
#Biaskan setelah membaca like dan comment ya, terima kasih🤭
Next
Deswey pun di periksa oleh dokter, kata dokter Deswey hanya syok saja. Dokter pun memberikan resep kepada keluarganya. Nyonya Heva serta para pelayan yang dikhususkan menjaga si kembar pun stand buy menjaga keduanya.
Sedangkan nyonya Heva harus merawat Deswey yang belum sadarkan diri.
"Sayang, bangun lah, mama tahu kamu sedih pasti lah dengan kondisi ini, tapi kita semua harus kuat sayang," ucap nyonya Heva di telinga Deswey.
Dering ponsel nyonya Heva pun berbunyi.
📱"Ya Hallo nyonya Geby," ucap nyonya Heva bertanya.
📱"Bagaimana kondisi Deswey sekarang?" ucap nyonya Geby khawatir.
📱"Dia hanya syok saja kata dokter, kita doakan saja semoga Deswey sehat, kalian semua baik-baik kan," ucap nyonya Heva kembali bertanya.
📱"Oh begitu, terima kasih nyonya Heva menjaga Deswey di sana, kita para wanita harus kuat menghadapi ini semua, jangan sampai ada yang terluka, jika darurat langsung saja ke terowongan darurat," ucap nyonya Geby mengingatkan.
📱"Iya kamu benar banget, sepertinya secepatnya si kembar dan para baby sister di persidangan di terowongan darurat saja kalau begitu," ucap nyonya Heva mengiyakan.
Setelah keduanya bicara panjang lebar, panggilan pun dimatikan keduanya melakukan hal yang sama secepatnya. Firasat keduanya mengatakan bahwa akan ada yang mengusik kediaman mereka.
Nyonya Heva pun meminta para pelayan lainnya membantu menyiapkan persiapan makanan di bawah tanah. Mereka pun bergerak semua, terutama bagian yang di dalam rumah.
Setelah itu para baby sister berserta si kembar. Sedangkan nyonya Heva masih menunggu Deswey bangun dari pingsan nya.
Setelah semuanya beres Deswey pun bangun dan mencari anak-anaknya.
"Jihan, Joe kalian dimana?" teriak Deswey.
Nyonya Heva pun masuk dan memeluk Deswey.
"Anak kamu bersama dengan para baby sister dan lainnya sayang, kita hayo masuk," ucap nyonya Heva menarik tangan Deswey.
"Kenapa semuanya harus di terowongan darurat ma?" tanya Deswey penasaran.
"Firasat mama Heva dan mama Geby mereka akan ke sini sayang, makanya biarlah anak buah suami mama di depan mereka sudah memakai pakaian anti peluru kok sayang," jawab nyonya Heva.
"Kalau begitu biar mama Heva dan para pelayan di dalam, dan berikan aku rompi anti peluru," ucap Deswey yakin.
"Tapi sayang," ucap nyonya Heva.
"Mama tidak ada waktu lagi segera berikan rompi nya sama ku," ucap Deswey.
Nyonya Heva pun menuju kamarnya mengambil rompi anti peluru Setelah dia diserahkan dengan Deswey, dia pun masuk ke kamar dan memakainya.
Nyonya Heva pun masuk ke dalam terowongan darurat tersebut, penjagaan di depan sudah tepat dan semuanya sudah memakai rompi semua.
Tepat pukul jam 10.00 pagi, sebuah penyergapan terjadi di rumah nyonya Heva. Para penjaga di depan pun beberapa tumbang, dan hanya ada satu yang mampu masuk ke dalam rumah.
Deswey yang mendapatkan peluang langsung menangkap pria tersebut dari belakang.
"Trak,,, trek, katakan siapa yang menyuruh kalian?" ucap Deswey bertanya.
"Haha, ternyata ini Deswey wanita yang di juluki macan betina, musuh bebuyutan keluarga kalian," ucap lelaki tersebut.
"Kamu bilang apa tadi?" ucap Deswey meletakkan pisau di dekat wajah lelaki tersebut.
Deswey pun mengikat lelaki tersebut di tempat yang pas bagi lelaki tersebut, dia tidak ingin banyak bicara dengan para lelaki jahat itu. Penyerangan terus saja terjadi, karena sebuah kelengahan Deswey kena besetan pisau di lengannya.
"Argh," ucap Deswey menahan sakit.
Deswey pun langsung menendang lelaki tersebut dengan keras serta hentakkan kaki ya yang menjulurkan ke depan. Lelaki tersebut pun terhuyung, para anak buah tuan Arkana meletakkan para tahanan di tempat yang sama.
Setelah beberapa jam pun berlalu semua terkendali, tuan Arkana pun kembali dengan Herlan sedangkan Deswey sudah terbaring bersimbah darah.
Sedangkan para lelaki yang ikat tersebut telah di bawa di kantor polisi. Herlan melihat istrinya bersimbah darah langsung memeluknya dan meminta sopir nya untuk segera ke rumah sakit.
Tuan Arkana pun menyuruh anak buahnya untuk membersihkan rumah ini selain pelayan yang akan di panggil sedang berada di terowongan. Sedangkan yang terluka akan ada dokter yang datang ke rumah.
Tuan Arkana pun menemui istri serta cucu nya.
"Sayang, aku sudah pulang," ucap tuan Arkana.
"Iya sayang," ucap nyonya Heva membuka pintu tersebut.
Nyonya Heva pun memeluk suaminya.
"Sayang, suruh semua pelayan membereskan kekacauan di rumah terus untuk Baby sister tolong jaga cucu saya di kamarnya, buat kalian berdua doeble gaji nya hari ini, tapi malam ini istirahat di sini dulu ya, orang tua kalian sudah kami hubungi," ucap tuan Arkana.
"Baik tuan Terima kasih," ucap keduanya pamit membawa si kembar ke kamar karena keduanya masih tertidur pulas.
Nyonya Heva bingung dengan perkara suaminya, tuan Arkana membawa istrinya ke kamar dan berbicara.
"Sayang, Deswey kena luka di bagian lengan nya entah sudah berapa lama dia menyelesaikan semuanya dalam sekejap, pas kita datang dengan Herlan, istrinya sudah bersimbah darah, jadi sudah di bawa Herlan, kamu di rumah saja ya sayang, biar aku menemani Herlan di rumah sakit,, di sini sudah aman, tapi tidak untuk di luar," ucap tuan Arkana pada istrinya.
Nyonya Heva pun hanya menurut saja yang dikatakan suaminya. Tuan Arkana pun pergi ke rumah sakit.
Di rumah sakit Herlan gelisah melihat dokter belum keluar juga. Tuan Arkana pun datang tepat waktu dan memeluk Herlan. Herlan pun menangis sejadi-jadinya. Nyonya Geby yang mendapat kabar tersebut pun datang setelah 10 menit kedatangan papa nya.
"Herlan, bagaimana kondisi Deswey sekarang?" ucap nyonya Geby bertanya
"Belum tahu ma, dokter belum keluar juga," ucap Herlan menangis dan menarik rambutnya.
Tuan Arkana kembali memeluk anaknya, sedangkan nyonya Geby di peluk oleh suaminya.
Dokter pun keluar dan menjelaskan bahwa Deswey perlu istirahat, karena dia sudah diberi bius. Keadaan nya sudah membaik, hanya saja luka nya perlu membuat istirahat total dari hal yang berat-berat.
Mereka pun masuk menemui Deswey setelah di perbolehkan oleh dokter. Herlan pun memeluk istrinya dengan Isak tangis kesekian kalinya.
"Sayang, maafkan aku, jadi suami yang tidak mampu melindungi mu, kali ini kamu terluka lagi, maafi aku sayang," ucap Herlan menyeka air mata nya.
"Herlan, ingat kan pesan Deswey kamu jangan menangis ketika dia terluka, nanti dia makin sedih," ucap Tuan Herley.
"Aku sangat sedih pa," ucap Herlan kembali menyeka air matanya.
Nyonya Geby pun memeluk anaknya, di dalam ruangan itu hanya ada tangisan. Namun, tidak berlangsung lama karena dokter tidak memperbolehkan pasien di ganggu sehingga mereka harus tidur di luar ruangan..
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Bersambung 🍁
like dan comment ya🤭