Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 78


Herlan pun kembali beraktifitas seperti biasanya. Herlan kembali memimpin perusahaan seperti biasanya, begitupun dengan Deswey yang fokus dengan pekerjaannya.


Akan tetapi saat Deswey sedang fokus dering ponselnya berbunyi terus menerus, akan tetapi Deswey tidak mengangkatnya sama sekali.


Ternyata di Mension tuan Herley dan nyonya Geby sedang dia serang oleh Black white sehingga orang tua nya menghubungi anak-anaknya untuk berhati-hati, Tuan Herley dan nyonya Geby pun hanya mengirim pesan suara.


Keduanya bersembunyi di bawah tanah, tempat persembunyian tersebut tidak ada satu pun yang mengetahui nya, sedangkan para pelayannya sudah di siapkan gudang bawah tanah lainnya.


Bahkan, gudang tanah tersebut sudah menyetok beberapa bahan makanan untuk satu bulan, sehingga jika berada di sana semua aman.


[Kemana sih Deswey dan Desy? kenapa mereka tidak mengangkat telpon ku di saat penting begini] ucap tuan Herley.


[Sudahlah pa mungkin anak kita sibuk, doakan saja mereka segera mengetahui nya] ucap nyonya Geby menenangkan suaminya.


Para geng Black white pun membakar rumah tersebut, untung semua barang yang penting di rumah tersebut sudah di pindahkan sedangkan jarak kebakaran rumah mereka dengan rumah bawah tanah mereka cukup berjauhan.


Tuan Herley dan nyonya Geby pun mendengar suara ledakan tersebut, pelayan mereka yang berada di rumah sebelah nya pun ada yang meringis bersedih.


Meskipun nyonya Geby tidak menangis, akan tetapi rumah tersebut adalah kenangan bersama dengan anak-anaknya. Tuan Herley pun memakai HT untuk menghubungi salah satu keamanannya.


"Bagaimana Ater apakah semuanya aman di sana? apakah ada yang sakit di sana?" ucap tuan Herley khawatir dengan para pelayannya.


"Semuanya aman tuan Herley, mereka sudah makan seperti biasanya, akan tetapi tuan Herley apa yang harus kita lakukan ke depannya?" ucap Ater bertanya.


"Sementara ini, kalian menetap di sana dulu ya, ponsel kalian tidak bisa digunakan, jadi hanya bisa menonton tv yang ada saja dan pisahkan tempat tidur wanita dan laki-laki," ucap Tuan Herley.


"Baik Tuan Herley, akan saya laporkan kepada mereka, tapi perkiraan berapa hari kita bertahan di sini tuan Herley ada yang bertanya," ucap Ater.


"Ehm jika ada yang mau pulang dari rumah bawah tanah ini, kami harus menutup mata mereka seperti mereka pertama datang tadi, karena ini semua demi kemajuan kita, jadi setelah 3 hari sepertinya bisa," ucap tuan Herley.


"Baik tuan, akan saya sampaikan dengan yang lainnya," ucap Ater mematikan HT nya.


Ater pun diskusi dengan para pelayan dan petugas keamanan di sana, mereka lebih memilih bertahan di gudang bawah tanah, karena di sini lebih aman, dan lagian juga keluarga dari pelayan tuan Herley sudah di tanggung setiap tahunnya, sehingga bagi mereka pengobatan selama bersama keluarga tuan Herley adalah impian semua orang.


Tuan Herley terkenal bukan hanya seorang ketua mafia terbesar di Paris akan tetapi lebih dari itu, bahkan para petinggi politik mengajak tuan Herley ketika meminta bantuannya, karena pasukan tuan Herley berada dimana-mana, hanya saja tuan Herley tidak mau menyusahkan anak didiknya.


Tuan Herley memiliki anak didik yang banyak tersebar di seluruh dunia, jika wartawan tahu akan hal itu, maka para anak didiknya akan mencarinya. Tuan Herley sengaja menghindari pertempuran kembali, karena dia ingin aman bersama istrinya tercinta.


Nyonya Geby pun terlelap dalam pelukan tuan Herley, nyonya Geby cukup lelah memindah kan barang penting lainnya, semoga Desy dan Deswey tidak khawatir dengan kondisi kedua orangtuanya.


Begitupun dengan para pelayan mereka pun tertidur pulas dengan beberapa kamar yang sudah di sediakan di lengkapi dengan kunci ruangan wanita dan lelaki terpisah, masing-masing memiliki keamanannya.


Meskipun pelayan tersebut di usir, akan tetapi mereka menerima karena semua itu sudah dilakukan perjanjian ketika bekerja disana, sehingga harus menerima konsenkuensi nya


Sore pun menjelang. Deswey pun membuka ponselnya akan tetapi dering ponselnya lebih dulu saat dia ingin melihat pesan dari papa nya.


Dari suara tersebut terdengar jelas bahwa adiknya tengah menangis.


📞"Desy, coba ceritakan ada apa?" ucap Deswey bertanya penasaran.


📞"Apakah dari tadi kak Deswey tidak memegang ponsel?" ucap Desy sambil menangis.


📞"Tunggu sebentar, kakak dengar pesan suara dari papa dulu," ucap Deswey terkejut papa dan mama mereka dalam bencana.


📞"Kak tolong jelaskan, maksud papa apa?" ucap Desy menangis.


📞"Kakak jawab dengan jujur, kata papa saat ini mereka sedang di kepung black white, akan tetapi papa, mama dan para pelayan lainnya berhasil kabur dari mereka tanpa jejak, dan sekarang mereka belum bisa bertemu kita, karena masih melihat keadaan sekitar," ucap Deswey menjelaskan dengan tetesan air mata


📞"Tapi papa dan mama, baik kan kak terus apa yang harus kita perbuat kalau begitu?" ucap Desy penasaran.


📞"Dengerin kakak ya Desy, papa dan mama dalam keadaan baik, kakak tidak bisa menjelaskan hal ini di ponsel karena kakak takut ada yang menyadap percakapan kita, jadi jika bertemu kakak akan jelaskan, okey dan sekarang kamu tenangkan dirimu, untuk sementara ini kita mencoba tenang karena itu keinginan papa," ucap Deswey menjelaskan walau dia pun tidak sanggup dengan ujian orang tua nya, karena Deswey sudah biasa menghadapinya disana dia tidak heran karena hak tersebut.


📞"Baik Kak, berarti kita tetap kasih pesan ya Kaka dan beri tahu suami kita, kita sore ini akan pulang sekarang menuju rumah ya Kaka, karena aku belum mau jauh-jauh dari kakak," ucap Desy meminta penjelasan.


📞"Iya dek, baiklah kabari saja kalau sudah ke rumah nyonya Heva ya agar kita diskusikan sama-sama," ucap Desy menghapus air matanya.


Very yang melihat istrinya menangis, dia sedang menunggu istrinya menceritakan semuanya, karena dia baru sekarang mengalami hal ini dan dia pun belum terlalu tahu tentang mertuanya, yang dia tahu bahwa menjaga Desy dengan baik.


Desy pun menjelaskan dengan Isyak tangis yang air mata nya mengalir begitu deras, Untung nya kala itu Desy sudah sembuh dari sakit alerginya. Hingga Desy rindu dengan bawelan mama nya.


"Iya sayang, ayo kita siap-siap pulang ke rumah Nyonya Heva, kebetulan juga kemarin kita sudah beli oleh-oleh buat semuanya, akan tetapi sayang, ingat kata Kak Deswey kamu harus tenang jangan lemah begitu, nanti malah kesehatan mu drop," ucap Very mengkhawatirkan istrinya.


"Iya sayang," ucap Desy.


Mereka pun berangkat untuk pulang, awalnya mereka ingin berlama selama 2 Minggu akan tetapi karena musibah tersebut mereka harus berkumpul di satu titik yaitu di rumah nyonya Heva.


💜💜💜💜💜


Penasaran, lanjutkan episode nya ya.


like dan comment, terima kasih 🤭