisi duduk di atas kasur dibantu oleh istrinya.
"Ehmm, tanggapan seperti apa Tuan Herley?" Ucap Very memberanikan bertanya meskipun dia paham maksud Tuan Herley.
"Apakah kamu mencintai putriku dan siap menjadi suaminya?" Ucap Tuan Herley menatap Very.
Very yang ditatap seperti itu hanya terdiam dan bingung menjawabnya.
"Saya akan berusaha mencintai putri Tuan Herley dan akan berusaha menjadi suami yang baik baginya di kala suka dan duka," ucap Very menjawab.
"Hahahah, baiklah meskipun saya tahu kamu tidak mencintai putri ku, tapi karena kamu akan berusaha mencintainya. Maka, saya akan mempercepat pernikahan kalian berdua," ucap Tuan Herley bahagia.
"Apaaa?" Jawab Desy terkejut.
"Tuan Herley, maaf apakah tidak bisa ditunda beberapa bulan?" Ucap Very menyanggah.
"Saya hanya memiliki waktu tenang selama 2 Minggu ke depan, jadi saya berharap anak-anak saya ada yang menjaga nya terutama Desy," ucap Tuan Herley.
"Iyaa benar, jadi pernikahan kalian akan dilangsungkan selama 1 Minggu lagi, kami berdua baru membicarakan ini karena suatu hal mendesak, papa dan mama berharap Desy dapat menemukan laki-laki baik yang bisa menjaga Desy seperti kami menjaga putri kami," ucap Nyonya Geby berbicara dengan Very.
"Jadi tugas aku dengan suamiku apa ma, dalam pelaksanaan pernikahan Desy," ucap Deswey bertanya.
"Untuk masalah pernikahan mama sudah menyerahkan dengan Nyonya Heva, jadi kalian hanya perlu datang kesana dan langsung bertanya dengan Nyonya Heva yaa," ucap Nyonya Geby.
"Baik Ma," ucap Deswey.
"Waah, akan ada pengantin baru nie," ucap Herlan.
"Iih apaan sih Herlan?" Ucap Very.
"Ma, aku mau bicara dengan Very dulu yaa," ucap Desy menarik tangan Very.
"Permisi semuanya," ucap Very.
Very dan Desy pun keluar dari ruangan tersebut. Entah di ajak kemana Very oleh Desy. Very makin bingung saat menaiki lift.
"Desy, kita mau kemana?" Ucap Very.
"Kita ke rooftop rumah sakit, aku mau bicara serius dengan kamu Very," ucap Desy berbicara serius.
(ilustrasi)
Desy memeluk Very.
"Very please jangan mengomel dulu, aku mau sebentar saja posisi seperti ini," ucap Desy.
Very hanya terdiam saja, entah kenapa ketika Desy yang meminta dia tidak berani membantah? Padahal dia baru saja mengenal Desy sejak pernikahan Herlan dan Deswey beberapa hari yang lalu.
Very pun mencoba memegang rambut panjangnya Desy dengan perlahan dan lembut. Desy semakin erat memeluk Very atas perlakuannya.
Desy pun melepas pelukannya dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Very bisa kah kita bicara serius sekarang," ucap Desy.
"Ehm bisa," ucap Very.
"Terima kasih kamu sudah membantu ku, meskipun aku tahu kamu tidak mencintai ku, saat kamu bilang ke papa akan berusaha mencintaiku di saat itu seperti ada secercah cahaya yang mulai aku percayai dengan wajah bernama laki-laki," ucap Desy.
"Kenapa kamu berkata seperti itu Desy?" ucap Very memandang Desy.
"Apakah kamu siap mendengarnya dan tidak akan mencemooh ku atas kebodohanku," ucap Desy.
"Tidak akan, aku tidak akan mengatakan seperti itu," ucap Very.
"Waktu itu aku beranjak usia 15 tahun kala itu dimana masa pubertas seorang wanita, aku mengenal cinta untuk pertama kalinya, aku benar-benar mencintainya melebihi apapun, bahkan Kak Deswey mengatakan keburukan tentang laki-laki itu selalu ku abaikan, hingga suatu saat," ucap Desy menangis.
"Kalau kamu tidak kuat menceritakan nya, maka tidak perlu kamu ceritakan Desy," ucap Very.
"Suatu saat aku di ajaknya belajar ke rumah dengan polosnya aku menuruti saja, awalnya dia hanya menyentuh tangan ku lalu dia mencium pipi ku, aku selalu menepisnya dan dia katakan kalau dia hanya ingin menciumku saja hari itu hanya sampai di situ saja, di hari berikutnya kami kembali belajar bersama dia pun melakukan hal yang sama hanya menambah mencium bi*** ku, aku terkejut marah dan sempat menampar dia, kami pun putus," ucap Desy menangis.
"Terus apakah kamu mengatakan kepada Kak Deswey," ucap Very.
"Yaa aku ceritakan semua dengan Kak Deswey, bener saja Kak Deswey pun menghajar laki-laki itu hingga mukanya tidak berbentuk dan Kak Deswey sempat masuk kantor polisi dibebaskan karena masih di bawah umur," ucap Desy bercerita sambil menangis.
"Setelah tahun kelam itu berlalu, Kak Deswey meminta ku untuk mengubah penampilanku, aku mengatakan untuk apa menyimpan kecantikan, aku ingin menampilkannya, aku terus saja berdebat hal itu dengan Kak Deswey, hingga sesuatu pun kembali terjadi kepada ku," ucap Desy tak kuat menceritakan nya.
"Kamu masih sanggup untuk menceritakan Desy," ucap Very.
"Terjadi lagi untuk kedua kalinya, saat aku selesai ujian nasional, kami merayakan pesta di sebuah resort disanalah kami bersenang-senang, Kak Deswey selalu mengingatkan ku untuk tidak meminum sembarang, hingga aku meminum sesuatu yang tidak seharusnya ku minum, aku pun ke kamar mandi karena kepala ku terasa pusing, hingga ada seseorang yang memapah ku masuk ke sebuah kamar, saat itu aku tidak mengingat apapun namun samar-samar aku melihat Kak Deswey berkelahi dan dibantu oleh para pengawal papa, saat sadar dan sampai di rumah tubuhku di siram oleh Kak Deswey dengan air keran," ucap Desy menceritakan.
" Terus Desy," ucap Very penasaran.
"Kak Deswey pun menceritakan bahwa dirinya hampir saja di per**** oleh teman sebaya nya. Namun, Kak Deswey ternyata sudah mengamati ku sejak aku ke pesta," ucap Desy menceritakan sambil menangis.
"Jadi apakah sejak itu kamu berpenampilan culun dan menuruti semua permintaan Kak Deswey?" Ucap Very.
"Benar sekali Very, Kak Deswey sangat berjasa dalam hidupku, meskipun dia sibuk, dia selalu melihatku di kamar seolah-olah aku aman disana, maka dari itu aku bertekad untuk tidak mendekati laki-laki manapun dan hanya berfokus belajar sempat saat itu terpikir mau menjadi seperti Kak Deswey, tapi tidak diperbolehkan, aku pun menurut saja, bagaimana tanggapan mu atas ceritaku," ucap Desy.
"Setiap orang memiliki masa lalu Nona Desy, jadi kita berdua hanya mendukung satu sama lain tidak memandang sesuatu dengan kekurangannya, dan apakah kamu siap menerima dengan lelaki seperti saya tidak memiliki harta apapun?" ucap Very menatap Desy.
"Saya akan menerimanya," ucap Desy memegang tangan Very di atas meja.
Keduanya menatapa sore itu dengan senyuman terindah mereka.
🍁💐💐💐🍁