
Herlan dan Deswey bersiap untuk pulang di pagi hari nya. Akan tetapi sebelum mereka kembali ke rumah, sarapan sudah di siapkan oleh tuan Herley yang di antar langsung oleh anak buahnya.
Karena tuan Herley lebih percaya orangnya daripada menyuruh delivery. Herlan dan Deswey pun sarapan pagi. Herlan dan Deswey sama-sama belum mandi akan tetapi sarapan mereka selesaikan lebih cepat.
"Sayang, boleh nggak kita sehari lagi berada di hotel, aku sangat merindukanmu," ucap Herlan manja dengan istrinya.
"Hehe, boleh saja sih suamiku, akan tetapi aku masih ada meeting online gimana?" ucap Deswey menjawab.
"Izin dulu sayang, demi suami mu, kamu tega banget dengan suami mu yang sangat rindu kamu," ucap Herlan manyun.
"Hihi bercanda sayang, kalau kamu ada agenda nggak," ucap Deswey bertanya balik.
"Aku menyuruh Very lembur khusus hari ini, dan aku sudah izin dengan orang tua kita agar mereka tidak khawatir bahwa kita akan pulang besok pagi," ucap Herlan pada istrinya.
"Emangnya kita mau ngapain suamiku," ucap Deswey pada suaminya.
Herlan pun memberikan foto catatan keinginan istrinya ketika menikah.
"Kok kamu bisa tahu keinginan yang tertulis di buku diary ku sayang, pasti Desy kasih tahu ya," ucap Deswey kepo.
"Nyonya Geby yang memberi tahunya, karena aku ingin tahu lebih banyak tentang istriku, jadi pilihan tepat aku bertanya ya sama ibu mu dong," ucap Herlan.
"Iya suamiku jika aku sudah menikah mau melakukan semua tulisan ini dengan suami yang ku cintai," ucap Deswey tersenyum.
"Kalau begitu apakah istriku yang cuek ini sudah mencintaiku?" ucap Herlan bertanya dan penasaran atas jawaban istrinya.
"Ehm apa yaa? di jawab apa nggak yaa?" ucap Deswey bercanda dengan suami nya.
"Ih jawab istriku," ucap Herlan menggelitik istrinya.
"Iya aku mencintaimu Herlan, sangat mencintai mu dan mempercayai mu," ucap Deswey memegang leher suaminya dilingkar ke leher suaminya.
Herlan pun mencium istrinya secara perlahan, Herlan mencium istrinya dari kening hingga sampai ke bibir di lakukan nya berulang kali, perlahan dilepas Herlan tautannya agar istrinya bisa bernafas.
Deswey setelah bernafas beberapa menit membalas ciuman suaminya, keduanya pun beradu lidah satu sama lain. Seperti adu domba (heheh bukan-bukan).
Keduanya pun larut dalam asmara yang sudah lama mereka rasakan, hingga Deswey memberi kode pada suaminya bahwa dia menginginkan nya.
Herlan pun menggendong istrinya ke kamar secara perlahan, Herlan memperlakukan istrinya dengan sangat lembut. Hingga Deswey benar-benar merasakan puncak kebahagiaan tertinggi.
Deswey merasakan cinta di antara mereka sudah menyatu, karena bagi Deswey tidaklah mudah menjaga mahkota berharga nya hingga suami nya lah yang menjamah nya.
Deswey dan Herlan merasakan surga dunia, hingga berkali-kali mereka lakukan, karena sejak pernikahan mereka selama 6 bulan mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri.
Sehingga bagi keduanya itu hal yang pertama yang mereka lakukan dan itu pun karena cinta bukan karena kontrak. Kebahagiaan menyelimuti keduanya, hingga dering ponsel yang di letakkan di atas meja tamu tidak terdengar sama sekali.
Keduanya sungguh merasakan surga dunia, dunia hanya milik mereka berdua. Herlan dan Deswey tersenyum dan tertawa bareng bahkan mereka berpelukan setelah melakukan dan kembali tertidur.
Di tempat berbeda.
Desy sibuk menghubungi Deswey karena dia rindu dengan kakaknya. Hingga pesan datang dari Very. Desy pun menelpon Very.
📞"Kamu lagi cari kakak mu Deswey ya sayang, kayaknya mereka berdua sedang honeymoon , kan kamu tahu sendiri mereka belum pernah melakukan nya sejak 6 bulan pernikahan mereka, karena seharian aku harus berada di kantor sebab Herlan nggak bakal datang," ucap Very menjelaskan panjang lebar ke calon istrinya.
📞"Oh begitu yaa sayang, emang nya dalam pernikahan itu honeymoon itu penting ya dalam pernikahan, karena teman-teman ku selalu ngobrol hak itu jika menikah, emang ada hal begitu ya Very," ucap Desy dengan polosnya.
📞"Ya ampun Desy, kamu nggak tahu tentang honeymoon ya, begini saja lebih baik kamu tanya dengan mama mu ya, aku nggak bisa jelasi hal itu, karena kita belum menikah, jadi tanya dengan mama saja ya sayang, boleh kan aku tutup telponnya karena sibuk banget sayang," ucap Very jawab panjang lebar
📞"Oke suamiku, nanti aku tanya-tanya sama tentang hal itu, makasih ya suami ku, selama bekerja, muah," ucap Desy pada Very.
Panggilan pun terputus.
Desy pun menemui mama nya yang sedang duduk santai di depan kolam, hari ini Desy tidak memiliki kelas makanya dia lebih memilih tinggal di rumah.
"Ma, aku mau nanya boleh," ucap Desy duduk di samping mama nya.
"Boleh sayang, tumben teriak-teriak nanya sesuatu hal, bukannya anak mama suka baca buku," ucap nyonya Geby.
"Tadi Very nyuruh aku nanya langsung sama mama, nah mumpung mama di depan mata aku, jadi aku nanya mama saja deh," ucap Desy mulai percakapan.
"Hal apa yang ingin kamu tanyakan dengan mama?," ucap nyonya Geby mengambil teh nya dan ingin diminumnya.
"Ma, kak Deswey sama Kakak ipar kan kata Very honeymoon, nah aku tanya sama Very apa itu honeymoon? kata Very tanya sama mama saja, masa' aku nggak tahu apa itu honeymoon," ucap Desy bertanya dengan polosnya.
"Uhuk... uhuk..." mama batuk.
" Mama kenapa batuk ya, nanti Desy ambilkan air putih ya," ucap Desy langsung loncat mengambil air putih di dapur.
"Desy tidak tahu tentang hal itu, ya ampun itu anak lebih polos dari kakaknya," gumam nyonya Geby.
Desy pun langsung memberikan minuman kepada mama nya.
"Okey mama jelaskan yaa sayang, anggap saja ini ilmu pernikahan buat kamu," ucap Nyonya Geby pada anaknya.
"Memangnya pernikahan itu harus ada ilmu nya ya ma, Desy selama ini berpikir ya, agar tidak melakukan hal-hal aneh yang membuat keluarga malu ya jadi tak perlu lama pacaran, makanya Desy berpikir menikah segera ma," ucap Desy dengan polosnya.
"Jadi kamu menikah dengan alasan agar tidak melakukan hal-hal yang memalukan keluarga," ucap nyonya Geby terheran dengan Desy.
"Jadi kamu memang tidak tahu yang akan terjadi setelah menikah ya sayang, atau kamu juga tidak tahu hal dan kewajiban suami istri," ucap nyonya Geby bertanya pada anaknya.
"Hehe, Desy kan menikah muda ma, terus nggak sempat baca buku tentang pernikahan, jadi lebih baik mama beritahu dan kasih buku nya bila ada," ucap Desy tersenyum malu pada mama nya.
"Baiklah sayang, mama akan beri tahu dan kamu ambil buku di perpustakaan mama ya," ucap nyonya Geby.
"Oke siap ma," ucap Desy.
Desy pun memperhatikan setiap perkataan mama nya dengan teliti, bahkan terkadang ada pertanyaan yang terus berada di pikirannya. Hingga nyonya Geby mengajak anaknya ke perpustakaan nya dan memberi buku kepada anaknya untuk dibaca dan dipelajari.
Desy pun mengambil buku tersebut, dan meminta izin untuk membaca buku tersebut agar dia memiliki ilmu tentang pernikahan.
🍁🍁🍁🍁🍁