
Deswey dan Herlan menikmati kebersamaan mereka makan bersama di luar rumah. Herlan tiada hentinya memandang istrinya. Deswey salah tingkah atas sikap istrinya tersebut.
"Kamu, kenapa melihatku begitu? apakah ada yang salah di muka ku?" ucap Deswey memeriksa wajahnya dengan ponsel.
"Cantik, kamu cantik dengan apapun yang kamu kenakan," ucap Herlan masih memandang istrinya.
Deswey tersenyum dengan sikap suaminya yang tak biasa, Deswey mendiamkan saja suaminya yang masih memandangnya. Deswey terus meneruskan makannya sedang Herlan masih memandang istrinya, hingga dia tidak menyadari istri tidak ada lagi di meja makan tersebut. Malah ada tulisan di meja makan tersebut.
..."Suamiku, aku ke toilet sebentar yaa, kamu makanlah sebelum kita pulang," ucap Deswey pada pesan tersebut....
Herlan hanya tersenyum melihat tingkah unik istrinya.
"Ya ampun, kayaknya aku berkali-kali jatuh cinta pada istriku sendiri, tapi sayangnya aku gengsi mengungkapkan nya, ehm dasar Herlan," gumam Herlan dalam hati sambil menyantap makanan yang berada di depannya.
Di toilet wanita.
"Ehh, kalau kerja itu yang benar dasar manusia rendahan," ucap Olivia dengan kasarnya.
"Maaf Mba kita tidak sengaja menabrak anda," ucap pelayan tersebut.
"Apa, mba?? Hey, panggil gue nona Olivia, enak saja elo bilang minta maaf, dimana manager kalian," ucap Olivia dengan amarahnya yang tinggi.
Manager pun datang dan menghampiri pegawainya.
"Ada apa Nona teriak di tempat ini?" ucap manager resto tersebut.
"Pelayan anda sudah sengaja menumpahkan minuman ke saya, dan juga dia salah mengambil minuman yang saya suka," ucap Olivia dengan geram.
"Seperti nya pegawai kami tidak salah nona, karena yang lain mengatakan yang sama tentang pesanan anda, dan terkait pakaian anda yang terkena minuman tersebut, saya yakin pegawai saya tidak sengaja," ucap manager resto tersebut membela pegawainya.
"Hahahaha, restoran ini akan segera tutup karena perlakuan terhadap customer nya tidak baik, saya beri bintang satu," ucap Olivia mengancam.
"Silahkan lakukan yang nona lakukan, pegawai saya sudah minta maaf, bahkan sudah duduk bersimpuh dari tadi, ini nama nya pelecehan terhadap pegawai saya," ucap manager nya balik mengancam.
Deswey yang sudah selesai dari toilet tadi mengamati semua jalur cerita dan bertanya pada sekitar tentang kebenaran hal tersebut.
"Tunggu, bukankah dia mantan suamiku yaa, Olivia, sepertinya keren nie, jika aku ikut campur, dilihat dari beberapa orang disini sudah merekam kejadian ini," ucap Deswey bertepuk tangan dan dilihat semua orang.
"Hai Olivia, kamu berbuat apa lagi dengan pegawai ini?" ucap Deswey tersenyum.
"Hei Deswey, kamu tidak ada urusan dalam hal ini, jadi jangan ikut campur," teriak Olivia dengan mata terbelalak.
"Pak manager suruh pelayan anda berdiri deh, ngapain dia bersimpuh minta maaf kan, itu sudah cukup meminta maaf dengan tulus, hayoo berdiri lah," ucap Deswey kepada manager dan pegawai nya.
"Stop siapa suruh kamu berdiri? masih posisi tadi," teriak Olivia.
"Hei Olivia, elo siapa beraninya menyuruh orang bersumpuh di kaki elo, elo sadar nggak karena kelakuan elo, keluarga besar elo akan tahu kelakuan elo nggak etika sama orang," ucap Deswey mendekati telinga Olivia.
"Berdiri lah mba, biar saya yang urus," ucap Deswey sambil memegang tangan pegawai yang bersimpuh tersebut.
"Lah dia bersalah, kenapa juga gue tidak mempunyai hak untuk membela? lagian elo baru datang ikut campur saja urusan orang," teriak Olivia tangan kanannya ingin menampar.
Deswey pun menangkisnya dan berkata ;
"Ingat yaa Olivia, kamu baru bertemu kembali dengan keluarga kandung mu, jangan membuat Gerald sekeluarga malu karena perbuatan mu," ucap Deswey dengan tersenyum.
"Kamu lihat saja Deswey, aku akan membuat perhitungan dengan mu," teriak Olivia mengancam dan pergi begitu aja dari tempat itu.
"Terima kasih nona Deswey sudah membantuku," ucap pegawai tersebut.
"Iya sama-sama," ucap Deswey tersenyum sambil membersihkan rambut pegawai tersebut dari beberapa sampah.
"Terima kasih nona Deswey, tapi tunggu seperti nya saya mengenal anda," ucap manager tersebut.
Herlan pun datang dan memanggil istrinya.
"Istriku disini, kenapa ramai banget sayang?" ucap Herlan memandang istrinya.
"Nggak ada kok suamiku, tadi lagi ada serangga saja disini," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Herlan, ini gue Zean Putra, elo ingat gue nggak," ucap Zean menepuk pundak Herlan.
"Wah ingat lah, sudah lama tidak bertemu, elo kerja di sini yaa, dan Zean kenalkan ini istriku gue Deswey Herley," ucap Herlan memperkenalkan istrinya.
"Istri elo keren deh, membela pegawai gue," ucap Zean mengatakan kekaguman pada Deswey.
"Memangnya istriku melakukan apa hingga kamu terkagum begitu? ingatlah ini istri gue, nggak ad hak elo jatuh cinta sama istri gue," ucap Herlan mempertegas.
"Hayoo kita duduk di ruangan gue," ucap Zean mengajak.
"Bagaimana sayang, bolehkah?" ucap Herlan bertanya.
"Boleh suamiku, tapi aku ambil tas ku dulu," ucap Deswey.
"Ini tas mu aku pakai," ucap Herlan memperlihatkan nya.
Herlan dan pun mengandeng tangan istrinya, karena dia ingin mengatakan pada dunia bahwa Deswey adalah istrinya.
Sampailah mereka di ruangan Zean, keduanya berbicara satu sama lain, sedangkan Deswey sibuk membaca buku yang ada di ruangan Zean.
"Ohya seperti nya kamu memang beruntung yaa memiliki istri tangguh seperti Deswey," ucap Zean pada Herlan.
"Iya Zean, aku sangat mencintai istriku, tapi aku malu mengungkapkannya, dia wanita sempurna yang di kirim Tuhan buatku," ucap Herlan memandang istrinya yang tengah membaca.
"Ohya terima kasih yaa berkat istrimu, permasalahan tadi terselesaikan, tapi video tersebut sudah jadi viral karena ada customer lain yang merekamnya dan mengirim ke sosial media, kamu lihat saja isi video tersebut," ucap Zean menunjukkan ke ponselnya.
Herlan terkejut dengan semua yang terjadi, istrinya berdebat dengan mantan pacarnya.
"Kurang ajar Olivia ingin menampar istriku, dasar wanita tak tahu malu," gumam Herlan dalam hati.
Herlan terus saja mengumpat dalam hatinya sambil memandang istrinya. Setelah beberapa menit pun selesai, mereka berbicara hanya sebentar saja.
"Terima kasih yaa Herlan, nanti kamu ajak istrimu yaa datang ke pertunangan 3 bulan lagi," ucap Zean.
"Heheh, kami duluan ada acara nanti, adik ipar ku mau menikah dengan Very, kamu ingatkan nah Very akan menikah dengan adik ipar ku, adiknya Deswey bulan ini," ucap Herlan tersenyum.
"Oke deh kalau begitu, nanti kita saling memberi kabar saja kalau begitu yaa," ucap Zean.
Herlan pun pergi meninggalkan restoran tersebut, dia pun mengandeng istrinya. Deswey hanya tersenyum dengan sikap lembut suaminya.
Sesampainya di mobil keduanya terdiam, namun yang memulai obrolan Herlan.
"Istriku biar aku saja yang mengemudi ya, kamu lelah seperti nya," ucap Herlan tersenyum.
"Benarkah, tidak apa-apa aku istirahat tidur nie," ucap Deswey senang.
Cup.... (ciuman pun melayang ke pipi Herlan)
Deswey pun langsung pindah ke belakang dan tertidur dengan langsung menutup matanya.
"Terima kasih suamiku, nanti banguni kalau udah sampai rumah," ucap Deswey.
Pipinya Herlan pun langsung memerah ketika di cium oleh istrinya.
"Ya ampun, istriku suka tiba-tiba kalau mencium, aduh jantung ku nggak beraturan," ucap Herlan tersenyum malu.
Herlan pun mengemudi dengan penuh semangat, seolah-olah kupu-kupu mengelilingi kepalanya.
🌼🌼🌼🌼🌼
Nantikan episode ketika Herlan bucin dengan istrinya ðŸ¤