Book Of Flowers

Book Of Flowers
Kedua Sisi


--- Kota Utama kerajaan Xiang, Istana Giok ---


"Ah, jadi kamu disini?"


Shen tersenyum lebar selagi mengibaskan kipas yang dia pegang ke wajahnya. Dia baru saja menemukan orang yang dia cari sejak tadi


Beberapa prajuritnya yang mengikutinya terlihat bersiaga seakan orang yang dia cari itu adalah orang yang sangat berbahaya. Tapi nyatanya, orang itu sekarang sudah tidak memiliki daya untuk saat ini


"Pergilah, yang mulia Shen. Aku tidak butuh apapun yang ingin kamu berikan padaku itu"


"Jangan begitu. Aku hanya berbaik hati meminjamkan beberapa pasukanku padamu


Lagipula, kamu memang membutuhkannya bukan, Walter Herb?"


Shen tertawa sinis melihat Walter yang memasang wajah jengkel


"Seluruh dunia sudah memburuku sekarang. Kebanyakkan anggota kru ku berkhianat. Rosalia Hortensia memutuskan segala komunikasi denganku sekarang. Setelah apa yang sudah kulakukan untuk membantunya, dia membuangku layaknya aku ini seekor anjing yang tidak berguna lagi"


Kekesalannya memuncak disaat itu. Dia bahkan dengan geramnya menghancurkan setiap tanaman yang ada di hadapannya. Seluruh halaman istana itu berantakan akibatnya, dengan banyaknya bunga dan tanah yang berhamburan dimana-mana


Tidak hanya komunikasi, Rosalia bahkan tidak mengirimkan sedikitpun bantuan. Dia malah menyerahkan nasib Walter ke tangan ular berbisa yang berdiri di belakangnya saat ini


Shen memang membantunya selama ini, dengan memberinya persediaan dan tempat berlindung sementara. Bahkan repot-repot memberinya bala bantuan, karena semua kru kapal miliknya dia tembak semua hingga mati. Banyak sekali tempat kosong di seluruh kapal Walter menjadi hampa akibat pembantaian tidak terduga itu


Walter Herb sudah tamat. Kekacauan akibat berita dirinya yang menjadi buronan kelas dunia adalah penyebab utama hal itu. Semua orang perlahan meninggalkannya, sama seperti apa yang akan dilakukan oleh ular berkulit manusia di sampingnya itu


Dia sudah memaksa Walter untuk keluar dari Xiang untuk sementara waktu. Sebagai seorang raja, dia sudah tentu waspada terhadap kerusakan yang bisa saja ditimbulkan kepada Xiang nantinya, hingga dia harus mengambil tindak lanjut dan mengusir Walter


Tapi tentu, dia memiliki niat tersembunyi dengan memberikan bala bantuan kepada Walter


Shen semakin senang menantikan hal itu. Seringai lebarnya bahkan tidak bisa dia sembunyikan lagi


"Walter. Jika kamu selamat nanti, kamu berhutang padaku. Dan aku sudah pasti akan menagihnya"


Walter semakin geram. Dia ingin mencekik raja yang menatap penuh ejekan kearahnya dan berdiri tepat di hadapannya itu. Tapi apa dayanya melawan puluhan prajurit kerajaan yang sedang berada di dekat mereka saat ini. Yang ada, dia justru akan mati di tempat


"Tenang saja. Aku tidak akan meminta banyak darimu"


"... Lalu ketika kamu sudah selesai, kamu akan membuangku seperti yang Hortensia lakukan bukan...?"


Shen kembali tertawa, tapi kali ini nadanya terbahak-bahak


"Entahlah! Tapi pastinya, aku akan mengambil posisi terbaik untuk melihat ujung dari semua ini"


"... Kamu membuatku geram, yang mulai Shen Xiang"


"Ah, begitukah? Entah siapa yang peduli"


Walter mencoba menekan amarahnya sedalam mungkin. Tidak boleh ada lagi kesalahan yang dia lakukan


...


Dia berpikir lagi, mengingat kenapa semua orang jadi menodongnya seperti ini. Lalu, dia mengingat semua hal yang sudah terjadi selama ini. Semua hal yang sudah dia alami dan lakukan demi Rosalia, tapi kemudian hanya dibuang olehnya seperti itu saja


"Semuanya salah bajingan itu....!!!" Dia bergumam dengan geram


"... Tenang saja Walter. Aku akan membantumu menghancurkan orang itu"


Perkataan Shen langsung menusuk telinga Walter dan menarik perhatiannya


"Bagaimana bisa?"


Shen tersenyum lebar, kemudian mulai menutup kipasnya


"Kita lihat saja. Aku akan memberitahumu jika kamu mampu bertahan hidup"


Walter sudah menduga hal itu, dan karena itulah dia menendang sebuah kerikil hingga mengenai wajah seorang penjaga yang sedang menjaga gerbang


"Bersiaplah. Aku sudah memperhitungkan semua hal. Kalian semua juga segera ganti seragam kalian menjadi baju biasa seperti seorang pelaut"


Orang-orang yang mengintai pembicaraan mereka berdua kemudian turun dari tempat persembunyian mereka dan memberi salam


"Perkataanmu adalah perintah bagi kami, yang mulia Xiang!"


Shen langsung tersenyum senang. Semua persiapannya sudah selesai, dan yang tersisa adalah mengirim Walter keluar ke lautan


"Target pertamaku adalah Vainzel Alpensia"


......................


--- Kapal milik Black Hunt ---


"Jadi, intinya adalah, Walter sudah pasti akan pergi keluar dari Xiang. Kita sama sekali tidak akan melawannya di darat" Cyth berkata, membentangkan peta dunia diatas sebuah kotak


Semua orang yang mengelilingi kotak itu langsung berbisik. Mereka tidak memiliki masalah dalam bertarung di lautan, tetapi mereka bingung kenapa Walter bisa keluar dari tempat aman seperti itu


"Raja dari kerajaan Xiang tidak ingin perbuatan mereka yang membantu Walter itu ketahuan, selagi memastikan mereka tidak ingin Xiang porak-poranda"


"... Raja Xiang akan bekerjasama dengan Walter?" Veskal bertanya


Kemungkinan itu sebenarnya akan membuat semua hal lebih mudah. Mereka tidak perlu repot-repot memburu Walter disana


Raja dari kerajaan Xiang juga sepertinya ingin sekali menjaga wajahnya di muka publik. Dia tidak ingin semua hubungannya dengan Walter terlalu jelas. Tapi nyatanya, bukan hanya dia saja yang berniat membantu Walter seperti ini. Banyak kerajaan di dunia yang masih membutuhkan pedagang sepertinya


Hal terkecil yang bisa diberikan Raja Xiang saat ini hanyalah persediaan untuk Walter. Lalu, kemungkinan terburuk...


Dia mengirimkan pasukan untuk membantu Walter juga


"Pasukan mereka tidak akan bisa dianggap remeh jika hal itu terjadi. Kesempatan dia membantu dengan memberikan beberapa pasukannya juga sangat tinggi" Veskal berkata


Mereka semua ahli dalam bela diri


"Jadi, kita sebaiknya lebih fokus dalam mengatur strategi melawan mereka. Kita membahas mengenai pasukan kerajaan Xiang disini yang merupakan skenario terburuk saat ini" Cyth berkata setelah mengangguk setuju


Mereka memang tidak sekuat pasukan Orion, tapi mereka tidak bisa dianggap remeh


Pasukan Orion memang jauh lebih ahli dalam sihir, tapi jika sudah memasuki jarak dekat...


Pasukan milik Xiang bisa menjadi monster yang menakutkan...


Mereka juga cekatan seperti harimau, dan kuat seperti gajah. Begitu rumor yang beredar dan apa yang sudah pernah didengar oleh seluruh kru Black Hunt. Itu sebabnya mereka harus mempersiapkan segala hal, termasuk untuk skenario terburuk yang bisa terjadi


"Aku, Hugo, Lock dan Yu akan sangat lemah dibandingkan pasukan kerajaan itu. Aku menyarankan agar kita tidak terlalu macam-macam dahulu dalam pertarungan jarak dekat. Julius sudah sepakat agar kita menyerahkan pasukan Xiang kepada mereka


Tapi, aku tidak menjamin kalau mereka semua akan terfokus pada pasukan Orion, jadi aku ingin kita melakukan rencana seperti ini saja" Veskal menjelaskan


"... Aku pikir kita baru berdiskusi mengenai rencana sekarang ini. Sejak kapan kamu membahas hal ini dengan yang mulia Julius?" Cyth bertanya


"Mungkin lain kali, kamu harus bangun saat masih dini hari, Kapten"


Semua orang hanya mengangguk pelan selagi Cyth melihat sekeliling dengan tampang bingung. Hanya dia sendiri saja yang tidak bangun ketika pembahasan rencana itu dilakukan


Cyth pun menghela napas pasrah


"Sebaiknya, jika kita ingin berhadapan dengan Walter, kita harus andalkan kemampuanku dan petarung jarak jauh lainnya terlebih dahulu. Dia juga memiliki banyak petarung jarak jauh yang handal, jadi kita harus memanfaatkan meriam-meriam itu sebaik mungkin. Petarung jarak dekat yang mengandalkan otot harus mengendalikan meriam selagi sisanya melindungi mereka nanti"


"Ah, jadi aku akan bertugas melindungi?" Veskal bertanya


"Begitulah. Kamu dan Yu cukup lincah. Jadi, ketika saatnya sudah tepat dan mereka lengah, aku ingin kalian segera melesat maju terlebih dahulu ke kapal mereka"


"!!!"


...


...


"K- kenapa kalian kaget begitu?"


Suasananya jadi dipenuhi kebingungan


"... Tidak biasanya kapten meminta salah satu dari kami untuk maju seperti itu"


Cyth langsung tahu kalau perkataan itu tidak salah. Selama ini, dia biasanya akan jadi yang pertama maju duluan, tanpa membiarkan anak buahnya bergerak terlalu banyak agar tidak membahayakan mereka


"... Aku hanya ingin improvisasi" Dia berkata kemudian, ditambah dengan sebuah senyum


"Tidak seharusnya aku membatasi gerakkan kalian. Kita ada untuk saling membantu, jadi aku ingin percaya kalau kalian juga bisa membantu yang lain, sama seperti kalian membantuku"


Dia memainkan kalungnya lagi. Dan disaat itu, semua orang langsung tahu kalau dia sedang merasa sedih kembali


Erin pun memegang pundaknya dan membuatnya tersadar kembali


"Tidak apa kapten. Kami rela mati untukmu, sama seperti kamu yang sudah berjuang mati-matian demi kami" Erin berkata, diikuti wajah senyum yang hangat


"Kami akan selalu mengikutimu kapten"


"Tidak akan ada dari kami yang mengecewakanmu"


Semua orang memberinya sahutan yang menenangkan. Cyth hanya diam di tengahnya selagi tersenyum kecil karena merasa senang. Merasa senang sudah memiliki teman-


Tidak. Keluarga seperti mereka...


Semua orang kemudian mulai berbincang kembali selagi membantu mengembangkan rencana itu, sementara Veskal hanya diam memandangi 9 orang yang sedang berkumpul itu


"Mirip sekali dengan kami..." Veskal bergumam dengan senyum kecil tertempel


Mungkin dia sudah menganggap kami berdua sebagai keluarganya yang berharga juga. Itu sebabnya dia memiliki keinginan besar untuk melindungi kami