Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 98. Pemberontakan Gustaf


Hai Readers !


jangan lupa udah baca komen dan like nya ya 😘❤️


🍂🍂🍂


Tangan Raja tiran itu sudah mengeluarkan cahaya kemarahan. Ia bersiap-siap untuk menghukum Abraham yang jaraknya tak jauh dari ke tiga kristal nya.


Gila! ini benar-benar misi bunuh diri. Jika aku benar-benar mati disini, semua usaha ku untuk menemukan tempat ini akan sia-sia. Ternyata Raja tiran ini cepat sekali menemukan ku. Berkali-kali aku mencoba mengambil kristal ini, tubuhku selalu terpental dan seperti tersengat listrik. Apa Raja tiran ini menggunakan pelindung ?.


" Kau tidak bisa mengambil nya ya? sayang sekali, manusia biasa seperti mu tidak akan bisa mengambil kristal itu. Tapi, kematian malah akan datang padamu saat ini. " Alexander tersenyum sinis


" Ya-yang mulia Raja, sa-saya " Abraham terbata-bata. Tangannya terlihat hitam karena terbakar berkali-kali oleh pelindung kristal.


" Aku sudah berjanji pada istriku untuk tidak membunuh orang yang tidak bersalah. Tapi itu tak berlaku untukmu. Karena kau bersalah "


istri? apa Raja tiran ini sudah menikah? bodoh, Di depanku ada kematian menanti, tapi kenapa aku malah memikirkan ini.


SLING


Alexander mengarahkan cahaya kemarahan nya pada Abraham. Pria itu melotot kaget karena kematian tepat di depannya.


Mati aku.


Tiba-tiba saja sebuah cahaya menangkis serangan itu. Bersamaan dengan itu, seorang pria datang dengan sihir teleportasi nya.


WUSH


" Tenangkan dirimu, Alex " Gustaf tersenyum tipis. Kini kedua pria itu saling berhadapan.


Syukurlah pangeran Gustaf sudah datang. Aku selamat. Aku selamat!. batin Abraham lega.


" Haa.. ternyata ini adalah rencana mu ya paman?"


" Benar "


" Kau tidak belajar dari kesalahan ya paman? sudah berapa kali kau gagal. " tanya Alexander meremehkan


" Aku sudah tau ini akan terjadi, tapi kau akan kalah malam ini. " Gustaf tersenyum senang. Dari tangannya muncul 3 buah kristal berwarna merah, putih dan hitam.


Itu? itu kristal elemen api dan kristal elemen air milikku? kenapa bisa ada padanya? kenapa dia bisa mengambilnya?.


Raja tiran itu terlihat kaget. Sementara itu Gustaf terlihat senang sudah mengambil 3 kristal elemen milik Alexander. Kristal elemen yang berwarna berbeda itu memiliki arti dan fungsi yang berbeda.


Hitam yaitu kekuatan tanah, dan bumi. Merah artinya kekuatan api, dan warna putih adalah kekuatan air.


" Kau pasti bingung, kau bertanya-tanya bagaimana bisa aku mendapatkan kristal ini? dan bagaimana aku bisa tau kristal ini adalah sumber kekuatan elemen mu ?" Gustaf tersenyum senang


Deg ! kali ini Alexander tak bisa menganggap remeh Gustaf yang ada di depannya. Selama kristal elemen nya berada di tangan Gustaf, ia tak bisa berbuat apa-apa. Karena kristal elemen itu adalah sumber kekuatan nya, pikirannya sudah melayang kemana-mana. Kali ini ia sudah mengira bahwa Gustaf sudah merencanakan semuanya dengan matang-matang.


Bahkan ia bisa mematahkan sihir pelindung nya dengan mudah, Gustaf yang memiliki setengah kekuatan dari kekuatan Alexander, bisa meruntuhkan sihir Alexander yang kuat.


Apa jangan-jangan kekuatan Alexander tidak sekuat dulu? karena salah satu kristalnya sudah ia berikan pada Gloria, makanya Gustaf bisa menerobos masuk ke dalam pelindung nya.


Gustaf tersenyum puas melihat wajah Alexander yang terlihat cemas. Sebenarnya Alexander bukan mencemaskan dirinya, tapi mencemaskan Leticia yang masih ada berada di istana. Jika Gustaf menghancurkan kristal miliknya, ia tidak bisa melindungi Leticia.


" Kembalikan kristal ku !" seru Alexander tegas


" Kembalikan? tidak mau "


Ya, begini baru benar. Aku suka melihat nya begini. Seharusnya aku melakukan nya dari dulu.


Dengan sengaja Gustaf menghancurkan salah satu kristal yang dipegang nya, kristal berwarna putih.


KRAKK


" Wah wah.. bagaimana ini, aku tidak sengaja menginjaknya " Gustaf tersenyum menyeringai.


" Kau benar-benar brengsek !"


SLING


WUSH


Pertarungan diantara mereka tak terelakkan lagi, Gustaf yang sudah lebih kuat dengan 3 elemen yang ia kuasai. Sekarang sudah bisa menangkis serangan yang dilontarkan oleh keponakan nya itu. Kini Alexander hanya memiliki 2 elemen, api dan tanah.


Alexander berusaha mengambil kembali kristalnya yang tersisa, akan tetapi Gustaf menjadi lebih kuat. Ia bahkan bisa membuat Alexander jatuh berkali kali.


" Kau !! " Raja Fostiarus itu menatap Gustaf dengan penuh kebencian dan kemarahan.


Alexander terjatuh ke lantai setelah serangan dari Gustaf, sudut bibir nya juga terluka. Melihat Raja tiran itu terjatuh karena serangan nya, tentu saja Gustaf merasa bangga.


" Kenapa aku tidak melakukan ini dari dulu ya? Alexander keponakan ku tersayang, aku suka melihat mu seperti ini. Wajah putus asa mu itu sangat bagus. Aku senang bisa menginjak injak harga dirimu, dan aku akan menghancurkan mu "


KRAKK


Pangeran itu menginjak kristal merah milik Alexander, hingga hancur lebur. Hati Alexander seperti tercabik-cabik melihatnya, kemarahan juga menyelimuti hatinya. Lebih tepatnya, harga diri nya sudah benar diinjak-injak oleh Gustaf.


BUK


BUK


SLING


Gustaf menyerang Alexander dengan elemen api nya tanpa ampun. Ia membuat lingkaran api di depan Alexander yang sudah tidak berdaya. Baginya kristal elemen adalah sebagian hidupnya. Yang ia dapatkan susah payah setelah berguru kepada seorang pria yang hebat.


" Apa kau ingat adegan ini Alexander? 2 tahun yang lalu kau mengurungku di lingkaran api ini? sekarang kebalik kan? ingatlah Alexander, hidup tidak selalu di atas. " Gustaf tersenyum dan memandang tajam pada Alexander yang sudah berada di dalam lingkaran api. Wajah Raja tiran itu berkeringat.


" Seharusnya aku membunuh saat itu, aku terlalu baik " gumam Alexander menyesal


" Ya benar, kau terlalu baik untuk membiarkan ku hidup. Jadi, inilah karma mu. Cobalah berlutut di depan ku, mungkin saja aku akan mengampuni mu " Gustaf tersenyum sinis, ia puas melihat Alexander lemah di depannya


" Kau ingin kerajaan ini kan? ambillah, aku tidak butuh "


" Apa? kau sungguh-sungguh? kau ingin membiarkan aku mengambil tahta yang selama ini kau lindungi itu? ada angin apa? ah, apa kau ingin aku mengampuni mu?" tanya Gustaf tak yakin


" Aku serius, kau ingin tahta dan istana ini. Silahkan ambil, tapi jangan sakiti orang-orang ku yang ada di istana ini " kata Alexander tegas


" Sejak kapan kau sebaik ini? Apa kau sedang mencoba menipuku?" tanya Gustaf tak percaya dan penuh keraguan


Pangeran itu teringat kejadian masa lalu saat perebutan tahta kerajaan Fostiarus. Ia dan Alexander bersaing mati-mati an untuk mendapatkan posisi Raja.


Saat itu Alexander di puji puji semua orang di istana, ia dipanggil anak ajaib oleh para menteri dan bangsawan. Padahal awalnya Alexander sangat tidak dipedulikan oleh Raja ( ayahnya sendiri), namun akhirnya Alexander mendapatkan perhatian semua orang meskipun sikapnya dingin. Termasuk perhatian Daniel yang dulu pernah melayani Gustaf, sampai beralih pada Alexander.


Gustaf tak menyangka kalau Alexander mengatakan bahwa ia mundur dengan mudah dari tahta yang ia perjuangkan mati-matian. Demi orang-orang yang ada di istana nya? apakah ini masuk akal? apa yang membuat Alexander berubah? begitulah pikirnya.


" Aku tidak mencoba menipumu, kau bisa menjadi Raja. Tapi lepaskan orang-orang ku "


Seharusnya aku tidak lengah, dan lebih memperketat penjagaan di istana. Sekarang kristal elemen ku tinggal tersisa satu. Aku bukan yang terkuat lagi. Setidaknya aku harus bisa melindungi orang-orang ku.


Gustaf menatap Alexander dengan penuh pertanyaan, ia bingung.


Dia terlihat serius. Seperti nya ini bukan tipuan nya. Tapi kenapa? kenapa dia menyerahkan ini begitu saja dengan mudah? apa karena dia sudah kehilangan harga dirinya itu karena kristal elemen yang ku hancurkan?


Tak lama kemudian William datang menghadap pada Gustaf dan memberitahukan pada nya bahwa semua orang-orang di istana Fostiarus sudah ditahan oleh pasukan mereka.


" Bagus, tahan saja mereka lebih dulu " kata Gustaf senang


" Baik yang mulia" jawab Will patuh


" Tolong jangan sakiti mereka !" seru Alexander


Leticia? bagaimana dengan dia? apa dia tertangkap? Bagaimana bisa aku menjadi selemah ini?.


Terlihat mata yang penuh kekhawatiran, Raja tiran itu mengkhawatirkan keadaan Leticia dan orang-orang kepercayaannya. Selain itu tubuhnya mulai terbakar api yang semakin mendekat padanya.


🍂🍂🍂


Rupanya pemberontakan itu belum berakhir, padahal sudah memasuki dini hari.


Di istana utama kerajaan Fostiarus.


Orang-orang Alexander yaitu, para pelayan istana, pengawal istana, bahkan para ksatria sudah ditangkap oleh pasukan yang dibawa Gustaf dan Vivian. Namun, tidak ada yang tau bahwa Vivian adalah dibalik pemberontakan pada malam itu.


Tangan mereka di ikat, dan mereka duduk berlutut di depan para pasukan yang menahan mereka. Perlakuan itu juga diterima oleh Leticia. Wanita itu sangat mencemaskan keadaan suaminya.


" Lepaskan kami !" teriak para pelayan


" Diam ! kalian mau mati ya?" tanya seorang pria berbadan besar dengan wajahnya yang sangar.


" Berani beraninya kau memperlakukan kami seperti ini, ketika Raja sudah datang. Kau yang akan mati " kata Leticia kesal


" Hohoho siapa wanita ini? Raja yang kau bicarakan itu mungkin sudah mati sekarang ditangan Pangeran Gustaf " kata sir Clayton ( komandan pasukan yang di bawa oleh Vivian)


Leticia terpana saat mendengar pernyataan dari Clayton bahwa pangeran Gustaf adalah dalang dibalik semua ini.


" Tidak mungkin, Raja Alexander adalah orang terkuat di dunia ! dia tidak akan kalah oleh pangeran Gustaf " kata Leticia tegas


Tunggu. Tunggu, wanita rambut perak? apa ini yang dibicarakan oleh nona Vivian? wanita yang dia suruh, aku menyiksa nya?. Sir Clayton senyum-senyum melihat ke arah Leticia. Pria itu memainkan mata genit nya.


Kenapa dia melihatku penuh nafsu seperti itu?


" AKH !!"


Sir Clayton memegang tangan Leticia dengan kasar, lebih tepatnya menyeretnya. Leticia tak bisa melawan karena tangannya terikat dengan kencang.


" Lepaskan yang mulia ! " seru Mira kesal


" Aku suruh diam !"


Sir Clayton dengan kasar melayangkan tamparan di wajah Anne. Hingga kepala pelayan itu jatuh tersungkur ke lantai.


PLAK


" Nyonya Anne!" Leticia panik


" Nyonya Anne !" para pelayan lainnya panik melihat Anne yang jatuh ke lantai dengan keras.


" Makanya kalau ku suruh diam ya diam !" Sir Clayton membentak orang-orang yang ada di depannya itu. " Kalian ! seret mereka ke penjara ! " teriak sir Clayton memberi perintah pada anak buahnya.


" Baik sir " jawab para pasukan patuh


" Dan kau bisa ikut aku baginda Ratu " kata Sir Clayton sambil tersenyum genit.


" le-lepaskan aku ! Brengsek ! " teriak Leticia marah.


Pelayan dan pengawal di istana itu panik saat melihat Leticia bersama sir Clayton. Sedangkan mereka semua dibawa ke penjara.


" Ratu, mari kita bersenang-senang lebih dulu sebelum aku membawamu pada pangeran Gustaf" kata Clayton sambil menggendong paksa Leticia.


" Ah ! tidak ! lepaskan ! Alex ! Alex !" teriak Leticia panik.


Sir Clayton membawa Leticia pergi ke salah satu kamar yang ada di istana. Wajahnya terlihat genit.


Alexander mendengar suara Leticia yang memanggilnya, akhirnya ia memberanikan dirinya untuk melompati api meskipun api itu besar dan panas.


" Kau sudah gila ya?" tanya Gustaf heran


" Kau yang sudah gila ! aku bisa diam saja saat kau menyakiti ku, tapi kau berbuat sesuatu pada istriku !" teriak Alexander marah


Leticia? apa terjadi sesuatu padanya?


Raja tiran itu berlari, lalu Gustaf mengurung pria itu dengan sihirnya agar ia tidak bisa kemana-mana.


" Brengsek ! lepaskan aku! aku mau menemui istriku !"


" Istrimu biar jadi urusan ku, kau duduk tenang saja disini. Aku tidak akan membiarkan mu mati sebelum mendapatkan darah mu " kata Gustaf tegas


" sialan kau ! " teriak Alexander murka


Ada perasaan cemas juga di hati Gustaf, saat Alexander mencemaskan Leticia. Gustaf meninggalkan Alexander yang berada di kurungan sihir itu bersama Will dan beberapa ksatria Gustaf.


,*****


.


.


Sir Clayton melempar Leticia ke ranjang dengan kasar. Tangan gadis itu masih terikat. Beberapa kali Leticia melakukan perlawanan, dengan menendang, menggigit bagian tubuh pria itu. Namun, ia tetap kalah. Pria di depannya itu sangat kuat.


" Tenanglah manis, jangan bergerak. Aku akan memuaskan mu "


Gustaf, kau penjahat. Kau kejam, bagaimana bisa kau lakukan ini?. Leticia kecewa dan marah di dalam hatinya


Ia menatap sir Clayton dengan penuh kebencian, matanya berkaca-kaca seperti ingin menangis. Saat pria itu mulai membuka bajunya, Leticia semakin ketakutan. Dalam hatinya ia terus terusan memanggil nama Alexander, berharap suaminya itu segera datang dan menolong nya.


" Aku peringatkan kau ! jangan menyentuhku! kalau kau menyentuh ku, kau yang akan mati nanti !" kata Leticia mengancam


" Tidak masalah, setidaknya sebelum aku mati aku bisa mencicipi rasa wanita cantik seperti mu " kata sir Clayton sambil mendekati tubuh Leticia, seperti hendak mencium nya.


" TIDAK ! JANGAN !!" teriak Leticia panik


Alex, dimana kau? tolong


Pada akhirnya gadis itu menangis ketakutan, keberaniannya sudah padam. Ia menutup mata sambil menangis.


Hiks hiks


BRAK


Pintu kamar itu terbuka dan hancur lebur.


Gustaf datang tepat pada waktunya, tanpa bicara sepatah kata pun ia langsung melempar belati nya. Menatap Sir Clayton dengan murka.


SET


JLEB


Belati itu mengenai telapak tangan Clayton.


" Yang mulia.. kenapa anda lakukan ini?.. Ah tidak tanganku." tanya Clayton sambil memegang tangan kanan nya yang masih tertancap belati dan mengucur darah.


" Siapa yang menyuruhmu menyentuh nya ?!!" teriak Gustaf marah


Suara itu seperti nya aku mengenalinya. batin Leticia


Leticia membuka matanya dan melihat pria yang hampir melecehkan nya itu tangannya tertusuk belati. Gustaf menyuruh pria itu keluar dari kamar itu. Secepat mungkin Clayton keluar dari kamar sambil menahan sakit di tangannya.


Leticia terkejut melihat Gustaf ada disana. Lalu sesaat kemudian, Leticia melihat Gustaf dengan mata yang penuh kebencian. Gustaf melepaskan tali yang mengikat tangan Leticia dengan tangannya sendiri.


" Hey, kau tidak apa-apa?" Gustaf berusaha memegang tangan Leticia. Tapi gadis itu menepisnya.


TAK


" tidak usah sok peduli padaku, kau jahat " Leticia sinis


Apa apaan ini? kenapa hatiku sakit ditolak seperti ini? benar-benar.


" Bukankah kau harusnya berterimakasih padaku karena sudah menolong mu?"


" Kau mau buat drama apa lagi? mengapa aku harus berterimakasih pada orang yang pura-pura menolongku " Leticia masih menangis, kesal dan marah bercampur di dalam hatinya.


" Aku tidak berpura-pura menolong mu !" Gustaf mencoba menjelaskan


" Haa..lalu akan kutanya ini padamu. Apa pria itu adalah bawahan mu?"


" Itu benar "


" Maka kau sama jahatnya dengan nya, itu sudah cukup membuktikan nya " wanita itu tak mau menatap Gustaf. " Aku tak akan mempermasalahkan semua ini lagi, tapi dimana suamiku ? " tanya Leticia


Gustaf tak bisa menjawab, ia diam saja dan memakaikan jaket kepada Leticia. Dengan marah Leticia melempar jaket itu ke lantai.


BUK


" Dimana suamiku? dimana Alexander?!" tanya Leticia marah


" Dia masih hidup " jawab Gustaf


" Lalu dimana dia? " tanya Leticia


" Kau ingin tau dimana dia kan? ikut aku " kata Gustaf dengan nada bicara yang serius


" kalau kau membohongi ku, aku tidak akan membiarkan mu " kata Leticia tegas


🍂🍂🍂


Menara gelap..


Leticia dan Gustaf melihat Alexander terkurung di kurungan sihir. Ia tampak tidak berdaya, Will menyiksa nya dengan menyiramkan air cuka ke seluruh tubuhnya yang membuat Alexander semakin lemas.


" Chia.. istriku.. kau baik-baik saja?" tanya Alexander lemas


" Yang mulia, aku baik-baik saja. Tapi kau..." wanita itu berjalan mendekati kurungan sihir itu.


Bagaimana bisa Alex menjadi selemah ini? apa yang Gustaf lakukan padanya?.


Namun, Gustaf memeluk tubuhnya agar tidak mendekati Alexander.


" Lepaskan aku ! orang jahat ! " teriak Leticia kesal


" Apa kau mau mati? aku ini sedang menyelamatkan mu, jika kau terus mendekati kurungan sihir itu kau akan mati !" teriak Gustaf


" Benar, jangan mendekat kemari. Kau akan terluka " ujar Alexander


Leticia tidak peduli, ia menginjak kaki Gustaf dan berlari mendekati kurungan sihir itu. Tubuh Leticia seperti terbakar, ia berusaha meraih Alexander.


Aku tidak peduli meskipun aku harus terbakar sampai mati. Asalkan aku bisa meraih mu, dan bersamamu. Apapun itu, akan ku lakukan.


" Hentikan ! Leticia ! jangan bodoh !" teriak Alexander panik melihat istrinya mencoba menerobos ke kurungan sihir yang mengurung nya itu.


" AKhhh !!!" Wanita itu kesakitan.


Gustaf melihat Leticia dengan iba, hatinya mulai luluh saat melihat wanita di depannya itu terluka.


Apakah ia akan melepaskan Alexander?


" hentikan ! jangan !" teriak Gustaf panik melihat Leticia melukai dirinya sendiri.


" Yang mulia !" Daniel, Sir Carl dan kedua pengawal yang baru datang itu panik melihat apa yang terjadi.


...---***---...