
☀️☀️☀️
Setelah berbicara dengan Darren, dan menganggap masalahnya dan Darren selesai. Alexander segera membawa Leticia kembali ke istana dengan menggendong nya.
" Yang mulia, apa yang kau lakukan? aku belum selesai bicara dengan Raja Darren tentang kakak ku?" tanya Leticia yang berada di gendongan pria itu
" pembicaraan mu dan dia sudah selesai. Sekarang giliran mu berbicara dengan ku tentang masalah kita " kata Alexander
" masalah kita? apa yang mau dibicarakan?"
" Banyak "
" Contohnya?"
" Tentang kau yang berciuman dengan pamanku, atau mungkin tentang kau yang berpelukan 2 kali dengan Raja Ilios itu?" Alexander menyeringai
Tampaknya ia marah, apa jangan-jangan ia cemburu?
" Aku akan jelaskan semuanya, tapi turunkan aku dulu "
" Tidak mau, kau harus mandi sekarang. "
" A..Apa?" Tanya Leticia berfikiran yang tidak tidak
" Aku akan memandikan mu, kau tidak lihat tubuh mu basah kuyup habis jatuh dari danau?" tanya Alexander
" Aku bisa mandi sendiri kok "
Pria itu tak menggubris Leticia, dan langsung membawa kekasihnya ke bathtub kamarnya. Lalu dengan sihir api nya, Alexander menghangatkan air yang tadinya dingin menjadi hangat.
BYUR
Alexander melempar Leticia ke bathtub dengan kasar. Badan wanita itu pun jadi basah semua.
" PWAH .... kau sengaja ya? hey !" teriak Leticia marah
" Aku akan memandikan mu, jangan berteriak lagi " kata Alexander sambil membuka baju yang dikenakan Leticia. Sontak wanita itu kaget dan mendorong Alexander.
" Kau sudah keterlaluan ! aku bisa membuka baju dan mandi sendiri, tidak perlu bantuan mu. Dasar kau tiran psikopat yang mesum !" seru Leticia kesal
" Ini hukuman "
" Apa?"
" Kau sudah bersentuhan dengan pria lain, ini hukuman untukmu " jawab Alexander kesal
" Kau ini.."
SREK
Alexander merobek baju Leticia, dan wanita itu semakin kesal dengan sikap agresif nya Alexander. Ternyata rasa cemburu pria itu semakin besar setelah 2 tahun tidak bertemu.
" Kau serius akan melakukan ini?" tanya Leticia kesal
" Mau bagaimana lagi, kau harus dihukum " jawab Alexander sambil mengusap wajah Leticia dengan keras
" Issh.. sa..sakit .. "
Pria itu mengusap seluruh wajah Leticia, lalu ia terhenti saat melihat bibir merah wanita itu yang menggodanya. Bibir Alexander tiba-tiba terasa panas saat melihat bibir kekasihnya yang merah, ia menatap wanita itu lekat lekat.
" Ada apa?" tanya Leticia yang keheranan melihat Alexander melamun
" Kotor " Kedua tangan Alexander memegang leher kekasihnya, dengan cepat ia melahap bibir merah wanita itu. Bahkan ia juga bermain dengan lidahnya sampai ke ujung.
Akhphh.. Hmph...
Tak lama kemudian pria itu melepaskan ciuman nya.
" Nah, sekarang mulutmu sudah bersih " Alexander tersenyum menyeringai
" A.. Apa?"
Setelah pergulatan dan berdebatan dengan Alexander. Leticia pun bisa mandi sendiri. Ia kesal karena Alexander terus berbuat sesuka hatinya. Meskipun sudah 2 tahun berlalu sejak kematiannya, tapi pria itu tidak berubah sama sekali.
Saat sedang mandi, Leticia teringat ketika ia tiada di dunia ini, dan kembali menjadi Cha Yoon Joo di Seoul. Dan ia juga ingat seorang nenek tua yang membawanya kembali ke dunia yang seperti negeri dongeng untuknya itu. Pertanyaan nya siapa nenek itu? dan siapa orang yang menunggunya di dunia ini? apakah kebangkitan nya ada hubungan nya dengan Alexander?
Mungkin ini memang takdir ku menjadi Leticia selamanya. Apakah aku harus memberitahu semua orang di dunia ini bahwa aku sebenarnya berasal dari dunia lain dan aku bukan Leticia yang sesungguhnya? tapi apa mereka akan percaya? apakah mereka akan menerima ku? tidak ! lebih baik aku simpan saja semua kebenaran ini, toh aku adalah Leticia dan akan menjadi Leticia selamanya. Aku tidak akan terpisah lagi dari dunia ini, aku akan menjaga kehidupan ku dengan baik dan juga orang-orang yang aku kasihi.
SRASH
Suara air mengalir deras dari kamar mandi, Leticia mematikan keran air nya. Ia pun mulai memakai handuk baju mandinya.
KLAK
Leticia keluar dari kamar mandi, dan terkejut saat melihat Alexander sedang duduk di ranjangnya dengan santai.
" Kenapa kau masih ada disini?" tanya Leticia kaget sambil menutupi bajunya yang pendek
Astaga, dia semakin cantik saja.
" Tidak boleh kah aku berada di salah satu kamar istana milikku sendiri?" tanya Alexander yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.
" Tidak boleh ! aku mau berpakaian dulu, kau harus keluar !" seru Leticia malu
" Dilihat oleh ku juga tidak apa-apa kok, aku tidak keberatan " kata Alexander santai
" Kenapa kau jadi jahil seperti ini?!! keluar dari kamar ku ! aku sangat keberatan kau ada disini !" ujar Leticia kesal
" Haa ...baiklah, aku tunggu kau diluar. Minum lah teh hangat yang ada di meja agar kau tidak masuk angin " kata Alexander perhatian
" I..iya.." jawab Leticia gugup
🔥🔥🔥
Di istana Brilla
Malam itu setelah Festival di Fostiarus...
Terlihat diruang kerjanya Derrick sedang serius memilih milih dokumen, ditemani oleh Harold yang selalu disisi nya.
" Harold, dimana istriku?" tanya Derrick
Apa aku tidak salah dengar? Yang mulia Raja memanggil Ratu Zayana dengan panggilan istriku?
" Yang mulia Ratu, sedang berada di taman belakang yang mulia " jawab Harold
" Apa yang dia lakukan disana?" tanya Derrick
" Katanya Baginda Ratu sedang melihat-lihat taman sambil jalan-jalan, Ratu juga bersama dengan Carol dan pengawalnya "
" Siapa pengawalnya?" tanya Derrick mulai terganggu
" Itu dia adalah .."
Belum sempat Harold melanjutkan kata-kata nya, terdengar suara tawa seorang wanita dan pria dari taman belakang istana Brilla. Sontak, Derrick beranjak dari kursinya, ia melihat pemandangan Zayana dan George dari balik jendela ruang kerjanya.
Haa...bagus sekali suaminya sedang sibuk bekerja, dia malah sedang tertawa bahagia bersama pria lain. Kenapa aku menyebut diriku suaminya? memangnya dia istriku? gila.. kenapa juga aku marah?. batin Derrick kesal
Harold melihat Derrick yang kesal setelah melihat Zayana dan George tertawa di taman.
Seperti nya Baginda Raja marah pada Ratu, mungkinkah Raja cemburu? jika cemburu, apakah itu artinya.. Harold berfikir keras dalam hatinya melihat Derrick yang terlihat kesal dan diam saja untuk waktu yang lama.
Tiba-tiba saja Derrick yang tadinya diam, menggebrak meja dengan kesal dan mengagetkan Harold.
BRAK
Astaga, aku kaget sekali. Jantungku rasanya mau copot.
" Suruh Ratu segera menemui ku di sini " ujar Derrick tegas
" Sekarang, yang mulia?" tanya Harold ragu-ragu
" Iya tentu saja sekarang !" jawab Derrick emosi
" baik yang mulia " jawab Harold patuh
Gawat, yang mulia bisa sangat marah karena Ratu. Tapi, bukankah ini hal bagus kalau yang mulia Raja cemburu, itu artinya mereka benar-benar saling cinta?
Lihat saja Zayana, akan ku beri kau pelajaran karena berani mendekati pria lain.
Beberapa menit kemudian, Zayana datang ke ruang kerja Derrick. Wanita itu seperti robot yang patuh pada atasannya. Derrick menyuruhnya apapun, wanita itu patuh.
" Apa pekerjaan mu sudah selesai, ratu?" tanya Derrick dingin
Nada bicara yang dingin seperti biasanya. Tapi, kenapa dia memanggilku kemari? hanya untuk menanyakan pekerjaan saja kah?
" Saya sudah menyelesaikan nya yang mulia " jawab Zayana formal
" Apa kau suka taman belakang istana ini?" tanya Derrick
Zayana terpana, kenapa Derrick tiba-tiba menanyakan tentang taman? aneh.
" Saya suka "
" Kenapa kau suka tamannya?" tanya Derrick datar
Pria ini kenapa sih?
" Karena banyak bunga-bunga di sana, Terutama bunga mawar merah " jawab Zayana
" Jadi kau suka mawar merah?" tanya Derrick
" I..iya.. tapi kenapa yang mulia menanyakan ini? apa ada sesuatu?" tanya Zayana kebingungan
" Tidak ada sesuatu. Aku hanya senang ternyata istriku menghabiskan waktunya di taman berduaan saja dengan pria. Aku pikir itu adalah hal yang BA-GUS " Derrick menutup buku yang sedang ia baca, dan nada suaranya mulai meninggi
Ada apa dengannya? apa dia melihat aku bersama George di taman?
" Ya, aku sedang menghirup udara segar " jawab Zayana biasa saja
Tangan Derrick menyentuh dagu Zayana dengan kasar.
" Aku harap kau tidak pernah lupa peran mu sebagai Ratu di negeri ini " kata Derrick dengan tatapan tajam pada Zayana.
" Apa maksud yang mulia? sebenarnya apa lagi yang ku lakukan?" tanya Zayana tak mengerti
Sebenarnya apa salahku? kenapa dia marah?
Wanita ini. Tiap bersamaku dia selalu ketakutan dan tidak pernah tersenyum, tapi di dekat pria itu dia selalu tersenyum, bahkan tertawa? menyebalkan.
" Kau boleh saja bermain dengan kekasihmu sesekali, tapi lain kali jangan bermain di depan umum, cari saja tempat yang gelap dan sepi agar kalian bisa berduaan. Rakyatku, orang-orang istana ini bisa melihatnya. Jangan buat wajahku malu di depan orang-orang di negeri ku " Derrick mendorong Zayana dengan kesal, tatapannya dingin.
" Apa maksud mu? bermain dengan kekasihku? siapa kekasihku?" tanya Zayana tak paham
" Sudahlah jangan pura-pura polos, aku sudah melihatnya di taman " kata Derrick sambil tersenyum sinis
" Apa kau marah padaku karena aku berjalan bersama pengawal ku sendiri?" tanya Zayana
" Aku tidak marah, aku hanya khawatir kalau Ratu negeri ini akan mencoreng wajahku " jawab Derrick
" APA? kau menuduhku dan bilang kalau kau tidak marah? pertama dia bukan kekasihku, George adalah pengawal ku ! Kau berasumsi kalau dia adalah kekasihku hanya karena melihat ku berjalan berduaan dengannya?" tanya Zayana mulai kesal
" Bukan kekasih? lalu kenapa kau memanggil namanya dengan mesra begitu? aneh kan?" tanya Derrick curiga
" Kami memang akrab dan aku juga biasa memanggilnya seperti itu, kenapa kau mempermasalahkan nya ?" tanya Zayana
" Karena aku tidak suka, kau akrab dengan pria lain..Itu membuatku kesal !" seru Derrick
" Kenapa kau harus kesal aku akrab dengan pria lain? apa mungkin kau merasakan sesuatu padaku?" tanya Zayana berharap
Ayo katakan lah kalau kau cemburu padaku, kau juga mencintai ku kan Derrick?
Zayana menatap Derrick dengan penuh harapan dalam hatinya. Berharap bahwa Derrick akan mengatakan bahwa pria itu cemburu dan mencintai nya.
kenapa juga aku harus marah? perasaan jengkel apa ini? kenapa aku harus marah pada nya karena pria lain? mungkinkah aku merasakan sesuatu? tidak.. ini bukan perasaan seperti itu.
" Ya aku merasakan sesuatu. Aku merasa jengkel dan tidak suka kau akrab dengan pria lain karena..."
Zayana menunggu perkataan Derrick selanjutnya, ia berharap yang akan dikatakan Derrick akan sesuai dengan pikiran nya.
" Karena sebagai seorang suami dan Raja, harga diriku terluka. " jawab Derrick ragu-ragu
" Haa benarkah karena itu saja? " tanya Zayana menantang
" Kau jangan menantang ku Ratu Zayana. Kau mengharapkan jawaban apa dariku HAH?" tanya Derrick mengalihkan pembicaraan
" Kenapa tidak bilang saja kalau kau cemburu? kenapa sulit sekali kau bilang begitu?" tanya Zayana dengan mata yang berkaca-kaca dan penuh emosional
" Cemburu? omong kosong apa ini? mana mungkin aku cemburu padamu !" seru Derrick menyangkal
Zayana menghela napas, wanita itu geram dengan tingkah Derrick yang jaim dan marah-marah padanya. Derrick juga mengekang nya dengan berbagai aturan semenjak ia menjadi istrinya. Semuanya harus dengan kemauan Derrick.
" Aku hanya ingin menegaskan kepadamu, kau adalah Ratu negeri ini ! jadi, kau jangan terlalu menganggap dirimu tinggi " Derrick tersenyum sinis dan memegang tangan Zayana dengan kasar
Apa yang aku harapkan dari mu? aku benar-benar bodoh.
" Baiklah, aku adalah Ratu negeri ini. Tapi, aku bukan istrimu kan?' tanya Zayana
" Apa kau bilang?" tanya Derrick
" Kau berkali-kali menegaskan status Ratu padaku, aku juga boleh kan menegaskan status mu padamu?" tanya Zayana. " kau adalah suamiku di mata hukum, dan juga Raja negeri ini. Tapi kau bukan suami sungguhan bagiku. Jadi, mari kita saling menjaga jarak satu sama lain. " Zayana menatap pria di depannya itu dengan tegas dan tajam
Maafkan aku Derrick, tapi aku sudah lelah dengan semua ini. Aku harus menggunakan kartu terakhir ku agar kau menyadari perasaan mu sendiri, itupun jika kau memang punya perasaan padaku.
" Aku akan bekerja dengan baik sebagai Ratu negeri ini, tapi aku tidak bisa bersikap sebagai istrimu.." kata Zayana tegas
Deg
Deg
Pria itu merasa aneh mendengar ketegasan Zayana. Hatinya merasa aneh, jantungnya juga berdegup kencang tidak seperti biasanya.
" Apa kau bilang? beraninya kau bernegosiasi denganku?" tanya Derrick
" Bukankah kau yang bilang duluan kalau kau tidak pernah menganggap ku sebagai istrimu. Aku hanya menyetujui nya saja dan menambahkan sedikit syarat. "
" Kau tidak berhak untuk mengajukan syarat denganku !"
" Aku berhak! karena aku adalah Ratu negeri ini, anggap saja aku sedang bernegosiasi bisnis denganmu. Aku hanya akan menambahkan syarat, kau dan aku tidak boleh saling ikut campur urusan pribadi satu sama lain. Termasuk dengan siapa aku dekat dan berhubungan, itu bukanlah urusanmu " Zayana menatap tajam Derrick
Mendapat serangan balik dari Zayana, Derrick merasa kesal pada wanita yang sudah jadi istrinya itu. Namun, ia tak bisa berkutik apa-apa untuk menghentikan istrinya. Ia ingat lagi dengan tujuan awalnya menikahi Zayana bukan karena cinta, tapi karena kebutuhan, ia membutuhkan Ratu untuk mendampingi nya mengurus negeri baru nya.
" Aku tidak bisa menyetujui syarat mu "
" katakan alasannya yang jelas kenapa yang mulia Raja tidak setuju?" tanya Zayana
" Karena aku tidak suka, itu saja " jawab Derrick terlihat bingung.
...--***--...