
"Agh!!! Aku benci belajar politik"
"Oh ayolah. Ini sudah jadwalku untuk mengajarimu, dan selagi kita mengisi waktu-"
"--- 'Kita sebaiknya belajar', aku tahu!! Tapi hal itu tidak akan mengubah kalau aku benci politik!!"
Dia mulai menggaruk-garuk kepalanya dengan agresif selagi terus mengeluh dengan keras
Aku heran bagaimana aku bisa lebih paham dan mau mempelajari soal politik kerajaannya daripada dia
Aku juga belajar untuk membantu dia! Dan kalau begini terus, semua itu akan sia-sia karena otakku jadi terlalu matang setelah semua yang kupelajari!
"Verdea... Ini ada manisan" Ibuku berkata, kemudian menyuguhkan sebuah mangkok kayu penuh manisan buah
"Ah, terima kasih bibi"
Dalam sekejap dia bisa tenang!
Ibu! Ajarkan caramu padaku!
"Manisan itu sesuatu yang paling disukai anak-anak, jadi gunakan saja ketika mereka sedang gusar" Ibuku menjawab seolah tahu apa yang kupikirkan
Aku langsung menahan tawa ketika menyadari kalau dia sedang bersikap sarkas sekarang ini, selagi Verdea hanya menatap dengan tampang terkejut
Ibuku pun keluar dengan sebuah senyum dan gelengan kepala
"... Sekarang aku paham dari mana sifat sarkas mu itu berasal" Verdea merajuk kepadaku
"Dia itu ibu dan wanita yang luar biasa. Sayang dia tidak bisa punya anak"
"... Lalu kamu ini apa?"
"Aku ini anak yang lahir dari Mana mereka, jadi logisnya tidak melalui kandungan"
Verdea langsung terlihat penasaran. Dan aku sempat lupa kalau kami sedang belajar politik sekarang ini
Tapi tidak ada yang bisa menghentikannya sekarang. Aku harus mengatakan semuanya, karena jika tidak, dia akan terus memaksa hingga aku tidak bisa menolak
...
Ibuku tidak bisa punya anak melalui kandungannya karena tubuhnya yang bisa dibilang lemah. Ayahku yang takut pun tidak memaksa ibuku untuk memiliki anak. Tapi di sisi lain, ibuku ingin sekali punya anak
Mereka bertanya kesana kemari untuk menemukan cara untuk mendapatkan sebuah anak. Jika kamu berpikir 'bukannya bisa adopsi?', tidak mungkin ada. Kami hidup damai dan nyaris tidak bisa mati, jadi bagaimana kamu bisa menemukan anak Elf yang terlantar?
Belum lagi Miralius disaat itu sedang mengalami pembaruan dan mengalami masa kekacauan karena kehilangan banyak penduduk juga seorang Oberon
Tapi, satu hari itu, mereka bertanya kepada seorang petinggi. Ya. Petinggi itu adalah Cyrus
Guruku itu punya pengetahuan yang luas mengenai makhluk hidup di dunia, tidak hanya tentang Elf saja. Tidak terkecuali juga sebuah metode untuk menciptakan sebuah makhluk dengan gabungan Mana 2 orang
Prinsipnya sama dengan penciptaan para Fae. Mereka membutuhkan sebuah alat perantara, dan serbuk peri milik Ayahanda. Mereka pun segera mencari perantaranya, yaitu bunga teratai ini
Begitulah jadinya. Mereka menemukan metode itu yang cukup sulit untuk dilakukan dikarenakan perlunya kekuatan Ayahanda, dimana komunikasi dengannya tidak bisa dilakukan saat itu dengan tiadanya seorang Oberon. Ayahanda tidak bisa mendengar, melihat, atau berbicara dengan dunia di luar Pohon Agung tanpa melalui seorang Oberon sepertiku
Ibuku bercerita kalau mereka harus menunggu selama 5 tahun dan 5 bulan lamanya. Tidak ada tanda sedikitpun, dan serbuk yang dihasilkan Ayahanda sama sekali tidak berjumlah banyak. Dan jika sedikit saja angin berhembus, mereka harus mengumpulkan kembali serbuk itu dari nol
Tapi sebuah keajaiban terjadi. Setelah bertahun-tahun menunggu sebuah kepahaman dari Ayahanda, Ayahanda tiba-tiba bersin dan menaburkan serbuk miliknya ke tanah dengan jumlah yang banyak
Tanpa ragu, ayahku langsung meraup semuanya dan meletakkan serbuk itu diatas sebuah bunga teratai itu, bercampur dengan Mana mereka
Juga, dia mungkin meletakkan terlalu banyak. Itu sebabnya aku jadi sangat kuat dan mampu memiliki koneksi dekat dengan Ayahanda. Sebuah keajaiban lah yang juga membuatku bisa terlahir sekarang ini
"Sedikit aneh bukan? Mungkin jika Ayahanda tidak bersin, ayah dan ibu tidak akan bisa memilikiku sekarang ini-
Kenapa kamu tertawa coba!? Kamu pikir ini cerita lucu apa?!" Aku berseru
"Tapi-- membayangkan kalau kamu lahir dari bersin Alf membuatku sedikit- Pffft!!"
Dia tertawa lepas setelahnya
Dan aku teringat sesuatu melihatnya tertawa...
Ibuku juga menganggap kelahiranku itu lucu karena aku memang lahir berkat bersin Ayahanda, dan kadang dia juga tertawa geli ketika menceritakannya kembali...
Tapi itu tetap keajaiban bukan?! Itu kisah yang luar biasa!
Ya... Harus kuakui kalau memang sedikit lucu...
Argh!!!
"Sudah! Lakukan saja tugas yang kuberikan padamu, lalu-!"
...
"Ada apa, Vainzel?"
Ada sebuah gema datang dari kantung bajuku. Ketika aku menarik keluar isinya, dugaanku benar
Edwin sedang mencoba menghubungiku sekarang melalui benih komunikasi yang kuberikan padanya
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu dalam perjalanan, Edwin?" Aku membuka pertanyaan melalui benih itu
"Bisa dibilang begitu. Apa kamu mengirim para Elf... Angin ini kemari?"
Oh, mereka sudah sampai? Lebih cepat dari yang kuduga
"Posisi kalian dimana? Jika kuperkirakan, mungkin masih tidak terlalu jauh dari tenggara Hortensia"
Begitu kah...?
"Berikan benih itu kepada seorang kapten kapal. Aku ingin bicara langsung kepada pemimpin mereka"
Suara gemerusuk bisa terdengar kemudian, dan samar Edwin terlihat berjalan kesana kemari menanyakan dimana kapten kapal yang dia tempati
"Kamu mengirim para Sylph kesana? Untuk apa?" Verdea bertanya, setengah berbisik
"Untuk membantu agar mereka bisa cepat sampai ke Gong. Aku ingin setidaknya lebih cepat untuk mengeksekusi rencana ini"
"Jawaban yang bagus"
Veskal masih belum bersama kami, jadi...
Yah
"Vainzel, aku menemukan kapten kapal ini" Edwin berkata
"Berikan benih itu padanya"
...
"Halo. Apa ada orang di benih ini?"
"Tentu ada kapten. Dan jangan kaget karena aku tahu kalau kamu hampir melempar benih itu sekarang ini"
Tingkahnya gampang sekali ditebak melalui suara yang dia buat...
"S- Siapa ini?"
"Aku? Aku ini Oberon"
"Oh kamu. Mau apa ka-"
"Aku akan buat ini singkat. Pasukan Elf Angin yang kukirim kepada setiap kapal yang berangkat, aku ingin mereka untuk membantu kalian berlayar dengan aman dan cepat. Jadi jangan coba berpikir untuk kasar dengan mereka, karena aku tahu mereka tidak akan diam saja jika mereka geram
Kalian boleh menolak, dan aku tidak akan marah ataupun merasa rugi. Hanya saja, lebih baik kita sama-sama menyelesaikan ini dengan cepat bukan?" Aku berkata
"Berikan benih itu kepada Edwin, pembicaraan kita usai" Aku menambahkan tanpa basa-basi lagi
"T- Tunggu-"
"Berikan. Benih. Itu. Kepada. Edwin"
...
"Halo, Oberon"
Untuk seorang kapten, orang itu ternyata cukup patuh. Dia bahkan tidak basa-basi lagi dan langsung memberikannya balik kepada Edwin setelah kupaksa sedikit
"Aku sudah menyampaikan pesanku kepada kapten itu sebagai bukti tugas yang kuberikan kepada para Sylph. Kalian akan dibantu dengan dorongan angin mereka, dan mungkin hanya butuh 4 hari untuk sampai ke Gong dengan kecepatan yang aman dan bergilir yang teratur. Pastikan agar tidak ada yang mengganggu para Sylph ATAUPUN menyapa mereka, dan semuanya beres"
"4? Luar biasa"
Aku tahu, aku tahu. Tidak usah memuji
"Sudah, pembicaraan kita usai. Ada anak yang harus kuajarkan SEDIKIT struktur dari kerajaannya sendiri..." Aku berkata, melirik kearah Verdea
Verdea langsung memasang wajah kesal dan memutar bola matanya
"Jangan kasar-kasar padanya. Dia masih kecil"
"Aku tidak bisa tepati janji itu, karena dia sama sekali tidak tahu politik..."
Verdea sekarang mulai mendengus, selagi aku bisa merasakan Edwin yang hanya tertawa canggung
"Baiklah. Jaga pangeran dengan baik. Aku akan kabari setelah kami sam- WAAAAA!!!"
Oh, mereka sudah melesat
"Oberon!! Aku baik-baik saja, begitu juga benihnya!" Dia berseru dengan nada keras, selagi dikelilingi oleh suara angin yang menderu kencang
"Kalau begitu jangan mati dalam perjalanan, kesatria terhebat Hortensia"
"Tenang saja!! Cuma begini tidak ada apa-apanya buatku!!
Nanti ku kabari lagi! Sampai jumpa!"
Suara teriakannya keras sekali
Pembicaraan pun berhenti, dan aku meletakkan kembali benih itu di kantung bajuku
Kemudian, aku langsung beralih kembali kepada Verdea yang masih duduk sambil cemberut
"Ehem. Kita sampai mana tadi?"
"Sampai, 'sekarang waktunya istirahat'...?"
"Oh tidak~ Waktu istirahatmu masih 20 menit lagi, jadi kerjakan sekarang"
"Haaaahh!! Aku tidak ingin!!"
Bocah, bocah. Dan seperti ini kah, kamu ingin menjadi raja?