Istriku Seorang Mafia

Istriku Seorang Mafia
Bab 19


"Aaaaaahhhh...."


Teriakan Deswey memecahkan kediaman Herlan. Herlan pun terbangun dengan mengucek mukanya.


"Ada apa sih Deswey buat khawatir saja, hayoo tidur dulu?" ucap Herlan masih belum on kesadaran nya.


"Iii.....tu... kok kamu nggak pakai baju sih, seingat ku semalam kamu pakai baju ketika tidur makanya aku mau tidur disini," ucap Deswey menutup mukanya dengan bantal.


"Yaa ampun Istriku, aku udah biasa tidur kayak ginie, gerah tahu pakai baju, aku melepasnya saat aku setengah tertidur, sudahlah bobok dulu kamu nggak ada jadwal kan hari ini, nanti jam 10 pagi aku akan mengajak mu pergi semua barang kita sudah beres, sekarang istirahat dulu ya," ucap Herlan menarik istrinya dalam pelukannya.


"Iiiih lepaskan Her..lan...." ucap Deswey berusaha melepaskan pelukan Herlan, namun tidak di gubris oleh Herlan. dengan terpaksa Deswey pun tidur di ranjang yang sama pagi itu.


"Sudahlah tidur saja dulu," ucap Deswey dalam hati dan dia pun tertidur.


***


"Ehm, menantuku itu sangat unik, terkejut ketika tidur berduaan dengan laki-laki, tidak mau manja dengan laki-laki, tapi wajar saja sih karena dia memimpin geng geng Mafia, dan sekarang dia belum kembali ke sana, akan kah dia kembali ketika geng nya bermasalah," gumam Nyonya Heva sambil menyeruput teh di depannya dan menikmati taman rumah di depannya yang dirawatnya sendiri.


Keduanya nya pun bangun dari tidurnya tepat pukul 09.00


"Aaaaaghhh..." teriak Deswey kembali bertariak kedua kalinya.


"Yaa ampun istriku, teriak kenapa lagi sih," ucap Herlan masih setengah sadar.


"Herlan !!!.. sekarang sudah jam 09.00, kamu bilang kita akan pergi jam 10.00, ayooo bangun," rengek Deswey.


Herlan pun bangun dari tidurnya, namun belum sepenuhnya sadar. Deswey pun duluan masuk ke kamar mandi.


"Sudahlah, biar aku saja ke kamar mandi tamu biar dia tidak ngomel nantinya," ucap Herlan.


Setengah jam kemudian keduanya sudah keluar dari kamar tidur mereka.


"Mama Heva kami pergi dulu yaa jalan-jalan," ucap Deswey.


"Hati-hati yaa mantu mama yang cantik," ucap nyonya Heva tersenyum kecil.


"Herlan ingat jaga istri mu, kalian jaga diri yaa, insting istri kamu itu kuat loe jangan sampai dia melakui dirinya sendiri lagi," ucap nyonya Heva


"Siap ma," ucap Herlan.


Keduanya pun mengendarai mobil sport berduaan.


"Ohya Herlan, mama kamu tadi kenapa tersenyum saat aku bilang jalan-jalan sih," ucap deswey.


"Aduuuh polos kamu banget kamu yaa Deswey," ucap Herlan.


"Ehm aku kan nggak pernah menjalin hubungan apapun herlan dengan siapapun," ucap Deswey dengan polosnya.


Tiba-tiba Herlan menginjak rem.


"Awww, ih apaan ada kucing atau nabrak orang?" ucap Deswey celingak-celinguk melihat kali saja ada yang terjadi.


"Uftz, maaf istriku iyaa tadi ada yang lewat, terusi aja kamu ceritanya nanti aku tanggapi pas kita sampai di sana ya," ucap Herlan.


"Kerjaan aku sudah cukup Herlan, bahkan tidak sempat menjalin hubungan apapun, dan juga laki-laki pada takut pada ku," ucap Deswey dengan tersenyum kecil.


"Kok bisa takut sih, boleh tau nggak ceritanya," ucap Herlan sambil mengemudi.


"Waktu kecil ada yang menjahilin aku lalu aku tinju dia nya, terus waktu remaja ada teman cowok yang mau jahilin aku, aku smackdown dianya, pas kuliah dulu ada yang dekati aku mau nyosor gitu lah repleks dong ku tinju muka dan badannya jadi ambruk deh, kalau ingat kejadian itu cuma senyum-senyum sendiri, makanya teman laki-laki bilang kalau aku nggak akan pernah nikah, kata mereka mana ada yang mau dengan wanita kasar seperti ku yaa aku jawab dong bodoh amat," ucap Deswey sambil menguap.


"Beneran istriku, waah aku takut dong dekat dengan kamu," ucap Herlan.


"Haha, kamu mah lain, nyentuh badan aku aja nggak pernah paling kita paling suka berdebat sudah setelah itu kita berdamai kembali," ucap Deswey langsung tertidur.


"Ehm... Deswey... Deswey... kamu masih ngantuk yaa," ucap Herlan.


Sesampainya di Rumah dekat pantai dengan suasana yang sejuk dilihat dari pemandangan rumah yang di sewa oleh Herlan. Tampak Deswey masih terlelap dalam tidurnya. Herlan pun membereskan barang-barang keperluan mereka.


Deswey pun mengucek mata nya dan melihat di sekelilingnya.


"Lah gue sekarang dimana?" ucap Deswey.


Karena panik Deswey pun mengambil ponsel yang ada di tas nya dan menepon Herlan.


"Herlan kamu dimana? kamu nggak di sekap kan, kok aku ada di sebuah rumah mewah seperti nya jauh dari perkotaan, selama kamu aman nanti aku menyelamatkan mu," ucap Deswey menutup telponnya.


Herlan tertawa terbahak-bahak 🤣 dengan tingkah istrinya.


"Ya ampun istri aku bukan sih, insting kuat banget melindungi aku," ucap Herlan merapikan meja makan yang sudah tersaji makanan.


Lagi-lagi Deswey menelpon.


"Yaa Hallo istri ku, Herlan pintu nya tidak di tutup aku beneran di sekap nie sepi banget tapi tempatnya cantik," ucap Deswey mengomel.


"Istriku coba kamu lihat ke dapur bawah, aku di sekap disana yaa mumpung nggak ada orang disini," ucap Herlan menahan tawa nya.


Saat Deswey turun dia terkejut di atas meja sudah ada makanan dan Herlan mengejutkan istrinya.


"Hello istri ku," ucap Herlan dengan senyum termanis.


"Hayoo makan, saat kamu tidur aku memasak, pasti lapar kan," ucap Deswey bingung.


"Jadi kita tidak di sekap Herlan, iih kamu malah menikmati tingkah ku," ucap Deswey ngedumel kesal


"Maaf sayang habis kamu lucu, baru bangun tidur mikirin keselamatan aku, ohya istriku aku izin tertawa dulu yaa," ucap Herlan tertawa lepas 🤣 sambil menjitak kening istrinya.


"Awww sakiit tahu," ucap Deswey sakit.


"Udahlah sekarang makan yaa nanti saja kita lanjut mafia.. mafia nya..." ucap Herlan tersenyum kecil.


"Ih dasar suami nyebelin," ucap Deswey memonyongkan bibirnya.


"Sayang kalau bibir kamu dimajukan, aku ciium loe," ucap Herlan tersenyum kecil.


"Iyaaaaa..." sontak mulut Deswey di jaga agar tidak di cium oleh Herlan.


Deswey pun makan dengan tertib dan itu hal yang lucu bagi Herlan. Biasanya Deswey ketika makan banyak suara tapi hari itu sejak dikatakan mau dicium langsung diam. Setelah selesai Deswey membereskan semuanya, saat mau mencuci piring.


"Praaaakkk....(piring pecah) Deswey pun mencoba membersihkan pecahan beling namun.


"Awww..."


Herlan yang mendengar hal itu mencari istrinya ke dapur. Herlan pun menarik lengan istrinya untuk menjauh dari pecahan piring tersebut.


"Tunggu disini yaa, jangan di pegang," ucap Herlan mengambil kotak P3K.


"Aaww, sakit Herlan," ucap Deswey.


" Gak apa-apa, aku lagi ngeluarin pecahan kaca di dalam kulit tanganmu," ucap Herlan dengan hati-hati.


"Terima kasih Herlan," ucap Deswey.


"Yaa sudah kamu duduk di sini, yang didapur biar aku saja oke," ucap Herlan.


"Oke baiklah," ucap Deswey.


Deswey dari kejauahan menatap Herlan dengan penuh kekaguman bahkan detak jantung nya tidak berhenti berdegup kencang.


🍁💐💐💐🍁