
--- Beberapa jam kemudian, Kastil Thyme ---
...
Dia meminta kami semua berkumpul, tidak seperti biasanya. Untuk yang pertama kalinya dia memiliki inisiatif untuk memulai diskusi dengan kami di ruangan tengah
Kami bahkan harus meninggalkan Eleanor karena dia masih punya urusan. Black Hunt juga kumintai untuk menjaganya bersama Albert agar tidak terjadi masalah
Ini pasti sesuatu yang penting. Apalagi, dia terlihat sangat gelisah dan ragu berdiskusi dengan kami sekarang ini
Tapi, sepertinya ada yang kurang disini...
"Maaf mengganggu waktu pesta kalian. Tapi, aku ada sesuatu yang harus aku katakan yang mungkin terdengar seperti ide buruk" Dia pun membukanya
"Tidak apa. Tidak ada yang menarik di pesta itu selain makanannya"
"Dan kami berhasil mengambil beberapa untuk dibawa pulang!"
Luxor dan Ivor sempat-sempatnya bersikap konyol. Tapi aku akan mengabaikannya karena mereka sudah berhasil menyelundupkan beberapa makanan keluar dari kastil itu
"... Aku akan bertemu dengan Rosalia di kastil Rose, mulai beberapa hari ke depan disaat waktu yang tepat"
...
...
Heh-?
"Apa???"
"Aku tidak salah dengar??"
Hah?
"Tunggu! Berhenti berisik dan biarkan Verdea menjelaskan"
Aku juga ingin tahu apa maksudnya dengan mengatakan ide itu...
Kastil Rose adalah rumah musuh kami. Masuk ke sana mungkin sama saja dengan membunuh diri. Tidak membahas kalau Yael selalu merayap di sekitar bayangan kastil itu sekarang ini (Berdasarkan apa yang Artorius beri tahu)
Itu ide buruk. Sangat buruk
Dan juga, apa gunanya??
"Kalian mungkin ingin protes, tapi aku ingin kalian tahu apa yang dikatakan kakak ke-2 kepadaku selagi kami berdansa tadi"
Sudah kuduga dia ingin mengatakan sesuatu kepada Verdea. Hal buruk apa yang sudah dia sarankan kepada adiknya coba...?
'Jika kamu penasaran, aku akan memberitahumu segalanya tentang kebenaran yang tersembunyi. Tapi, mari kita mulai dari ibumu dulu'
!!!
"Itu yang dia katakan kepadaku"
...
...
"Hah... Aku seharusnya tahu kalau kamu tetap seorang anak. Kamu pasti termakan kata-katanya karena rindu dengan ibu-"
"Tidak Luxor. Kamu salah"
Ya. Dia salah
Aku sudah paham apa yang dimaksudkan oleh Rosalia dengan perkataan itu
"Perhatikan kembali apa yang dia katakan kepada Verdea" Aku memberi saran
"Benar. Jika kalian paham, itu akan sangat membantu" Verdea menambahkan
Semua orang mulai terlihat berpikir. Tetapi, Ordelia yang mendapatkan pencerahan terlebih dahulu
"Dia dengan samar berkata kalau dia akan memberitahumu segala hal yang ingin kamu ketahui. Tetapi dia harus memulainya dari persoalan ibumu dahulu"
Jawaban yang sempurna. Dengan begitu semuanya sudah bisa paham
"Kemungkinan kakak ke-2 sudah tahu mengenai apa yang ingin kita ketahui darinya. Tapi, dia juga dalam waktu yang bersamaan ingin mengulur waktu dengan memulainya dari ibuku
Itu sebabnya aku harus datang. Walaupun ini perangkap, setidaknya kita bisa mendapat sedikit pencerahan tentang siapa Rosalia Hortensia, dan apa tujuannya" Verdea memberi penjelasan lebih lanjut
Itu... Bisa menjadi pedang bermata dua
Kami mungkin akan mendapatkan informasi yang bagus darinya, jika dia memang berniat jujur. Tapi, jika aku harus mengulangi perkataan Verdea...
Dia mungkin ingin mengulur waktu, sehingga rencananya sudah dijalankan terlebih dahulu...
Dan masalah keduanya, Rosalia mungkin berbohong, berniat menghabisi Verdea di tempat itu
Tapi kemungkinan besar, yang kedua itu tidak akan terjadi. Tidak mungkin dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuatnya dengan jelas terlihat bersalah, terutama di area kekuasaannya
Kami harus tidak terlalu berpegang kepada informasinya, juga harus sedikit berhati-hati dengan apa yang sedang dijalankan oleh Rosalia
Jadi itu yang ingin dia katakan dan menyebabkan kami harus pulang lebih awal
"Baiklah, aku akan izinkan" Aku pun menjawab
"... Yah, aku yakin yang lainnya juga berpikir begitu" Luna meneruskan
Yang lainnya menggelengkan kepala mereka dengan kaku tanda tidak setuju, membuat Luna langsung pasrah
"Kamu sungguh yakin ingin masuk ke permainan Rosalia itu?" Frank bertanya
"Jika itu bisa membantu, aku akan melakukannya
Aku akan lakukan untuk menuntun teman-temanku ke dunia yang lebih baik, seperti yang kami semua sudah janjikan bersama..." Verdea berkata, menatap segel di tangan kanannya
Tangannya yang terkepal itu pun menunjukkan tekadnya yang sudah terbentuk. Tekad seseorang yang sudah siap untuk melakukan apapun itu demi mencapai tujuannya
Tetapi...
Bahkan Veskal dan Ordelia bingung dengan maksud perkataan Verdea. Apa yang dia maksudkan dengan kami semua?
Tidak, tidak Frank! Aku bersumpah kalau aku tidak memaksanya melakukan janji sebesar itu! Jangan tatap aku dengan tatapan mematikan itu lagi!
"Ah, aku ngelantur! Jangan pedulikan perkataanku barusan, kakek. Aku hanya asal bicara karena sedikit stres barusan" Verdea menyela diantara ketegangan kami
Dia pun memberi kami semua sebuah senyumannya yang seperti biasa. Tetapi, kami semua langsung tahu kalau dia menyembunyikan sesuatu di balik senyuman itu
Hrmm... Dia lagi-lagi menyembunyikan sesuatu...
Itu jadi mengingatkanku kepada perkataan Veskal kalau Verdea bertingkah aneh semenjak penyusupan kami ke Xiang
Veskal bilang kalau Verdea terkesan 'lebih dewasa', daripada biasanya
Jika aku mengingat kembali, sikapnya memang seperti itu. Beberapa saat, sikap kekanak-kanakannya memang terlihat. Tapi...
Dia selalu bersikap seakan sedang menahan diri setiap kali dia memiliki kesempatan. Dan dia bahkan mulai semakin kokoh dalam membuat pendiriannya, hingga berani menantang Yuriel di dalam sidang tanpa persetujuanku
...
Apa aku harus menormalkan perubahannya ini kah...?
Apa aku terlalu mendorong anak ini untuk bersikap dewasa hingga dia memaksa diri melakukan sesuatu demi kami...?
Apa yang kulakukan... Sungguh benar...?
Di tengah kebimbangan itu, Ayahanda memegang pundakku. Hal itu pun membuatku sadar kalau semua orang jadi risau dengan diriku yang mendadak hening
"Kamu ragu akan sesuatu. Apa ada yang salah, anakku?" Alf bertanya
"... Aku hanya penasaran, apakah...
Aku salah, telah mendorong Verdea hingga dia merasa terbebani seperti ini...?"
...
...
Teman-temanku hening tidak menjawab. Lebih tepatnya, tidak ada yang tahu jawabannya
Itu karena, yang hanya bisa menjawab hanyalah Verdea. Karena dia sajalah yang tahu apa yang terbaik untuk dirinya
...
...
"Kamu tidak salah, Vain..."
Heh?
"Kamu tidak pernah salah. Kamu selalu tahu yang terbaik, jika hal itu mengenai kami
Itu sebabnya kami bersedia menjadikanmu sebagai penuntun kami menuju cahaya"
...!
Veri...
...
"Verdea benar" Luna menambahkan
Ah-?
"Kamu bukan menjadi Oberon bukan semata hanya karena Ayahanda mendudukkan dirimu di posisi itu
Kamu menjadi seorang Oberon, karena kualitas dan sifatmu sebagai seorang pemimpin. Dan hal itu adalah, kamu mau belajar dari kesalahanmu, menerimanya sepenuhnya" Luna meneruskan perkataannya
Dia pun menundukkan kepalanya, dan mulai mengucapkan sesuatu lagi. "Itu sebabnya aku cemburu kepadamu. Kamu membuat sikap murah dan rendah hati itu sangat mudah..."
"Yah, walaupun ada sikap sarkas yang mengikuti juga, entah bagaimana" Luxor meneruskan, membuat semua teman-temanku menertawaiku
Sementara aku hanya diam menahan diri untuk tidak memukul kepala mereka satu-persatu
"Cucuku benar. Walaupun aku benci ketika Verdea harus berada di dalam bahaya ketika bersama kalian, tapi kamu tahu yang terbaik
Sayang, dunia ini memang berbahaya. Jadi, jangan buat aku khawatir selalu dengan keselamatan cucuku, dan capai tujuan kalian segera, Oberon"
Woah~ Jujur seperti biasa!
Tidak bisakah memberi semangat dengan kalimat yang lebih baik?
Yah, bagaimanapun juga itu tetap pujian juga. Lagipula, suasananya sudah berubah menjadi lebih baik sekarang
Dasar. Bagaimana dia bisa tahu segala cara untuk membalikkan suasana coba? Anak ini memang berada di luar ekspektasi ku
...
...
"Omong-omong... Dimana Remina?"
Hal itu yang membuatku penasaran sejak tadi hingga aku merasa ada kekurangan orang disini
Benar. Dimana anak itu? Aku yakin tadi dia pulang dengan kami juga dan-
...!
"Ordelia. Jelaskan"
Ordelia tersentak ketika namanya kupanggil, dan langsung menunduk. Begitu juga dengan Lyralia dan Ivor yang mengalihkan pandangan mereka dariku
Ada sesuatu yang salah, dan mereka tidak memberitahuku sejak awal...
"Beritahu aku segera"