Book Of Flowers

Book Of Flowers
Seseorang Muncul


--- Beberapa hari kemudian, Desa Magnolia ---


Akhirnya kami berangkat...


5 Kereta didatangkan kepada kami untuk mengantar kami ke daerah milik Verdea, County Lavender. Daerah khusus dimana pasar utama dan berkualitas terbaik milik Hortensia terletak


Sebenarnya aku bingung kenapa Rosalia menyerahkan daerah sepenting itu kepada kami, ditambah dengan posisi duta miliknya


...


Lalu, para pelayan baru dan para kru Black Hunt beserta Claudia akan menyusul dari belakang. Tetapi, tidak seperti kami yang harus pergi ke daerah milik Verdea dahulu, mereka akan langsung pergi ke pelabuhan Typha


Sementara untuk Ayahanda...


Kami harus menyembunyikan tubuhnya di dalam sebuah kotak. Dia juga mematikan kehidupan yang ada di dalam tubuh itu untuk sementara waktu, agar tidak terlalu mencurigakan. Luna dan Ivor lah yang harus menjaga badan Ayahanda yang sedang disembunyikan itu


Sementara sisanya menaiki kereta khusus masing-masing, hanya menunggu tibanya kami di tempat yang kami inginkan


...


Kesampingkan semua rencana perjalanan ini...


Hmm...


Banyak yang berubah disini...


Aku berencana untuk melihat-lihat desa Magnolia, tapi tidak kusangka sama sekali kalau nasibnya akan sangat mengenaskan...


"Ada yang menganggu kalian?" Jenny bertanya, selagi membungkus pesanan milik Verdea


Aku merespon dengan menggelengkan kepala, kepadanya yang membuyarkan lamunanku barusan


"Tidak ada. Pemandangan seperti ini sudah biasa untuk kami semua. Banyak tempat di dunia terkena dampak hebat dari bencana itu"


Desa yang porak-poranda. Kota yang jadi kosong. Bau darah dan tanah gersang yang tidak mengenakkan


Blood Sabbath. Terkutuklah siapapun yang menciptakan sihir itu dan siapapun yang menggunakannya


"Tapi Jenny. Aku sungguh bersyukur kamu termasuk yang masih hidup setelah bencana itu" Verdea berkata


Jenny hanya mengeluarkan tawa feminim yang terdengar dalam itu, sebelum menggelengkan kepalanya kearah Verdea


"Aku bukan orang yang baik, pangeran. Semua orang punya masa lalu, dan milikku bukanlah sesuatu yang baik" Dia membalas Verdea dengan kalimat itu


Yah, semua orang juga memang punya sesuatu yang harus mereka sembunyikan...


"... Walaupun begitu, setidaknya kamu sekarang ini sudah jadi baik bukan? Yang terpenting adalah apa yang ada di hari ini, bukan apa yang sudah berlalu"


"Kamu sungguh punya cara mengatakan sesuatu, pangeran. Aku terkesan"


"Semua orang bilang aku cemerlang. Aku bersyukur kamu juga berkata begitu"


"Aku sangat suka pria yang percaya diri"


Oke, pembicaraan mereka berdua ini terlalu membuang waktu


"Kita masih harus pergi ke daerahmu dulu, Veri. Banyak urusan masih harus kita selesaikan, terutama Frank yang harus kita perkenalkan secara publik dahulu" Aku menyela diantara mereka


Juga, membiarkan beberapa kereta kuda yang terlihat sangat mewah di depan toko kecil seperti ini pasti akan menarik banyak perhatian...


"Cih. Vainzel sungguh tidak seru..." Verdea menggerutu


Jenny hanya tertawa kecil selagi menyelesaikan bungkusan pesanan kami dan memberikannya kepadaku


"Semuanya gratis"


Heh?


"Tidak. Kali ini tidak" Aku berkata, membanting 10 keping koin emas di hadapannya


Kemarin kamu memberi kami diskon pengelana. Sekarang kamu bilang kalau kamu bisa mengambilnya gratis?


"Setidaknya terima uang itu atau kami tidak akan bisa tidur"


Verdea bahkan mengangguk menyetujuiku. Dia sama sekali tidak setuju Jenny memberi ini gratis kepada kami


"Aku tidak bisa menerimanya Oberon. Lagipula, karena pangeran kebetulan suka dengan buatan tanganku, aku ingin dia mencoba sedikit lebih banyak"


Ah ya dia memang membungkus terlalu banyak dari jumlah biasanya


Tapi bukan itu masalahnya sekarang ini


"Terima saja. Anggap saja bayaran dari temanmu karena banyak membantu" Aku berkata


"Ahahaha! Aku hanya menjual ayam kepada kalian, tidak lebih!" Dia justru membalas


"Tepat sekali"


...


Jenny pun menghela napasnya, paham kalau aku tidak akan mundur untuk membayar apa yang dia berikan kepada kami. Perlahan dia ambil uang itu tanpa menatap mataku sedikitpun, dan justru terlihat kecewa


"Kalian orang pertama yang menolak hal gratis yang kuberikan"


"Itu karena kamu memberi kami terlalu banyak. Dan seperti yang kubilang, bayaran itu untuk teman"


Bahkan tidak banyak dari kami yang makan ayam ini. Mungkin hanya Verdea dan Veskal, walaupun sesekali Remina akan ikut untuk membantu menghabiskan


Jenny sekali lagi menghela napas, selagi Verdea hanya tertawa canggung di tengah suasana yang menyelimuti kami


"... Omong-omong, aku dengar kalau kalian akan pergi ke Sto Astra untuk menghadiri sebuah pertemuan" Jenny tiba-tiba bertanya


...


Aku pun menjawab dengan sebuah anggukan. Tidak ada salahnya membicarakan hal ini, apalagi ketika khalayak umum sudah mengetahui garis besarnya


"Detail lainnya tidak bisa kami beritahu, tapi ya. Kami memang akan berangkat ke Orion untuk bertemu dengan 3 raja disana" Verdea pun menjawab


"Kami juga sudah tahu kenapa, tidak perlu risau"


Sudah tahu?


"Masalahnya, ketika kalian semua sedang berada di dalam misi perburuan orang skala dunia itu, dan ketika Xiang diserang, kami juga mengalami banyak musibah"


"... Musibah?"


"Penyembah iblis. Apakah kalian pernah mendengar hal itu?"


...


Itu... Baru pertama kalinya aku mendengar hal itu


Catatan keberadaan mereka memang ada di dalam sastra kuno serta biografi kehidupan kaum Elf dan manusia. Tapi, seharusnya mereka sudah menghilang sepenuhnya ketika 2 roh bersaudara itu hadir di Vitario


Pembasmian penyembah iblis sudah diberlakukan sejak lama. Bahkan jika ada kelompok baru muncul, Lazarus akan selalu melenyapkan mereka semua


Mustahil mereka tidak pernah kapok. Marcellus bahkan menyegel para iblis agar mereka tidak bisa berkomunikasi secara bebas dengan satupun kaum di atas Vitario


Atau jangan-jangan...


Ini perbuatan seseorang yang menginginkan kekuatan....? Lagi...?


"Sepertinya kamu tidak sembarang bicara, Jenny" Aku pun ikut berkomentar


"Tentu tidak, Oberon. Mereka sudah membunuh banyak orang di seluruh penjuru dunia. Entah apa fungsinya"


"Blood Sabbath"


...


...


Kami tertegun melihat Verdea yang tiba-tiba menyatakan hal itu


Blood Sabbath...


Jangan bilang kalau mereka adalah faktor utama bencana itu pernah terjadi?


"Itu... Masuk akal, pangeran"


"Itu sangat masuk akal Jenny. Tidak mungkin hanya ada satu orang saja yang bisa memulai sihir bencana skala dunia itu. Mereka lah orang yang seharusnya kita hadapi selama ini, Vain"


"Perlahan dulu nak. Aku mencoba memproses semua hal ini"


Benar. Mereka pasti muncul kembali. Keberadaan Yael saja sudah sangat aneh sebagai seorang setengah iblis


Pasti ada seseorang yang menjadi perantara dan penyebab iblis itu beranak diatas dunia. Tidak satupun iblis bisa keluar dari segel yang menyembunyikan dan memisahkan keberadaan mereka dari Vitario itu


...


"Kita harus diskusikan ini dengan yang lain" Aku segera bicara kepada Verdea dan beranjak. "Terima kasih ayamnya, Jenny" Aku tidak lupa berkata


Verdea pun mengikutiku dengan segera, selagi Jenny hanya melambaikan tangannya mengantar kepergian kami


"Anggap saja hal ini sebagai kembalian uang mu tadi" Dia berkata kepadaku


Dasar. Masih saja berpikir kalau dia harus membayar balik kepada kami...


Kami pun sudah berada di luar tokonya dan segera bergegas kearah kereta kuda paling belakang, membuat Luna dan Ivor yang kami lalui itu heran dengan tingkah kami


"Katakan kepada semua orang kalau kita harus segera pergi ke tempat kita bisa berdiskusi"


Mereka berdua terdiam mendengar perkataanku. Tetapi kemudian Ivor bertingkah aneh


"Vainzel! Aku lupa bilang!"


Ketika aku menoleh kearahnya kembali, aku tiba-tiba mendengar Verdea yang terkejut


Ivor pun berhenti bicara, karena apa yang dia ingin bicarakan sudah ada di hadapan Verdea tepat disaat itu


"Oh halo! Aku yakin kamu teman Veskal yang dia baru saja bicarakan!"


...


Siapa gadis ini?


Veskal bahkan berdiri di belakangnya dengan senyum canggung, seakan mereka sudah akrab


"Namaku Natasha. Aku teman masa kecil Veskal, dan sekarang menjadi pengelana"


...


Apa?


Hah?


"Kamu punya teman?" Verdea spontan bertanya kepada Veskal


Veri...


...


Tapi ya...


Veskal memang harus menjelaskan banyak hal