
--- Beberapa saat sebelumnya, Kastil Lily ---
...
...
Seluruh area kastil itu hancur berantakan, termasuk kastil yang besar itu sendiri. Namun, walaupun begitu, tidak ada korban jiwa sama sekali
Rosalia berjalan mengelilingi reruntuhan kastilnya itu dengan wajah kesal bersama seluruh keluarganya di belakangnya
Pagi harinya sudah hancur karena serangan mendadak dariku saat malam. Hal itu membuat Rosalia sangat kesal sampai-sampai dia mengutukku berkali-kali dalam hati
"Yang mulia-"
"Diam Lynia. Kepalaku sedang pusing sekarang ini" Rosalia memotong tanpa menoleh sedikitpun
Lynia yang gugup langsung diam dan terus berjalan bersama seluruh keluarganya
Rosalia pun tiba-tiba berhenti. Seluruh keluarganya bingung kenapa dia begitu, dan ternyata, dia melihat kearah Yael
Mereka pun diajak oleh Rosalia untuk mendekat ke Yael yang sedang mengurus Darwin dan Edwin yang masih tidak sadarkan diri
Yael yang menyadari kehadiran mereka pun langsung menyambut mereka dengan senyuman
"Kamu tidak terluka bukan?" Tanya Rosalia
"Yah, bajuku sedikit rusak. Lihat saja ini"
Yael memperlihatkan setiap ujung bajunya yang berantakan kepada Rosalia. "Angin topan milik Elf itu kuat sekali sampai-sampai aku susah menahannya" Yael menambahkan
Rosalia diam sambil menelaah semua hal yang ada di sekitarnya, terutama Yael dan 2 orang yang tidak sadarkan diri itu
"Baguslah. Setidaknya, salah satu bidakku tidak ada yang hilang" Rosalia berkata sambil menutup setengah wajahnya dengan kipas
...
"Kamu tidak marah karena aku membuat hasil yang mengecewakan?" Tanya Yael
"Tidak. Hasilmu itu keluar hanya karena ada orang tidak terduga yang ikut campur-" Rosalia kemudian melihat ke sisi kirinya
"--- Dan ada bidak tidak berguna yang hanya tahu cara melarikan diri" Dia menambahkan setelah menatap kearah Walter
"Ahahaha. Maaf, maaf. Nyawaku taruhannya dalam pertarungan itu, oke?" Walter berkata, ketika menyadari dia yang baru datang itu ditodong oleh kata-kata Rosalia
Rosalia kemudian mendekat ke Walter dan memukul kepalanya sekeras mungkin, sampai-sampai kipas yang ia pegang patah
"Dasar tidak berguna! Pergi dari hadapanku dan masuk saja ke tempat para pelacur itu!" Rosalia berkata dengan geramnya
Yael pun mendekat untuk bersiap menahan Rosalia seandainya ia hilang kendali
...
"... Bukannya... Hal ini bisa terjadi karena adikmu Collin yang berada di bawah pengawasanmu itu juga berkhianat, yang mulia?" Walter membalas
"KAMU-!"
Rosalia nyaris memukul habis Walter, tapi Yael sempat menghalangi sebelum tangan Rosalia sampai ke Walter
"Yang mulia. Harap kondisikan emosi mu" Yael berkata sambil menahan Rosalia yang mengamuk
"HAAAAAAHHH!!!! PENGKHIANAT TERKUTUK!!!" Teriak Rosalia sambil terus memberontak
"Yang mulia..."
Karena tidak bisa melepaskan diri dari Yael, Rosalia pun hanya diam tanpa daya tersisa di tubuhnya
Walter kembali berdiri tegak sambil menukar wajah kesal dengan Rosalia
"Omong-omong, tamu kita sudah datang" Yael menambah
Bersamaan dengan perkataannya, sebuah aura hitam jatuh di dekat mereka, memperlihatkan Yuriel dan beberapa penjaga khususnya
"Maaf aku terlambat. Pesan mengenai hal ini tidak sampai secepat yang kuduga"
Rosalia pun melepaskan diri dari Yael dan mendekat ke Yuriel
"Lakukan yang aku perintahkan segera!" Rosalia berseru dengan kesalnya
"Dan? Apa perintahnya?" Tanya Yuriel
"Kumpulkan semua pemimpin kerajaan yang ada di seluruh benua di kastil Rose! AKU INGIN HAL ITU DILAKUKAN SEKARANG!" Teriak Rosalia lagi
Keluarganya pun hanya melihat Rosalia dengan tampang ketakutan. Lynia yang panik karena pengkhianatan anaknya itu, merasa gelisah dengan takdir yang akan menimpanya nanti
Bukannya mengkhawatirkan anaknya atau semacamnya, melainkan mengkhawatirkan dirinya sendiri. Itu karena, Collin tidak berada di sana, dan sebagai ibunya, Lynia mungkin harus menanggung 'dosa' anaknya itu
Dia perlahan mengutuk Collin di dalam hati selagi meringis menunggu nasibnya
......................
--- Kota Bargalos ---
"Kalian sudah mau pergi?"
Walikota Bargalos menatap kami dengan tampang khawatir, bersama dengan para penduduk kota yang berada di belakangnya. Tapi, Verdea tersenyum manis untuk menenangkan mereka
Dia perlahan menjongkok ke bawah agar menyamakan tingginya dengan Walikota Bargalos
"Kami tidak akan apa-apa. Lagipula, Vainzel bilang, dia tidak ingin membahayakan kalian dengan keberadaan kami disini" Verdea berkata
"Karena kerusuhan yang terjadi kemarin, aku yakin kalau Rosalia Hortensia tidak akan diam saja. Dia pasti akan mencari kami ke seluruh dunia, dan mungkin di kota ini" Aku menambahkan
"Tapi, bagaimana dengan kalian para Elf? Kalian akan menanggung beban terberat dalam krisis dunia saat ini, padahal kalian sama sekali tidak bersalah" Walikota Bargalos menambah
"... Itu juga benar. Tapi... Kami tidak bisa melibatkan orang-orang tidak bersalah lainnya dalam hal ini. Dan juga, aku akan menjamin kalau mereka tidak akan berani masuk sembarangan ke area Miralius yang sekarang ini" Aku membalas
"... Kenapa begitu?"
"... Baiklah. Tapi, jaga diri kalian, terutama kalian, Verdea dan Veskal"
"Tenang paman. Kami tidak akan mati sampai masalah ini selesai" Veskal menyela, dengan senyuman lebar di wajahnya
"Ahaha. Semoga kalian selalu diberkati yang maha kuasa"
Dengan salam sampai jumpa itu pun, Verdea bangun dari tempatnya, dan mulai memasuki lingkaran sihir yang sudah jadi
Aku, Verdea, Veskal, Frank, Zaphir dan Artorius sudah siap berangkat
Para Dwarf melambaikan tangan mereka dengan sangat meriah nya untuk mengantar kepergian kami
Aku mulai merapal mantranya, dan lingkaran sihir itu mulai bersinar terang. Dan sebelum seluruh cahaya itu menutupi pandangan kami, aku dan Verdea melihat kearah Paman Zer
Dia mengangguk pelan kearah kami dan terlihat seperti sedang berkata 'Semoga beruntung. Aku akan mendoakan kalian'
Seluruh Cahaya itu pun menutupi kami semua, dan disaat selanjutnya...
--- Di luar area Gerbang Hutan, Benua Goeitias ---
... Kami sudah tiba di Benua Goeitias, disambut oleh para Elf
Teman-temanku berada diantara para Elf itu, dan mereka langsung melompat dan memelukku, membuatku tidak bisa bernapas
Verdea dan Veskal hanya tertawa melihatku yang tersiksa itu, tapi aku kemudian menarik mereka berdua ke pelukan kami, membuat mereka berdua juga ikut tidak bisa bernapas setelah dipeluk erat oleh Ivor
Frank tertawa terbahak-bahak melihat hal itu, selagi Artorius hanya diam memandang dengan senyum kecil. Para Elf bertepuk tangan dan bersorak gembira di sekitar kami semua. Tidak lupa dengan para Fae yang menari-nari dan tertawa dengan riang nya
"I- I- Ivor. Aku...! Tidak bisa bernapas...!"
"Hey, hey. Sudah, sudah. Sekarang giliran orang tuanya"
...
Aku menghempaskan semua teman-temanku yang menimpa badanku sehingga mereka terjatuh ke belakang ketika mendengar suara itu
Dugaanku benar. Ibu dan ayahku berdiri di depanku sekarang ini, bersama Cyrus di belakang mereka
Melihat mereka bertiga, para Elf dan Fae mendadak diam untuk memberi ruang pada kami
...
...
Air mataku langsung menetes ketika melihat mereka berdua yang terlihat baik-baik saja. Karena tidak tahu harus berkata apa, Aku memeluk mereka bertiga dengan eratnya, seakan aku tidak mau lagi melepaskan mereka
Syukurlah...! Syukurlah...!
Aku sangat bersyukur--- Mereka masih hidup---
Aku sangat bersyukur--- Mereka--- baik-baik saja---
"... Sudah, sudah. Dasar bayi besar" Cyrus berkata, sambil mengelus kepalaku bersama dengan ayahku
"Kami sudah tidak apa-apa anakku" Ibuku berkata
"Aku sangat bersyukur kamu juga baik-baik saja" Ayahku menambahkan
"Aku--- Senang-- Kalian baik-baik saja---!"
Aku terus menangis di dekapan mereka bertiga. Aku belum mau melepaskan mereka bertiga lagi, tidak seperti waktu itu
Melihatku yang sudah aman itu, Seren pun meraung ke udara dengan kerasnya, sambil melebarkan kedua sayap miliknya untuk memeriahkan kehadiran kami
Aku kemudian bertukar tatapan dengan Seren yang berada cukup jauh dariku itu. Dia hanya mengangguk pelan, kemudian kembali membaringkan kepalanya sembari terus melihat kearah kami
Haha, dasar naga besar
"Baiklah, mari kita masuk" Ibuku berkata sambil mengelap tetesan air matanya
Cyrus kemudian mengelus lenganku, dan kedua orang tuaku menarikku mengarah ke Miralius
Luxor dan Ivor melihat kearah satu sama lain dengan wajah sok sedih
"Sepertinya kita dilupakan oleh kaka" Ivor berkata
"Iya" Luxor membalas, ditambah dengan anggukkan kepala
Plak! Plak!
Sebuah pukulan mendarat di masing-masing kepala mereka berdua. Ketika mereka melihat ke belakang, mereka melihat Luna yang terlihat sangat kesal pada mereka
"Kalian segera masuk sekarang. Jangan merusak suasana"
Melihat Luna yang sedang marah itu, nyali mereka menciut, dan mereka hanya mengangguk kemudian pergi mengikuti kami sambil berbisik tentang Luna yang garang
Luna kemudian hanya menghela napasnya dan mengajak Verdea dan Veskal untuk ikut bersama kami
Mereka semua, bersama para para Elf yang ada disana pun pergi mengikutiku masuk ke dalam area Miralius
Rumahku...
Ini pertama kalinya sejak 5 tahun, aku pulang dengan perasaan yang sangat bahagia
Verdea dan Veskal melaju dengan cepatnya sampai mereka berada di sisiku
Aku kemudian mengunci kepala Veskal selagi dia mengadu, sementara Verdea hanya tertawa melihat kami berdua
Ah... Mungkin karena kali ini, aku sudah melepaskan beban yang ada di dadaku selama ini. Semua teman-temanku masih selamat dan baik-baik saja
Melihat senyuman bahagia mereka semua, hal itulah yang selalu membuat hatiku senang
Karena kebahagiaan mereka itulah, yang membuatku menjadi makhluk paling bahagia di dunia
...\=\=\=\=\=\=\= Arc 5 Tahun Tamat \=\=\=\=\=\=\=...