
--- Kastil Thyme ---
"Tes tes. Claudia, apa kamu bisa dengar?"
"Ya, aku bisa mendengarkanmu Vainzel. Tapi, jangan menghubungiku lagi ketika aku sedang mengurus pasien"
"Maaf kalau begitu"
Aku bukannya tahu juga kalau dia sedang mengurus pasien. Aku bukan Ayahanda yang bisa melihat menggunakan sihir teleskop dengan kemampuan penerawangannya itu
"Lalu? Bagaimana dengan perkembangan dari pergerakkan Yuriel?"
"Uh... Aku harus memberitahumu kalau Darwin juga ada disini, di kerajaan ini..."
...
Darwin ya...? Itu cukup berbahaya. Rosalia mungkin memfokuskan perlindungan untuk Yuriel karena dia tahu Walter tidak bisa diselamatkan. Atau... Dia terlalu percaya diri kalau Walter bisa melindungi dirinya sendiri melawan Cyth dan kawanannya?
Intinya, aku sama sekali tidak menyangka Darwin ada disana. Aku menduga kalau dia sedang terbang ke bagian timur Vitario untuk melindungi Walter, tapi tebakanku meleset
"Sepertinya situasi disana sedang berbahaya. Tapi, aku sudah memberikan jimat penyamar itu kepadanya bukan?" Luxor berkata
"Dia juga sejauh ini tidak apa-apa. Darwin von Ziegler masih belum menyadari diri Claudia, sejauh yang aku lihat dari masa depan" Alf mengikuti
Baguslah kalau dia belum ketahuan
Tapi, aku tidak yakin jimat penyamar itu akan efektif di hadapan Darwin. Orang itu mungkin bisa merasakan aura dari jimat itu ketika dia berada terlalu dekat dengan Claudia
"Bagaimana dengan perkembangannya disana? Apa kamu bisa membaur dengan mudah"
"Tentu bisa. Sedikit pura-pura kalau aku hilang ingatan lalu bertingkah seperti gadis yang malang, berkata kalau aku hanya ingat tentang latar belakangku sebagai dokter dan namaku, lalu dengan mudahnya aku berhasil menjadi asisten seorang dokter"
Dia mata-mata oke? Dia sudah sangat ahli dalam hal seperti ini
"Lalu, apa ada laporan?"
"Ah ya. Aku cukup kurang beruntung karena dokter yang menjadikanku asisten tidak terlalu terkenal dan tidak memiliki akses ke istana Crux, tapi ada satu pasien waktu itu yang tidak sengaja membahas tentang keadaan Crux sekarang ini"
Oh?
"Dia berkata kalau Yuriel sangat paranoid akhir-akhir ini, bahkan sedikit sentuhan dadakan saja membuatnya melonjak kaget. Dia bahkan sudah mulai mengambil banyak waktu istirahat, dan itu secara tidak langsung membuat Raja Eloy harus menangani kebanyakkan urusan kerajaan"
Raja itu pantas mendapatkannya. Itu bisa menjadi pelajaran untuknya karena sudah menelantarkan rakyatnya seperti yang terjadi pada kota Andromeda
Lalu, kedua orang itu sepertinya mengalami stress berat setelah penculikan mereka hm? Aku bisa memanfaatkan hal itu
"Claudia. Apa kamu bisa menyelinap lebih dekat ke kastil Crux? Aku ingin kamu memberi mereka sebuah obat"
"Hm? Memberi obat untuk lawanmu? Terdengar aneh"
"Tidak semua obat bersifat menyembuhkan, Claudia"
"... Yah, kamu ada benarnya. Dan aku tahu apa yang kamu maksudkan dengan 'obat' itu"
"Iremis" Kami berdua berkata bersamaan
"Kamu tidak bermaksud-"
Aku hanya mengangguk ke Ordelia yang terkejut di sampingku. Hal itu tentu membuat dia sedikit terganggu
Untuk pelajaran sedikit, Iremis adalah bunga berbentuk seperti bunga Lili yang hanya tumbuh di Goeitias. Perbedaan bunga nya dengan bunga Lili adalah Kilauan yang muncul dari mahkota tanaman raksasa itu. Tumbuhan itu adalah pemakan daging yang biasanya tumbuh di bagian hutan gelap yang lembap di utara Goeitias
Mereka biasanya tumbuh berkelompok dan tumbuh melingkar di sebuah batang pohon dengan bunganya yang berukuran sebesar badak dewasa. Mereka mengeluarkan bau yang mampu membuat seorang raksasa tidak sadarkan diri. Ketika mangsa mereka jatuh ke tanah, akar mereka yang bergeletakan di tanah akan mulai menyerap darah makhluk malang itu hingga habis
Dan mengenai obat itu, aku akan meminta Welt untuk memotong salah satu kelopak bunganya, kemudian memberikan kelopak itu pada Claudia nanti melalui Amelia. Hanya dengan satu kelopak raksasa itu, beberapa gelas cairan penghasil uap gas beracun itu akan dikeluarkan. Lalu...
Aku ingin kedua orang itu meminumnya hingga mereka berdua tidak sadarkan diri sementara waktu. Di waktu Veskal sudah kembali, kami akan mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin dalam masa itu tanpa campur tangan Yuriel. Orang itu akan menjadi masalah karena hanya dengan satu angkatan jarinya, dia bisa menuduh kami dengan kata-kata yang berat walaupun hanya ada bukti kecil yang menjurus ke kami
Rasa cairan dari bunga itu juga sangatlah manis, walaupun tidak bisa dipercaya. Sempurna untuk membuat orang itu tidak memiliki kecurigaan pada obatnya, hingga dia mulai tertidur selama 3 bulan paling lama. Itu sebabnya aku menyebut bunga itu sebagai bunga penipu. Bentuk luarnya sangat indah, tetapi dia bisa membunuhmu jika tidak waspada
"Aku akan memastikan mereka meminumnya. Aku kebetulan tahu cara yang tepat dan efektif untuk mendekat" Claudia berkata
Masalah itu akan kuserahkan pada Claudia. Selama dia tidak ketahuan, semua hal akan berjalan sesuai keinginan kami
"Vainzel!" Ordelia berbisik padaku
Aku langsung mengetahui apa arti tanda itu
"Claudia, aku harus pergi. Terima kasih untuk laporannya"
"Baiklah. Claudia keluar"
Aku langsung menyembunyikan benih yang kupegang, mengambil cangkir teh ku, kemudian mulai menyeruputnya selagi teman-temanku yang lain memasang pose berbeda ketika duduk di ruangan itu
"Permisi. Kalian semua ada disini?"
"Duduklah Edwin. Bagaimana perkembangan Yang Mulia Artorius disana? Apa dia nyaman?"
"... Kamu menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya, Oberon"
Yah, aku tidak berharap banyak. Semua orang di keluarga itu pasti sedang mencoba menaruh pisau di leher Artorius. Tapi tentu, mereka tidak bisa melakukannya sembarangan
Walaupun sudah kehilangan mahkotanya, hidup yang dipegang oleh Artorius masih sangat penting di mata umum. Lagipula, dia itulah 'orang yang memakmurkan Hortensia' bagi umum, walaupun fakta aslinya tersembunyi dengan baik
Hah... Artorius harus bertahan sendirian disana. Tapi, aku tidak terlalu peduli dengannya. Yang terpenting adalah membuat Verdea aman disini serta membuat mata dan telinga untuk mengawasi Rosalia
"Lalu Edwin, apa Rosalia sudah membuat gerakan tertentu?"
"... Kenapa aku harus memberitahumu mengenai hal itu?"
"Siapa tahu kamu mau berbaik hati"
Dan aku cuma ingin mengalihkan pembicaraan agar kamu tidak terlalu curiga
"... Kesetiaan ku hanya ada untuk orang yang duduk di takhta. Aku tidak berniat bekerjasama dengan kalian"
Aku mengetahui satu hal unik dengan Edwin yang selalu berada di sisi kami akhir-akhir ini. Dia juga membuat sumpah yang sama sepertiku. Tapi, melainkan kepada Artorius atau seorang keluarga kerajaan lainnya, dia bersumpah untuk melindungi orang yang menduduki takhta
Aku kagum dengan kesetiannya. Sayang sekali kami berada di sisi yang berlawanan
"Pangeran Verdea. Apa... Kamu yakin kamu tidak mau kulatih berpedang?"
Dia masih berusaha membujuk Verdea rupanya...
Tapi jawabannya sudah jelas
"... Tidak"
Entah sudah berapa kata 'tidak' yang dilontarkan Verdea ke wajahnya
"Aku juga sudah memberimu alasanku bukan? Kenapa bersikeras sekali?"
Perkataan yang bagus Verdea
"Kenapa juga dia harus berlatih dari orang yang berada di sisi berlawanan dengannya? Niatmu sangat mencurigakan" Luna menambah
...
"Aku ingin dia membunuhku nanti..."
"Hah?"
"Apa?"
"Ah-?"
Kami semua spontan kaget mendengar perkataannya yang pelan, namun jelas itu
"Membunuhmu?" Verdea bertanya
Bahkan Verdea sendiri terbelalak
"Ya. Aku ingin kamu membunuhku, pangeran. Aku dan Tuan putri sudah mengetahui kalau kalian berencana merebut takhta Hortensia. Dia sudah menduga kalau kalian akan mengambil cara ini dengan tingkah kalian yang berhati-hati seperti itu
Tapi, aku yakin kalian akan melakukannya. Dan disaat kamu benar-benar naik ke takhta itu, aku ingin kamu membunuhku"
"Sebentar. Kenapa harus Verdea?" Aku menyela
Lupakan soal Verdea, kenapa dia ingin kami membunuhnya sebagai alasan awal tadi?
"... Karena tidak akan ada orang yang melakukannya selain kalian. Aku ini musuh kalian, dan alasan itu sudah cukup untuk mengakhiri hidupku. Mati disayat oleh pedang adalah kehormatan seorang kesatria"
...
"Jadi intinya, kamu ingin mati secepatnya dan mengakhiri sumpahmu kepada takhta?"
Manusia memang rumit. Maksudku, mereka bisa saja mengingkari sumpah itu. Mereka bukan Elf seperti kami yang harus mengikuti aturan ketat, ataupun seorang roh yang harus menepati kontrak pemanggilnya
Sumpah bagi mereka sangat mudah untuk diputuskan, sama seperti tali benang. Mereka hanya perlu memotong benang itu dengan sebuah gunting
"Kamu selalu menangkap semua hal dengan cepat, Oberon. Aku terkesan dengan hal itu"
...
Lalu, dia ingin melatih Verdea berpedang... Hanya untuk mengasah kemampuannya hingga saat itu tiba. Ketika mereka bisa berpijak di tempat yang sama, salah satu pedang itu akan menghunus dada mereka
Aku menoleh kearah Verdea, menunggu pendapat apa yang akan dia keluarkan
"... Aku tetap tidak ingin"
Semua orang kemudian kembali menoleh kearah Edwin. Dia hanya menghela napas sedih dan berkata, "Sayang sekali..."
...
Verdea tiba-tiba berdiri. Dia berjalan ke hadapan Edwin dengan badan tegap, kemudian memintanya memberi perhatian sejenak
"Tapi Edwin, jika kamu memang ingin kubunuh, aku akan melakukannya. Kamu tidak perlu khawatir aku cukup kuat atau tidak, tapi kamu harus pikirkan bahwa aku bisa atau tidak"
Verdea sepertinya sudah memberi jawaban. Edwin tertegun dengan jawaban itu, selagi aku kembali menyeruput teh di cangkirku menikmati suasana itu bersama yang lainnya
"... Kamu yakin kamu bisa, pangeran?"
"Aku yakin"
Hmph. Dia mulai percaya dengan kemampuan dirinya rupanya. Tidak kusangka bocah ini bisa memiliki kata-kata yang luar biasa. Dia sudah mulai bersikap mandiri dengan mengambil keputusannya sendiri
Tapi aku ingin melihat bagaimana dia akan melakukan hal itu nanti. Aku bahkan tidak akan berencana untuk mengganggu mereka. Aku hanya akan melihat apa hasil dari keputusannya itu
Dia sudah berniat menolongku saat itu, sekarang dia berencana untuk menolong Edwin juga. Hal apa lagi yang akan dilakukan anak ini dan membuatku kaget?
"Permisi..."
Hm?
Ah, tamu kecil kita sudah selesai berpakaian
Lihat pakaian pelayan itu di tubuh kecilnya, sangat imut, walaupun agak kebesaran. Lyralia sangat pintar membuat baju
"Bagaimana? Dia imut bukan~?" Lyralia berkata dengan gemas selagi memencet kedua pipi Remina
"Mulai sekarang, aku akan berada dibawah perintahmu, Tuan Verdea" Remina berkata, kemudian mulai memberi hormat layaknya seorang pelayan
Ordelia langsung bertepuk tangan senang melihat sikapnya yang sempurna itu
Sementara itu...
Lihat anak yang satu ini. Wajahnya sudah memerah seperti tomat melihat Remina
"B- berhenti menggodaku seperti itu! Kenapa dia memakai pakaian pelayan Vainzel!?"
"Wah, sepertinya cucuku sudah mulai tertarik dengan seorang gadis~" Frank menyela
Remina kemudian tersenyum usil
"Karena aku akan jadi pelayan pribadimu, aku mohon kerjasamanya, T. U. A. N~"
"HENTIKAN!!"
Ah... Anak muda
Apa ini cinta?
"Kisah cinta masa muda mereka...." Ordelia berbisik
Aku hanya mengangguk kecil dengan niat usil. Tapi aku sendiri sejujurnya akan terkejut jika mereka jatuh cinta pada satu sama lain
Suasana ruangan itu langsung dipenuhi tawa dari teman-temanku selagi Verdea terus diganggu oleh Remina. Lalu perlahan, aku melihat wajah Edwin juga mulai ikut tersenyum, selagi tidak ada orang lain yang menyadarinya
...
Verdea selalu tahu cara membuat suasana menjadi bercahaya seperti ini. Anak yang luar biasa