Book Of Flowers

Book Of Flowers
Tersusun dengan Baik


--- Beberapa saat kemudian ---


...


...


"Jadi... Kamu berkata kalau selama ini, ada sesuatu yang terlewat dari pengawasan kita semua...?" Luxor bertanya


"Bisa dibilang begitu. Walaupun aku memang tidak menyalahkan siapapun karena area kekuasan utama kita adalah daratan terbesar Goeitias. Mengawasi seluruh bagian itu saja sudah menyulitkan bagi para Gnome dan Sylph"


Terlepas dari daratan utama Goeitias, kami tidak memiliki mata untuk mengawasi tempat-tempat itu. Kadang aku atau para petinggi harus secara pribadi datang kesana untuk mengecek kondisi


Terakhir kali, aku tidak menemukan apapun yang mencurigakan selain sebuah kota Dwarf, beberapa perkampungan Beast liar, dan beberapa jenis monster


Itu sebabnya, aku yakin kalau 'bahaya' itu baru saja menempatkan diri mereka di area itu. Aku bisa mendapati mereka disana jika memang keberadaan mereka sudah ada sebelum Blood Sabbath terjadi


Dan sekarang kami harus mengecek hal itu kembali, tetapi dengan membahayakan nyawa beberapa orang karena hal itu sama sekali tidak diketahui


"Penjelasan ku sampai disini saja. Sisanya, aku ingin mendengar pendapat kalian tentang siapa dan siapa yang harus pergi"


"... Kamu punya rekomendasi terlebih dahulu, Vain?" Verdea bertanya


Sejujurnya, ada


"Aku akan meminta Fyon untuk sekali lagi bergabung, seandainya kita berhadapan dengan pengguna sihir hitam nanti. Tapi jika kita berhadapan dengan hal selain itu, maka mereka berlima saja cukup"


Walaupun aku ragu kalau aku harus membawa salah satu teman-temanku lagi...


Luxor kemudian mengangkat tangannya, seakan dia ingin menyarankan sesuatu hingga aku mempersilakannya bicara


"Aku setuju dengan Fyon, tetapi pertimbangkan juga untuk membawa seseorang yang memiliki kekuatan bertahan yang cukup" Dia berkata kemudian


Luxor benar. Ada 3 petinggi yang memiliki pertahanan yang lebih kuat dariku, dan aku bisa meminta bantuan mereka


Ivor yang sudah ada disini, Gwen ibunya, dan terakhir Cyrus, guru kesayangan kami semua


"Aku bisa membawa Ivor, tapi aku tidak yakin Gwen dan Cyrus harus ikut..."


"Hah!" Ivor tiba-tiba berseru. "Jika ibuku menolak, aku secara pribadi akan menyeretnya! Lagipula, mereka berdua itu bukannya penurut jika berkenaan denganmu?" Dia menambahkan setelah itu


"Bukan masalah menurut atau tidaknya. Tapi, aku ingin mengajak beberapa prajurit klan Salamander juga, dimana beberapa dari mereka dengan jelas masih membenci caraku memerintah akibat insiden itu


Lalu, mengenai Cyrus, dia tidak bisa kuajak karena tugasnya sekarang ini adalah merawat para penduduk kota Andromeda"


Walaupun aku memang bisa membawa klan Salamander juga, aku tidak bisa membiarkan para penduduk Andromeda tidak terawat dengan baik


Para Elf biasa lainnya mungkin tidak akan melaksanakan perintahku itu. Itulah sebabnya para petinggi yang harus melaksanakan tugas sulit seperti ini, karena mereka tidak bisa menentang perintah langsung dariku


"Tapi, jika mengenai hal itu, aku bisa menggantikan Cyrus untuk mengatur klan Gaia bukan?" Ordelia kemudian angkat bicara


"Kamu benar. Tapi, bukannya akan membebani dirimu, utamanya karena kamu tidak sekuat Cyrus dalam menegaskan perintah?"


Juga, mengawasi semua penduduk sebanyak itu juga tidak mungkin bisa dilakukan sendiri bukan. Dia pasti akan butuh bantuan Elf lain, yang juga harus memiliki niat untuk bekerjasama


Ordelia menggelengkan kepalanya dan membalas dengan, "Aku bisa. Lagipula, sesekali latihan memimpin juga tidak masalah bukan?"


Aku harap semudah itu. Tapi, jika dia memang ingin, aku tidak akan menolak tawarannya


Cyrus harus ikut. Kecerdasan dan kekuatannya juga lebih dari dibutuhkan dalam misi ini


Dan mengenai guruku, dia tidak memiliki alat untuk bertahan karena kedua senjata suci klan Gaia sudah dipegang olehku dan Ordelia. Tetapi jika kita membahas tubuhnya, maka lain lagi bahasanya


Bahkan jika dia terpotong menjadi dua, Selama kedua bagian tubuhnya itu bisa menyatu dalam hitungan beberapa menit, dia bisa tetap hidup. Guruku itu memiliki kemampuan regenerasi yang bahkan membuatku ketakutan karena terlihat tidak nyata


Singkatnya, kemampuan regenerasi guruku itu menyeramkan dan tidak masuk akal. Itu sebabnya dia bersedia untuk menjadi samsak kami ketika kami ingin menghajar sesuatu saat latihan dulu...


"... Lalu, aku juga akan membawa Lyralia dan seluruh kru Black Hunt" Aku melanjutkan topik itu


"Yes!" Lyralia dengan diam-diam terlihat senang


Dia pasti senang karena Ivor kebetulan ikut...


"Kenapa?" Verdea bertanya kepadaku


"Karena dia akan memimpin klan Undine untuk memblokir jalur keluar di pulau itu. Mereka adalah klan paling menakutkan jika berada di area tertentu seperti danau dan lautan


Lalu untuk kru Black Hunt, mereka tidak perlu terlalu aktif dalam misi ini. Aku hanya akan membawa mereka ke Miralius untuk bersiap-siap saja" Aku menjelaskan panjang lebar


Semua orang mengangguk paham dan setuju, kecuali Lyralia yang paham arti dari pernyataanku itu


Wajahnya langsung turun karena syok, selagi aku tersenyum usil melihatnya


"Jadi jangan senang sendiri, Lyralia. Kamu tidak akan bertemu Ivor ketika misi ini berlangsung nanti" Aku beralih kearah Lyralia dengan niat mengejek


Dia ingin protes, tetapi wajahnya pun melemas hingga apa yang ingin dia katakan pun menghilang dari pikirannya


Padahal dia bisa bertemu Ivor setiap hari, dan dia menggerutu karena tidak bisa menjalankan misi di tempat yang sama dengannya? Apa yang ada di pikiran temanku yang tidak beres ini coba?


Baiklah, siapa lagi yang harus ikut...?


Selagi aku melihat teman-temanku satu persatu, sebuah tangan pun terangkat untuk menawarkan diri masuk ke dalam misi ini


Satu tangan dari seseorang yang sudah kumiliki satu jawaban pasti ketika melihatnya


"... Bagaimana denganku?" Veskal pun bertanya


...


"Tidak"


Jawabanku itu tentu langsung membuat Veskal cemberut


Dengar. Dia baru saja kami selamatkan dari Xiang. Lalu, aku harus melemparnya lagi ke dalam misi ini?


Tidak! Tidak lagi dalam ribuan tahun! Satu-satunya saat aku akan membiarkan dia masuk ke dalam misi lagi hanyalah ketika Verdea memaksa!


"Aku masih belum memaafkanmu karena sudah mengabaikan ramalan Ayahanda itu..." Aku menggerutu kepadanya, membuat dia mengalihkan pandangan karena kesal


"Tapi, ramalan Alf memang tidak bisa dihindari bukan?" Verdea berkomentar


Ah, sekarang kamu mau membelanya hm?


"Lalu dia membuat kita semua panik. Kamu pikir kita menangani semua masalah itu hanya dengan kepala tenang?" Aku memberi argumen


"Bukan berarti kita harus menyalahkan Veskal! Dia hanya terikat dengan situasi bukan?" Dia justru membalas


"Hiks! Akhirnya ada yang mau paham denganku!" Veskal menyela selagi meringis dengan dramatis, jatuh ke pelukan Verdea yang menatapku dengan pipi menggembung


Dua anak ini pasti berkomplot! Pasti!


Lihat saja mereka yang sedang mencoba membuatku luluh itu!


Tidak! Kekuatan mental ku itu jauh lebih kuat dari perkiraan kalian! Jangan harap aku akan menuruti apa yang kalian inginkan!


"Vain...!"


Aku bilang begitu tadi...


"Ayolah Vain...!"


...


"Aku ingin ikut untuk memperbaiki beberapa kesalahanku...!"


"Dengar? Dia ingin memperbaiki kesalahannya..."


Hrmm....


"Aku berjanji tidak akan menyusahkan..."


"Aku berjanji dia tidak akan menyusahkan..."


Mereka menggunakan taktik itu...! Kenapa dunia ini harus tidak adil kepadaku saja...!


"Vain-"


"Baiklah! Hentikan ocehan kalian sekarang juga!!!" Aku memotong karena putus asa


Semua teman-temanku pun menatap kami bertiga dengan wajah batu penuh penghakiman atau sedang menahan tawa, selagi Verdea dan Veskal menepuk tangan satu sama lain dengan penuh kemenangan


"Kamu selalu kalah ketika mereka sudah mulai merengek tanpa henti..." Ordelia berkata, dengan jelas terlihat ingin tertawa


"Mungkin aku harus mencoba cara itu beberapa waktu ke depan nantinya" Ivor mengikuti, hingga membuat Ordelia tidak bisa tahan membayangkan hal itu nanti


Sial...!


Kenapa aku harus tidak tahan dengan paksaan mereka...?! Sial...!!


Dugaanku kalau Verdea akan memaksa ternyata benar...


Aku hanya tidak sangka kalau hal itu akan terjadi sesegera mungkin...!


"Dan selagi kamu meringis, sebaiknya kita mulai saja menghubungi mereka" Luna berkata


"Ayolah... Tidak ada sedikit empati untuk temanmu ini...?" Aku memelas kepadanya, meminta pembelaan


"Tidak"


Kejam...


Dia bahkan membuat Veskal dan Verdea menertawakan diriku...


"Ahaha... Kalian sungguh sangat lucu! Walaupun aku memang harus akui, kalau suasana ini terasa sangat nyaman" Eleanor berkomentar


"Kamu sudah mengatakan hal itu berkali-kali, tapi aku selalu menghargainya karena tamuku merasa nyaman di sekitar kami"


Walaupun aku sadar kamu juga menertawakan ku...


Baiklah, kembali ke topik


"Jadi, semua orang yang akan kami ajak besok akan kami bawa membawa kereta kuda yang disiapkan. Aku yakin, kalau Eleanor dan Albert juga pasti ingin menjenguk penduduk kota Andromeda


Yang lain juga pasti ingin pergi berlibur ke Miralius. Tapi, aku tidak bisa membawa para pelayan baru karena aku takut dengan keselamatan mereka..."


Eleanor dan Albert hanya mengangguk dengan sebuah senyum, bersama dengan teman-temanku yang lainnya


Sementara ketujuh pelayan baru milik Verdea terlihat kecewa, tetapi paham dengan apa yang kumaksudkan


Kebanyakkan dari mereka tidak bisa bertarung. Hanya Nazia dan Frit saja yang bisa, dan mereka sama sekali tidak terlalu kuat. Jika kami membawa mereka, aku takut salah satu dari mereka justru akan dihabisi


Kami tidak bisa melindungi semua orang, terutama ketika jumlah kami yang semakin meningkat...


Sayang sekali Frank juga harus melewatkan hal itu. Aku agak menyesal menawarkan kepadanya untuk mengganti Verdea untuk sementara waktu, walaupun dia memang menerimanya tanpa tanda-tanda menolak sedikitpun


Lalu pandanganku pun beralih kearah kedua temanku yang sejak tadi memandangku dengan wajah sok imut itu


"Dan kalian berdua, jangan berani-berani hilang dari pengawasan kami. Nyawa kalian itu sangat penting"


"Ooh~ Aku tidak tahu kalau Vainzel sangat menyayangi kami hingga menganggap kami sangat penting~?" Veskal meledek


"Benar bukan~? Dia biasanya bersikap sok dingin, padahal aslinya peduli~" Verdea menambahkan


Aku akan memukul kedua anak ini...!


"Tahan Oberon. Anggap saja mereka berdua itu seperti nyonya Lyralia" Remina berbisik


"Hey, kami bisa mendengarkanmu"


"Jangan sandingkan aku dan Veskal dengan Lyralia, pendek"


Lyralia yang menjadi bahan ledekan tidak langsung itu pun langsung terlihat cemberut selagi aku dan Remina tertawa usil melihatnya


Aku juga tidak menyangka Remina mulai berani meledek salah satu temanku. Sepertinya dia sudah mulai tidak kaku bersama kami


Itu satu kemajuan yang bagus


"Saranmu terdengar bagus. Aku akan melakukannya untuk nanti"


Lyralia mengacungkan kedua jempolnya kearahku, hingga wajah Lyralia semakin turun dan mengerut


Hm hm


Baiklah, rencana selanjutnya sudah disusun dengan rapi. Kita akan improvisasi lagi setelah melihat kenyataan dibalik bahaya itu


"Sekarang semuanya boleh bubar. Dan juga, tolong panggilkan kereta kuda untuk Artorius, karena dia pasti sejak tadi ingin pulang namun terpaksa mendengarkan semua hal ini..." Aku berkata, melihat ke arah Artorius yang terduduk dengan gugup diantara Ivor dan Luxor


Semua mata juga langsung tertuju kearahnya, membuat dia semakin terlihat berkeringat dingin


"Oh tenang saja! Aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini" Artorius pun membalas untuk mencairkan ruangan


Baguslah kalau begitu. Lebih sedikit protes lebih bagus


Semuanya pun mulai bubar, melakukan pekerjaan mereka masing-masing yang tertinggal, sementara Artorius dibawa oleh Ivor dan Ordelia selagi mereka berdiskusi untuk mencarikan kereta kuda


Verdea dan Veskal juga ingin pergi mencari buku baru untuk dibaca, selagi aku dan Remina hanya akan mengawasi mereka dari dekat nanti


Tapi kami berempat pun terhenti ketika ruangan terisi oleh kami saja, ditambah oleh Lyralia yang terlihat masih ingin bicara. Utamanya kepadaku, karena tatapannya sejak tadi tidak pergi dari wajahku


Jangan bilang dia marah atau tersinggung karena ledekan tadi...?


Ketika dia melihat dengan ragu kearah ketiga anak yang berada di dekatku, aku pun paham kalau dia ingin bicara secara pribadi


"Uh... Sebenarnya aku hanya berniat bicara dengan Vainzel, jadi sebaiknya kalian bertiga pergi saja...?"


...


Itu tidak akan berhasil


Kamu sudah membuat para makhluk menjengkelkan ini penasaran. Tidak ada lagi cara lain yang kamu bisa gunakan untuk menghindar dari kedua anak ini...


Sementara itu, Remina hanya menunggu perintahku, walaupun dia juga sama penasarannya dengan Verdea dan Veskal


"Hah... Baiklah..." Lyralia dengan pasrah mengeluh


Lyralia pun akhirnya bangun dan mengajak kami untuk berjalan mengelilingi kastil selagi pembicaraan dibuka nanti


Sebenarnya ada apa? Dia terlihat sangat serius, tidak seperti biasanya...