
--- Lima jam kemudian, Barat Benua Goeitias ---
Hm... Posisi milik Welt belum kurasakan di sekitar sini
Kami harus menunggu sedikit lebih lama
"Verdea sudah baikan?" Aku bertanya
"Tenang. Kami sedang mengeringkan dia sekarang dengan sihir"
Luxor dan Remina menggabungkan sihir api dan angin untuk mengeringkan Verdea, itu cukup kreatif. Luxor menggunakan api sebagai pemanas sihir angin itu, kemudian Remina meniupkannya secara perlahan kearah Verdea agar apinya tidak ikut terbang. Sihir tingkat dasar memang praktis untuk urusan sehari-hari
Verdea yang duduk dengan tenang selagi Remina ada di dekatnya bisa dibilang cukup langka juga. Biasanya mereka akan ribut, kecuali jika sedang ada masalah serius
"Aku sudah pastikan. Tidak ada yang kurang dari perlengkapan yang kita bawa" Ordelia berkata
Itu artinya kami bisa santai sekarang, selagi menunggu
Aku mengambil tempat duduk yang nyaman di tanah, bersama dengan Ordelia di sampingku
Efek serbuknya sudah habis. Mungkin karena angin laut tadi yang menerbangkan semuanya dari pakaian kami. Luxor tadi nyaris jatuh ke tanah karena serbuk yang menempel padanya sudah hampir habis. Ordelia bahkan jadi sangat sibuk untuk menaburkan lebih banyak serbuk kepada kami
Setidaknya semuanya aman. Kami cukup beruntung serbuk itu cukup untuk kami pindah dari Hortensia ke Goeitias dengan cepat
"Semuanya habis tidak bersisa. Kita benar-benar harus mengandalkan Welt sekarang"
"Tenang saja. aku juga sudah meminta Welt untuk membawa beberapa Fae"
Dan aku harap dia membawa banyak
"Vain. Kira-kira butuh berapa lama kita bisa sampai ke Miralius?" Verdea bertanya
"Tergantung dengan Welt, mungkin 2 jam lagi"
"2 jam? Walaupun kita melesat?"
"Kamu ini hanya kepikiran untuk melesat saja. Bagaimana dengan barang-barangnya?"
"Baiklah, baiklah"
...
Dia mungkin bosan. Apa sebaiknya aku ajak mereka jalan-jalan selagi memperkecil jarak kami dengan Welt?
Hm...
Ah, aku bisa mengajak mereka. Sekalian mencari 'dia'
Aku bangun dari tempat dudukku, kemudian mulai berjalan kearah timur laut
"Mau kemana, Vainzel?"
"Jalan-jalan mencari telaga. Aku ingin minum air disana"
"Telaga?!" Verdea sontak berseru dengan antusias
"Woy! Jangan bergerak sembarangan!" Luxor memarahinya
"Jadi, kamu mau jalan-jalan tanpa kami begitu?!" Verdea melanjutkan, mengabaikan Luxor dan Remina yang menggerutu
"Aku tidak melarang kalian ikut bukan? Ayo"
Mata Verdea langsung bersinar. Tidak perlu waktu lama untuknya pergi mengikutiku setengah berlari
Ordelia dan Luxor menatap satu sama lain, kemudian mulai tersenyum dan mengikuti kami dari belakang, mengajak Remina
"Tapi, Vainzel. Bukannya daerah ini sedikit berbahaya?"
"Memang benar. Kebanyakkan monster di Goeitias selalu membuat sarang di dekat sumber air. Tapi, jika airnya masih bersih dan tidak ada bekas keberadaan monster, kita akan aman"
"Bekas keberadaan monster?"
Sekali-sekali aku akan mengajarinya hal seperti ini
Keberadaan monster di Goeitias sebenarnya cukup mudah dikenali disaat matahari masih ada di langit. Utamanya karena monster selalu berburu makanan di malam hari
Bekas keberadaan mereka bisa ditandai dengan 3 hal. Bekas makanan yang berserakan, kotoran, dan jejak kaki. Setidaknya jika mereka dekat dengan sumber air, salah satu dari ketiga jejak itu pasti tertinggal
Monster-monster itu tidak akan repot-repot membersihkan bekas keberadaan mereka. Itu karena mereka menandai daerah kekuasaan mereka dengan jejak-jejak itu untuk menakuti monster lain yang lewat
Semakin banyak yang mereka buat, semakin bagus untuk mereka. Karena jejak itu bisa berfungsi sebagai peringatan kepada pengganggu
Lalu, kita masuk ke monster air yang tinggal di Goeitias. Ada banyak
Semua monster air tawar ada disini. Sebagian besarnya diisi oleh jelmaan iblis yang memiliki wujud buaya. Mereka cukup berbahaya
Tapi, jika mereka bersarang di daerah perairan itu, airnya pasti akan kotor. Sangat kotor sampai kamu bisa melihat beberapa bercak hitam di air merambat kemana-mana
Daerah itu hanya akan bersih jika mereka sudah pergi, dan itu juga jika ada hujan atau orang yang mau susah payah membersihkannya
Tapi, ada satu hal lagi yang membuat beberapa daerah perairan di Goeitias tetap bersih
Perkampungan monster. Bedakan dengan sebutan sarang monster
Nama dari ras monster dibuat untuk membedakan mereka dengan ras lainnya yang terlihat sama persis. Mereka biasanya bersikap sangat agresif kepada makhluk lain, dan jika tidak begitu, mereka kadang tidak bisa berkomunikasi dengan makhluk lain
Dan umumnya, ras monster itu tidak jauh berbeda dari ras lainnya
Monster bisa mengerti dengan apa yang diutarakan ras lain melalui beberapa bahasa isyarat, bahkan mereka bisa bertingkah seperti ras tersebut walaupun kadang ada yang kurang atau justru berlebihan
Kembali mengenai perkampungan itu, ada beberapa yang berdiri di seluruh penjuru benua Goeitias. Misalnya, perkampungan kaum raksasa. Tapi, mereka semuanya tinggal di selatan, di tempat yang dingin atau dekat pegunungan
Dan untuk monster yang membuat perkampungan di daerah ini...
"Roh hutan"
Mereka itu bisa disebut roh ataupun Elf. Mereka terikat dengan kebiasaan mereka untuk melindungi hewan dan alam. Tapi, mereka sangat pemarah jika ada yang merusak daerah hutan, tidak seperti kaum roh yang biasanya tidak akan bergeming kecuali diberi perintah
Juga, kaum roh pada umumnya biasa tinggal dekat dengan manusia, dan tidak membuat pemukiman mereka sendiri. Itu karena mereka kasat mata jika mereka tidak ingin seseorang melihat wujudnya. Tapi, roh hutan sendiri bisa dilihat dengan mata telanjang karena mereka memang berniat untuk mengancam pengganggu atau keberadaan asing di sekitar
Sebagian besar juga karena mereka itu pelupa. Mereka benci mengingat sesuatu dalam jangka waktu panjang jika hal itu tidak berada di sekitar mereka lagi
Roh hutan tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia, sedangkan Elf dan roh menggunakan bahasa manusia untuk keseharian. Umumnya yang kuno dan sudah dilupakan oleh manusia itu sendiri
"Roh hutan biasanya tinggal diatas pepohonan. Mereka tidak akan menyerang jika kita tidak bersikap agresif terlebih dahulu. Jadi jangan coba-coba bertingkah tidak sopan"
"Dimengerti"
Aku mengangguk, mengetahui Verdea sudah pasti paham dan akan menurut. Dan juga...
Seharusnya ada telaga di dekat sini...
Ah, itu dia-
...!
"Halo...?"
Kami baru saja ingin keluar dari hutan untuk menghampiri telaga itu, dan seekor roh hutan sudah menodongkan tombaknya kearahku
"Woah?! Itu roh hutannya?!" Verdea berseru dengan kagum
"Jangan bergerak. Biarkan dia bicara dulu"
Verdea langsung menutup mulutnya agar tidak terjadi apa-apa, begitu juga dengan yang lainnya
Roh hutan itu pun mulai bicara. Mereka menggunakan bahasa yang tidak pernah kudengar. Terdengar seperti sebuah kata-kata yang dicampur hingga berantakan, tapi aku tahu dia berniat untuk mengetahui kenapa kami datang kemari
Bagaimana caranya agar dia mengerti ya...?
Oh, ya. Aku bisa menggambar di tanah agar dia mengerti
Aku menjongkok ke tanah dan mulai menggambar. Roh hutan itu pun penasaran dan ikut menjongkok
Dengan menggambar seperti ini, aku yakin dia bisa mengerti kalau kami ingin minum air di telaga
Dia terdengar sedang bertanya lagi kepadaku. Tapi, karena aku tidak paham, aku pun menggambar sebuah tanda tanya di tanah
Karena itu, roh hutan itu pun ikut menggambar di tanah agar aku bisa paham
"'Kamu itu Oberon'... Kamu bilang?"
Aku yakin itu artinya
Aku menggambar lagi untuk memberitahukan kalau aku memang seorang Elf dengan melingkari gambar peri bermahkota yang dia buat
Dia kemudian mengangguk, memberiku salam hormat, dan mulai bersiul
Tidak lama, beberapa kepala mulai menyembul dari balik pohon, membuat Verdea semakin terlihat kagum dengan apa yang dia lihat
Para roh itu pun turun dari bawah pohon, sepertinya untuk menyambut kami. Beberapa dari mereka bahkan terdengar senang dan mulai menyalami teman-temanku setelah memberi salam kepada mereka
Bahkan Remina dan Verdea membalas salam mereka, membuat mereka semakin senang dengan keduanya
Sepertinya kami tidak akan apa-apa...
Satu hal lagi yang harus diwaspadai dari roh hutan adalah, mereka bisa mengetahui seseorang itu berbohong atau tidak. Mereka juga bisa gampang mengetahui kalau orang itu jahat atau tidak
"Ahaha... Ada seseorang yang tidak kusangka datang kemari ya. Kabar dari para roh hutan membuatku terkejut"
...
Karena dialah alasannya kaum kami itu tidak jauh berbeda
Aku berpaling untuk menyambut kedatangan makhluk raksasa berbentuk rusa bertanduk yang entah muncul dari mana itu
"Apa kabar, Leshy. Aku lihat kamu masih tetap hidup setelah beberapa tahun berlalu"
"Ohohoho~ Aku ini makhluk yang ditugaskan oleh Oberon Tibor untuk menjaga hutan di daerah Goeitias ya. Tentu saja aku tidak mudah dikalahkan dengan mudah ya
Tapi... Itu lah yang membuatku tidak mampu melindungi kalian dari serangan para bedebah itu ya..."
...
Makhluk ini sudah hidup semenjak masa Oberon ketiga, lebih tepatnya tepat setelah kelima anak Ayahanda sudah tiada
Justru, dia mungkin adalah salah satu monster pertama yang dibuat Tuhan, namun baru menunjukkan dirinya di masa Oberon Tibor. Alasan kenapa aku percaya teori itu adalah karena dia bisa berbicara bahasa manusia dengan telepati
Dia... Sangat agresif. Tidak akan ada yang percaya jika melihat wujud dan sikapnya yang bersahabat itu, tapi dia itu benar-benar agresif sampai membuat seorang Oberon saja tidak ingin salah tingkah di depannya, tidak terkecuali aku
Leshy adalah seekor monster. Dialah yang bertanggungjawab untuk mengurus kaum monster yang disebut roh hutan ini. Sebuah kaum yang dibentuk oleh Oberon Tibor untuk menjaga daerah Goeitias dari pengganggu
"Kalau begitu selamat datang, teman. Maaf aku baru menunjukkan diri di hadapan kalian"
Setidaknya, dia sangat bersahabat kepada orang yang menurutnya baik. Kami tidak perlu khawatir terlalu berlebihan