Book Of Flowers

Book Of Flowers
Menaikkan Harga


--- 1 Minggu kemudian, Pelabuhan Umibe kerajaan Gong ---


"Selamat siang. Senang menyambutmu disini, utusan dari Miralius"


.....


"Apa yang dia katakan, Eryn?" Cyth berbisik pelan


Veskal pun terpaksa maju untuk menanggapi perkataan raja Zen


"Selamat siang juga, yang mulia Zen. Kami juga merasa senang kamu sudah repot-repot kemari untuk menemui kami"


Cyth langsung tercengang melihat Veskal yang menggunakan bahasa Gong, terutama ketika menyadari bahwa wajah raja Zen terlihat berseri-seri


"Sepertinya yang mulia Lev juga ada disini? Salam untukmu"


Cyth semakin menganga lebar ketika Veskal menggunakan bahasa Bestia dari yang barusan terdengar


"Oh~? Sepertinya dia cukup mahir dalam berbahasa" Eryn memuji


Veskal hanya menghela napas secara diam-diam karena kedua orang yang berdiri di belakangnya itu tidak bisa menolongnya berbicara dengan dua raja di hadapannya


"Kalau begitu, kita tidak perlu berlama-lama lagi. Kami dari kerajaan Gong menyambutmu dengan sukacita"


Veskal langsung mengambil napas lega ketika Zen melontarkan perkataan itu. Setelahnya, mereka pun pergi dipimpin oleh kedua raja itu, masuk ke dalam sebuah bangunan yang besar, tepat di depan dermaga itu


Dari tampangnya, Veskal langsung tahu kalau itu adalah kediaman milik keluarga kerajaan Gong di daerah ini


"Veskal, Veskal. Bagaimana bisa kamu fasih dalam berbahasa asing?" Cyth yang mendekat padanya bertanya setengah berbisik


"Hmph. Nyaris 20 Tahun hidupku kamu pikir kugunakan untuk apa?"


Cyth hanya diam cemberut mendengar respon Veskal


Mereka hanya terus berjalan selagi memperhatikan sekeliling. Pohon tumbuh dengan indahnya di kediaman yang indah ini. Jalan setapak yang terbuat dari batu bulat putih dengan bagian taman yang diisi oleh pasir putih. Diatasnya diukir berbagai motif yang indah dan menawan, ditemani oleh beberapa lampu taman kecil di beberapa bagiannya. Terbuat dari kayu sebagai bahan utama pondasinya, bangunan tradisional milik Gong itu memberikan kesan yang sangat menenangkan bagi orang yang masuk


Veskal menghirup udara disana. Setelah beberapa hari di laut, akhirnya dia bisa menikmati angin segar di darat kembali


Mereka masuk ke dalam ruang tamu dari bangunan itu. Tetapi mereka tidak bisa menemukan kursi disana. Hanya ada cukup banyak bantal diatas lantai dan sebuah meja panjang terletak di tengah ruangannya. Hal itu membuat semua orang kebingungan karena tidak adanya kursi yang normal dalam ruangan itu


Tetapi ketika melihat Zen mengambil tempat duduk, ditambah dengan Veskal yang sekali lagi mengambil inisiatif untuk maju duluan dan duduk, semua orang pun paham tata cara duduk di meja milik kerajaan Gong


Mereka pun langsung mengikuti kedua orang yang duduk pertama kali itu. Duduk dengan cara lutut terlipat di bawah selagi bagian paha terlipat diatasnya


"Aku harap kalian tidak keberatan mengonsumsi ikan. Itu adalah bahan spesial milik kami" Zen membuka pembicaraan


"Kami sama sekali tidak masalah" Veskal membalasnya


"Apa yang dia tanyakan pada kita?" Cyth bertanya


"Dia bertanya apa kita tidak masalah dengan ikan sebagai menu hari ini"


Cyth langsung mengangguk paham


Tidak lama, dia kemudian menyenggol Veskal sembari memperlihatkan kertas perjanjian yang terletak di balik jas yang dia kenakan


Veskal menggeleng pelan, menandakan kalau itu bukan waktu yang tepat. Cyth mengangguk paham lagi, kemudian duduk dengan tenang kembali


"Oh, anak muda. Kalian belum memperkenalkan diri kepada kami. Kami hanya mendengar nama, tapi tidak tahu wajah kalian" Zen berucap


Veskal menoleh kearah Cyth dan Erin karena dia tidak ingin terus-terusan menjadi orang yang merespon. Karena Cyth tidak paham dengan bahasa mereka, Erin pun terpaksa menggantikannya


"Namaku Erin. Aku adalah tangan kanan pria berambut hitam yang duduk di sampingku ini. Kami adalah ketua dan wakil dari kru bajak laut Black Hunt. Yang berbicara dengan kalian sejak tadi adalah Veskal Grandier, dan dia adalah teman terdekat Oberon"


"Black Hunt hah...? Kalian cukup terkenal di Gong karena kebanyakkan profesi di negara kami adalah pelaut"


"T- Terkenal seperti apa?"


"Hm... Misalnya kalian cukup ramah dan bersahabat...


Tetapi kalian kadang menjual ikan milik negara kami dengan harga yang sedikit lebih mahal kepada para nelayan yang tangkapannya kalian raup habis dari laut. Mereka bahkan tidak akan tahu kalau kalian mengambilnya dari laut kami, seandainya pasukan lautku tidak melapor"


Erin langsung membeku ketika menyadari hal apa yang dimaksudkan Zen itu selagi Cyth duduk dengan wajah tidak sadar dengan apa yang dibicarakan


"M- Maafkan kami! Kami hanya berniat iseng saja waktu itu"


"Ah tidak apa. Itu sudah bertahun-tahun lamanya, mungkin 12 tahun. Lagipula hanya terjadi satu kali bukan?"


Erin menghela napas lega, kemudian kembali duduk walaupun badannya masih gemetar ketakutan


Veskal dan Cyth hanya tersenyum bingung melihat tingkah Erin. Veskal tidak tahu apapun mengenai kejadian itu, sedangkan Cyth tidak tahu apapun tentang yang baru saja dibahas oleh Erin dan Zen


"Uh... Apa yang dia bahas barusan Veskal?"


"Sesuatu tentang kalian menjual ikan daerah kerajaan Gong kepada para nelayan yang tidak tahu apa-apa"


Cyth langsung ikut pucat sama seperti Erin, dan mulai mencoba menghindari tatapan Raja Zen


Kali ini hanya Veskal saja yang tertinggal kebingungan di ruangan itu


...


"Sebaiknya, selagi kita menunggu makanan kita tiba, kita langsung bahas saja mengenai perjanjian itu" Zen berucap lagi


...


Semua kubu disana langsung menyalakan tanda waspada mereka terhadap satu sama lain. Tetapi Zen tetap berusaha memasang wajah ramah tanpa mengubahnya sedikitpun


"Sejujurnya Raja Julius, aku cukup terkejut kamu mengajukan perjanjian itu pada kami. Kalian tidak bisa mengambil banyak keuntungan dari sana, tidak membahas untuk para penduduk Miralius


Apa yang kalian incar sebenarnya?"


Mendengar Lev berbicara, semua penerjemah di sisi pemimpin mereka langsung membisikkan arti perkataannya


"Apa yang dikatakan yang mulia Lev memang benar. Kalian tidak mungkin hanya ingin menangkap Walter Herb dengan bekerjasama dengan kami bukan? Pasti ada niat lain, karena kalian bukan orang pertama yang menawarkan penawaran itu kepada kami" Zen menambah


"Langsung saja ke intinya. Ya, kami memang hanya ingin menangkap dan mengeksekusi Walter Herb dengan bantuan kerajaan kalian" Julius menjawab singkat


Zen menggeleng-gelengkan kepalanya


"Jika logisnya begitu, bukannya lebih baik kalian bekerja dengan Xiang? Maksudku, raja Shen yang serakah itu sudah pasti tidak akan menolak walaupun sedang dimanfaatkan, walaupun dia meminta bayaran mahal. Mereka memiliki kekuatan militer yang jauh lebih kuat dari kerajaan kami berdua, tidak membahas jumlah emas yang bisa dia berikan pada kalian


Tetapi entah kenapa, kalian malah mengajukan hal itu kepada kami, negara kecil yang sedang berada dalam masa pembangunan ulang karena perbuatan keji 5 tahun lalu"


...


"Jika kamu berniat menyindir kubu ku yang mulia Zen, aku sama sekali tidak menghargai hal itu" Veskal akhirnya membalas


"... Maafkan aku tuan Veskal, tetapi kalian memang masih belum bisa dipercaya. Pernyataan kalian mengenai kalian bukanlah pelakunya mungkin bisa menjadi kejujuran yang paling tepat, tapi itu juga bisa menjadi kebohongan yang disengaja untuk memecah belah pemikiran setiap kerajaan. Kalian mungkin ingin memanfaatkan hal itu untuk mengendalikan kerajaan kecil seperti kami"


"Mereka tidak berniat untuk memanfaatkan kalian! Mereka juga sudah meminta waktu untuk membuktikan diri, tapi orang yang ragu seperti kalian saja yang akan menghambat hal itu dan terus mencemari nama mereka" Julius menyela


"Pemikiranmu juga sama sekali tidak logis yang mulia Julius! Bagaimana kamu bisa-!?"


"Sudah kubilang yang mulia Lev, aku-!"


"Kita sudah terlalu keluar dari topik"


Veskal menyela disaat yang tepat. Kedua raja itu bahkan langsung diam dan kembali duduk tenang tanpa mengeluarkan suara apapun lagi


Veskal dan diriku sudah menyadari hal ini sejak awal kami berdiskusi di Miralius. Kedua kerajaan itu memang masih tidak bisa percaya pada kami, tetapi rencana itu harus tetap dijalankan untuk kemulusan perburuan ini


"Topik hari ini adalah penangkapan dan eksekusi milik Walter Herb, tapi entah kenapa kalian malah pergi jauh dan menyindir kami mengenai Blood Sabbath"


Veskal kesal disaat itu, sampai-sampai dia bahkan menggunakan bahasa Hortensia yang tidak bisa dimengerti oleh seorang pun dari kubu lain


"Perlu kita kembali kepada topik ini? Kami bahkan tidak disuguhkan teh yang hangat, dan sepertinya aku sudah cukup tahu bagaimana kerajaan Gong memperlakukan tamu mereka"


Zen hanya diam kesal karena sindiran itu. Dia pun memerintahkan salah satu pelayan di dekatnya untuk segera menyuguhkan teh terlebih dahulu


Itu sebenarnya perlakuan yang lancang dan menandakan kalau Raja Zen sama sekali tidak peduli pada mereka dengan tidak menyuguhkan teh. Itu seharusnya sudah menjadi tata krama dasar di seluruh negara yang ada di Vitario. Setidaknya jika bukan teh, cemilan kecil pun boleh


"Aku tahu kalau kalian hanya ingin berhati-hati demi memastikan keamanan kerajaan kalian, tapi kami juga butuh ini untuk Miralius yang juga merupakan kerajaan"


"Sudah kuduga. Kalian sudah pasti punya niat kedua-"


"Tetapi, sama seperti untuk kejadian Blood Sabbath, kerjasama ini akan berguna bagi Miralius hanya untuk memperkenalkan diri kami dengan baik kepada kalian. Demi menyatakan kalau kami memang tidak bersalah"


Cyth dan Erin mengangguk untuk memberi tanda setuju mendukung perkataan Veskal


"Itu tidak akan membuktikan apapun. Seorang pedagang selalu menggunakan kata manis dan memikat untuk meyakinkan pembeli yang tidak waspada. Bagaimana kami bisa percaya pada 'dagangan' kalian itu?"


...


"... Bagaimana kalau kita melakukan jual beli yang lebih mahal sedikit?" Cyth menyela


"Kapten?"


"Tenang Veskal. Serahkan debat ini kepadaku sekarang"


Melihat senyum lebar Cyth, Veskal pun yakin kalau diskusi ini akan diselesaikan dengan takdir yang memihak pada mereka


"Jika kalian bersedia membantu walaupun hanya dalam bentuk penghalang jalan, kami bersedia memberikan bantuan keamanan dagang dengan kalian selama kalian tidak melakukan agresi kepada pihak Orion dan Miralius. Oberon juga berniat untuk melakukan dagang dengan kalian. Terdengar tidak meyakinkan bukan? Jadi, bagaimana kalau aku meminta bayaran seperti ini


Bantu Verdea Hortensia mengumpulkan kekuatan agar bisa naik takhta"


Semua orang disana terkejut, bahkan Veskal dan Erin


"Kamu gila?! Kami mana mungkin bisa ikut campur dalam urusan takhta negara lain! Apa juga kaitan hal itu dengan membuktikan diri kalian hah!?" Lev berseru


"Aku tidak bilang kamu harus melakukannya secara langsung. Dan juga, hal itu adalah langkah terpenting agar suara kami bisa terdengar keras nantinya bukan?"


Lev terdiam mendengar perkataan itu, tidak bisa berkata-kata lagi


"Lalu? Apa yang kalian ingin kami lakukan untuk membantu Verdea Hortensia naik ke takhtanya?" Zen mengambil alih


"Uang dan emas. Aku ingin kalian memberikan bantuan seperti itu kepada Oberon secara diam-diam dalam waktu dekat ini. Memang tidak terlalu terasa berdampak untuk kami, tapi dengan uang, kamu bisa melakukan apapun, terutama jika jumlahnya sangat banyak. Aku yakin Oberon bisa memanfaatkan hal itu untuk kemajuan Verdea Hortensia keatas takhta Hortensia nantinya"


"... Tunggu. Kenapa kita membahas pangeran kecil itu sekarang ini?" Lev menyela karena heran


"Karena apapun yang dilakukan Oberon Vainzel saat ini hanya demi untuk membuat anak itu dan anak ini tetap aman, kalian tahu?" Cyth berkata kemudian menunjuk kearah Veskal dan memaksudkan perkataan lainnya untuk Verdea


"Hah!?"


"Benar. Aku sekarang ini sedang memberitahu pada kalian semua disini kelemahan terbesar Oberon selagi sedang membantunya~


Verdea Hortensia dan Veskal Grandier adalah titik terlemah Oberon. Serang saja mereka, dan dia akan hancur secara perlahan. Tapi aku percaya kalian tidak akan melakukan hal itu, utamanya karena tidak berani"


Veskal heran kenapa Cyth berkata kalau dia adalah titik lemahku. Tapi hanya dengan melihat sekilas, Cyth langsung tahu kalau mereka berdua adalah kelemahanku


"Silahkan manfaatkan informasi itu sesuka kalian. Tapi karena aku sudah memberitahunya, kalian bisa mulai membayarnya dengan menandatangani surat ini. Informasi seperti itu sama sekali tidak gratis~"


"... Ini saja yang kalian inginkan?"


"Ah, ada satu hal lagi"


"Apa?"


"Agar cukup adil untuk sisi kalian, aku bisa membuat Oberon memberi kalian beberapa pengetahuan semua sumber daya alam yang ada di Goeitias. Monster, flora aneh, bahkan bebatuannya. Kerajaan kalian berdua akan jadi satu-satunya yang memiliki ilmu seperti itu


Dan aku juga tahu kalau seluruh kerajaan di dunia berusaha menaruh tangan mereka pada kuasa magis yang lebih hebat, tapi tidak bisa dilakukan secara aman. jika kalian beruntung, Oberon mungkin akan mempertimbangkan untuk menjual sumber daya itu untuk kalian teliti dan gunakan"


...


Zen dan Lev langsung menelan ludah mereka karena tergiur dengan tawaran Cyth itu


"Itu akan sangat membantu dalam perkembangan kita. Lupakan soal pembangunan ulang, kami mungkin bisa menjadi negara adidaya dengan tawaran itu" Zen bergumam


Goeitias bukanlah sebuah benua yang bisa dimasuki siapapun. Hanya beberapa orang yang cukup tangguh saja yang bisa memasuki sarang Monster itu. Bahkan dengan para Elf di Miralius yang berkuasa diatas semua kasta di Goeitias, kami sama sekali tidak membatasi kebebasan milik para monster itu dan tidak memperdulikan orang lain yang mereka serang karena sudah berani masuk


Kedua raja itu menyempatkan diri untuk melirik kearah satu sama lain. Dengan satu anggukan sepaham, mereka pun mengambil dokumen itu dan menandatanganinya. Julius di sisi lain, menolak tawaran Cyth itu dan hanya berniat untuk membantu dalam perburuan ini saja demi membongkar pelaku sebenarnya dari Blood Sabbath


Veskal kagum dengan hal itu. Bahkan aku tidak memikirkan untuk menukar sumber daya yang ada di Goeitias. Itu karena kami para Elf tidak membutuhkan terlalu banyak dalam kehidupan sehari-hari. Membunuh monster saja kami dilarang kecuali jika mengancam nyawa


"Cyth. Bagaimana kamu bisa tahu apa yang mereka inginkan?" Veskal berbisik


"Gampang saja. Keserakahan dan Kesombongan. Semua raja harus memiliki itu untuk menjadi seorang raja yang layak, dan hal itu sudah mendasar. Raja-raja seperti mereka cukup mudah ditebak, apalagi ketika negara mereka sedang dalam masa krisis seperti sekarang"


Cyth mengedipkan sebelah matanya, dan hal itu membuat Veskal tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala


Kedua raja itu sudah selesai menandatangani surat perjanjian itu. Cyth mengambilnya kembali dari hadapan mereka


"Dokumen ini hanya sebagai formalitas kalau keempat kubu sudah terikat perjanjian. Tidak ada isi yang menjelaskan tentang kondisi tertentu dalam perjanjiannya. Itu karena Oberon berharap kerjasama kita semua terus berkembang di masa depan"


"... Ini bisnis. Kami hanya mengambil apa yang bisa memenuhi kebutuhan negara kami" Zen berkata


"Hanya kalian yang memandang hal ini dalam perspektif itu, yang mulia Zen dan yang mulia Lev"


"... Kenapa kalian percaya kalau kami akan membantu kalian dan tidak melanggar perjanjian itu, Tuan Cyth" Lev mengikuti


"Anggap saja itu pondasi untuk bisnis kita, seperti perspektif kalian"


Veskal langsung menyenggol pinggang Cyth agar dia tidak menyinggung mereka lagi, selagi Cyth tersenyum jahil


"Kami hanya ingin percaya, itu saja" Veskal menyela. "Tapi tentu, jika kalian berkhianat, kami tidak bisa tinggal diam"


...


Zen tiba-tiba mulai tertawa, entah apa yang lucu. Semua orang mulai heran dengan tawanya itu. Tawanya cukup keras sampai-sampai seluruh ruangan menggemakan suaranya itu


"Kalian orang-orang Miralius memang kelompok yang aneh. Seakan kalian itu terlalu polos untuk mengerti dunia" Zen berkata kemudian


"Yah, kami baru belajar banyak hal. Tapi, untuk menghadapi dunia yang kejam ini, hubungan dan kepercayaan perlu dibangun bukan?"


"Hah... Kalian benar. Aku hanya bisa berharap kami semua bisa mempercayai kalian nantinya. Jangan kecewakan kami juga, kubu Miralius dan Orion"


"Tidak masalah"


Diskusi itu benar-benar berakhir dengan memihak kepada mereka. Suasana ruangan itu pun menjadi lebih ringan, walaupun masih terasa ditutupi dengan wajah ramah yang palsu


Satu hal sudah diselesaikan oleh Veskal dalam misi ini. Dengan ini, semuanya akan menjadi lebih mudah ke depannya


...


"Oh ya, yang mulia Zen. Kamu membahas kalau kami bukan yang pertama memberimu tawaran. Lalu siapa?"


Zen diam mendengar pertanyaan Veskal itu. Diam seakan dia tidak mau berbicara


Tetapi...


"Jika aku boleh buka mulut, orang itu adalah Rosalia Hortensia"