Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 23


Desy masih menangis dalam pelukan Very. Very bingung harus berbuat apa dia hanya menuruti saja keinginan Desy. Desy pun berkata ;


"Very sudikah kamu mendengar cerita ku dalam dekapan seperti ini karena ketika aku menangis tidak boleh ada yang melihatnya karena aku takut itu akan jadi kelemahan mu," ucap Desy.


"Boleh Nona Desy, selama hal itu membuat nona lega saya akan mendengarkan nya, tapi nona dengan keadaan seperti ini apakah nyaman? kan bisa saja aku duduk di atas ranjang duduk dan tidak melihatmu," ucap very.


"Kalau di rumah biasanya ada boneka pemberian kakak Deswey yang ku peluk ketika aku sedih, tapi boneka itu sekarang jauh di kamar ku, jadi boleh kah aku memeluk mu seperti ini," ucap Desy.


"Boleh Nona," ucap very.


Desy pun menceritakan masa nya di kala kecil dulu. Desy dan Deswey hanya beda beberapa tahun saja, yang membedakan keduanya Deswey diperlakukan oleh papa mereka dengan pendidikan yang sangat keras bahkan Deswey belajar bela diri sejak kecil sedangkan Desy yang kecil kala itu masih sakit-sakitan sehingga kedua orangtuanya tidak mengijinkan Desy mengikuti jejak kakaknya.


Perjalanan waktu tidak begitu lama bagi keduanya. Hingga memasuki usia sekolah Desy selalu di bully oleh teman-temannya karena tubuhnya yang lemah, sehingga membuat Deswey selalu menghajar orang yang menyakiti Desy. Desy begitu sayang dengan kakaknya. Kecelakaan atau pun hak lainnya selalu terjadi pada kakaknya bahkan nyawa Deswey hampir tak tertolong disebabkan Desy menolong adiknya.


Waktu pun terus berjalan hingga sama-sama menjadi seorang remaja dan menuju dewasa orang tua nya masih memperlakukan Desy seperti gadis lemah tak berdaya, memang benar nyatanya hingga sekarang Desy tidak bisa melakukan atau memikirkan sesuatu yang berat itu akan menyebabkan kepalanya kembali pusing. Dengan kondisi seperti itu lah Desy bertekad memajukan perusahaan cabang yang diberikan papa nya untuk dikelola oleh Desy. Sehingga tugas Desy hanya menjadi mahasiswa dibalik kedoknya sebagai direktur sebuah perusahaan.


Deswey sangat melindungi adiknya Desy sangat baik. Bahkan ketika Desy menangis sekalipun Deswey selalu menenangkan adiknya. Walaupun karakter Deswey keras dan egois namun hatinya sangat lembut, bahkan ketika ada seorang pengamen depan matanya kecelakaan dia langsung memopong orang tersebut ke rumah sakit tanpa memperdulikan kebersihan sama sekali. Padahal Deswey tipekal wanita yang pembersih. Dengan hewan imut seperti kucing pun diperlakukannya sangat baik hingga pernah menolong seekor kucing yang terjepit kaki nya di kolong got.


Deswey sosok seorang kakak terbaik yang dikenal sang Adik. Bahkan, ketika Deswey ingin meninggalkan rumah karena tidak mau dijodohkan dia masih memikirkan adiknya, namun dia yakin adiknya bisa menjaga dirinya sejak itu Deswey sudah melepas tanggung jawab kepadaku. Karena kak Deswey sudah memiliki kepercayaan pada ku bisa menjaga diri.


Karena hal itu lah aku sangat mencintai dan menyayanginya. Jika Kakak Herlan sungguh menyakiti Kak Deswey suatu saat nanti maka saya yang akan maju terlebih dahulu. Karena kak Deswey bukan tipekal pendendam. Tapi jika ada yang berani menyakitinya maka aku maju terlebih dahulu.


Desy pun menghentikan tangisannya dan melepas pelukannya. Desy pun berbalik arah meskipun sebenarnya dia menginginkan Very memeluknya kembali. Namun, di luar dugaan Very berdiri dan duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari tempat tidur Desy.


"Sekarang Nona Desy, silahkan tidur tapi cuci muka dulu karena Nona menangis yang sangat lama tadi," ucap Very sambil duduk membaca buku ditangannya.


Bukan ke kamar mandi, malah Desy menghampiri Very dan duduk di atas pa** nya.


"Very mau kah kamu menjadi suami ku," ucap Desy berbisik ke telinganya dan repleks mendorongnya.


Desy pun kesakitan karena dorongan Very membuatnya terjatuh bahkan terluka. Mendengar suara itu pengawal pun masuk tanpa tahu apa yang terjadi.


Pengawal tersebut langsung menelpon Tuan Herley. Tuan Herley yang saat itu tengah menyendiri di balkon atas gedung rumah sakit mengangkat telpon tersebut.


"Katakan apa yang terjadi," ucap Tuan Herley


"Nona Desy, sakit tuan Herley gara-gara Very," ucap pengawal tersebut.


"Berikan ponsel ini kepada nona Desy" ucap tuan Herley.


"Katakan apa yang terjadi" ucap tuan Herley.


"Tidak Tuan Herley, ini semua salah saya yang mendorong Nona Desy terjatuh hingga meninggalkan bekas Luka," ucap very menjelaskan.


"Ya ampun Desy, sebenarnya kenapa Very bisa mendorong mu gitu kalau kamu tidak melakukan sebuah kesalahan," ucap Tuan Herley yang tahu betul sikap anaknya sekarang tengah menggoda Very namun Very tidak memahami kode yang diberikan oleh Desy.


"Ehmmm, " ucap Desy memberi isyarat agar pengawalnya disuruh keluar.


"Pengawal silahkan ambil ponsel ini dan kembali lah ke tempat semula," ucap tuan herley beralihkan ke ponselnya Desy.


"Iyaa Pa, aku mengaku salah, maaf sudah membuat papa malu karena ku," ucap Desy.


"Apakah kamu menyukai Very anakku, jika iya langsungkan pernikahan sesegera mungkin," ucap tuan herley pada anaknya, mendengar hal itu bagi very seperti petir yang menyambar dirinya.


"Aku menyukainya pa," ucap Desy berbicara tegas dan serius.


"Atau jika very tidak memiliki jawaban berarti very tidak perlu menjaga Desy, silahkan menjaga perusahaan Herlan seperti biasanya," ucap tuan herley memancing emosi Very apa yang akan di pilih calon mantunya yang kedua.


Tuan Herley pun menutup panggilan tersebut dengan ancaman meskipun aslinya Tuan Herley hanya mengertak keduanya. Dia menyuruh anaknya menikah karena tidak mau dua anaknya dipermainkan oleh laki-laki manapun.


"Very kamu tidak ingin menikahi, kenapa?' ucap Desy tertunduk malu.


"Maaf Nona, bukan karena itu tapi saya tidak memiliki apa-apa, saya hanya lah Seorang pelayan dari keluarga Nyonya Heva, mana mungkin pantas untuk Nona anak dari Tuan Herley," ucap Very mengatakan.


"Kamu hanya memiliki dua pilihan, tetap disini menikah dengan ku atau sekarang kamu keluar dari sini dan jangan pernah muncul dihadapan ku," ucap Desy meringis menahan tangis.


"Nona Desy, pikirkan secara matang akan ada laki-laki bangsawan lainnya yang akan menikahi mu bahkan sederajat dengan mu dan itu adalah pilihan yang lain, kalau boleh saya jujur nona, saya berkeinginan menikahi mu tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk di pamerkan dengan Tuan Herley, maka aku memilih menjadi orang yang pantas terlebih dahulu sebelum berdampingan dengan mu," ucap very dengan serius.


"Jadi kamu lebih memilih akan meninggalkan tempat ini dan menyuruh orang lain untuk mengawasi ku," ucap Desy.


"Itu lebih baik nona, agar nona bisa kembali fokus dengan perkuliahan nona, saya yakin nona akan menjadi direktur yang di segani setiap orang," ucap Very melangkah pergi.


"Baik, aku akan menunggu mu hingga kamu benar-benar pantas berpasangan dengan ku," ucap Desy melangkah kakinya ke kamar mandi, Very mencegatnya dan memeluk Desy dengan erat ;


"Aku mohon nona, berilah aku waktu untuk memantapkan diri," ucap Very langsung melepaskan pelukannya dan pergi begitu saja.


Desy menangis di kamar mandi, karena seumur hidupnya baru sekali itu dia di tolak. Desy pun membersihkan wajahnya dan kembali bersiap-siap keluar dari ruangan ini. Karena papa nya sudah mengizinkannya keluar namun dengan pengawasan.


🍁💐💐💐🍁