Book Of Flowers

Book Of Flowers
Anak-Anak


--- Satu Minggu kemudian, Kastil Lily Hortensia ---


"AAAHH!!! VAINZEL!!!!" Ivor berteriak sekeras mungkin


Semua temanku yang tertinggal disini langsung berlarian kearahku dan memelukku dengan erat


Kami baru tiba dan langsung disambut dengan meriah. Aku senang dengan kehadiran mereka ini


"Demi pohon agung--! Kamu membuat kami khawatir--!" Lyralia berkata, selagi terus merengek


Sementara itu, Ordelia dan Luxor hanya berpaling karena merasa tidak dirindukan. Dan disitulah Luna masuk dan langsung mengelus kepala mereka tanda bangga


"Syukurlah kalian bisa selamat walaupun nyaris mengancam nyawa"


Aku hanya tertawa canggung menanggapi perkataan Luna


Habisnya, satu atau dua hal benar-benar tidak terduga ketika kami menyusup kesana. Para manusia abnormal itu benar-benar mengejutkan kami


Dan di tengah kami semua yang sibuk menyapa satu sama lain setelah berpisah cukup lama, Rosalia dan gerombolannya datang menghampiri kami, membuat kami semua terdiam memasang wajah datar menyambutnya


"Salam untuk Oberon. Salam untuk pangeran kelima. Semoga bunga bermekaran bersama kalian" Dia memberikan salam hormat kepada kami, diikuti yang lainnya terkecuali Damien dan Artorius


"Salam balik untukmu, tuan putri. Semoga tidak ada nasib buruk menimpamu"


Sungguh...


Jangan biarkan dirimu mati dahulu karena penyebab selain diriku...


"Salam balik, kakak ke-2. Semoga bunga bermekaran denganmu" Verdea membalas


"Wah~? Adikku ternyata masih memanggilku dengan sebutan lama. Itu membuatku sedikit malu" Rosalia membalas dengan wajah senang


"Itu kebiasaan. Aku akan merubahnya jika kamu tidak menyukainya"


"Tidak apa, tidak apa. Justru aku sangat senang masih bisa dipanggil kakak olehmu"


Oh ya benar. Kamu itu iblis


Rosalia menyadari ekspresiku itu, dan segera mencoba mengalihkan topik


"Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu katakan, Oberon"


Dia yang sadar itu membuatku sedikit panik, namun kuusahakan untuk tidak terlihat


"Tidak banyak. Aku ingin segera menyerahkan laporanku dan membiarkan pangeran mengambil alih situasi nanti"


Sungguh, itu juga ingin segera kulakukan


Membuat laporan ini semalaman bersama yang lainnya sudah membuat kami nyaris tidak bisa tidur. Banyak hal yang harus dilaporkan, karena begitulah laporan militer


Belum lagi kami harus mampir ke Miralius untuk memberi kabar hanya untuk waktu 2 hari serta menyediakan kebutuhan para bekas tawanan disana terlebih dahulu, kemudian kembali berangkat ke Hortensia secara terpisah


Kami juga harus menyiapkan bekas tawanan Xiang sebagai saksi di tempat itu untuk menghadap kepada pengadilan internasional nanti. Termasuk juga Collin dan Veskal


Benar. Aku sungguh mengatakan pengadilan internasional


Seluruh negara harus mendengarkan hal ini. Kasus eksperimen kepada makhluk hidup yang telah dilakukan Xiang ini sama sekali tidak manusiawi


Proses pengadilan itu akan sangat panjang. Aku juga kasihan kepada pangeran ketiga Xiang yang ditinggalkan oleh ayahnya yang kabur bersama 2 anak, semua istrinya, dan nyaris semua hartanya


Dia yang harus menanggung dosa ayahnya mulai sekarang, dan bagiku itu sama sekali tidak adil


Ayahnya sekarang entah dimana, masih hidup dengan cukup uang untuk hidup satu tahun lebih


Aku harap semua harta bajingan itu hangus sebelum dia sempat menggunakannya...


"... Kamu sungguh terlihat kesal sekarang. Yakin tidak ingin bercerita?" Rosalia bertanya lagi


"Aku hanya mengingat fakta kalau kami gagal menangkap Shen Xiang...!" Aku membalas, berusaha menahan kekesalanku mengingatnya


...


Rosalia pun berhenti bicara, kemudian memerintahkan seorang pelayan untuk memastikan kereta kuda kami sudah siap


"Maaf sudah menyita waktumu terlalu banyak. Aku harap kamu bisa beristirahat dengan baik sebelum datang petang ini"


Hm?


Ah...


"Makan malam keluarga untuk menyambut kembalinya pangeran Verdea dan Collin. Aku paham"


Tapi...


Aku tidak yakin harus meninggalkan Collin di kastil Lily. Tempat ini sudah pasti masih meninggalkan rasa yang buruk di lidahnya


Membawanya ke kastil Thyme juga bukan pilihan. Kecuali...


Aku melirik kearah Verdea. Anak itu pun tersenyum setelah menyadari apa yang kuinginkan


"Jika kakak pertama berkenan, aku ingin kakak ke-4 untuk pergi menghabiskan waktu lebih banyak denganku" Verdea pun berkata


"Lalu, kamu akan meninggalkan ibu yang merindukannya sendirian...?" Lynia menyela


Oh, itu ibu kandung Collin


"Tidak apa, nyonya Lynia. Aku yakin Verdea dan Collin hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi sebelum Collin kembali ke kastil Lily" Aku pun menyela


Jika aku pikir, sepertinya memang ada benarnya. Collin sudah pasti akan ditarik kembali ke kastil Lily, karena Artorius hanya memberikan kastil Thyme untuk tempat Verdea hidup


Juga, karena selalu ditolak ketika meminta Verdea kembali ke kastil Lily, Artorius pun menyerah, memberikan kastil Thyme sepenuhnya di tangan Verdea


Itu kejadian beberapa tahun lalu ketika aku sudah bekerja dibawah Verdea. Sebagai kerugiannya, Verdea hanya tinggal jauh dari para saudaranya dengan memiliki hak kastil Thyme


Dan karena hak itulah, Collin tidak memiliki kekuasaan untuk berada di sana sesuka hati. Kedua anak ini memiliki posisi yang sejajar, atau Collin lebih tinggi karena usianya


Kakaknya itu tidak sama dengan kami yang bisa bersumpah setia kepada Verdea dan bekerja di bawahnya. Tunduk di bawah Verdea, artinya penghinaan bagi Collin dikarenakan usianya dan juga statusnya sebagai seorang pangeran


Aku pun baru sadar, kalau masih ada politikus yang menginginkan perhatian Collin dan Darius walaupun Damien sudah menjadi raja secara sah. Mereka ingin memanfaatkan kedua anak itu untuk kepentingan mereka menaiki tangga yang lebih tinggi, dan seorang pangeran yang terhina akan mereka buang tanpa ragu


Jadi lebih baik aku memastikan hubungan baik saja dengan Collin, sekalian memastikan dia tetap bisa berguna untuk memanipulasi balik para politikus itu


Hubungan baik sama juga dengan sebuah barter dalam kehidupan kerajaan manusia. Kami harus memiliki sesuatu yang setimpal, sesuatu yang bisa meyakinkan para politikus itu dan memberi kekuatan mereka kepada Verdea


Aku yakin Verdea juga sepaham denganku


Dan selagi itu terjadi...


Aku akan mengistirahatkan Veskal dari posisi penjaga selama 2 bulan. Aku tidak ingin dia melakukan apapun yang melibatkan keselamatannya lagi selama itu. Tapi aku yakin dia tidak akan terlalu gegabah untuk membahayakan dirinya sendiri lagi


Tertangkap dan membuat kami kewalahan adalah sebuah perihal, tetapi mengabaikan ramalan Ayahanda yang sudah terkenal mutlak itu jauh beda masalahnya


Intinya dia harus beristirahat dari kerjanya untuk sesaat. Dan lebih baik aku sedikit samar saja padanya, mengatakan kalau dia 'dipecat' untuk sementara


......................


--- Beberapa saat kemudian, Kastil Thyme ---


"Hah... Akhirnya kembali juga..."


Kepalaku pusing...


Semua hal membuatku pusing...


Rosalia membuatku pusing...


"Vain... Pikiranmu itu bisa kami dengar..." Ordelia berkata


Yah, tingkahku sudah jelas aku sedang mengatakan apa dalam pikiranku


*Krucuk!*


Oh? Sepertinya ada yang lapar?


"Ivor. Apa kalian sudah memasak hari ini...?" Verdea dengan nada memelas bicara pada Ivor


"Ah sudah. Seperti biasa, ada ay-"


*WUSH!!*


...


"Komentarmu mengatakan seakan dia tidak peduli pada kita..."


Aku mungkin salah atau tidak, tapi satu fakta yang benar adalah kalau anak itu sangat suka ayam bumbu pedas. Terutama yang dibuat Ivor


Berkat dia juga, Ivor mulai pintar mengolah bahan daging. Padahal dia orang yang paling benci makan daging hewan diantara kami semua


"Kalian tidak ikut makan? Aku membuat tumis sayur hari ini"


Oh pohon agung perutku langsung bergetar mendengar tawaran Ivor


"Ayo teman-teman! Kita tidak boleh melewatkan masakan Ivor!"


"Setuju!!"


Sementara itu, Ivor hanya tertawa melihat kami semua mulai antusias karena masakannya, dan Collin yang tidak paham apapun hanya mengikuti kami tanpa berbicara apapun


...


--- Di ruang makan ---


"Jadi seperti ini, aku ingin kamu turun dulu dari posisimu sebagai pengawal Verdea. Anggap saja ini hukuman"


"Mana boleh begitu! Lagipula, Verdea yang seharusnya memberikan keputusan itu bukan?"


"Vain benar. Kamu harus istirahat dahulu, karena penangkapanmu itu bukan main-main kondisinya"


Veskal pun tunduk ketika sang tuan telah berbicara


"Kamu sudah berjuang keras, jadi apa lagi yang kurang?" Luna bertanya


Wajah Veskal mulai memerah karena tidak tahu harus bicara apa


"Oh, dan aku ingin kamu berbicara dengan para kru Black Hunt. Walaupun mereka menolak datang, sidang luar negeri itu akan membutuhkan mereka karena mereka ikut terlibat dengan penyergapan Xiang"


Itu karena...


Cyth mungkin bisa terus maju dan meneruskan Black Hunt, tetapi sangat disayangkan jika anggota kru nya tidak berpikiran sama. Semua orang itu lah yang membentuk Black Hunt, dan bukan hanya Cyth


Aku peduli kepada mereka karena mereka itu teman. Jadi, aku mencoba mencari tali yang kuat untuk menghubungkan mereka sekarang, dan Veskal adalah jawaban yang bagus


"Kamu yang paling paham dengan mereka diantara kita semua. Kamu juga memiliki pikiran yang bisa serasi dengan mereka. Cyth bahkan bilang kalau dia akan menjadikanmu anggotanya jika kamu berkenan"


"Ah, soal yang terakhir itu aku mungkin mau. Tapi, aku harus pastikan dulu Verdea naik keatas takhta"


Jawaban bagus


"Jadi, ada ide untuk membantu Black Hunt bersatu kembali tanpa kehilangan anggotanya? Mereka akan tiba setelah beberapa hari di Hortensia, karena kapal mereka harus diparkir di kota Lotus"


Veskal menggeleng tanda tidak tahu


Jadi, dia belum mendapatkan sesuatu di pikirannya


Wajar saja. Bahkan aku tidak tahu harus apa. Jika aku tahu, aku tidak perlu menyuruh Veskal dan langsung saja pergi sendiri secara langsung untuk meyakinkan mereka


"Mereka bajak laut. Hanya saja, tidak ada gunanya berlayar di tengah dunia yang sedang kacau ini. Tetapi, mereka butuh berlayar, karena itulah alasan awal mereka terbentuk..."


...


Kami masih harus beristirahat karena perjalanan panjang. Cyth dan para anggota Black Hunt juga begitu


Tapi sangat disayangkan mereka justru berhenti di tengah istirahat ini. Perjalanan panjang dan generasi baru mereka mungkin akan membuat nama Black Hunt lebih besar dan terhormat


Perjalanan dari kota Lotus ke Hortensia juga akan cukup lama. Tetapi itu saja tempat paling memungkinkan untuk mereka menitip kapal dengan aman, tidak seperti kota pelabuhan Typha yang dibatasi aksesnya


Dan disana dipenuhi oleh pasukan kerajaan. Aku tidak ingin kapal mereka diapa-apakan oleh orang tidak terpercaya. Apalagi mereka membawa para tawanan itu dari Miralius ke Hortensia, membuatku semakin ragu untuk membiarkan pasukan Hortensia mendekati para bekas tawanan itu


Kami harus membawa kereta kuda yang cukup besar nanti untuk memindahkan semua orang itu ke kastil Thyme. Aku yakin tempat ini akan cukup untuk tempat menginap semua orang sementara waktu


"Besok saat menjelang tengah hari, mereka mungkin akan tiba. Tetapi, kusarankan untuk mengajak mereka berbicara setelah malam tiba, karena mereka pasti butuh istirahat"


Perkataanku didukung oleh Verdea dengan sebuah anggukan, semakin meyakinkan Veskal untuk melaksanakan hal itu


"Cyth juga sedang murung diatas kapal jika kalian perhatikan. Jadi bisa atau tidaknya mereka bergabung, ada di tanganmu Veskal" Luxor berkata


"Sesungguhnya aku masih khawatir. Tapi aku yakin Veskal mampu melakukannya"


Semua orang pun setuju tanpa cekcok lebih lanjut dengan keputusan itu


"Ah ya, aku sudah mendapatkan sebuah sinyal dari diriku yang asli" Ayahanda menyela


"... Apa itu, Ayahanda?" Aku bertanya


"Claudia Dolores bilang, dia menolak untuk mengembalikan jiwanya terlebih dahulu. Masih ada sesuatu yang harus dia lakukan, sebuah hutang yang lebih besar. Itu sebabnya dia mengikuti kru Black Hunt di dalam kereta yang membawa mereka"


...


Itu artinya dia masih ingin mengabdi di sisi kami. Tapi, kami sudah memintanya untuk tidak perlu khawatir


Dia hanya perlu menyerahkan laporan, dan dia bisa segera pergi ke Miralius. Tapi, dia justru mendeklarasikan langsung kalau dia ingin terus membantu kami


Aku kasihan padanya. Dia sudah melakukan banyak hal, apalagi membuatnya harus menahan Darwin di malam itu sudah terlalu besar bagi kami. Tetapi dia masih tetap ingin membantu


Verdea hanya tersenyum pahit mendengar hal itu


"Kita makan saja. Kakek harus coba juga ayam ini untuk sesekali" Verdea mencoba mengalihkan pembicaraan


"Ahahaha! Aku sudah pernah makan banyak ayam. Tetapi lidah tuaku sudah pasti tidak akan tahan dengan bumbu pedas ini" Frank menjawab


...


Di sisi lain, aku baru sadar kalau Collin tidak mencoba apapun yang ada di meja makan. Bahkan ketika suara perutnya bisa terdengar, dia hanya menatap semua makanan itu


"Collin? Ada apa?" Aku bertanya, membuatnya tersentak


"Tidak apa. Hanya saja...


... Aku merasa tidak enak makan ketika kalian sedang bicara. Maaf"


...


Demi pohon agung berapa umurnya?


Kenapa anak ini polos sekali? Dia lebih tua dibandingkan Verdea, tapi dia bertingkah seperti anak yang masih meminta persetujuan orang tua


"Kakak, coba makan ini. Sekalian kuajak bicara nanti"


Verdea menyodorkan sebuah ayam pedas ke piring Collin, membuatnya sedikit bingung harus apa. Terutama ketika seluruh ruangan mulai menatapinya


Collin pun dengan ragu mulai memotong beberapa porsi daging dari ayam itu, kemudian perlahan menyuap ke mulutnya


"Hm-! Enak sekali!"


"Benar bukan~?? Itu sebabnya makanan ini jadi favoritku!"


"Apa resepnya?"


"Tanya Ivor. Dia koki kastil ini"


Ivor tersentak malu karena ditunjuk oleh Verdea, dan langsung mengalihkan pandangannya


"Resepnya rahasia. Tapi, jika kamu ingin makan masakanku lagi, maka..."


"Ah, apa aku boleh minta beberapa di kirim ke kastil Lily?? Sungguh??"


Ivor hanya mengangguk pelan, membuat Collin senang hingga dia bisa mati kapan saja


Tingkahnya... Tidak jauh dari Verdea ketika dia masih kecil


Ternyata mereka memang saudara...


Kami pun menghabiskan waktu sembari berbicara diatas meja makan. Collin kali ini mengikuti tanpa merasa malu atau diam. Sepertinya dia terlarut di dalam suasana ini hingga dia tidak bisa berhenti bicara


Sebaiknya aku tidak merusak suasana mereka. Biarkan mereka menjadi anak-anak selagi mereka masih bisa