Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 36


Deswey bersama Herlan pergi ke sebuah taman di sanalah Deswey menangis tanpa suara, entah apa yang ditakuti oleh Deswey hingga tangisnya tidak berhenti.


Herlan bingung harus berbuat apa?


Apakah jika dia memeluknya Deswey akan marah?


Pikiran itu terus menghantuinya.


Tanpa banyak perintah, Herlan mendekati Deswey dan memegang pundak istrinya dan memeluknya dengan perlahan agar Deswey merasa tenang.


Benar saja, Deswey menghabiskan semua air matanya dipelukan Herlan. Dia menangis di dada bidang milik Herlan, ini pertama kalinya Herlan melihat seorang wanita yang menangis dalam pelukannya.


Ketika dia pacaran dengan Olivia, sedikitpun jika memiliki masalah Herlan selalu bilang tidak suka dengan wanita yang menangis di depannya karena itu lambang kelemahan dari wanita itu dan dia tidak suka dengan wanita yang menangis di depannya.


Oleh karena itu, Olivia tidak pernah menangis di kala mereka bersama. Kenang Herlan mengingat masa lalu.


Berbeda hal nya dengan Deswey entah kenapa Herlan tidak mampu mengatakan itu bahkan dia tidak mau jika Deswey tahu itu adalah prinsipnya.


Entah kenapa Herlan nyaman jika Deswey berada dipelukannya?.


Bahkan, Herlan berharap jika Deswey mau menganggap dirinya istimewa. Tapi, mustahil bagi Deswey karena dia dan istrinya sama-sama gengsi mengungkapkan perasaan cinta.


Jadi, satu sama lain hanya bisa memendam perasaan mereka satu sama lain.


Herlan pun perlahan berbicara.


"Deswey, bukankah tadi mama minta dibeliin buah dan makanan, kamu atau adikmu yang beli," ucap Herlan bertanya.


Deswey pun mendongak ke wajah Herlan dan berkata :


"Tadi, aku dapat pesan dari Desy, dia yang membeli pesanan mama," ucap Deswey kembali memeluk Herlan.


Herlan bingung dengan kemanjaan Deswey sekarang, jadi dia ikuti saja mau istrinya.


"Baiklah sayang, kalau gitu tapi kamu harus cari makan dulu yaa," ucap Herlan membujuk istrinya.


Saat Deswey mendongakkan kepalanya dan berdiri.


Kraaakkk.... (bunyi rahang Herlan terkena sundulan kepala Deswey)


"Awww..." Ucap Herlan kesakitan.


"Maaf sayang, rahang kamu sakit gara-gara aku," ucap Deswey melihat rahang suaminya.


[Ya ampun, Istri ku tadi bilang sayang, ini pertama kalinya meskipun spontan, aduuh kenapa juga muka ku memerah begini, malu nanti dilihat Deswey 🤭)


Herlan pun langsung memegang tangannya istrinya, agar dia tidak melihat rahangnya lagi.


"Ayo Deswey, kita beli makan buat kamu yaa, aku lapar nie," ucap Herlan.


"Baik kalau gitu, kita pergi sekarang," ucap Deswey.


Keduanya pun menuju parkiran masuk ke dalam mobil.


***


Desy pun sudah menyeka air matanya. Mereka pun ke mini market membeli keperluan mama dan papa nya.


Ditemani oleh Very, Desy membeli keperluan tersebut.


"Desy, sudah cukup kita belinya yaa sekarang kita bayar," ucap Very melihat Desy melamun malah melamun dan memeluk dirinya.


Very bingung membahasakannya, karena mereka mengantri dan dilihat orang lain.


Setelah selesai membayar, Desy masih saja dengan sikapnya tadi yang melamun dan dalam pelukan Very.


Very pun menelpon supir bayaran, untuk menyupirkan mereka sampai ke Rumah Sakit Graha.


Sesampainya di mobil, Very bertanya dengan Desy.


"Desy, kamu kenapa banyak melamun gitu?" Ucap Very.


Very pun mendengar ponselnya berdering.


"Yaa Hallo Bos Herlan," ucap Very.


"Kalian dimana, Tuan Herley sudah sadar dari komanya," ucap Herlan.


"Baik Bos, kami dalam perjalanan," ucap Very.


Very Berusaha dengan Desy, namun Desy malah tertidur dalam pelukannya.


Lagi-lagi Very bingung membangun kan Desy.


Very pun meminta tolong dengan Sopir tersebut untuk membawakan barang-barang mereka sampai ke ruang rumah sakit, sedangkan Desy di gendong nya atas bantuan sopir tersebut.


Sesampainya di ruangan rumah sakit.


"Terima kasih Pak, atas bantuannya," ucap Very.


Semua yang berada di ruangan tersebut bingung bercampur heran Very menggendong Desy.


"Ya ampun Very, maafin anak Tante yaa, kamu harus menggedong nya seperti ini, Desy kalau sudah nangis pasti setelahnya akan menangis, dan tertidur, kalau pun tidur dia susah bangunnya," ucap Nyonya Geby.


Nyonya Geby pun menjelaskan tentang anaknya ke Very begitu banyak, hingga Deswey menyelesaikan semuanya.


"Herlan, tolong bantu aku ambil adikku dari punggungnya Very, kasian punggung Very," ucap Deswey memegang tubuh adiknya.


Nyonya Geby dan Tuan Herley yang melihat ketulusan Very takjub dengan sikap Very yang tidak banyak bicara ketika menggendong anaknya.


"Papa ingin bicara dengan kalian semua,, akan tetapi Desy belum bangun dari tidurnya, istriku tolong bangunkan Desy segera," ucap Tuan Herley kepada istrinya.


" Baik sayang, akan aku bangunkan anak kita," ucap Nyonya Geby.


Nyonya Geby pun berusaha berbagai cara membangunkan anaknya. Namun, Desy belum bangun juga. Deswey pun berusaha membantu juga, hingga Very meminta dirinya untuk membangun Desy.


Very pun meminta izin kepada Nyonya Geby dan Tuan Herley. Mereka pun mengizinkannya. Very membisikkan sesuatu ke telinganya Desy. Dan tiba-tiba Desy bangun begitu saja meskipun masih setengah kesedaran, Deswey pun menggandeng tangan adiknya untuk mencuci muka ke kamar mandi.


Desy pun mencuci mukanya, setelah selesai mencuci mukanya. Desy pun kembali ke ruangan papanya di rawat.


"Papa sudah bangun, kok tidak ada yang membangunkan aku sih," ucap Desy langsung memeluk Tuan Herley.


Mereka yang mendengar hal itu hanya menggelengkan kepalanya.


Herlan, Deswey, Mama Geby dan Tuan Herley sebenarnya bingung dengan ucapan yang di bisikkan oleh Very. Namun, belum mereka bahas untuk sementara ini karena sedang fokus pembicaraan penting.


"Karena anak papa sudah bangun, maka papa akan memberikan beberapa permintaan kalian dan papa berharap kalian semuanya mematuhinya," ucap Tuan Herley.


"Baik Pa, kita akan mematuhinya," ucap Desy, Deswey dan Herlan.


Very hanya mengangguk saja, karena dia tidak merasa dilibatkan, dia permisi untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Tuan dan Nyonya, sepertinya ini pembicaraan khusus keluarga,Very izin keluar kalau begitu," ucap Very memohon pamit.


"Justru kamu tidak boleh pergi kemana-mana Very, jadi stay disini sekarang okey," ucap Tuan Herley.


"Baik Tuan," ucap Very.


"Ada beberapa hal yang mau papa umumkan pertama, kepada mantu papa Herlan tolong sayangi dan jaga Deswey dengan baik, kedua papa ingin menikahkan Desy dengan seseorang laki-laki pilihan papa, ketiga papa berharap Deswey dan Desy memimpin beberapa perusahaan yang sudah papa dirikan, ke empat papa berharap kalian segera memberikan papa dan mama cucu," ucap Tuan Herley.


"Apaaa?" Ucap Desy terkejut.


Desy pun repleks langsung memegang Very. Very yang melihat hal itu langsung terkejut dengan sikap Desy.


"Pa, lihat aku sedang menggandeng siapa? Maka hanya dia yang boleh mendampingi hidupku, tidak ada orang lain titik nggak pakai koma," ucap Desy geram dengan papanya.


Mama Geby dan Tuan Herley sangat tersenyum dengan sikap putrinya. Karena selama ini Desy selalu menuruti semua keinginan orang tuanya.


🍁💐💐💐🍁


Penasaran apa yaa respon Very????🤭🤭