
...
Mereka memasang pasung aneh di tanganku. Terlihat seperti pasung biasa, tetapi ada sesuatu yang janggal bisa kurasakan darinya
Semua hal yang ada di tempat ini sekarang ini sangat aneh, sungguh
Prajurit uji coba? Aku masih penasaran dengan hal itu. Aku mencoba menelaah salah satu dari mereka selagi mereka menggiringku ke dalam penjara, tetapi aku tidak bisa membedakan mereka dari manusia biasa
Tapi apa yang kusaksikan di depan mataku tadi, membuatku merinding tanpa kusadari
Mereka bersikap seakan mereka tidak memiliki rasa sakit. Yang pertama kuhadapi berdiri tanpa menunjukkan rasa sakit, walaupun lehernya patah. Beberapa dari mereka yang memblokir jalan ke depan tiba-tiba dengan beringasnya mencoba menerobos keluar di sela-sela semak berduri yang kubuat. Mereka bahkan tidak jatuh pingsan setelah menghirup asap yang dikeluarkan dari ledakan tanaman Iremis milikku, sedangkan Verdea saja tidak butuh waktu lama untuk tidak sadarkan diri
Tanaman itu memang masih muda karena aku menumbuhkannya selagi aku sempat, tapi tidak masuk akal seseorang tidak pingsan dengan asapnya yang sebanyak itu
Bahkan bekas duri dari semak yang kubuat itu masih bisa terlihat dari robekan baju milik para prajurit ini
...
Mereka bukan manusia
Tidak satupun manusia ATAUPUN makhluk yang kukenal dengan nekatnya melakukan hal sembrono yang dapat membuat mereka terluka parah seperti itu. Sudah insting bagi para makhluk hidup agar mereka tidak merasakan rasa sakit
Tetapi orang-orang ini...
Mereka adalah pengecualian yang menakutkan. Aku bahkan tidak mengira kalau kami akan ditangkap secepat itu
Inilah sebabnya Shen percaya diri melawan kami. Dia memiliki pasukan manusia yang bukan manusia. Mereka adalah monster yang sangat kebal dan memiliki kemampuan abnormal
Untuk standar orang sepertinya, dia cukup tidak terduga. Aku pikir dia akan menggunakan jebakan buatan untuk menangkapku, tetapi kami dikejutkan oleh sesuatu yang berada diluar batas imajinasi ku
Apa yang dia lakukan selama ini hingga bisa menciptakan makhluk abnormal seperti ini?
...
Keluar dari sini rupanya akan lebih sulit dari yang kuduga. Aku sudah menempatkan Remina di sebuah bahaya yang jauh lebih besar dari yang bisa dia tangani
Ini gawat. Tapi, jika aku membatalkan rencananya untuk membuka jalan, kami berdua ditambah Veskal akan berada dalam bahaya. Kami tidak boleh benar-benar tertangkap, jadi Remina harus lebih berhati-hati untuk masuk mulai sekarang
......................
--- Sementara itu, tidak jauh dari batas istana giok ---
"Apa...?"
Ordelia menggigit jarinya mendengar laporan yang diberikan oleh Zaphir yang mukanya kaku setelah berhasil keluar dari lubang neraka itu
"Mereka sudah tertangkap, tapi..."
Semua orang jadi semakin pusing ketika laporan mengenai pasukan abnormal itu sampai ke telinga mereka
"Jadi kita bukannya mengirim Oberon dan Verdea ke sarang singa, tapi langsung ke sarang iblis" Albert berkata, dengan wajah yang dia tutupi dengan tangan
Cyth menghela napasnya, kemudian menendang sebuah kerikil hingga dia terpantul kearah pohon dan mengenainya kembali
"Sial... Kita benar-benar terjebak sekarang..." Dia bergumam kemudian
"Tidak. Aku masih bisa mengeluarkannya"
Semua orang langsung menoleh kearah Remina yang sama terlihat gugup, namun terlihat sebuah bekas tekad juga di wajahnya
"Kita harus tetap berada di dalam rencana. Bahkan jika-"
"Tidak, nak! Masuk ke sana hanya berarti kamu akan membunuh dirimu sendiri!" Zaphir memotong Remina
"Tolong dengarkan dia, tuan Zaphir! Jika tidak, kita semua akan kehilangan seorang Oberon lagi!" Fyon berkata
"Aku harus setuju dengan Zaphir. Mengirim anak ini masuk adalah tindakan gegabah. Dia juga seharusnya tidak berada di sini sekarang ini, dan kita semua sudah salah berpikir rencana ini akan cukup mudah" Claudia menyela
Luxor hanya diam tidak bicara. Dia merasa tertarik diantara semua orang yang berselisih dan mulai berbeda pendapat
"Tidak. Kita harus ikuti rencana Oberon dan Verdea. Biarkan aku masuk kesana"
Remina terus memaksa. Percekcokan itu terus berlanjut diantara semua teman-temanku, dan hal itu membuat Luxor merasa pusing dan hanya ingin menghilang dari tempat itu
...
Dia hanya ingin menghilang...
Tidak ada gunanya dia berada di tempat itu sekarang. Tidak ada gunanya dia mengikuti semua rencana ini. Tidak ada gunanya dia berada di dunia selain menyulitkan semua teman-temannya
Baginya, dia itu hanya beban. Dia bahkan mengakui kalau dirinya adalah petinggi terlemah yang pernah dilihat oleh sejarah kerajaan Elf. Bahkan kepintarannya juga mampu ditutupi oleh beberapa petinggi yang lebih ternama
Dia berniat untuk beranjak, tetapi badannya memaksa dirinya untuk mematung di tempat. Hatinya berkata kalau salah untuk pergi, tetapi kepalanya memerintahkan dia untuk lari
'Luxor...!'
Dia ingin menghilang segera...
Dia tidak ingin namanya dipanggil lagi...
'Kamu lebih cerdas dibandingkan diriku, jika tidak melebihi. Hanya saja, kamu memang sangat cepat ragu. Tapi aku tahu kamu bisa'
Dia menganggap perkataan yang sudah kulontarkan itu sama sekali tidak ada benarnya. Dia lemah, dan tidak memiliki daya apapun. Dan seperti yang kubilang, dia cepat ragu
Dia bahkan tidak tahu kenapa dirinya berada di tempat itu sekarang ini...
...
...
"Luxor! Luxor!! Sadarkan dirimu!!"
Luxor terkejut ketika merasakan ada seseorang yang menggoyang tubuhnya dengan kencang
Ordelia berdiri di hadapannya dengan wajah gelisah. Ketika dia sepenuhnya tersadar, tidak hanya Ordelia saja yang memasang wajah gelisah ketika menatap kearahnya
"Kuatkan dirimu, temanku... Semua orang butuh bantuanmu..."
...
Luxor tersadar
Wajahnya mulai bersinar ketika melihat semua orang yang berada di sana sekarang. Di hadapan semua orang yang menunggu perkataan darinya
Dia melihat ke wajah semua orang, tetapi mulai terpaku kearah Zaphir yang terlihat gusar
Zaphir mendengus, kemudian berpaling sedikit dari hadapannya
"Lakukan. Berikan kami perintah sekarang. Aku sudah pernah mengatakan satu hal ketika aku mengajarimu bukan?
Seorang pemimpin, baik itu Oberon atau petinggi, mereka dinilai bukan hanya dari kekuatan mereka. Tetapi juga dari kepintaran dan kepercayaan diri mereka"
Zaphir memintanya untuk tidak ragu, dan Luxor tahu itu
Seorang guru yang selalu memarahinya setiap saat, tetapi tidak pernah menyerah untuk mengajarinya
Sesuatu terpicu lagi dari kepalanya. Sesuatu tentang Veskal, disaat sebelum kepergiannya ke Xiang. Tepat ketika dia meminta untuk membantu mengemas barang-barangnya
'Luxor'
'Kenapa? Barang-barangnya tidak jadi dibungkus kah?'
'Tidak. Kamu akan tetap membantu, agar mereka tidak curiga'
'... Kenapa mereka harus curiga padamu?'
'... Aku hanya ingin bilang satu hal kepadamu'
'... Apa?'
'Katakan kepada yang lain agar mereka menjaga Vain dan Veri'
...
Luxor teringat dengan helaan napas Veskal disaat itu. Tatapan lelahnya, cara Veskal memegang kedua bahu Luxor, dia ingat betul itu
'Bahkan jika kamu tidak meminta, kami akan melakukannya'
Itulah balasan yang dia berikan kepada Veskal
Dia malu mengingat hal itu. Malu karena dia sudah dengan jelasnya mengatakan hal itu, tetapi dia justru bersikap ragu ketika aku dan Verdea tertangkap
Dia ragu harus melakukan apa dalam hal menjaga kami berdua, padahal dia sudah mengatakan hal itu dengan jelas...
...
"Ah... Aku ini memalukan..."
Semua orang terlihat bingung dan kasihan melihat kearah Luxor yang mulai tertawa pasrah di hadapan mereka
Tapi tidak lama, mereka semua mengangkat kepala ketika Luxor bangun. Sebuah senyum tersirat di wajah mereka semua ketika melihat Luxor yang terlihat berseri-seri
"Atur ulang rencana kah...? Baiklah~
Itu yang akan kulakukan. Sesuai permintaanmu, Vainzel"
Luxor tersenyum, kemudian mulai menatapi semua orang secara satu-persatu kembali
"Beberapa dari kita akan masuk kesana kembali sebagai pengalih agar Remina bisa menyusup dengan aman
Tapi kali ini, bawa pasukan Dark Elf milikmu, Fyon"