Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kepercayaan Veskal


--- Sementara itu, tidak jauh dari Gerbang Hutan ---


...


...


"Sudah satu jam lebih, tapi mereka bertiga masih tidak bergerak" Natasha berkata, selagi terus memata-matai kami dengan roh anginnya


"Dasar. Parahnya lagi, Verdea tidak sedang bersamanya sekarang. Tidak akan ada yang bisa mengganggunya ketika dia sedang marah" Veskal berkomentar


Natasha pun melompat turun ke dahan pohon tempat Veskal berada dan duduk di sampingnya selagi terus melihati posisi kami


"Lagipula, bukannya lebih baik jika kamu memanggil Verdea dulu? Aku yakin itu akan membantu" Natasha memberi saran


Dia tidak salah, tapi Veskal hanya merasa tidak enak meninggalkan Natasha sendirian. Miralius itu tidak sempit, jadi dia pasti akan memakan waktu lama untuk mencari Verdea saja


Itu sebabnya dia pun hanya membalas dengan helaan napas dan mulai memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak


"Veskal..." Natasha mencoba meyakinkan dia kembali


"Abaikan saja dia dulu. Biarkan Verdea menuntaskan pekerjaan di dalam Miralius juga" Veskal justru menolak


Hal itu pun membuat Natasha ikut menghela napas, sebelum kembali mengawasi kami bertiga di area Gerbang Hutan dari atas pohon itu


...


Veskal merasa heran dengan tenangnya suasana disaat itu, hingga dia perlahan mengintip untuk mencari tahu ada apa dengan Natasha


Tapi tidak ada apa-apa. Natasha hanya duduk diam selagi terus mengawasi sesuatu yang mungkin tidak akan berubah selama beberapa jam ke depan


Veskal yang melihatnya pun hanya tertegun, terpaku kearahnya


...


"Kenapa menatapku terus?"


Natasha yang tiba-tiba bertanya dan mulai melirik itu pun membuat Veskal kaget setengah mati dan nyaris jatuh


Seandainya keseimbangannya tidak bagus, dia pasti akan jatuh dari pohon itu. Natasha bahkan tidak terlihat memiliki niat menolong disaat itu


"A-A-Aku hanya merasa ada yang kurang dari wajahmu entah kenapa" Veskal mencoba mencari topik pengalihan


"Kurang?"


Natasha pun mencoba meraba wajahnya untuk mencari tahu. Tetapi bagaimanapun dia menyentuhnya, tidak ada yang terasa aneh dari biasa mengenai dirinya sendiri


Veskal pun mencoba mencari akal selagi Natasha masih kebingungan, dan dia pun mendapati satu hal spesifik yang Natasha dulunya biasa lakukan


"Ah ya!" Dia pun berseru. "Kamu tidak memiliki kepang lagi di kedua sisi rambutmu"


Veskal pun teringat kalau Natasha yang biasanya tampil seperti bangsawan itu selalu memasang kepang yang melingkar dari kedua sisi rambutnya hingga seakan membentuk seperti sebuah tiara


"Kamu selalu menggunakannya setiap kali kamu datang menemuiku. Tapi entah kenapa sekarang malah tidak kulihat lagi" Veskal meneruskan pengalihan itu


Kalimatnya itu pun membuat Natasha perlahan memainkan rambutnya sendiri. Dia sadar, tetapi...


"Aku memang sengaja melakukannya. Karena... Aku tidak ingin apapun yang menjadi gambaran masa laluku kembali..."


...


"... Aku bahkan sempat berpikir kalau aku harus memotong rambutku menjadi pendek. Tetapi rasanya sayang juga..." Natasha meneruskan


"!!!"


Veskal tersentak mendengar kalimat itu. Kalimat yang dia tidak tahu kalau dia akan dengar hingga spontan dia membalas


"Jangan!" Dengan lantang dia bersuara. "Rambutmu itu sudah membuatmu sangat cantik. Jadi jangan dipotong" Dia menambah dengan suara yang lebih pelan


Reaksinya itu membuat Natasha berhenti melakukan apapun itu yang sedang dia lakukan. Lalu tiba-tiba...


Natasha mulai tersenyum. Lalu senyum itu berubah menjadi tawa geli


Dia merasa geli melihat reaksi spontan Veskal yang sekarang wajahnya mulai memerah karena sudah merasa dipermalukan


Natasha terus tertawa sampai puas, selagi Veskal diam mematung dengan wajah yang sudah mendidih karena malu


"Aku tidak sangka aku akan mendengar pujian yang sama dari beberapa tahun yang lalu!" Natasha berkomentar


Veskal pun berhasil mengingat kembali apa yang temannya itu maksudkan. Kalimat dan skenario pembicaraannya bahkan sama persis


Dia heran bagaimana dia bisa sempat melupakan hal itu dan segera membalas dengan spontan


"Tapi yah..." Natasha melanjutkan, membuat Veskal beralih kembali menatapnya. "Walaupun aku mau, membuat kepang dengan sendiri juga sangatlah sulit..." Dia melanjutkan


Rasa malu Veskal pun hilang seketika. Dia pun melihat satu kesempatan itu untuk melakukan sesuatu


"Aku ingin mencoba mengepang rambutmu!" Dia sekali lagi spontan berkata


"Eh?"


"Eh-?"


"Eeh?"


"..."


Tapi justru tanggapan itu sekali lagi membuat Veskal mendidih. Dia bahkan tidak punya kekuatan dalam mengangkat wajahnya lagi untuk menatap Natasha


Jika dia bisa mengulangi waktu, dia seharusnya tidak menyeimbangkan diri tadi dan membiarkan dirinya jatuh dari pohon ini


"Anggap saja aku tidak ada..." Veskal berkata, untuk menenangkan situasi


Mereka hening selama beberapa saat, hingga situasi semakin terasa canggung


...


...


...


"Boleh..."


Veskal pun berniat untuk membenturkan kepalanya ke dahan pohon itu, tetapi segera berhenti dan mencoba menganalisa kembali perkataan Natasha berlebihan


Dan ketika dia sudah menyadari apa yang sudah dikatakan, Veskal pun mengangkat kepalanya kembali. "Boleh??" Dia bertanya


Natasha terlihat sedikit ragu, tetapi kemudian mengangguk, membuat Veskal tersenyum senang


Dia pun mulai berbalik hingga punggungnya menghadap Veskal, selagi Veskal perlahan mendekat dan mulai bekerja


"... Aku terkejut. Tidak pernah sekalipun aku berpikir kalau Veskal Grandier yang dingin dulunya sekarang punya inisiatif melakukan sesuatu yang merepotkan" Natasha berkomentar


"Ahahaha ya... Aku hanya ingin mencoba kemampuanku mengepang rambut" Veskal menjawab


"Oh ya? Rupanya ada gadis lain yang sudah kamu kepang rambutnya"


"Hanya Remina dan bocah satunya lagi. Walaupun aku dan si Elf kecil itu berniat mengusili Verdea ketika kami mengepang rambutnya disaat dia tertidur"


Natasha tertawa kecil mendengarkan cerita pendek itu


"Sepertinya kamu sangat bersenang-senang dengan semua temanmu" Dia berkata kemudian


"Tentu! Menjahili mereka itu sungguh sangat menyenangkan jika ingin menghabiskan waktu" Veskal membalas lagi


"Orang yang tepat bisa mengubah seseorang. Sepertinya kalimat itu ada benarnya"


"Heeh~? Menurutmu aku berubah hm~?"


"Cukup banyak justru. Aku bahkan hanya melihatmu tersenyum satu kali ketika kita di Crux dulu! Tapi sekarang kamu sangat murah senyum hingga membuatku bertanya-tanya kamu kerasukan apa!"


Veskal pun mulai mendengung dengan senang hati selagi terus mengepang rambut milik Natasha


Lalu dia pun terdiam sejenak, hingga senyumnya sedikit turun dari sebelumnya


"... Veskal?" Natasha bertanya-tanya ada apa gerangan


Tetapi Veskal hanya menggelengkan kepalanya dengan hebat sebelum kembali bekerja dengan wajah penuh senyuman


"Aku hanya mengingat kembali semua hal yang sudah kami lalui. Terutama disaat pahitnya..." Veskal berkata kemudian


"Pahitnya...?"


"Begitulah. Setiap perjalanan selalu ada manis dan pahit bukan?"


"Benar juga"


...


...


"Bisa ceritakan lebih banyak tentang semuanya?" Natasha bertanya, dibalas oleh anggukan dari Veskal dengan senang hati


"Kita mulai dari mana ya...?" Veskal mencoba berpikir


Dia kemudian mendapatkan ide. Mulainya adalah dari saat kami menangkap basah dirinya sedang menyusup dan memata-matai kami


Disaat dimana aku menangkapnya, kemudian dibiarkan pergi. Ketika dia dibuang, dan ditemukan kembali. Ketika dia bertengkar dan berbaikan lagi


Pedang kayu Verdea yang patah, Kalimatku kepadanya, dia yang menangis keras dan kemudian turun untuk meminta maaf...


Lalu kami bertiga dan yang lainnya ketika melalui semua hal


Pergi ke Goeitias untuk merayakan tahun baru. Diserang dan dikejar oleh puluhan mungkin ratusan monster sekaligus. Verdea yang diculik hingga kami harus menyelamatkannya. Acara tahun baru yang tak terlupakan


Pulang menaiki Seren. Terjun bebas yang menegangkan. Menghadiri acara debutan yang merupakan jebakan. Berpisah karena situasi


Kehidupannya di Bargalos bersama Verdea. Bertemu kembali denganku. Menculik Eloy yang dia benci itu bersamaku. Menyelamatkan penduduk Andromeda. Menyaksikan Seren yang jatuh dari udara. Memutuskan untuk belajar alkimia dari Eleanor


Bernegosiasi. Memburu Walter. Undangan dari Black Hunt. Ditangkap Xiang. Perpisahan dengan Darwin. Pemberian gelar Verdea


Semuanya dia ceritakan dengan sangat singkat namun mudah dimengerti dan digambarkan


"Aku akan ceritakan semuanya lebih detail jika kamu ingin dengar nanti. Tapi aku peringatkan : Hal itu akan sanga~t panjang" Veskal berkata


"Eeh...? Kenapa?" Natasha yang terdengar kecewa bertanya


"Karena kepangmu sudah selesai" Veskal membalas


Dia pun mengangkat tangannya setelah kedua kepang itu telah dia selesaikan walaupun waktu yang termakan cukup lama


"Fyuh! Ini pertama kalinya aku mencoba kepang sisi, tapi aku puas dengan hasilnya!" Veskal berkomentar lagi


Natasha pun memanggil roh angin nya untuk membuatkan cermin, membuktikan kalau perkataan Veskal adalah benar. Bahkan Natasha saja merasa puas dengan kepang itu


"Bagus bukan?! Sekarang kamu sudah sama cantiknya seperti dulu!" Veskal berkata dengan bangga


"Hm! Kamu benar" Natasha membalas, masih terkagum dengan bentuk kepangnya


Dia kemudian kembali kearah Veskal dengan sebuah senyum manis dan kalimat, "Terima kasih"


Veskal hanya mengusap bagian belakang kepalanya menyaksikan Natasha yang terlihat senang. Sepenuhnya tersipu mendengar pujian dari teman lamanya itu


...


"Veskal" Natasha pun memanggil namanya lagi


"Kenapa?"


...


"Teman-temanmu itu... Sungguh menyenangkan"


Veskal sedikit tersentak mendengar hal itu


Apa yang dimaksudkan Natasha tidaklah buruk, tetapi dia masih merasa terkejut entah kenapa


"Maksudku, Vainzel terdengar sangat seru. Verdea itu periang. Remina terdengar sangat manis. Luna dan yang lainnya juga terasa sangat keren


Aku sungguh tidak pernah mendengarkan seseorang bercerita tentang teman-teman mereka sesenang dirimu..."


...


Kalimat itu pun memicu rasa senang di hati Veskal. Sesuatu apresiasi yang sebenarnya dia ingin semua orang ketahui, tetapi akan terasa memalukan untuk diberitahukan langsung


Memiliki orang seperti Natasha yang menjadi tempatnya bercerita membuat Veskal merasa lebih lega


"Karena..." Veskal berkata pelan dengan kepala tertunduk. "Mereka memang patut aku hargai. Sebanyak yang bisa aku berikan"


Senyum kecilnya itu menarik perhatian Natasha hingga dia tertegun. Dia yang kali ini diam menatap Veskal yang terus tersenyum, hingga senyumnya itu perlahan menular


"Aku senang untukmu..." Natasha bergumam, hingga Veskal tidak sengaja mendengarnya


Dia pun hanya membuang wajahnya dan sekali lagi bicara. "Aku hanya paham kalau kamu sangat mempercayai teman-temanmu"


"Heeh~? Aku yakin bukan itu yang kudengar barusan~" Veskal mencoba menggodanya


"Hah! Bukan berarti aku akan mengulanginya lagi!"


"Mendengarnya sekali saja sudah cukup"


Veskal pun mulai tertawa senang, selagi Natasha sekali lagi hanya menelaah


Tawanya itu sungguh menular, hingga Natasha secara tidak sadar tersenyum lagi


Dia tidak tahu kenapa, tetapi tersenyum disaat itu rasanya sangat menyenangkan. Tidak seperti biasanya dimana dia harus memaksa agar situasi lebih ringan...


...


"!!!"


Tapi senyuman itu hanya bertahan sebentar...


Roh nya tiba-tiba bertingkah aneh sehingga perasaan itu menjalar di seluruh tubuhnya


Dia menatap kesana kemari untuk mencari tahu apa yang salah, dan dia pun menyadari kalau angin di sekitarnya terasa tidak normal


Sementara itu, Veskal langsung terdiam dan mulai bingung dengan tingkah Natasha yang tanpa membuang waktu segera mengawasi posisiku lagi


Dan dia terkejut dengan apa yang dia lihat...


"Ada apa, Natasha...?"


...


...


...


...


...


"Naga itu mati..."


Mata Veskal pun terbelalak karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar hingga dia segera melompat turun dan berlari kearah Gerbang Hutan diikuti oleh Natasha dari belakang