
"Kapten"
...
"Ini sudah siang. Tidak ingin istirahat dulu?"
"... Aku tidak bisa mendinginkan kepalaku sekarang ini, Veskal"
Veskal pun menghela napas. Terpaksa dia menemani Cyth di pinggir kapal agar dia tidak kesepian saja tanpa teman bicara. Semua orang sedang sibuk memastikan semua hal tetap berjalan diatas kapal. Beberapa bahkan sedang menyiapkan bola meriam yang akan digunakan
Mereka bahkan belum sampai memutari benua Sahra. Mereka tidak bisa melalui perairan Xiang karena Xiang bisa saja menjadi musuh mereka, jadi Julius menyarankan mereka semua untuk mengitari benua Sahra, kemudian menuju ujung dari kerajaan Xiang di Utara
"Omong-omong kapten, Walter bisa dengan mudah kabur melalui perairan di timur Lao bukan? Kenapa kamu yakin dia akan melalui Goeitias untuk kabur?"
...
Cyth terlihat tidak ingin menjawab. Dia terlihat seperti teringat akan sesuatu
"Lautan di timur Benua Lao adalah pembatas yang sama seperti Goeitias. Kamu mungkin berpikir akan mudah untuk kabur dari sana menuju Hortensia, tapi jalur itu sebenarnya hanya jalan mudah ke kematian"
"Pembatas yang sama seperti Goeitias...? Artinya...?"
"Sama seperti sarang monster darat di Goeitias, lautan itu dikuasai oleh monster laut"
"... Pertama kalinya aku mendengar hal itu..."
"Begitulah. Semua orang yang baru menjadi pelaut biasanya akan mati disana. Jika mereka tidak mencari informasi tentang lautan itu, mereka sudah pasti akan tiada disana. Itu sebabnya daerah itu disebut laut darah"
Ditambah lagi, monster yang ada disana sama sekali tidak bisa dianggap remeh. Monster-monster laut adalah jenis monster yang paling menakutkan untuk dihadapi
Itu sebabnya mereka tidak langsung mengambil rute itu ketika berlayar dari Orion ke Gong. Informasi mengenai laut darah adalah hal yang harus diketahui semua pelaut
"Tapi, tidakkah ada kaum seperti Elf yang menjaga batas sikap mereka seperti di Goeitias?"
"... Hanya ada satu. Kaum putri duyung. Tapi, mereka bisa dihitung sebagai kaum Beast karena mereka adalah monster yang berakal sehat, walaupun kadang memang mengganggu pelaut yang lewat"
"Uwah... Mengerikan. Laut darah itu seperti tempat yang brutal ya...?"
...
...
"Itu sebenarnya tempat kami semua berpisah dengan kapten Alice" Cyth berkata lagi
"!!!"
'Ah, mulut besarku...' Veskal berkata dalam hati
Dia baru saja memicu pembicaraan yang tidak seharusnya. Kenangan buruk dari masa lalu mereka
Tapi... Dia ingin bertanya, bukannya Walter yang membunuh Alice?
Sayangnya, dia harus menahan diri karena tidak ingin membuat suasana semakin rusak
"Hm... Kamu ingin sedikit pelajaran sejarah?"
"T- Tidak perlu Kapten. Aku tidak perlu mendengarkannya"
"Hm... Tidak perlu beranggapan kalau kamu membuatku sedih karena hal ini. Aku tidak terlalu memikirkannya. Lagipula...
Aku tidak mungkin tidak merasa sedih ketika melihat kalung peninggalannya ini..."
...
Kalung peninggalan milik Kapten Alice. Kalung yang terbuat dari kerang mutiara itu terlihat sederhana, tetapi indah. Sayangnya...
Kerang itu sudah tidak memiliki mutiara yang bersinar lagi. Yang tersisa hanyalah cangkangnya sebagai sebuah kenangan kalau dia pernah ada di dunia ini
...
"Rupanya, lebih baik kamu istirahat saja, Kapten" Veskal berkata, mengalihkan pembicaraan
Cyth hanya tersenyum kearah Veskal yang sedang terlihat gelisah. Dia pun menepuk punggung Veskal, kemudian pergi ke area dalam kapal
Veskal menghela napas lega. Setidaknya dia tidak memperburuk keadaan dengan rasa keingintahuannya
"Sepertinya kamu berhasil meyakinkan kapten" Erin tiba-tiba berbicara
"Suatu hari nanti... Aku akan... Menghajarmu jika kamu melakukannya lagi...!!!" Veskal berkata sambil terengah-engah karena baru saja berteriak setengah mati
Erin hanya tersenyum canggung melihat Veskal yang dengan lemasnya menopang diri diatas lantai dek
"Tapi, kapten saja tidak pernah kaget ketika aku melakukannya. Entah kenapa kamu selalu kaget sampai seakan jantungmu keluar melalui mulut" Erin berkata
"TENTU SAJA AKU KAGET BODOH!! Aku ini sudah terlatih untuk waspada terhadap sekitar selama 24 jam sehari!!!" Veskal meneriakkan dengan keras ke wajahnya
Erin baru teringat kalau Veskal itu mantan pembunuh. Wajar saja dia selalu waspada di setiap situasi, juga sangat tajam dalam menanggapi keadaan
"Maaf, maaf. Nanti kamu ambil saja jatah minum milikku" Erin meminta maaf
"Tidak. Aku tidak ingin mabuk dan melontarkan kata-kata secara acak lagi. Coba lebih kreatif kalau ingin menyuap orang"
Veskal membuang wajahnya dari hadapan Erin
...
"Apa Kapten benar-benar tidak apa-apa?" Veskal bertanya
Dia tidak bisa mengabaikan wajah sedih Cyth tadi. Setiap kali topik itu muncul, dia selalu memasang wajah seperti itu
"Dia tidak akan apa-apa" Erin menjawab
"Kamu yakin?"
"Aku yakin. Tapi...
Memang mustahil baginya melupakan kenangan masa lalu itu..."
...
"Kapten Alice itu sangat berpengaruh untuk kalian ya...?"
"Yah, sejujurnya... Kami semua yang ada disini memang bergabung di kru ini karenanya. Kami... Juga diam disini karena perintah terakhirnya"
"Perintah terakhir...?"
Erin hanya tersenyum
"Perintah yang dia katakan itu..."
......................
--- Di dalam dek ---
...
...
Veskal sudah memintanya untuk istirahat, tapi Cyth tidak bisa tertidur, tidak juga dia bisa berbaring dengan tenang
Yang dia lakukan sekarang hanyalah berbaring diatas sebuah ranjang bertingkat sambil melihat keluar jendela, menatap kearah laut yang berombak dengan sangat kencang
Hari itu sangat berangin, tetapi mereka berniat untuk bergerak perlahan. Mereka ingin mempersiapkan mental mereka sebisa mungkin sebelum mereka bisa berhadapan dengan Walter
Angin itu juga secara langsung membuat ombak menjadi terasa lebih kencang, membuat rasa terombang-ambing di kapal ini cukup terasa oleh seseorang
Biasanya... Di hari ini dia akan sangat bersemangat. Tetapi, entah kenapa dia tidak memiliki selera sama sekali. Bahkan berada di dek saja dia tidak tahu harus apa lagi, tidak seperti biasanya. Itu sebabnya dia lebih memilih masuk ke dalam kamar itu, tapi bahkan dia tidak tahu harus apa lagi disana
Dia hanya berbaring, tapi tidak bisa beristirahat
...
Itu dia...
Alasan kenapa dia tidak bisa merasakan semangatnya yang dulu, itu karena tidak ada apapun di kapal ini. Ini sepenuhnya kapal baru. Dia merindukan kapal itu, sampai di ujung hatinya yang terdalam
Tempat yang sudah menampungnya selama bertahun-tahun. Rumah baginya, dan semua orang yang selalu mengikutinya selama ini. Kapal yang sudah membawa mereka sejauh dunia ini terbentang
Sebuah kapal yang berisi kenang-kenangan milik kapten mereka tercinta. Waktu yang sudah dilalui bersama kapten mereka itu sangatlah lama, tapi berlalu dengan cepat
Semua memori yang sudah mereka alami. Semua suka duka yang sudah mereka temui. Semua hal itu tiba-tiba datang kembali, masuk ke kepala Cyth
Memikirkan semua memori yang dia anggap manis itu, dia pun menutup matanya hingga terlelap