
Waktu pun terus berlalu nyonya Geby dan tuan Herley akhirnya keluar dari rumah bawah tanah begitupun dengan para karyawan. Sedangkan rumah mereka sedang proses pembangunan. Para karyawan pun di suruh kembali ke daerah mereka masing.
Nyonya Geby dan tuan Herley pun memeluk para karyawan yang terpaksa di pulangkan, setelah semua para karyawan di pulangkan. Deswey dan Desy serta suami mereka menjemput tuan Herley dan nyonya Geby.
Kedua anak mereka memeluk dengan erat dan menangis tersedu-sedu. Herlan dan Very yang menyaksikan merasa kesedihan yang di rasakan oleh istri mereka.
Mereka pun menaiki mobil tersebut, Very dan Herlan berada di depan, sedangkan nyonya Geby dan tuan Herley berada di tengah. Sedangkan Desy dan Deswey, meskipun keduanya di belakang terbilang aman sebab mobil tersebut sudah di desain baik.
"Mama, ceritakan pada Desy bagaimana kondisi papa dan mama sekarang?" ucap Desy penasaran.
Saat nyonya Geby ingin memulai pembicaraan, dia pun merasa mual, mereka pun berhenti sejenak, tuan Herley pun membantu istrinya untuk mengeluarkan rasa angin di dalam tubuh istrinya. Setelah selesai mereka pun memasuki mobil kembali, Very dan Herlan pun menuju rumah sakit sebab nyonya Geby harus di periksa di rumah sakit.
"Terima kasih ya Herlan dan Very sudah menjaga anak-anak kami," ucap tuan Herley.
"Itu sudah kewajiban kami papa Herley dan mama Geby, kami berdua menantu kalian, otomatis kami adalah anak kami, sedangkan mereka berdua adalah istri kami, jadi ini sudah kewajiban kami," ucap Herlan menjawab.
Sesampainya di rumah sakit, tidak hanya nyonya Geby yang diperiksa akan tetapi Desy dan Deswey ikut diperiksa. Pasangan mereka pun menanti hasil tersebut. Dokter pun keluar dan mengatakan bahwasanya nyonya Geby, Desy dan Deswey sedang hamil.
Mereka pun tidak menyangka akan hal itu, tuan Herley hanya menatap takjub dengan istrinya yang ternyata masih memiliki seorang bayi yang akan lahir di kehidupan mereka.
Mereka pun menemui pasangan mereka masing-masing. Dan keluar dari ruang dokter kandungan tersebut.
Tuan Herley mendekati istrinya dan memeluknya.
"Istriku sekarang kamu sedang berbadan dua, jadi ke depannya harus bisa menjaga diri ya, masalah rumah kita akan segera aku selesaikan dengan secepat nya, dan tidak akan lagi ada yang menganggu kita lagi ke depannya," ucap tuan Herley memeluk istrinya dengan intens.
"Baik pa, mama percaya dengan ucapan papa," jawab nyonya Geby dengan tersenyum.
Nyonya Geby pun tidak percaya bahwa dia masih diberikan anugerah memiliki anak di usianya sekarang ini, bahkan baginya cukup kedua anaknya sebagai pelipur lara mereka.
Di waktu bersamaan, Very pun mendekati istrinya.
"Selamat ya istriku kamu tengah mengandung sekarang, nanti kita lihat hasilnya pas tiba di rumah nantinya," ucap Very mengelus perut istrinya.
"Sayang, beneran aku hamil, jadi nantinya dalam keluarga kita punya bayi ya sayang," ucap Desy tidak percaya
"Kamu kenapa sayang? apakah tidak bahagia atau bagaimana?" ucap Very bertanya.
"Argh, bagaimana aku tidak bahagia sayang, di usia ku belia ini aku harus mengurus bayi, diriku saja belum bisa mengurusnya dengan baik, bagaimana kalau anak ini tidak mendapatkan pelayanan yang baik serta pendidikan yang baik," ucap Desy melemas.
Very pun memegang tangan istrinya, dia paham dengan kegelisahan yang di rasakan oleh istrinya.
"Sayang, apakah kamu belum siap memiliki anak?" ucap Very bertanya dan mengelus rambut istrinya yang tergerai panjang.
"Kita ajari sama-sama selama kita mau membina dan mendidiknya pasti akan bisa menjalani nya sayang," ucap Very meyakinkan istrinya.
"Terima kasih suamiku selalu mendukungku selalu, aku mencintaimu," ucap Desy memeluk suaminya.
Di waktu bersamaan juga Herlan dan Deswey tidak banyak bicara, karena keduanya sudah tahu bahwa Deswey tengah hamil, hanya saja dokter berpesan agar Deswey tidak stress, sebab itu akan berpengaruh pada janin nya.
"Istriku tercinta, kamu janji ya jangan lagi stress, kalau kamu sedang memikirkan tentang suatu hal ceritakan pada ku, tentang apapun, termasuk aku suami mu yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya yang penting kamu tidak mengalami stress," ucap Herlan kepada istrinya.
"Hehe, siap suamiku, kemarin aku stress hanya mikirin papa dan mama kok, sekarang melihat mereka di hadapan kita aku senang banget, apalagi mama cukup lama tinggal di rumah nyonya Heva," ucap Deswey sambil tersenyum.
"Hihi, kamu itu memang istri cantiknya Herlan ya, senyuman manis ini jangan tampakkan pada pria lain, senyuman ini hanya milikku," ucap Herlan mencubit pipi istrinya yang lembut.
Deswey hanya tersenyum dengan sikap suaminya, Deswey bahagia melihat semua tingkah manis suaminya. Setelah mereka semua selesai berbicara hal pribadi kepada pasangan. Mereka pun masuk ke dalam mobil.
Setengah jam kemudian mereka pun sampai di rumah nyonya Heva. Nyonya Heva sudah menyambut mereka di pintu gerbang rumahnya.
"Selamat datang nyonya Geby dan Tuan Herley akhirnya punya kesempatan untuk kita tinggal bersama," ucap Nyonya Heva.
"Iya terima kasih nyonya Heva sudah menyambut kita sedemikian rupa, suatu kehormatan bagi saya dan suami," ucap nyonya Heva memeluk nyonya Geby.
Nyonya Heva sangat bahagia mendengar nyonya Geby akan menetap di rumahnya, karena hal itu dia bisa beristirahat di rumah dengan ditemani nyonya Geby.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah dan berbincang-bincang dengan canda tawa mereka.
Berbeda halnya tuan Herley, Herlan dan Very. Kedua menantunya di ajak untuk berbicara serius. Tuan Herley menceritakan semua kronologi tersebut dan memberi tahu rahasia keluarga nya.
Hal itu dikatakan karena keduanya sudah masuk dalam kategori bisa dipercaya oleh tuan Herley. Karena tidak segampang itu bagi tuan Herley mempercayai seseorang meskipun itu anak menantunya.
Setelah tuan Herley menceritakan semua pada mereka, mereka pun membuat strategi yang dibuat serta rencana mereka ke depannya. Tuan Herley sangat bersyukur di anugerah kan seorang mantu yang baik dan cerdas serta berkelas.
Meskipun Very asal mula bukan dari kalangan berkelas, akan tetapi sudah dipoles oleh nyonya Heva dan Herlan dia menjadi batu berlian yang sangat berharga, tidak hanya itu Very tipekal pria yang sangat suka belajar.
Karena hal itu lah, nyonya Heva menyekolahkan sampai ke perguruan tinggi di luar negeri, sehingga Very bisa menguasai beberapa teknik perusahaan.
Very sudah menjadi tangan kanannya Herlan dan kepercayaan nya tuan Herley, setelah istrinya yang dapat dipercayai tuan Herley adalah menantunya.
Hak itu, justru meningkatkan kebersamaan mereka ketika berada di tempat yang sama, setelah selesai dengan perencanaan nya ketiganya pun kembali ke ruang tamu, untuk menemui istri mereka.
❤️❤️❤️❤️
like dan comment ya, terima kasih🤭