Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 114. Raja tiran


Di kerajaan Ilios..


Darren mendapatkan laporan dari para kepala daerah di wilayah kerajaan nya bahwa sesuatu yang aneh sedang menyerang warga nya. Di sebutkan bahwa warganya satu persatu hilang, lalu ada beberapa dari mereka yang sudah ditemukan tapi sudah menjadi mayat.


" Sebenarnya ada apa ini? apa itu ulah penjarah?" Darren terlihat gusar dengan banyak nya laporan tentang warganya yang menghilang dan meninggal.


" Yang mulia, saya mendengar hal ini juga terjadi di kerajaan Fostiarus. " kata Moore


" Apa saja yang kau tau, Moore?" tanya Darren


Moore mengatakan apa yang ia ketahui tentang bahaya yang mengancam kerajaan Fostiarus dan warganya. Ada kabar burung yang mengatakannya bahwa Raja iblis yang ada di dalam legenda telah bangkit kembali membawa wabah untuk dunia. Dan hanya Alexander yang tau banyak tentang Raja iblis itu.


Setelah mengetahui hal itu, Darren mengirim surat kepada semua Raja untuk mengadakan pertemuan darurat. Dalam upaya mengatasi krisis yang sedang terjadi di negeri mereka karena ulah iblis. Darren agak meragukan tentang bangkitnya Raja Iblis, karena yang ia tau Raja Iblis adalah legenda yang diceritakan oleh nenek moyangnya turun temurun.


Namun saat Darren melihat mayat-mayat warganya, ia yakin bahwa Raja iblis dan iblis itu nyata.


" Jika iblis itu nyata, maka ini akan sangat berbahaya. Pertarungan yang besar akan segera dimulai " Darren melihat ke arah langit, ia sedang memikirkan masa depan rakyatnya.


****


Di kerajaan Brilla..


Zayana sedang makan siang bersama Derrick. Saat makan siang itu Derrick menerima surat dari Darren tentang perkumpulan Raja raja untuk membahas iblis.


" Ada apa yang mulia? seperti nya surat itu sangat penting. Kau membacanya dengan serius " tanya Zayana penasaran


" Iya, ini dari Raja Darren. Ternyata iblis sudah sampai ke wilayahnya dan menyerang warga kerajaan Ilios. "


" Jadi iblis itu benar-benar ada? aku pikir hanya legenda dan mitos belaka " Zayana kaget


" Iya, saat di hutan terlarang itu aku, Raja Gustaf dan si tiran itu bertarung dengan beberapa dari kaum iblis. Tapi, Raja iblis masih belum menampakkan batang hidungnya " jelas Derrick


" Eh? kenapa kau memanggil adik ipar mu begitu? tidakkah itu aneh?" tanya Zayana heran


" Kenapa kau fokus pada itu? harusnya kau fokus tentang pembahasan Raja iblis nya. Bukan nama si tiran yang tidak penting itu. " Derrick terlihat sebal


" Tapi yang mulia mulai menyukai nya kan?" tanya Zayana sambil tersenyum


" Ya, dia mulai bisa diandalkan sih. Ah sudahlah kenapa jadi membahas dia. Aku harus pergi untuk rapat darurat. " Derrick beranjak dari kursinya ia bersiap-siap memakai jasnya.


" Apa aku tidak bisa ikut, yang mulia?" tanya Zayana


" Kau mau ikut?"


" Iya, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan Leticia. Aku ingin melihat ibu hamil itu seperti apa " Kata Zayana semangat


" Baiklah "


" Yang mulia saya ikut juga ya. Boleh kan yang mulia?" tanya Carol yang tiba-tiba muncul ditengah tengah mereka


" Ya, baiklah boleh " jawab Derrick sambil tersenyum


Mereka bersemangat sekali ingin bertemu dengan Tisha.


" Terimakasih yang mulia, saya akan mengambil cemilan dulu untuk tuan putri. " kata Carol semangat


Asik, aku bisa bertemu dengan tuan putri. Sekarang bagaimana ya rupanya? apa dia kurusan atau gemukan? yang mulia pasti terlihat gemuk, kan? karena yang mulia sedang hamil.


Baik Carol maupun Zayana terlihat senang karena mereka akan ikut ke kerajaan Fostiarus untuk bertemu dengan Leticia. Rasa rindu mereka akan terobati saat bertemu dengan Leticia.


🍂🍂🍂


Di kerajaan Fostiarus, pagi itu Leticia dan Alexander sarapan pagi bersama. Alexander terlihat melamun, ia seperti memikirkan sesuatu.


" Ada apa denganmu? kenapa dari tadi kau melamun terus?" tanya Leticia


" Maaf aku sedang tidak fokus saja. Apa kau mau makan sesuatu?"


" Tidak, aku tidak lapar lagi setelah melihatmu melamun " kata Leticia kesal


Kenapa dia masih saja tidak mau bicara tentangnya? membuatku kesal saja. Apa aku tidak bisa dipercaya karena aku tidak bisa membantunya?


" Baiklah aku minta maaf, aku salah. Bukan maksud ku mengabaikan mu " kedua tangan Alexander menggenggam tangan Leticia dengan lembut.


Alexander ingat saran dari tabib Erin, bahwa ibu hamil tidak boleh dibuat stress ataupun di buat marah. Karena kondisi emosional ibu akan mempengaruhi sang bayi.


" Jangan marah lagi ya? kau mau aku lakukan apa? " tanya Alexander


" sudahlah, kalau kau tidak mau bicara padaku apa yang membuatmu melamun. Jangan bicara, aku tidak mau bicara denganmu juga !" seru Leticia kesal


" Aku punya alasan kenapa aku tidak bicara padamu, kumohon mengerti lah. Aku tidak mau kau kepikiran dan stress, karena itu tidak baik untuk anak kita "


" Itu bukan alasan. Sudahlah, aku tidak mau bicara denganmu " Leticia menyilangkan tangannya dengan kesal


Apa sulitnya berbagi denganku? kau malah memilih menutup mulutmu. Apa aku berarti untukmu? aku bahkan tidak tau apa-apa tentang mu. batin


" Sayang....jangan begini "


" Yang mulia, maaf saya menganggu yang mulia. Baginda Raja memanggil anda ke aula kerajaan " kata Will


" Pergilah ! kau tidak dengar yang mulia Raja memanggilmu ?" kata Leticia ketus


" Bilang padanya untuk menunggu ku " kata Alexander pada Will


" Maaf tapi ini penting yang mulia, anda harus segera pergi " kata Will


" Haa...baiklah, Leticia sayang. Tunggu sebentar ya " Alexander berusaha merayu Leticia dengan kata-kata manisnya.


Will yang mendengarnya merasa geli sendiri " Apa tiran di depanku ini sedang mengucapkan kata-kata manis? lucu sekali.


" Hmphh..kau tau ini tidak akan mempan" Leticia memasang wajah cemberut nya.


" Maaf, aku akan segera kembali. " Alexander hendak mencium kening istrinya, tapi Leticia memalingkan wajahnya.


Bahkan sampai akhir saja dia tidak mau cerita padaku, menyebalkan. Aku jadi lapar, haruskah aku pergi ke dapur dan membuat sesuatu?


****


.


.


Alexander berjalan ke aula kerajaan, ia melihat banyak para bangsawan dan menteri dari kerajaan Fostiarus ada disana. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi dengan semua orang yang tiba-tiba berkumpul di satu tempat.


Walaupun Alexander bukanlah Raja Fostiarus lagi, tapi orang-orang masih menghormati nya selayaknya Raja. Aura Raja di dalam dirinya masih terasa oleh para bangsawan di kerajaan Fostiarus.


Terlihat Gustaf duduk di singgasana nya, Alexander menunduk dan memberi hormat kepada Gustaf.


Orang-orang yang berada di aula kerajaan tercengang mendengar pernyataan Gustaf. Termasuk Alexander. Mereka berbisik-bisik membicarakan keputusan Gustaf.


" Apa maksud mu Raja Gustaf?" tanya Alexander kaget


" Aku akan turun dari tahta ku. Karena sebenarnya posisi ini bukanlah milikku. Tapi milik keponakan ku Alexander, dialah yang berhak duduk di singgasana ini. Tentunya, sebagai Raja kerajaan Fostiarus "


Gustaf tersenyum dan menghampiri Alexander. Ia memakaikan mahkota Raja yang ia pakai sebelum nya pada Alexander. Alexander terpana dengan sikap Gustaf yang tiba-tiba berubah padanya. Bukankah selama ini Gustaf selalu mencelakai nya karena ingin tahta Raja? lalu kenapa ia sekarang menyerahkan tahta Raja itu pada nya setelah mendapatkannya dengan susah payah.


Mahkota raja terpakai kembali di kepala Alexander, Gustaf tersenyum senang melihatnya. Sementara itu beberapa pengikut Gustaf tidak setuju dengan keputusan Gustaf yang turun tahta padahal ia baru menjabat sebagai Raja selama 1 minggu.


" Sudah kuduga, mahkota ini lebih cocok untukmu keponakan ku. Yang mulia Raja Alexander Victor De Wayne " Gustaf tersenyum


" Apa kau sedang bercanda denganku?" tanya Alexander tak percaya


" Mahkota Raja bukanlah sebuah candaan yang mulia Raja, sejak awal posisi ini memanglah milikmu dan hanya kau yang pantas memimpin kerajaan ini "


Ya, ini waktunya aku menyerah. Aku sadar bahwa selama ini aku selalu iri padamu. Hingga aku berusaha mengambil tahta darimu hanya untuk membuatmu sengsara. Tapi sejak awal Leticia, ataupun tahta Raja adalah milikmu. Gustaf tersenyum dan memberi hormat pada Alexander.


Kenapa Gustaf melakukan ini? apa dia benar-benar sudah gila? dia mempertaruhkan nyawanya saat mengambil tahta ini..Dan sekarang dia menyerahkan nya begitu saja padaku?


" Hormat kepada yang mulia Raja Alexander !!" ujar Gustaf


Akhirnya semua orang yang ada disana mau tidak mau, memberikan penghormatan kepada Raja tiran itu karena tahta Raja sudah kembali padanya. Mereka memberi selamat dengan tulus. Namun, Alexander memiliki ketidakpercayaan di dalam dirinya. Walaupun ia sudah kembali menjadi Raja, tapi ia tak punya kekuatan 4 elemen nya lagi.


Dan inilah akhirnya, Gustaf menyerahkan tahta dengan cara baik-baik pada Alexander. Ia mengembalikan semuanya seperti semula. Memang Alexander yang pantas menjadi Raja dan bukanlah dirinya. Alexander terharu dengan kebesaran hati Gustaf, apalagi saat Gustaf meminta maaf padanya karena selama ini ia sudah membenci Alexander.


Perdamaian pun terjadi di antara mereka, dan tidak ada lagi perasaan benci diantara mereka. Alexander tersenyum lalu duduk di singgasana nya. Dengan tegas dan gagahnya, ia mengatakan pada bersatu melawan Raja iblis.


" Sudah kuduga, hanya dia yang pantas menjadi Raja. Keputusan ku ini benar kan Will?"


" Ya yang mulia, saya sangat tersentuh dengan kebesaran hati yang mulia pangeran. Memang damai itu indah, yang mulia "


Will juga sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Gustaf untuk turun dari tahta, Will malah senang akhirnya ia bisa kembali memanggil Gustaf dengan sebutan pangeran. Karena ia juga tidak terbiasa memanggil Gustaf dengan sebutan Raja.


" Ya benar Will, aku harus hidup bahagia dan melepaskan beban yang ada di dalam hatiku. Meskipun merelakan itu sulit, aku percaya waktu bisa menyembuhkan luka " gumam Gustaf sambil tersenyum pahit. Kata-kata yang ia ucapkan pada dirinya sendiri itu adalah kata-kata yang sebelumnya diucapkan oleh Leticia.


Ini yang terbaik untuk semuanya. Jangan ada dendam dan kebencian. Harus rela dan ikhlas.


Gustaf tersenyum melihat Alexander yang duduk di singgasana nya. Gustaf berjanji akan selalu membantu Alexander dari belakang, meskipun dirinya bukanlah Raja lagi.


.


.


🍂🍂🍂🌹


Di dapur istana, Leticia yang merasa lapar mengendap-endap pergi ke sana dan mencari beberapa cemilan. Kenapa ia mengendap-endap? itu karena ia malu jika ketahuan oleh orang-orang di istana, kalau nafsu makannya besar.


Padahal baru saja ia sarapan dengan porsi yang tidak biasa, dan belum lama setelah itu ia merasa lapar kembali. Perutnya benar benar tidak bisa diajak kompromi, apa itu karena bayi yang ada di dalam perutnya? begitulah pikirnya.


" Asik ada kue keju " Leticia mengambil kue keju yang ada di meja dapur. Saat ia hendak memasukkan kue itu ke dalam mulutnya, seseorang memegang tangannya dan menghentikan nya.


" Yang mulia ! jangan dimakan !" seru Anne." Maaf atas kelancangan saya yang mulia "


" Apa kau juga marah karena aku makan banyak? " Leticia melihat Anne dengan mata yang berkaca-kaca


" Bukan begitu yang mulia, saya harus memastikan makanan yang dikonsumsi yang mulia mengandung racun atau tidak " kata Anne


Seperti nya yang mulia ingin sekali makan kue ini.


" Baiklah "


" Yang mulia saya akan meminta Rita untuk berbelanja kue stoberi kesukaan yang mulia. Nah untuk kue keju yang ini, saya akan mencobanya dulu "


Anne mengambil kue keju itu dan menyicipinya sedikit. Setelah dipastikan aman, Leticia boleh memakannya. Pelayan di istana di minta waspada oleh Gustaf, tentang makanan dan barang yang digunakan oleh Ketua. Gustaf khawatir kalau Vivian yang masih belum menyerah mengejar Alexander, melakukan sesuatu pada Leticia.


Mira dan Anne tersenyum melihat nafsu makan Leticia yang lebih besar dari sebelumnya. Wanita hamil itu makan dengan lahapnya, sampai-sampai tidak ada kue yang tersisa di istana itu lagi.


" Syukurlah Rita sedang berbelanja bersama Selly, karena kita kehabisan kue " bisik Mira sambil menahan tawa


" Iya, syukurlah yang mulia tidak memuntahkan makanan nya lagi seperti waktu itu. " Anne tersenyum senang


" Saya rasa itu karena ada yang mulia Alexander disisi nya " kata Mira


" Benar juga. Seperti nya kehadiran yang mulia Alexander membuat yang mulia merasa lebih baik " kata Anne


" Kalian sedang membicarakan ku ya?" tanya Leticia yang duduk tak jauh dari Anne dan Mira


" Mana berani kami begitu yang mulia " jawab Mira


" Apa karena makan ku banyak ya?" tanya Leticia


Mira dan Anne hanya menjawab pertanyaan Leticia dengan senyuman.


****


Siang itu Raja raja dari semua kerajaan datang ke kerajaan Fostiarus. Setelah surat yang ditulis Darren. Semua Raja pun berkumpul di aula kerajaan, Darren dan Derrick terkejut saat melihat Alexander kembali duduk di tahta nya. Derrick terlihat senang karena bisa memanggil Alexander dengan sebutan Raja tiran lagi seperti biasanya.


Ketika para Raja sedang sibuk rapat membicarakan soal Lucifer di aula kerajaan.


Zayana, Carol dan Leticia sedang jalan-jalan di taman. Betapa girangnya Carol dan Zayana saat bertemu dengan Leticia. Mereka berdua memberikan selamat atas kehamilan Leticia yang baru berusia satu bulan itu.


" Yang mulia saya sangat senang bisa kembali bertemu dengan yang mulia !! " Carol menangis terharu


" Iya aku juga Carol, sudah lama kita tidak bertemu. Aku rindu sekali " Leticia tersenyum ceria melihat Carol dan Zayana


" Bagaimana keadaan mu? apa kau masih mengalami mual mual?" tanya Zayana sambil duduk disampingnya


" Hmm.. mual-mual ku sudah berkurang, tapi hanya saat aku dekat dengan yang mulia Raja " jawab Leticia


" Haha.. itu berarti kau ingin selalu berada di dekatnya " Zayana tertawa kecil


" Begitulah? tapi kadang aku sebal saat berada di dekatnya! sekarang juga aku sedang kesal padanya. "


Zayana mengatakan wajar bagi ibu hamil, yang mudah sensitif dan kesal secara tiba-tiba tanpa diketahui jelas penyebabnya. Zayana mengetahui itu dari buku yang ia baca. Leticia juga mengakui bahwa emosi nya sering berubah-ubah, kadang ia kesal pada Alexander, kadang ia ingin memeluknya dan tak mau jauh darinya seperti anak manja.


Ketika Zayana, Carol dan Leticia sedang asik mengobrol sambil berjalan jalan di taman bunga. Ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Dan yang mata yang satunya berwarna merah.


" Jadi wanita itu sedang mengandung benih dari penerus ku. Haruskah aku mengambil anaknya saja daripada si Alexander yang keras kepala itu?" gumam Lucifer


Lucifer merasakan aura 4 elemen dari perut Leticia, lebih tepatnya dari bayi yang di kandung oleh Leticia.


" Menarik " Lucifer tersenyum menyeringai melihat Leticia.


...--***--...