Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran

Aku Menjadi Tawanan Sang Tiran
Bab 125. Resepsi pernikahan ( End Season 2 )


.


.


.


Keesokan harinya, Leticia terbangun dengan baju tipisnya. Terlihat banyak tanda merah di leher dan hampir di sekujur tubuhnya.


" Auh.. " Leticia terbangun dan merasakan tubuhnya lemas


" Selamat pagi, istriku " Alexander sudah bangun lebih dulu dan tersenyum cerah


" Dasar kau ! apa yang kau lakukan hah? kau bilang mau beraksi dengan lembut? "


BUK


BUK


BUK


Leticia memukul Alexander dengan bantal yang ia pegang dengan sekuat tenaganya beberapa kali.


" Aduh sakit ! maafkan aku maafkan aku sayang " kata Alexander merengek


" Raja tiran seperti mu merengek? jangan menipuku ya! dasar kau binatang " wanita itu menggerutu dan terus memukuli suaminya.


Sampai-sampai Leticia oleng kehilangan keseimbangan nya " Ahh !"


Leticia hampir jatuh ke lantai dari atas ranjangnya. Dengan gerakan cepat Alexander sudah berdiri di belakang Leticia dan menahan tubuh wanita hamil itu agar tidak jatuh.


" Gerakan mu cepat sekali "


" Hati hatilah ! kau tidak satu tubuh lagi !" kata Alexander cemas


" Kau marah ya?"


" Aku tidak marah, aku khawatir. Aku takut kau dan bayi kita kenapa-napa " kata Alexander mengingatkan


" Dasar ayah bucin"


" Haha.. tentu saja aku akan menjadi bucin jika itu untuk putriku " Alexander terlihat senang


" Yang mulia, tolong jangan terlalu berharap. Kau begitu yakin anak kita perempuan, bisa saja kan laki-laki "


" Aku yakin kalau bayi kita adalah bayi perempuan, dia akan cantik seperti mu. Dan aku bisa memanjakan nya..Dia pasti akan Lucu dan imut " Alexander tersenyum senang


Leticia tak bisa menjawab pertanyaan Alexander, ia hanya tersenyum dan berharap semoga keinginan Alexander itu terwujud.


Hari itu adalah hari pernikahan Raja Darren dan Giselle. Leticia, Alexander, Zayana, Derrick bahkan Gustaf dan Vivian juga hadir di dalam pesta yang diadakan cukup meriah itu.


Tidak terlihat senyuman di wajah Darren, ia masih saja kaku meskipun itu adalah hari pernikahan nya. Leticia dan Alexander memberikan selamat pada Darren dan Giselle dengan tulus mengharapkan kebahagiaan pengantin baru itu.


" Selamat ya atas pernikahan Raja Darren dan Ratu Giselle "


" Sama sama " jawab Giselle dengan senyuman terpaksa


" Sama sama Ratu Leticia " jawab Darren dengan senyuman ramahnya


Apa Raja Darren masih memiliki perasaan untuk Ratu Leticia? kenapa dia tersenyum ramah padanya?


Giselle terlihat tidak senang dengan sikap ramah Darren pada Leticia. Ia bahkan menekuk wajahnya. Alexander bisa merasakan kecemburuan Giselle pada Leticia. Ia segera memeluk Leticia.


" Jangan khawatir Ratu Giselle, suami mu selamanya adalah milikmu. Sebaiknya kau fokus saja menjaga suamimu dengan baik, daripada menghabiskan waktu untuk cemburu " Alexander tersenyum sinis


" Ah? i-iya " jawab Giselle terbata-bata


Perasaan Raja Alexander begitu tajam.


" Yang mulia, kau ini bicara apa? ya sudah ya, sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian. Seperti nya kami harus segera pergi " Leticia tersenyum ramah


" Kenapa? pestanya masih berlangsung dan kalian sudah mau pergi?" tanya Darren


" Sebenarnya kami ada sedikit urusan " jawab Alexander


" Nikmati pesta nya, selamat untuk kalian. Kami pamit " kata Leticia


" Jangan lupa untuk menghadiri pesta pernikahan kami juga ya 4 hari lagi "


Leticia dan Alexander pamit pergi lebih dulu dari pesta pernikahan Darren, Leticia terlihat lelah saat menaiki kereta.


" Haruskah kita batalkan saja resepsi pernikahan kita?" tanya Alexander


" APA? kenapa harus dibatalkan?! TIDAK !" Leticia kaget


Sudah dipersiapkan begitu susah payah, masa dibatalkan.


" Aku hanya tidak mau kau lelah karena berdiri terlalu lama dan menyambut para tamu, jangan salah paham. "


" Tidak, aku tidak akan apa-apa. Aku kan bisa duduk saja " kata Leticia tegas


" PFut.. aku hanya bercanda kok, mana mungkin aku membatalkan pesta pernikahan kita yang sangat kita impikan itu. " Alexander tersenyum


" Aku baru tau loh kalau kau bisa bercanda " Leticia tersenyum tipis melihat ke arah suaminya


" Leticia, kemarilah " Alexander merentangkan tangannya


" Apa?"


" Kemari saja !" ujar Alexander dengan tatapan tidak mau di bantah


Wanita itu melangkah sedikit ke arah Alexander yang ada di seberang tempat nya duduk. Alexander menarik tangan Leticia dan membuat nya duduk di pangkuannya. Tangan nya yang berotot itu memeluk pinggang mungil milik Leticia.


" Lex.."


" Kemanapun kau pergi, dimana pun kau berada, kau akan selalu berada di pelukan ku. Ingatlah itu. Kau adalah Leticia ku, Leticia milik Alex " pria itu bersandar dan membenamkan kepalanya di dada Leticia dengan manja.


" Kau juga adalah Alex milik Leticia " kata Leticia sambil tersenyum lebar


Mereka berpelukan dengan mesra dan bahagia.


****


Kabar baik tidak hanya datang datang dari Darren yang baru saja menikah, tapi datang juga dari Zayana yang ternyata sedang hamil


4 bulan, artinya Zayana hamil lebih dulu daripada Leticia tapi ia tak menyadari nya. Derrick sangat bahagia dan selalu memanjakan Zayana.


4 hari kemudian...


Itu adalah pagi yang sibuk bagi orang-orang di istana Fostiarus. Semua orang sedang bersiap-siap untuk menyaksikan resepsi pernikahan antara Raja dan Ratu Fostiarus yang diadakan terlambat.


Anne sebagai kepala dayang, dan Daniel sebagai orang kepercayaan Alexander, bertugas memeriksa setiap detail kesiapan dari pesta pernikahan itu. Dari mulai makanan, pelayan, dekorasi dan semua hal yang berkaitan dengan pernikahan mereka.


" Semua nya sudah selesai tuan Daniel ! makanan sudah sempurna dan lengkap, pelayan juga sudah siap " Anne tersenyum


" Bagus nyonya Anne. Pekerjaan ku disini juga sudah selesai. " Daniel tersenyum


" Akhirnya kebahagiaan datang juga untuk negara dan istana ini ya " kata Sir Carl sambil melihat-lihat dekorasi mewah di hiasi bunga mawar dan matahari di sekeliling nya.


" Benar juga, tidak disangka ya kalau istana yang dulu suram dan gelap ini akan menjadi indah dan cerah ceria " Sir Jack


Anne dan Daniel tersenyum mendengar nya.


" Ini semua terjadi karena cinta " kata Daniel yakin


" Ya, tuan Daniel benar.. Semoga cinta dan kebahagiaan selalu menyertai yang mulia Raja dan yang mulia Ratu selamanya " kata Sir Carl berdoa dengan tulus


Para anak buah, bawahan Gustaf, bawahan Leticia, dan bawahan Alexander, berdoa dengan setulus hati untuk kebahagiaan pasangan pengantin yang akan mengadakan resepsi itu.


Tapi, tidak dengan Vivian yang terlihat sedih dengan pernikahan Leticia dan Alexander. Wanita itu tampak murung duduk di balkon sendirian, ketika semua orang sedang berkumpul di tempat pesta. Gadis itu malah termenung sendirian.


Bersamaan dengan itu, Gustaf juga tampak sendirian di balkon yang ada di sebelah tempat Vivian berdiri.


" Kenapa kau ada disini yang mulia?" tanya Vivian tak senang


" Seperti nya alasan ku berada disini, sama dengan mu nona Vivian " jawab Gustaf dengan senyuman pahit di bibirnya


" Kau sangat menyedihkan yang mulia pangeran "


" Memangnya kau tidak menyedihkan? beraninya mengejekku, padahal kita sama saja" kata Gustaf sambil tersenyum sinis


" Pangeran, apa kau rela melihat wanita yang kau cintai bersama dengan pria lain?" tanya Vivian dengan wajah sedih


Vivian melihat Gustaf dengan penuh kekaguman. Bagaimana hati nya bisa sebesar itu merelakan Leticia untuk Alexander? sedangkan ia tidak memiliki hati sebesar itu.


" Aku percaya kau juga bisa melakukan nya "


" Seperti nya aku belum bisa. Apa kau bisa membantuku?" tanya Vivian


" Membantu apa ?"


" Jadilah cinta ku yang baru, mari kita memulai hubungan " kata Vivian serius


Wajah Gustaf memerah saat mendengar nya " Apa kau sedang mengatakan cinta padaku?" tanya Gustaf malu-malu


" Aku.. siapa yang mengatakan cinta pada mu? aku hanya ingin.. ingin mencoba memulai hubungan cinta yang baru seperti yang kau katakan " Vivian menunduk dan malu-malu


" Baiklah tidak ada salahnya mencoba, mari kita memulai hubungan terlebih dahulu. Siapa tau cinta akan datang nantinya "


Vivian dan Gustaf tersenyum satu sama lain sambil berpegangan tangan. Dan cinta baru akan segera di mulai ...


🌹🌹🌹


Di ruang rias Ratu..


Leticia sudah memakai gaun pengantin yang ia impikan, desain nya sendiri. Di bantu oleh Mira dan Rita.


" Wajah yang mulia Ratu terlihat sangat cerah " kata Mira memuji


" Yang mulia anda benar-benar cantik dengan gaun itu " kata Rita terpesona melihat Leticia dalam balutan gaun pengantin modern yang memiliki desain unik dan indah.


" Benarkah?"


Sebenarnya gaun ini sedikit ketat dan dipaksakan. Mungkinkah karena aku gendutan? aku harus menahan dulu selama beberapa jam. Aku tidak boleh membuat semua orang cemas di hari yang penting ini.


Tok, tok, tok


" Siapa?" tanya Leticia pada orang yang ada di balik pintu kamar riasnya


" Ini aku, Derrick " jawab Derrick


" Kakak?"


Mira dan Rita segera keluar dari ruangan itu ,meninggalkan Derrick dan Leticia di kamar rias.


" Kakak..."


" Aku kemari karena ingin menjadi orang yang mengucapkan selamat padamu, adikku.."


" Hehe, kakak kau membuatku malu "


" Selamat untuk pernikahan kalian, dan kakak minta maaf untuk restu yang terlambat. " Derrick tersenyum dan memegang tangan adiknya.


" Kakak..." Leticia melihat kakak nya dengan mata berkaca-kaca


" Jangan menangis, nanti make up mu luntur. Tersenyum dan berbahagia lah, hari ini aku akan menyerahkan mu pada si tiran itu "


" Kakak, kenapa kau masih memanggilnya seperti itu? dia itu adik ipar mu loh " Leticia tertawa kecil


" Tidak peduli dia adik ipar ku atau bukan, kalau dia membuat mu menangis dan menderita lagi. Dia adalah musuhku " Derrick tersenyum dan memeluk Leticia dengan penuh kasih sayang.


Akhirnya semua perjuangan keras ku berakhir bahagia. Hari ini aku akan merayakan resepsi pernikahan kami yang sempat tertunda. Setelah menunggu ratusan purnama berlalu, kami sampai pada hari ini.


Semua hadirin yang ada di taman matahari, memberikan tepukan yang meriah saat Leticia yang digandeng oleh Derrick memasuki area altar pernikahan Alexander dan Leticia. Alexander dan seorang pendeta menunggu dengan sabar di depan altar.


Daniel dan Carol terlihat menangis melihat pemandangan yang mengharukan itu. " Hiks, yang mulia Ratu.. akhirnya " Carol menangis haru


" Baginda Raja, akhirnya ..anda sudah dewasa juga.." Daniel menangis tersedu-sedu


" Tuan Daniel, bisakah kau diam? kau mengacaukan suasana " bisik Sir Carl sambil tersenyum melihat Daniel yang menangis


" Haha.. dasar cengeng " Sir Jerome tertawa melihat Daniel menangis


" Diam kalian ! kalian tidak tau bagaimana rasanya membesarkan anak dari kecil dan sekarang sudah dewasa.. hiks "


" Ya ya kami mengerti." kata Sir Jack


" Kau kan ibu Baginda Raja haha " Sir Carl tertawa


Suasana haru dan bahagia mengiringi prosesi pengucapan janji yang kedua kalinya itu bagi Alexander dan Leticia.


Derrick mengantarkan Leticia ke depan altar, dan menyerahkan adiknya pada Alexander.


" Aku serahkan adikku yang berharga padamu, kalau kau sampai menyakiti nya lagi maka..


" Maka aku akan mati dan aku akan menerima hukuman nya dengan senang hati " Alexander memotong kata-kata Derrick


" Rupanya kau sudah benar-benar paham maksud ku. Jaga adikku baik-baik "


" Dengan nyawaku " jawab Alexander tegas


Leticia tersenyum cerah memandangi Alexander dan kakaknya yang sedang berdebat kecil itu.


Raja Brilla itu menyatukan tangan keduanya, dan tersenyum bahagia Begitu banyak senyuman terlihat pada hari itu, senyuman pengantin, senyuman keluarganya, tangisan haru para bawahan yang melihat perjuangan pasangan pengantin yang akhirnya akan menikah secara resmi itu.


Perjuangan mereka akhirnya berbuah manis dengan pernikahan, hati siapa yang tidak akan bahagia melihatnya?


Leticia bisa merasakan tangan Alexander gemetaran saat memegang tangannya. " Apa yang mulia gugup?"


" Memangnya kau tidak gugup, Ratu?" tanya Alexander


" Aku sedikit gugup, tapi kenapa sekarang kau gugup? saat pernikahan pertama kita kau tidak terlihat gugup "


" Saat itu orangnya tidak sebanyak ini, jadi aku tidak begitu gugup. Ditambah lagi kau sangat cantik, membuat ku tambah gugup " gumam Alexander


" Apa?" Leticia kaget


Kedua pasangan itu akhirnya mengucapkan janji pernikahan mereka, disaksikan oleh semua orang yang hadir di sana. Pernikahan yang dilakukan dengan tema outdoor itu berlangsung lancar.


Saat mereka selesai mengucap sumpah, teriakan ricuh dari para tamu memeriahkan acara pernikahan mereka.


PROK


PROK


PROK


" Selamat yang mulia ! selamat untuk pernikahan Baginda raja dan Baginda ratu "


" Panjang umur !! hidup Kerajaan Fostiarus !!" teriak rakyat


" Hidup Baginda raja dan Baginda Ratu !!"


Leticia dan Alexander tersenyum bahagia melihat kebahagiaan rakyat mereka. Alexander mencium bibir istrinya dihadapan semua orang.


Upacara sakral pernikahan sudah dilaksanakan, kini mereka yang hadir disana hanya tinggal merayakan pestanya.


Karena lelah berdiri cukup lama, menerima semua ucapan selamat dari para tamu, Leticia pun duduk di kursi yang ada pelaminan nya. Dengan penuh perhatian, Alexander memijat kaki istrinya.


" Yang mulia, kenapa kau melakukan ini? kau ini seorang Raja !"


" Memangnya kenapa kalau aku adalah Raja? apa aku dilarang memijat kaki istriku ?" tanya Alexander heran


" Tolong jaga image mu di depan para tamu, mana ada Raja yang memijat istrinya di depan rakyatnya "


" Ada, Raja itu adalah aku. " kata Alexander


" Yang mulia..."


Alexander menatap Leticia dengan lembut, ia mengatakan bahwa ia tidak malu memijat kaki istrinya yang sedang hamil itu, ia bahkan rela menunduk dan berlutut jika itu demi Leticia dan anak mereka.


Leticia terharu mendengar kata-kata manis dari Alexander. Tak disangka nya, bahwa Alexander yang dulu kejam, dan kasar, akan berubah menjadi lembut pada nya. Ia pikir julukan tiran untuk Alexander tidak akan melekat padanya lagi.


Akhirnya, aku sudah mengubah sang tiran menjadi sang bucin.


Leticia merasa bangga di dalam hatinya 😁


Tapi, Leticia tidak tau kalau tiran itu tetaplah tiran di mata para bawahannya. Hanya pada Leticia saja lah Alexander menjadi budak cinta.


...--***---...