Book Of Flowers

Book Of Flowers
Lebih Buruk Dari Iblis


--- Kastil Lily, Ruangan Rosalia ---


Suara-suara barang pecah dan jatuh mengisi ruangan itu, diikuti oleh kata-kata hujatan yang kasar


"Tidak berguna!"


"Maaf"


"Kegagalan!"


"Maaf"


"Dasar tolol!!"


Kata-kata hujatan terus keluar dari mulut Rosalia selagi dia melempar satu persatu barangnya ke lantai


Yael hanya berdiri di sudut seperti biasanya dan memasang wajah datar, namun hatinya merasa kesal. Bagaimana tidak?


Pertama, dia gagal melakukan satupun perintah yang diberikan oleh tuannya. Kedua, sekarang dia harus menangani amarah tuannya karena hanya dia saja bawahan Rosalia yang dekat dengannya sekarang ini—mengingat kalau Veskal sudah dibuang


"Kamu hanya punya satu perintah, dan hal itu adalah menculik adikku itu, hidup atau mati...!"


"Maaf"


Rosalia kembali menghamburkan barang-barangnya untuk melampiaskan kekesalannya


"Dia cuma anak kecil! Kenapa kamu susah sekali untuk mendapatkannya!?"


"Bukan salahku kalau dia dijaga seorang Oberon, sebuah Pasukan Elf dan 2 orang bodoh"


Rosalia menoleh kearah Yael dengan ekspresi murka


"Jadi kamu mau menyalahkannya pada mereka!?"


"... Maaf"


"Berhenti bilang maaf! Itu membuat kepalaku pusing!"


Dia mulai lagi, pikir Yael


Ketika sesuatu yang tidak sesuai dengan rencananya terjadi, Rosalia akan selalu bertingkah seperti ini


Dia heran kenapa dulu Veskal bisa tahan dengan sifatnya ini. Selama Veskal ada dulu, dia tidak perlu repot-repot menghadapi Rosalia yang sedang marah seperti ini


Tapi setelah Veskal dibuang, dia harus mengendalikan Rosalia hampir setiap waktu. Dia benci dengan hal ini, dan kebanyakkan usahanya adalah hanya diam sambil melihat Rosalia yang terus menggila


Kemungkinan, dia juga akan dibuang sama seperti Veskal. Dia bukannya akan kecewa atau semacamnya bila dibuang. Tapi, sebagai penyihir hitam, dia sudah pasti akan menjadi buronan jika tidak berada di bawah perlindungan Rosalia setiap waktu


Jadi, dia harus memilih antara menyaksikan tuannya yang menggila itu, atau hidup menjadi buronan


Sama-sama tidak menyenangkan baginya, tapi lebih baik memiliki perlindungan untuk 'kesenangan' miliknya daripada diburu setiap waktu. Lagipula, dia punya alasan untuk tetap diam bersama Rosalia


Tapi, dia tidak tahu cara menenangkan Rosalia sama sekali. Satu-satunya saran yang ingin dia minta pada Veskal sekarang ini adalah cara menangani Rosalia yang marah. Walaupun dia harus menghadapi tatapan mengutuk dari anak itu ketika mereka bertemu lagi


"Yang kamu lakukan setiap kali itu hanya membuat pertunjukkan tidak penting. Aku bahkan ragu kamu berniat menjalankan perintahku" Rosalia yang mencoba meredam amarahnya pun berkata


"... Anggap saja bermain-main dengan nyawa seseorang itu kesenanganku"


Menyaksikan seseorang lari ketakutan selagi kematian mengejar mereka. Itu adalah pemandangan yang menakjubkan bagi Yael, terutama ketika orang yang dikejar melakukan perlawanan


Dan menyaksikan wajah ketakutan mereka ketika berada di ujung sabit kematian walau sudah berusaha keras menghindarinya...


Yael mengeluarkan napas berat seakan dia terangsang karena hal itu


Sebuah pertunjukkan yang menggairahkan. Dia bahkan sampai menyebut hal itu sebagai sebuah seni yang spektakuler


Namun, tuannya ini tidak bisa menghargai sesuatu yang dia anggap seni. Dia hanya ingin menyelesaikan sesuatu secara cepat dan 'efisien'


Padahal dia tahu persis kemampuan Yael, tapi masih meragukannya. Tapi dia tidak salah juga ketika berkata kalau Yael hanya senang bermain-main dalam melakukan sesuatu


Dan mengetahui hal itu, Yael berpikir ulang kembali untuk menangani perkara ini dengan serius atau tidak


"Kamu boleh bermain-main sesekali, tapi kamu harus paham perintah mana yang harus kamu anggap serius" Rosalia berkata sambil menutup wajahnya


"... Baiklah tuan putri. Aku tidak akan mengulanginya lagi"


Yael menundukkan kepalanya sambil tersenyum. Dia setidaknya sudah cukup paham, seberapa seriusnya dia diperlukan dalam semua rencana Rosalia


"Aku harus memikirkan sesuatu..."


Rosalia perlahan menggigit jarinya selagi terlihat sedang berpikir


Yael hanya bersenandung dalam hatinya, karena memikirkan hal yang tidak penting baginya sama sekali bukan hal yang dia suka. Dia akan meninggalkan semua proses berpikir kepada Rosalia dan Rosalia saja. Tuannya itu sendiri sudah cukup untuk melakukannya


Dan Rosalia pun selesai menggigiti jarinya


"... Suruh Darwin bergerak. Dia dan pasukannya setidaknya akan punya kesempatan untuk melakukannya" Rosalia bergumam


"Maaf?" Tanya Yael yang tidak mendengarkan dengan baik


"Suruh Darwin untuk ikut menangkap anak itu sebagai jaminan. Lalu, biarkan si Oberon saja yang hidup"


"..."


Ini tidak penting baginya, tapi menyuruh Darwin untuk bergerak sekarang adalah perbuatan gila


Belum lagi, Rosalia menyuruhnya untuk menangkap anak itu?


Kegilaan. Dia tidak meragukan kecerdasan Rosalia, tapi pemikirannya itu adalah kegilaan


Aku punya kekuatan setara dengan seorang raksasa. Caraku bertarung juga sama sekali tidak normal dan tidak bisa dia tangani dengan mudah


Dan hal itu hanya kutunjukkan jika ada sesuatu yang berani berniat buruk pada teman-temannya


"Aku takut, itu akan sulit tuan putri"


"Kamu menolak!?"


"... Tidak. Tapi apa kamu memperbolehkanku untuk kabur ketika situasinya memburuk, boleh?"


"... Terserah. Pastikan Darwin juga bisa selamat. Aku masih butuh dia"


"Dengan sepenuh hatiku"


Satu hal lagi yang harus disampaikan Rosalia


"Dan pastikan kamu membunuh para anjing itu jika mampu. Aku ingin dia lenyap jika perlu karena sudah berani berpindah sisi..."


"Kenapa?"


...


"Untuk kepuasan semata"


Yael pun hanya menyeringai mendengar tuannya itu. Terutama ketika dia sadar, kalau Rosalia sangatlah serius


Dan untuk pertama kalinya selama pembicaraan itu, Yael pun menunduk hormat kepada tuannya


...


Sementara itu, mata-mata milik Damien sekali lagi mengintip mereka dari luar


Seluruh badannya merinding. Dan ketika dia melihat batu rekaman ini, dia mungkin tidak akan tahan sama sekali


Kedua orang itu menakutkan. Lebih menakutkan daripada iblis. Dan batu rekaman yang dia bawa kali ini memiliki rekaman yang menakutkan dari yang sudah ia bayangkan. Sebuah percakapan yang baru saja dia dengar, persis terekam di dalam batu sihir itu


Pembicaraan yang mereka lakukan itu terasa seperti 2 iblis yang sudah bertekad ingin menyantap seorang manusia sambil berencana menyiksanya


Mengerikan...


Tanpa berpikir lebih panjang lagi, dia diam-diam pergi untuk melapor kepada Damien


'Aku harus cepat' pikirnya


Tapi, dia tidak tahu kalau Yael dan Rosalia sebenarnya mengetahui keberadaannya itu. Justru mereka sudah tahu sejak awal, tapi membiarkan dia tetap hidup


Namun dia membawa batu rekaman kali ini. Ketika menyadari hal itu, Rosalia terlihat sangat murka dan langsung menoleh kearah Yael


Seakan dia sudah paham, Yael menganggukkan kepalanya pelan


"Aku paham. Akan kulakukan..." Yael berkata dengan nada sinis


"Pastikan kamu bisa mencopot bola mata dan telinga orang kurang ajar itu. Aku juga ingin mayatnya dipajang di tengah alun-alun kota nanti!"


"Hahaha! Tenang tuan putri. Aku punya sedikit, 'kreativitas' dalam hal ini"


Yael keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Rosalia sendirian di kamarnya


Rosalia tersenyum sambil tertawa dan perlahan, tawanya terdengar semakin keras dan menakutkan


Dua orang. Tidak. Dua makhluk yang lebih buruk daripada iblis. Keduanya memiliki sifat yang berbeda, tapi mampu bergerak dalam harmoni


Dan mereka baru saja masuk ke tahap serius


Yael memiliki perlindungan absolut dari Rosalia. Dengan itu, dia bisa aman melakukan apapun selama dia melaksanakan perintah dari Rosalia


Dan dia juga dengan senang hatinya menerima perintah tuannya. Karena kebanyakkan dari mereka adalah perintah untuk membunuh


Rosalia memiliki tujuan yang harus dia bisa capai. Siapapun yang menghalangi akan dia singkirkan. Dan siapapun yang berguna, akan dia gunakan seperti bidak di papan catur


Dia tidak perlu kepercayaan. Dia hanya perlu keberhasilan. Selama dia berhasil, tidak akan ada lagi yang bisa menghentikannya


"Hidup tuan putri"


Dia bersulang untuk dirinya sendiri sambil tertawa sinis lagi, menari-nari di lorong kastil sembari membuntuti mata-mata yang tercekik di tempat itu


......................


--- Benua Goeitias, malam hari ---


Aku sedang berjaga-jaga sekarang ini


Monster yang menyerang kami tadi tidak sebanyak malam kemarin, tapi aku harus tetap waspada dengan penyihir hitam itu


Kami belum keluar dari area hutan sama sekali. Dan malam ini kami tidak menemukan satu pun gua untuk bermalam. Jadi kami terpaksa tidur di tengah-tengah hutan berbahaya ini


Aku dan para Dark Elf sudah membuat penangkal untuk para monster itu, dan sihir perisai itu juga berfungsi sebagai penanda jika penyihir hitam itu memasuki areanya


Orang itu berbahaya. Sama seperti Rosalia. Aku tidak tahu hal buruk apa yang akan mereka lakukan pada Verdea dan Veskal setelah percobaannya di kapal waktu itu


Mereka tidak bisa dimaafkan. Aku akan mengadili perbuatan jahat mereka. Tidak hanya sebagai seorang teman, tapi juga sebagai seorang Oberon karena telah mengganggu kedamaian area kekuasaanku...


Dua orang yang lebih buruk daripada iblis itu...


Aku akan memastikan aku bisa menangkap basah mereka berdua...!