Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 124. Kembali ke rumah ku


Setelah berjalan bermil-mil jauhnya, Alexander dan Leticia berhasil melewati hutan larangan sebelum hari gelap. Namun, Alexander tidak membiarkan Leticia berjalan dan terus menggendong nya di sepanjang perjalanan mereka.


" Turunkan aku, kau pasti sangat lelah karena menggendong ku terus dari tadi " pinta Leticia.


" Aku tidak lelah, kau tenang saja. Sudah lama juga aku tidak menggendong mu seperti ini "


" Tapi kau.. "


Rasa iba dan khawatir menghampiri Leticia, saat melihat tubuh kekar, dan wajah suaminya itu basah karena keringat. Ia pun mengusap keringat di wajah Alexander dengan tangan nya dan gaun yang dipakainya.


" Hentikan itu, baju mu bisa kotor dan bau nanti " kata Alexander sambil melangkah ke jalan raya.


" Tidak apa, kalau kau tidak mau menurunkan ku. Setidaknya inilah yang bisa ku lakukan untukmu " Leticia tersenyum


" Kau tau sekarang aku ingin sekali mencium mu!"


" Jangan ! nanti saja "Leticia menutup mulut Alexander dengan tangannya.


" Iya aku tau, karena tubuhku bau kan?" tanya Alexander menebak


" Tidak, maksud ku bukan begitu " Leticia merasa bersalah


Apa dia marah?


" Ya baiklah, cium nya nan.."


Belum sempat Alexander meneruskan kata-katanya, Leticia mengecup bibir Leticia dengan gerakan cepat. CUP


" Leticia !" Alexander kaget


" Jangan marah lagi, sungguh itu bukan maksud ku. " wanita itu cemberut


" Aku tidak marah, aku hanya berbicara kenyataan kalau aku memang bau. "


" Kalau begitu, mari kita cari sungai dan beristirahat dulu "


" Tidak bisa, kita harus segera pergi ke jalan raya agar segera kembali ke istana "


" Tapi sekarang aku...


KRUKKK----


" Suara apa itu?" tanya Alexander


KRUKKK -----


Raja tiran itu tersenyum dan menurunkan istrinya dan mendudukkan nya di salah satu bebatuan yang ada di pinggir hutan itu.


" Ternyata suaranya berasal dari perut mu " Alexander tersenyum


" Itu bukan aku, sungguh.."


KRUYUK..


Suara perut keroncongan itu semakin terdengar keras dan membuat Leticia malu di depan suaminya.


" Tunggu disini sebentar, aku akan berburu "


" Tidak perlu, aku tidak lapar " Leticia memegang baju suaminya dan merengek.


KRUYUK..


Perutku ini kenapa sih tidak bisa dikendalikan?huu..padahal tadi di kastil Iblis aku sudah sarapan 2 piring roti dan 3 piring nasi goreng. Ternyata aku masih bisa lapar.


" Bayi kita seperti nya lapar, aku tidak mau kau dan bayi kita kelaparan "


" Tapi aku sudah makan 5 kali tadi pagi " kata Leticia malu-malu


" Bukankah wajar bagi ibu hamil memiliki ***** makan yang besar? aku akan segera kembali. Kau tunggu disini sebentar, aku akan masuk kehutan dan melihat apa yang bisa kita makan "


Jelas Alexander sambil mengalungkan kalung matahari milik Leticia kembali kepada pemiliknya.


" jika ada apa-apa, kau teriak saja. Aku tidak akan jauh jauh. Putriku, ayah pergi dulu sebentar " Alexander mengelus perut istrinya sebelum ia pergi.


Pria itu berlari dengan cepat dan masuk ke dalam hutan.


WUSH --- Alexander tidak terlihat lagi karena ia berlari secepat kilat, seolah menggunakan sihir.


Leticia mengelus perutnya dan tertawa sendiri, ia merasa keheranan. " Apa dia bilang? putriku? apa dia sangat yakin kalau bayi kami adalah perempuan? apa dia sebegitu inginnya anak perempuan? dasar Raja tiran. Haha "


Sekitar 15 menit kemudian, Alexander sudah kembali membawa kelinci mati, dan beberapa buah-buahan di tangannya.


" Ini, sambil menunggu, sementara itu kau makan buah buahan nya dulu. Aku akan memanggang kelinci nya untukmu " Alexander menyerahkan buah apel, jeruk dan mangga pada Leticia.


" Apa kau bisa menyalakan apinya? kekuatan mu kan sudah kau korbankan untuk menyegel nya?" tanya Leticia sambil melahap jeruk yang ada ditangannya.


Nyam


Nyam


" Kekuatan ku tidak ku korbankan semua "


CTAKK


Alexander menjentikkan jarinya dan keluarlah api dari tangannya, ia mengarahkan tangannya ke tumpukan kayu yang ada di depannya.


WUSH


Meskipun aku sudah berulang kali melihat sihir di dunia ini. Tapi tetap saja aku kagum dan terpesona, suamiku adalah pemilik 4 elemen yang sangat hebat. Dan plusnya dia sangat tampan, aku seperti mendapatkan bonus satu paket extra.


Pria itu memanggang kelincinya dengan serius, sementara Leticia menikmati makan buahnya sambil menatap suaminya itu dengan penuh kekaguman.


" Ada apa? apa buahnya masam?" tanya Alexander sambil melirik ke arah Leticia yang memandangi nya


Leticia senyum-senyum sendiri, lalu berkata pada Alexander. " Manis, manis sekali. Terlebih lagi saat melihat mu "


" Ada apa ini? apa kau sedang menggombali ku? atau kau berharap aku memaafkan mu atas apa yang kau lakukan dengan si Lucifer sialan itu?" tanya Alexander tajam


" Kenapa jadi membahas dia? memangnya apa yang ku lakukan dengannya?" tanya Leticia polos


" Kau berciuman, berpelukan dengannya " jawab Alexander dengan raut wajah tidak suka.


" Kapan? aku tidak mencium nya, atau memeluknya!" Leticia menyangkal


" Aku melihatnya saat kalian duduk di singgasana, jangan mengelak lagi !"


" Dia yang memelukku, bukan aku yang memeluknya, itu adalah dua hal yang berbeda !"


" Baiklah, tapi kenapa kau berinisiatif mencium nya?" tanya Alexander curiga


" Kapan aku menciumnya? apa.."


Apa dia melihat saat aku berbisik pada Lucifer dan mengira aku mencium nya?


" PFut.. haha.. " Leticia tertawa


" Aku rasa tidak ada yang lucu, sampai membuatmu tertawa "


" Kau salah paham suamiku, aku tidak mencium nya. Aku berbisik padanya, dan menggunakan kekuatan aura ku. Makanya dia bisa melepaskan mu dari kedua iblis itu " Leticia menjelaskan


" Benarkah begitu?"


" Iya benar " jawab Leticia


Alexander dan Leticia memakan daging kelinci itu dengan semangat. Mereka berdua sama-sama lapar, bahkan buah buahan juga sampai tidak tersisa dihabiskan oleh ibu hamil itu seorang diri.


" Maaf, aku menghabiskan semuanya. " Wanita itu menggigit bibirnya dan menunjukkan wajah memelas. Ia merasa bersalah karena tidak menyisakan buah buahan untuk suaminya itu.


" Ternyata makan mu lahap juga, baguslah. Anak ku tidak kelaparan di dalam sana " kata Alexander lega


" Apa kau sedang mengejekku karena aku makan banyak dan menghabiskan semuanya?!" tanya Leticia kesal


" Kapan aku mengejek mu? aku hanya merasa lega karena anak kita tidak kelaparan dan makan dengan cukup. Selama ini kau pasti banyak menderita tinggal di dunia iblis itu dan kau pasti kekurangan makan karena Lucifer menyiksamu !" kata Alexander merasa sedih


Sebenarnya Lucifer sangat memanjakan ku, walaupun dia suka menyiksaku, tapi semua makanan yang ku inginkan pasti akan dia sediakan, meski ia harus pergi ke dunia manusia untuk mengambilnya. tapi aku tidak bisa bilang pada Alexander. Yang ada dia marah lagi.


" Iya itu memang benar, aku sangat tersiksa dan kelaparan " jawab Leticia mengiyakan


" Aku mengerti, aku tidak akan membuatmu menderita lagi. Aku janji, aku bersumpah " Alexander mengangkat tangannya dan bersumpah di depan istrinya


Leticia tersenyum lembut dan membelai pipi Alexander dengan penuh kasih sayang. Mereka pun berpelukan. Saat wajah mereka mendekat dan hampir berciuman, datanglah seseorang mengacaukan suasana itu.


SLING


Daniel muncul di tengah-tengah mereka berdua, dengan memakai gulungan sihir teleportasi.


" Yang mulia Ratu ! yang mulia Raja! saya sudah da... " tang..."


Seperti nya aku menganggu disaat yang tidak tepat.


Daniel kaget melihat Leticia dan Alexander sedang dalam suasana romantis. Leticia kaget dan mendorong Alexander sampai jatuh ke tanah.


" Kenapa kau tidak melihat situasi, Daniel? kau terus saja mengulangi kesalahan yang sama?" Alexander menatap tajam orang kepercayaan nya itu.


Mati aku, tatapan iblis itu sangat menakutkan.


Daniel langsung gemetar ketakutan, ia tak berani menatap Raja nya.


" Yang mulia sudahlah ! tuan Daniel sudah lama tidak bertemu " Leticia tersenyum dan menyapa Daniel


Daniel sebelumnya menerima pesan dari burung merpati milik Alexander yang bernama horus. Langsung bergegas menemui Leticia dan Alexander. Tak lupa, Daniel juga sudah menyiapkan kereta terbaik untuk di naiki oleh Leticia. Karena sementara waktu wanita ham itu tidak boleh menggunakan sihir teleportasi milik Alexander.


KLOTAK


KLOTAK


Leticia dan Alexander duduk di dalam kereta yang luas dan empuk.


" Huu...padahal kita bisa memakai sihir teleportasi mu agar cepat sampai istana. Kenapa harus naik kereta? kan lama..."


" Tabib Erin pernah bilang padaku, tidak baik kalau ibu hamil terkena sihir. Dan sihir teleportasi ku akan membuat mu pusing, itu tidak baik untuk bayi kita " terang Alexander


" Hmm .. yang mulia, kau akan menjadi ayah yang baik untuk anak kita " Kata Leticia sambil bersandar di dekapan Alexander.


" Aku harap begitu"


" Aku yakin begitu " Leticia tersenyum


" Tidurlah, perjalanan kita masih lama. Mungkin kita akan sampai pada malam hari di istana " Alexander mengelus elus tubuh istrinya dengan lembut


" Hmm.. iya, aku memang sedikit ngantuk. Hoam..." Leticia menguap


Perlahan-lahan, ia tidur di pelukan Alexander dengan nyenyak dan nyaman. " Tidurlah yang nyenyak istri dan putriku " Pria itu tersenyum lembut memandangi istrinya yang tidur di pelukan nya.


Akhirnya semua nya berakhir. Aku akan kembali ke rumah ku bersama istri dan anak ku yang belum lahir.


🍂🍂🍂


Satu minggu berlalu setelah kejadian di dunia iblis. Perlahan-lahan situasi di kerajaan mulai terkendali. Rakyat kembali membangun rumah mereka yang nyaman dan hangat, karena sebentar lagi akan memasuki musim salju.


Selama satu Minggu itu banyak yang terjadi di istana, ada hubungan yang putus dan ada hubungan yang berlangsung. Contohnya Pangeran Gustaf dan nona Vivian, mereka sering bertengkar dan berdebat, tapi mereka juga saling peduli satu sama lain. Apakah nona Vivian adalah jodoh pangeran Gustaf? Entahlah, tapi aku merasa semua orang akan mendapatkan kebahagiaan nya masing-masing. Karena Tuhan sudah menentukan semuanya, cinta, benci, kelahiran, kematian, kasih sayang, pasangan dan jodoh, semua sudah ada di dalam takdirnya.


Pagi itu Leticia sudah menghabiskan 10 mangkok bubur dan 4 gelas susu sekaligus. Hal itu malah membuat para dayang disana cemas melihatnya.


" Yang mulia, apa anda baik baik saja?" tanya Rita cemas melihat lahapnya Leticia makan


" kenapa? Apa aku tidak boleh makan lagi?" tanya Leticia kesal


" Ampuni saya yang mulia, bukan maksud saya seperti itu. Saya hanya takut yang mulia sakit perut " kata Rita menunduk


Kenapa aku begitu sensitif? apa ini adalah karena hormon ibu hamil? padahal Rita hanya mengingatkan ku, tapi aku malah marah-marah.


" Tidak, kau tidak perlu meminta maaf. Aku yang salah karena terlalu sensitif. " kata Leticia sambil berdiri dari kursi nya


Sebenarnya kenapa aku banyak makan? Bisa bisa aku gemuk kalau begini, sebentar lagi resepsi pernikahan ku akan diadakan, nanti bisakah aku memakai gaun pernikahan yang ku impikan itu?


" Yang mulia, Countess Miles dari butik kerajaan sudah datang, untuk menemui yang mulia. " kata Sir Jerome, yang sudah dipilih oleh Alexander untuk mengawal Leticia.


" Baiklah "


Leticia berjalan menuju ke ruang ganti di istana, Countess Miles adalah istri dari Count Miles yang juga pemilik butik terbesar di kerajaan Fostiarus.


Countess Miles memberikan hormat pada Leticia, dan terpesona dengan kecantikan Leticia.


" Salam saya untuk cahaya kerajaan Fostiarus. yang mulia Baginda Ratu " kata Countess Miles sambil tersenyum ramah


Dia sangat cantik, seperti yang dirumorkan di pergaulan kelas atas. Pantas saja Raja tiran sampai tergila gila padanya. Sampai putraku si Michael juga terpesona padanya dan terus membicarakan nya.


" Salam juga untukmu Duchess Varant " Leticia tersenyum. "


" Yang mulia Ratu, saya sudah membawakan gaun pengantin terbaik. Yang mulia boleh melihat-lihat dulu "


" Tidak, aku tidak akan memilih gaun pengantin ku "


" Kenapa yang mulia? apa tidak ada gaun yang mulia suka di sini?" tanya Duchess Varant tersentak


" Bukan begitu maksud ku, aku tidak ingin memilih gaun pengantin milikmu, tapi aku ingin kau membuat kan nya lagi untukku. " Jelas Leticia


" Begitu kah yang mulia? yang mulia ingin saya membuat gaun seperti apa?" tanya Duchess Varant


" Mira, ambilkan tumpukan kertas di meja rias ku !" ujar Leticia pada Mira yang selalu ada di belakang nya.


" Baik, yang mulia Ratu " jawab Mira patuh


Mira mengambil kan kertas yang ada di meja rias Leticia, dan memberikan nya pada Leticia.


" Aku ingin kau membuatkan ku gaun pengantin yang seperti ini " Leticia memberikan kertas itu pada Duchess Varant


Wanita paruh baya itu melihat gambar baju yang terlihat di kertas kertas itu, ia terlihat terkejut melihatnya.


" Ada apa Duchess Varant?" tanya Leticia heran melihat wajah Duchess Varant yang kebingungan


Apa desain ku jelek ya?


" Yang mulia Ratu. Ini benar-benar sangat fantastis, ini sangat.. " Duchess Varant terbata-bata


" Sangat? sangat apa?"


" Desain anda sangat bagus dan unik, saya tidak pernah melihat ada desain seperti ini. " Duchess Varant melihat gambar Leticia dengan tatapan penuh pesona


" Baguslah kalau begitu, apakah Duchess bisa membuatkannya untuk ku?" tanya Leticia senang


Duchess Varant tidak fokus mendengar kan pertanyaan Leticia, dan asyik melihat melihat gambar desain baju milik Ratu Fostiarus itu. Leticia dan Mira sampai heran dibuatnya.


Tidak ku sangka, aku kira Ratu Leticia hanya modal wajahnya yang cantik saja untuk menaklukkan Raja tiran. Ternyata Ratu Leticia memiliki bakat yang terpendam. Jika dia bukan istri Raja tiran, menjadi menantuku akan sangat bagus. Ah apa yang kupikirkan!


" Duchess Varant? apa kau baik-baik saja?" tanya Leticia


" Tidak, maksud saya iya ! saya bisa membuatkan gaun ini untuk yang mulia. Dengan senang hati yang mulia " Duchess Varant tersenyum senang


" Kalau begitu, apakah gaunnya bisa selesai dalam 5 hari?" tanya Leticia


" Saya akan menyelesaikan nya secepat mungkin yang mulia !" kata Duchess Varant semangat


Duchess Varant mengambil ukuran badan Leticia untuk gaun yang akan dipakai nya nanti. Setelah itu dengan penuh keberanian, Duchess Varant mengatakan bahwa ia ingin mengajak Leticia bekerja sama dengannya dan menjadi desainer nya. Leticia senang dengan ajakan Duchess Varant, karena memang dulu di dunia modern, ia pernah sekolah desain dan ingin mengembangkan kemampuan nya juga.


" Maaf Duchess, tapi aku harus meminta izin kepada Baginda Raja terlebih dahulu untuk hal ini "


" Saya yang seharusnya meminta maaf pada Baginda Ratu, tidak seharusnya saya lancang mengajak Baginda bekerja sama dengan orang seperti saya "


" Apa maksud mu Duchess? aku senang kok kau mengajak ku kerja sama. Permintaan mu tentang mengajak ku kerja sama, tidak bisa ditarik kembali ya. Aku akan meminta izin pada Baginda Raja dulu, dia pasti akan mengizinkan " kata Leticia sambil tersenyum percaya diri


Dan meskipun dia tidak mengizinkan, tinggal beri ciuman saja. Dia pasti akan setuju. haha.


" Terimakasih yang mulia " Duchess Varant tersenyum ramah


🍂🍂🍂


Malam itu setelah kesibukan seharian di ruang kerja, Alexander pergi ke kamarnya dan melihat istrinya sedang rebahan dan tampak melamun. Wanita itu memakai baju tidur yang tipis tidak seperti biasanya.


" Kau belum tidur, Ratu ku?" tanya Alexander heran


" Aku menunggumu " jawab Leticia sambil tersenyum " Ayo sini duduk di samping ku "


Alexander heran melihat tingkah istrinya yang begitu menggoda, tidak seperti biasanya. Raja tiran itu mendekati Leticia dan duduk di sudut ranjang.


" apa malam ini adalah malam spesial, Chia?" tanya Alexander sambil membelai rambut panjang Leticia dan memperhatikan setiap gerak-gerik istrinya yang terbilang aneh


" Tidak apa-apa suamiku "


" Pasti ada apa-apa, kenapa kau berpakaian seperti ini, memakai wangi-wangian, tersenyum cerah dan bicara manis? ada apa sebenarnya "


" Cih, kau begitu peka ya !" Leticia memoncongkan bibirnya


" Ada apa? "


Tanpa basa-basi lagi Leticia membicarakan tentang rencana nya untuk berbisnis dan bekerjasama dengan Duchess Varant, ia bermaksud meminta izin dari Alexander.


" Oh, jadi kau ingin meminta izinku?" tanya Alexander sambil tersenyum tipis


" Iya, kau pasti mengizinkan ku kan?"


" Tergantung penampilan mu malam ini " Alexander membuka baju nya, pria itu berakhir dengan telanjang dada.


Leticia tersenyum canggung dan mendorong tubuh Alexander yang mendekati nya. " Tu-tunggu maksud ku bukan seperti ini "


" Bukan seperti ini? aku sangat kecewa, kau sudah berpakaian seperti ini untuk menggodaku bukan?" tanya Alexander sambil membelai pipi Leticia


Kalau sudah seperti ini, dia pasti akan membuatku lelah


Gadis itu panik dan terus mendorong Alexander. " Tidak, ini.. ini .."


" Baiklah aku tidak akan memaksa mu " Alexander memakai bajunya kembali. Leticia terlihat lega dan bergegas menarik selimut nya untuk tidur " Ayo tidur "


Alexander menyerang Leticia dengan mendadak dan menerkam wanita itu dengan ciuman.


" Yang mulia ! kau bilang tidak akan melakukan nya ?!"


" Ayolah ini sudah lama " Alexander tersenyum menyeringai memandangi istrinya yang panik


" KYAA !!! Alex !! "


Dan malam itu terjadi lah pergelutan di antara pasangan suami istri.


Akhirnya kehidupan mereka kembali normal tanpa ada masalah yang berat. Apakah ini akan berlangsung selamanya?


...---****---...