Book Of Flowers

Book Of Flowers
Selingan Leshy


"Woah...!!! Badanmu besar sekali!!"


Verdea dan Remina sibuk melihat-lihat Leshy selagi menelaah seluruh tubuh raksasanya itu dengan mata terkagum, selagi aku dan yang lainnya menikmati air telaga ini


Segar...! Sungguh amat sangat segar...!


Apalagi, ini adalah danau yang dijaga oleh Leshy dan para roh hutan. Mereka pasti sudah membersihkan telaga ini dengan baik


"Aku ingin mandi di dalamnya, tapi aku takut terlalu dalam..." Luxor berkata sambil mengaduk pelan air telaga


"Aku ingat sekarang kalau kamu itu tidak bisa berenang" Ordelia berujar kepadanya


"Bahkan sewaktu aku dan Ivor berniat mengajarinya, dia sendiri menolak" Aku menambahkan dengan sebuah tawa kecil


"Nanti kalau aku bisa berenang, kalian akan ternganga. Camkan itu"


"Kapankah itu akan terjadi, Luxor?"


"..... Nanti"


Sudah kuduga. Walaupun memang benar, kalau kami sungguh akan ternganga. Karena hal itu mustahil


"Ohoho~! Teman-teman kecil kalian ini senang sekali membuat badanku geli ya" Leshy menyela dari kejauhan


Leshy sepertinya senang dengan keberadaan dua anak itu. Lagipula, kenapa coba mereka berdua ingin menunggangi punggung Leshy?


Leshy walaupun memakai bentuk rusa bertanduk sekarang, dia itu seukuran dengan pohon cemara loh?


"Hoy! Awas jatuh!"


"Tenang, tenang! Kami akan hati-hati!"


"Biarkan kami naik ke atasnya, Oberon!"


Anak-anak. Mereka sangat senang jika menemukan sesuatu hal yang baru


Suara lengkingan pun terdengar setelah mereka naik ke atas Leshy. Karena aku tidak memperhatikan dan mulai berbalik kembali kearah mereka, Leshy sudah mulai berlari kesana kemari layaknya seekor kuda, ditemani oleh suara girang dari kedua anak itu


"Hoy~!!! Awas mereka jatuh!!"


"Ohohoho~!! Tenang Oberon ya! Aku hanya akan membawa mereka berputar-putar di sekitar sini ya!"


Tch. Mereka benar-benar membuatku jantungan saja


...


--- Beberapa saat kemudian ---


"Sudah selesai mainnya?"


"Hah... Sudah... Hah... Selesai...!"


Mereka malah jadi lelah sekarang setelah main beberapa menit. Para roh hutan jadi repot-repot memberikan mereka air karena itu


"Hm~ Mereka benar-benar sangat ceria. Sama seperti ketika kalian dulu pertama bertemu denganku ya"


"Mereka masih anak-anak. Toh, waktu kami bertemu denganmu pertama kali juga, itu karena keharusan beberapa latihan kami di tanganmu"


"Dan aku bisa bilang kalau Ordelia adalah orang terbaik yang pernah kuajari mengesampingkan dirimu ya. Dia sangat sesuai dengan apa yang kubayangkan dalam diri seorang murid ya"


Wajar saja. Ordelia sebenarnya mendapati sikap cinta alamnya yang berlebihan itu dari Leshy. Bahkan cara mereka marah saja sama


Leshy itu cukup pilih kasih, walaupun dia pintar menyembunyikan pikirannya itu


"Eh? Kalian kenal sejak dulu sekali?" Verdea bertanya


"Kalian tidak pernah menceritakannya dengan kami" Remina menambahkan, seakan sedang protes


Aku serahkan saja jawabannya kepada teman-temanku


"Itu karena kami hanya berlatih dibawah naungannya hanya untuk satu minggu" Ordelia pun menjelaskan


"Yah, walaupun memang cukup berkesan untukku" Luxor ikut berbicara, ketus


"Karena kamu dan Ivor setiap hari digantung terbalik olehnya karena sering berkelahi bukan?" Aku meneruskan


"Tidak setiap hari! Hanya 6 hari pertama saja!"


Jujur sekali ya...?


"Memangnya latihan seperti apa?" Verdea bertanya lagi


"Latihan yang membantu kami mengendalikan Mana kami dari luar"


"Contohnya?"


Apa ada kayu lapuk disini?


Ah, itu ada


Aku melompat mendekat dengan kayu lapuk yang terbaring di tanah itu dan melepas sarung tanganku, membentuk tanganku menjadi ujung lancip


Setelah beberapa saat mengumpulkan energi, aku mengayunkan tanganku ke arah kayu itu dan membelahnya menjadi dua, seakan kayu itu adalah sebuah benda yang empuk


Bahkan serangan ku itu membekas ke tanah karena kekuatan yang ku kumpulkan


"Seperti itulah. Menggunakan teknik ini sama juga seperti merapal sihir. Kamu perlu fokus yang kuat untuk mengumpulkan Mana" Aku berkata


Verdea dan Remina bertepuk tangan dengan wajah yang menandakan mereka kagum


"Ajarkan aku juga!" Verdea berseru


"Tidak. Kamu baru mempelajari dasar-dasar teknik jarak dekat. Menggunakan teknik ini sekarang hanya akan membuatmu mati kelelahan"


Itu sebabnya aku tidak terlalu menggunakan teknik ini. Dampak dari teknik ini sama sekali tidak sebanding dengan tenagaku yang terkuras. Kekuatanku saja sudah cukup


"Ohoho...? Jadi kamu sudah mulai mengajari seseorang sekarang ya? Bagus, bagus" Leshy berkomentar


"Dia juga cukup bagus mengajar. Hanya saja dia selalu bilang kalau aku ini masih belum cukup pandai" Verdea mengeluh


Mendengar hal itu, Leshy hanya terkikik


"Kalau tidak salah, kamu itu pangeran Verdea ya? Teman dari Vainzel?"


"Oh, benar. Vainzel pernah bercerita padamu, Leshy?"


"Pernah. Kira-kira saat kami terakhir bertemu ya?"


"Kapan itu?"


"2 tahun lalu?"


"Lama sekali?!"


"Itu karena dia punya banyak pekerjaan di seluruh penjuru Goeitias. Susah sekali bertemu dengannya akhir-akhir ini" Aku menyela


Dia itu pelindung hutan Goeitias. Semua monster disini bisa teratur hanya karena dia menjadi penjaganya


...


Oh ya...


"Omong-omong, ada sesuatu yang sudah aku minta kepadamu untuk diselidiki. Sudah bukan?"


...


...


Aku merusak suasana dengan memberikan keheningan ini. Tapi, memang ada sesuatu yang aneh terjadi beberapa waktu terakhir


Disaat kami kabur dari kejaran kerajaan Crux dan Orion, ada satu suku goblin yang menyerang kami dari darat benua Goeitias


Ketika Amelia memberiku laporan itu, aku heran. Bagaimana bisa mereka tidak takut menyerang seperti itu, selagi Leshy masih mengawasi mereka?


Dan ternyata, tidak hanya suku goblin itu saja. Semua suku troll yang ada di benua Goeitias memberontak melawan kami. Mereka tiba-tiba bersikap agresif walaupun seorang prajurit Elf hanya berjalan melewati tempat mereka. Beberapa manusia bahkan terlibat dalam perkara ini


Ada sesuatu yang aneh, dan aku tahu itu


"Semuanya salah penyihir hitam itu ya..." Leshy mulai menjawab


...


Penyihir hitam. Aku sudah tahu siapa


"Dia mengontrol kepala suku dari setiap suku itu, dan sebelum aku sempat menghampirinya, dia sudah menghilang dengan cepat...!!


Dia mengacaukan setiap hal yang ada disini, dan parahnya, sihir miliknya itu tidak bisa kucabut sembarangan, karena hal itu mampu membunuh kepala suku mereka...!!!


BAJINGAN ITU!! DIA HANYA TAHU CARA LARI!!! PENGECUT BIADAB!!! TERKUTUKLAH KAU, PENYIHIR HITAM!!!!!!!!!"


Jeritan kemurkaan Leshy langsung membuat tanah di Goeitias bergetar. Semua binatang langsung terdengar panik, dan para roh hutan bahkan mulai bersembunyi dari hadapannya


Verdea dan Remina yang duduk paling dekat dengannya langsung terlihat panik, bahkan aku dan teman-temanku bergetar sedikit ketika mendengar teriakan itu


Dia tidak selalunya marah, tapi jika dia menghadapi masalah menjengkelkan seperti ini...


Alam akan langsung melolong ketakutan merasakan sedikit saja amarahnya itu...


"Leshy! Sadarlah!! Kamu membuat anak-anak ini takut!!"


Leshy yang sudah memperhatikan ucapanku itu mulai menarik napas panjang perlahan, hingga bersamaan juga tanah pun mulai perlahan tidak bergetar lagi


Dia kemudian berpaling kearah kami semua yang masih merasa tidak nyaman di dekatnya, hingga beberapa bahkan terlihat merinding


"Maafkan aku ya...? Aku tidak bisa menahan emosiku ya..."


"... Maafkan aku sekali lagi ya..."


Aku menarik napas lega ketika melihat amarahnya itu mulai reda


"Jadi begitu. Dia mengontrol para kepala suku seperti boneka, sehingga setiap anggota dari suku itu secara tidak langsung ikut bersikap agresif"


Monster selalu mengikuti kepala suku mereka. Jika mereka ingin menyerang, mereka akan menyerang. Mereka juga tahu rasa takut, jadi mereka juga mampu mencari cara untuk bersembunyi atau bertahan


Mereka tidak sepenuhnya bodoh dan langsung menyerang kami begitu saja. Dan makhluk yang paling mereka benci adalah manusia, hingga hanya ras itulah yang mereka serang tanpa pandang bulu, bukan Elf


"Jadi, Yael pasti ******* kepala suku itu hingga mereka tunduk di bawah kakinya. Lalu, dia langsung mengontrol mereka seperti boneka"


Dan ini adalah masalah terbesar. Jika Seren atau Leshy tidak mampu membersihkan sihir Yael, tidak ada satupun orang di Goeitias saat ini yang bisa melakukannya


Bahkan Seren dia buat sekarat sekarang ini. Leshy memang lebih kuat dibanding Seren, tapi aku ragu dia bisa menghadapi Yael yang sudah pulih sepenuhnya


Kesimpulannya hanya satu. Kepala suku yang dikontrol oleh Yael bukannya terkena sihir...


"Mereka terkena kutukan hingga menjadi budak dari Yael"


Tidak ada catatan yang cukup untuk menentukan apa kekuatan sebenarnya dari seorang setengah iblis. Yang kami tahu hanyalah kalau mereka bisa menempatkan kutukan, sekuat iblis yang asli, walaupun kutukan itu juga akan membekas dengan sangat buruk di tubuh mereka sendiri


Kutukan... Betapa mengerikannya kekuatan dari sihir gelap ini...


"Katakan kepada semua kaum monster untuk menahan semua kepala suku mereka di rumah masing-masing. Lalu maafkan aku, tapi kamu harus mengambil tanggung jawab untuk memimpin mereka sementara"


"Tidak masalah bagiku, Oberon. Sejak awal, aku memang berkuasa untuk memastikan keamanan hutan di Goeitias"


Ini menjengkelkan. Aku menimpa semua pekerjaan menangani monster kepada Leshy. Apa sebaiknya aku membuat beberapa petinggi ikut berpartisipasi?


Mungkin aku harus meminta bantuan Fyon dan para Dark Elf dalam masalah ini. Aku terpaksa harus mengizinkan mereka memakai sihir hitam untuk sementara waktu. Hanya jika perlu


"Ah...?"


Aku merasakan getaran di tanah, begitu juga teman-temanku. Sepertinya jemputan kami sudah tiba


Sesuai dugaan kami, Welt muncul dari dalam tanah, masih setengah terkubur. Dia memberi salam hormat kepada kami semua, kemudian memerintahkan para Gnome yang mengikutinya untuk membawa barang-barang kami


Para Gnome melakukan apa yang dia perintahkan, selagi aku menyadari satu hal ketika melihat wajah mereka semua


"... Sepertinya kalian mengalami masalah serius"


...


Ini pasti karena keadaan Seren


"Beliau semakin memburuk. Maafkan aku, tapi kami tidak bisa mencabut sigil itu dari tubuhnya tanpa membunuhnya"


Sama seperti yang dikatakan oleh Leshy barusan


Welt ternyata baru menyadari kehadiran Leshy, dan karena itu dia pun melompat keluar dari dalam tanah, kemudian menyapa Leshy dengan senyuman suram


...


"... Aku sudah sempat mengecek Seren juga. Tapi, aku pun tidak tahu harus melakukan apa untuk melepas sigil itu"


Begitu...


Wajar saja Welt berpikir untuk mencari Leshy terlebih dahulu. Itu adalah pemikiran yang cerdas, walaupun sayangnya tidak menghasilkan apapun selain kabar buruk


"Lalu Oberon, mengenai hal itu..."


"Jangan dibahas disini dahulu. Aku ingin para petinggi yang lain untuk mendengarkan juga"


Aku juga tidak ingin Leshy mendengar kabar kalau aku akan pergi ke Xiang yang mungkin berakhir dengan perang. Dia pasti akan sangat murka, dan hal itu akan menjadi titik terakhir dari kesabarannya


Welt paham dengan niatku, dan langsung menutup mulutnya sebelum bicara lebih jauh lagi


"Jadi, kalian akan pergi sekarang ya?"


Aku berpaling menengok kearah Leshy, dan hanya mengangguk


"Maaf aku harus menimpakan banyak tugas padamu, Leshy"


"Ohoho...! Kamu tidak perlu pikirkan. Dibandingkan dengan Tibor, tugas yang kamu berikan sama sekali tidak ada apa-apanya bagiku"


Semua hal yang perlu kuberitahukan sudah selesai. Sekarang kami hanya perlu pergi bersama dengan para Fae dan masuk ke Miralius


Para Fae sepertinya merindukan kami semua. Mereka menempel di wajah sambil berusaha memeluk kami yang ukurannya jauh lebih besar dibanding gabungan dari mereka semua


"Ayolah, kita harus pergi ke Miralius sekarang"


"Biarkan saja para Fae menyambut kita dulu. Kasihan mereka"


Yah, Ordelia memang benar


Menunggu 5 menit lagi tidak akan jadi masalah...


...


"Leshy...?"


Verdea mendekat kearah Leshy yang masih duduk. Leshy pun tersenyum kearahnya


"Ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan ya. Ada apa, anak muda?"


Verdea terlihat ragu, memainkan jarinya di hadapan Leshy


Tapi, sebuah kalimat pun akhirnya keluar dari mulutnya


"Terima kasih sudah mau membantu Vainzel"


...


...


Keheningan membuat mereka tidak bisa melanjutkan topik. Verdea pun mengeluarkan senjata terakhirnya ketika suasana berubah sunyi, tersenyum dengan lebar


Namun Leshy hanya diam. Tidak ada yang menyadari ini selain Verdea, tapi...


Tatapan Leshy melunak


Tidak seperti sebelumnya, ketika dia baru pertama kali dengan Leshy. Sebuah mata yang penuh dengan rasa keagungan dan kemahakuasaan, sekarang melunak tepat di hadapannya, layaknya seseorang yang sedang mengenang kembali masa lalu...


Verdea tertegun menyadari hal itu, apalagi ketika menyadari kalau dialah yang membuat Leshy seperti itu


"Verdea Hortensia... Bukan ya...?"


Ketika Leshy akhirnya mau bicara, Verdea spontan mengangguk hingga anggukannya terkesan agresif


Tetapi Leshy sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu. Karena, dia sekarang ini sedang fokus kepada satu hal di pikirannya


"... Jaga Oberon. Hanya kamu yang bisa melakukannya"


...


Verdea mengangguk pelan kali ini, merasa sedikit terharu dengan perkataan Leshy barusan


"... Tapi ketika kamu pergi meninggalkannya, jangan lupa bilang sampai jumpa ya"


"... Sampai... Jumpa...?"


"Artinya kalian akan bertemu sekali lagi ya. Jika kamu berkata seperti itu, aku jamin kalian bisa terus bersama, kapanpun itu ya..."


...


"Vainzel dulu pernah mengatakan itu juga kepadaku. Dan sepertinya, kamu memang benar


Kemanapun kami berpisah, kami pada akhirnya bisa bertemu kembali. Aku sangat bersyukur kami masih bisa bertemu kembali"


Karena kata itu, dia bersedia menungguku walaupun kami bertemu kembali. 'Sampai jumpa'


Tapi...


"Bukan itu yang kumaksudkan ya. Tapi, aku senang kamu paham dengan perkataanku ya"


Verdea tidak paham, kenapa Leshy berkata pernyataannya itu bukanlah apa yang ia maksud


"Kalau begitu, sampai jumpa Leshy. Terima kasih untuk nasihatmu"


Leshy hanya menunduk pelan sembari memejamkan matanya untuk merespon Verdea


Dengan begitu, Verdea langsung berlari kearahku dan yang lainnya yang sudah siap untuk pergi


Selang waktu beberapa saat setelah bercakap kecil, kami pun langsung melesat pergi sembari melambaikan tangan kepada Leshy dan para roh hutan


...


"Aku heran, kenapa orang yang akan pergi lebih dahulu selalu bersinar paling terang ya...


Kamu tahu jawabannya, temanku Tibor?"


...


Leshy yang hanya bisa menatap kepergian kami itu pun menarik napas lesu. Para roh hutan langsung menyadari ada yang salah dari emosi pemimpin mereka itu dan langsung terlihat sedih juga


"... Aku berharap setidaknya kamu bisa menjawab dari sisi lain. Tapi... Sepertinya aku berharap terlalu banyak ya...?


Tetap tidur sana, dasar Elf gendut..."


Leshy pun bangun dan mengajak para roh hutan untuk ikut dengannya pergi dari area itu


Dan selang beberapa waktu, Leshy menghilang tidak terlihat oleh mata, selagi para roh hutan mengikutinya dengan mengandalkan intuisi mereka